Stockholm, 18 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

REYZA ITU MUSLIM RI TIDAK TERTUTUP HATI MELAINKAN TERTIPU BUAIAN SEJARAH PALSU ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

REYZA ZAIN ITU MUSLIM INDONESIA TIDAK TERTUTUP HATI TERHADAP ACHEH MELAINKAN TERTIPU BUAIAN SEJARAH PALSU ACHEH YANG DIAYUNKAN SOEKARNO DAN PARA PENERUSNYA

"Ustaz, saya kadang-kadang sangat sedih, apakah muslim di Indonesia sudah demikian tertutup hati terhadap Acheh? Sangat banyak kezaliman, bahkan melebihi apa yang telah dibuat kafir di Palestina, Irak, atau di Chehnya, namun, muslim di Indonesia masih saja happy-happy, tidak peduli sama sekali dengan apa yang terjadi. Namun, sedih itu, semakin membuat saya pribadi semakin semangat, bahwa kezaliman itu perlu dilawan sampai tuntas, sampai bangsa Acheh mendapatkan syahadah atau sa'adah. Semoga Allah mengampuni muslimin Indonesia yang sedang lalai dan melakukan penindasan atas bangsa Acheh." (Reyza Zain warzain@yahoo.com , Sat, 18 Sep 2004 09:05:28 -0700 (PDT))

Terimakasih saudara Reyza Zain di Pennsylvania, USA.

Memang inilah akibat dari buaian sejarah palsu tentang Negeri Acheh yang telah digelarkan oleh Soekarno dan para penerusnya, yang menghunjam kedalam benak pikiran dan hati sanubari setiap muslim Indonesia, sehingga melahirkan impian kosong penuh kepalsuan yang menganggap bahwa Negeri Acheh itu milik dan bagian RI.

Dari sejak mereka memasuki bangku sekolah dasar sampai keujung bangku perguruan tinggi, sejarah Acheh adalah sama karena telah disesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingan politik yang telah dikembangkan oleh Soekarno yang menelan Acheh sampai detik sekarang ini, yang menyatakan bahwa Negeri Acheh adalah milik dan bagian Negara RI yang menjelma jadi NKRI pada 15 Agustus 1950 satu hari setelah RIS dilebur menjadi RI yang gemuk pada tanggal 14 Agustus 1950.

Karena gambaran tentang Negeri Acheh yang sudah sedemikian menghunjam kedalam pikiran dan hati sanubari setiap muslim Indonesia, maka ketika ada orang yang menyatakan bahwa itu sejarah tentang pertumbuhan dan perkembangan Negara RI yang diajarkan di bangku sekolah menengah sampai ke universitas adalah penuh kepalsuan apalagi yang menyangkut masalah Negeri Acheh, maka sudah pasti secara instink mereka akan menafikannya dan menuduh balik pada orang tersebut dengan tuduhan memecah belah RI.

Gambaran sejarah palsu tentang Negeri Acheh inilah yang memang telah ditanamkan lebih dari setengah abad kepada muslim Indonesia. Sehingga sudah dua generasi muslim Indonesia yang terkena racun pemalsuan sejarah Negeri Acheh. Hanya sebagian kecil saja muslim Indonesia yang telah menyadari bahwa memang benar sejarah pertumbuhan dan perkembangan Negeri Acheh yang dihubungkan dengan sejarah pertumbuhan dan perkembangan RI telah dimanipulasi dan dipalsukan oleh Soekarno dan para penerusnya.

Jadi tugas kita rakyat muslim Acheh dan sebagian kecil rakyat muslim RI yang telah sadar bahwa sejarah Negeri Acheh dan Negara RI telah dipalsukan sedemikian rupa oleh pihak Soekarno dan para penerusnya, harus terus memperjuangkan dan menyatakan tentang fakta dan bukti kebenaran sejarah dan hukum tentang ditelan dan dicaploknya Negeri Acheh oleh RI yang menjelma menjadi NKRI, tetapi sejak 5 Juli 1959 melalui Dekrit Presiden telah berobah kembali NKRI yang berkonstitusi UUD 1950 menjadi RI yang berkonstitusi UUD 1945 dengan badan gemuk karena kekenyangan menelan 15 Negara bagian RIS, termasuk didalamnya Negeri Acheh, Papua, dan Maluku Selatan.

Memang untuk menghilangkan percikan-percikan sejarah palsu Acheh yang telah menghunjam kedalam pikiran dan hati sanubari setiap muslim Indonesia yang telah berlangsung puluhan tahun yang ditanamkan dan disebarkan melalui bangku sekolah menengah sampai ke universitas ini, diperlukan dan dituntut usaha yang gigih dan berani dari pihak rakyat Acheh untuk menampilkan fakta dan bukti, sejarah dan hukum tentang pertumbuhan dan perkembangan Negeri Acheh dan Negara RI yang sebenarnya.

Muslim Indonesia yang telah tertipu oleh sejarah palsu Acheh yang disebarkan dan ditanamkan oleh Soekarno dan para penerusnya inilah yang harus dikikis habis pikirannya dan dibersihkan hati sanubarinya dari setiap muslim Indonesia dengan usaha yang gigih melalui derap langkah perjuangan rakyat Acheh disegala bidang, tidak hanya di medan gerilya saja tetapi disemua bidang.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sat, 18 Sep 2004 09:05:28 -0700 (PDT)
From: Reyza Zain <warzain@yahoo.com>
Subject: Re: MISRIE: BAGAIMANA KITA SHALAT--
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>

Assalamualaikum.

Ustaz, saya kadang-kadang sangat sedih, apakah muslim di Indonesia sudah demikian tertutup hati terhadap Acheh?

Sangat banyak kezaliman, bahkan melebihi apa yang telah dibuat kafir di Palestina, Irak, atau di Chehnya, namun, muslim di Indonesia masih saja happy-happy, tidak peduli sama sekali dengan apa yang terjadi.

Namun, sedih itu, semakin membuat saya pribadi semakin semangat, bahwa kezaliman itu perlu dilawan sampai tuntas, sampai bangsa Acheh mendapatkan syahadah atau sa'adah.

Semoga Allah mengampuni muslimin Indonesia yang sedang lalai dan melakukan penindasan atas bangsa Acheh.

Wasalam

Reyza Zain

warzain@yahoo.com
achehcenter@yahoo.com
ACHEH CENTER
PO BOX 6356, Harrisburg, Pennsylvania 17112. USA
----------