Kuala Lumpur, 18 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO ITU GUS DUR, MEGA, TNI TIDAK MENCONTOH NABI BERPERANG
Ham Am
Kuala Lumpur - MALAYSIA.

 

SUMITRO COBA CERITAKAN APAKAH PERWIRA DAN PASUKAN TNI BERPERANG MENCONTOH CARA NABI BERPERANG

"Begitukah bentuk perjuangan GAM dan kelompok kalian yang nota benenya ingin mencontohi perjuangan Rasulullah mendirikan Daulah Islam di Aceh? Wah sangat kontras sekali bang? Tahu kah kalian bahwa perjuangan dan da'wah rasulullah dulu dilakukan secara sembunyi dan terang-terangan lantas kenapa kalian takut untuk berjuang dan berda'wah di Indonesia atau Aceh tanah kelahiran kalian?." (Sumitro mitro@kpei.co.id , Fri, 17 Sep 2004 13:57:41 +0700)

Baiklah Sumitro, kalau anda mau menyaksikan GAM ingin berjuang sebagai mana Rasulullah berjuang dulu, boleh2 saja, tapi perlu anda mandi cuci rambut agar boleh berpikir dengan lebih tenang.

Bila Sumitro bertanya "Begitukah bentuk perjuangan GAM dan kelompok kalian yang nota benenya ingin mencontohi perjuangan Rasulullah mendirikan Daulah Islam di Aceh?"

Maka saya terpaksa balik bertanya pada Sumitro, adakah anda sadar waktu anda bertanya ? kerana hal ini siapa yang mula mengeruhkan keadaan, apakah GAM/TNA yang mula berduyun2 datang ke tanah Jawa untuk menyerang rakyat sipil Jawa TNI/ABRI atau sebaliknya ?.

Tapi kalau TNI/ABRI mula2 datang dari jauh lalu masuk dalam wilayah Aceh terus menembaki rakyat sipil sampai hari ini sudah lebih kurang 20,000 orang terkorban, maka ada 1 syarat kalau Sumitro mau tengok orang GAM/TNA melawan dangan menggunakan taktik Rasulullah, yaitu: bolehkah anda mengarahkan semua TNI/ABRI untuk pegang pedang ?. Kalau sekiranya suara anda tak di gubris oleh TNI, atau barang kali mereka tak mau mendengar gonggongan anda, malah mereka TNI, menyerang dengan mesin GUN. Maka mintak maaf, tak mungkin orang GAM pakai pedang, dan strategic macam Sumitro sarankan ini sangat jelas sekali kono dan bodoh.

Disini kita tak ikut cara Nabi berperang bukan berarti dousa, kalaupun tak semua sama macam system perjuangan Nabi, ini bukan berarti kita sudah ingkar Nabi. Kita harus letak sesuatu pada tempatnya, lakukan sesuatu menurut keadaannya. Contoh kalau TNI datang untok membunuh rakyat Aceh dengan menggunakan senjata M16, maka GAM akan menyambut dengan senjata juga.

Untuk berdakwah, kalaulah TNI yang mula datang beramai2 dan terus membunuh orang Islam Aceh sampai 20,000 orang, maka untuk kita berdakwah di depan TNI, boleh saja, tapi Sumitro kasihlah satu judul dakwah ya, yang membuat hati TNI akan luluh dan sayang sesama orang Islam. Apa yang Ham-am kaji disini, berdakwah di depan TNI/wong Jowo, sama macam membelah air sungai dengan parang, tak berkesan, atau atau siapa yang berdakwah depan mereka adalah orang gila, bukankah Sumitro berpikir masak2 dulu sebelum send email?

Ada beberapa hal yang mesti ikut semacam mana Rasulullah buat. Adakala kita boleh memilih cara lain yang lebih sesuai dengan zaman dan tempat nya. Dulu loyang sekarang besi. Dulu kuda kipang sekarang sudah merce. Jadi jika Sumitro mengatakan GAM tidak seperti perjuangan Nabi, seakan perjuangan TNI tidak menyerupai perjuangan pamannya Nabi, padahal Sumitro perlu mendakwahi dulu orang2 kalian TNI/ABRI, selepas itu baru tanya orang lain.

Jadi kalau Sumitro macam senter terus, maka punggung sediri berkerak tak tau. Asik nyenter orang terus.

Sekarang Sumitro perlu tunjukkan dulu perjuangan kalian dan TNI/ABRI sama macam perjuangan Nabi, atau pamannya, habis itu baru anda tanya kenapa GAM tak serupa macam juangnya Nabi?

Inilah kader 2 orang Indon di masa mendatang, Sumitro ahli politik, Rokhmawan ustaz, Mazda gado2. Ke 3 orang ni melambangkan ciri khas yang membuat kejatuhan Indon sampai tak boleh bangun. Tapi yang lucunya, di saat Indon macam cacing kepanasan di siang bolong, sempat juga negara disuruh pada kiyai H Abdurrahman Wahid, yang pada hakikatnya dia lebih layak jadi penonton sambil hayun tasbihnya. Rupanya ketika Sultan Brunai tersentuh hatinya melihat nasib pengungsi Aceh, maka diamanahkan sedikit uang untuk mereka yang membutuhkan. Ternyata orang yang di sanjung pangkat kiyai, sudah pecah amanah. Kalaulah pemimpin kencing berdiri, sudah lupa ujungnya. Jadi inikah Gus Dur mencontohi Rasulullah memimpin ummatnya?. Mega tak pakai tutup kepala. Adakah suatu keistimewaan Allah bahwa Mega akan kebal dari azab Allah? Bolehkah Sumitro jawab kepimpinan Gus Dur? Tapi tak perlu jawab semua orang sudah tau sebelum anda jawab, maksud Ham-am jangan salahkan GAM tidak seperti Nabi berjuang, kerana anda belum cerita TNI macam siapa berjuang. Kalau Sumitro mau mencari kesalahan orang, memang tak ada habisnya, kalau Sumitro memperbaiki kebodohan sendiri, sangat banyak manfaat nya, demikian.

Wssalam

Ham Am

nacara2004@yahoo.com
Kuala Lumpur, Malaysia
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>, ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas <redaksi@kompas.com>, Redaksi Satu Net <redaksi@satunet.com>, Redaksi Waspada <redaksi@waspada.co.id>, Waspada <waspada@waspada.co.id>, Detik <webmaster@detik.com>, KOMPAS kompas@kompas.com
Cc: Sumitro <mitro@kpei.co.id>, 'ahmad@dataphone.se
Subject: RE: HAM AM: SUMITRO HILANG AKAL AJAK AHMAD PULANG UNTUK KUBURKAN PENGALAMAN
Date: Fri, 17 Sep 2004 13:57:41 +0700

Begitukah bentuk perjuangan GAM dan kelompok kalian yang nota benenya ingin mencontohi perjuangan Rasulullah mendirikan Daulah Islam di Aceh? Wah sangat kontras sekali bang? Tahu kah kalian bahwa perjuangan dan da'wah rasulullah dulu dilakukan secara sembunyi dan terang-terangan lantas kenapa kalian takut untuk berjuang dan berda'wah di Indonesia atau Aceh tanah kelahiran kalian? Kalau kalian takut dipenjara, wah itu mah enggak ada apa2nya dibandingkan dengan apa yang didapat Rasulullah waktu itu, dihina, disiksa dan bahkan hampir di bunuh karena lehernya diinjak sampai matanya mau keluar? Apakah sebanding dengan apa yang kalian takutkan yakni cuman di penjara?

Wahai Ahmad, Ham-am dan GAM serat kelompoknya janganlah kalian berjuang membawa2 ingin merdeka karena ingin mendirikan daulah Islam, karena perjuangan kalian tidak sesuai dengan apa yang di contohkan Rasulullah.

Demikian dan mohon ma'af.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------