Sandnes, 20 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

BAGAIKAN JERATAN LABA-LABA YANG MEMBUAT BELALANG TAK BERDAYA
Muhammad Al Qubra
Sandnes - NORWEGIA.

 

BAGAIKAN JERATAN LABA-LABA YANG MEMBUAT BELALANG TAK BERDAYA, OH NASIBMU KAUM DHU'AFA

Alam a'had ilaikum ya bani Adam. Alla ta'budusy syaithan. Innahu lakum aduwwum mubin. Wa ani'budu Ni, haza siratum mustaqim. walaqad azdhalla mingkum jibillang katsira, afalam takunu ta`qilun? Hazihi jahan namullati kuntum tu adun. Islauhal yauma bima kuntum takfurun. Al yauma nakhtimu ala afwahihim, watukallimuna aidihim watasyhadau arjuluhum bima kanu yaksibun (QS.Yasin:60 - 65) Terjemahannya: "Bukankah sudah kuperintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak tunduk patuh kepada syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagi kamu. Dan tunduk patuhlah kepada da Ku. Inilah jalan yang selurus-lurusnya. Sesungguhnya syaithan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantarakamu. Apakah kamu tidak berfikir ? Inilah Jahannam yang dulu kamu diancam (dengannya). Masuklah kamu kedalamnya hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya. Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, tangan dan kaki Kami minta kesaksian terhadap apa yang telah mereka kerjakan dahulu" (QS,36:60-65)

Sembilan orang ulama Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur memutuskan haramkan golput (golongan putih atau tidak memilih) dalam pemilu presiden (pilpres) mendatang. Keputusan itu ditetapkan dalam pertemuan tertutup ke-sembilan Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jatim di Surabaya, Sabtu (18/9), yang berlangsung sejak pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Pertemuan itu dihadiri KH Masduqi Mahfudh (Rois Syuriah PWNU Jatim), KH Idris Marzuqi (Mustasyar PBNU/ pengasuh Pesantren Lirboyo, Kediri), KH Zainuddin Jazuli (mustasyar PWNU Jatim), dan KH Ali Masyhuri (a'wan PWNU)." (Ant / Prim, kompas.com. Sabutu, 18 September 2004

Itu merupakan persekongkolan antara "Balam" (badut-badut) yang berjingkrak-jingkrak dibawah ketiak Megawati si Jamu gendong, Sukarno, Suharto, Gusdur dan SBY yang tangannya masih baru dengan lumuran darah segar rakyat jerlata, berfatwa untuk melanggingkan kekuasaan majikannya.

Ulama palsu seperti itu banyak sekali bergentayangan didalam System Thaghut Hindunesia Dhalim dan Munafiq. Mereka mendapat cap jempol dari pemimpin-pemimpin zhalim. Kedudukan mereka bagaikan Bal'am dalam sistem Fir'aun. Merekalah yang meninabobokkan rakyat jelata untuk tidak melawan kezhaliman Sukarno, Suharto, Gusdur, Megawati dan antek-anteknya, sebab mereka masih shalat, puasa, naik haji dan bahkan rajin berdoa.

Mereka berlagak ulama dengan penampilan bersorban dan berjenggot, tapi otaknya Snough Houghronye. Mereka takmampu berfikir bahwa System itu umpama bahtera yang sedang berada di tengah laut, sementara pemimpin adalah sang Nakhoda. Kalau nakhodanya seorang pemimpin yang kafir, zhalim dan fasiq (QS,5: 44, 45, dan 47), tentu secara pelan tapi pasti akan membawa bahteranya itu ke neraka bersama segenap pengikutnya, kendatipun pengikutnya menganggap diri alim.

Apa artinya mereka alim sementara mereka bersekongkol dengan otaknya Pembunuh, Penindas dan Koruptor. Dapatkah anda memahaminya ? Pembunuhan yang dilakukan TNI terhadap rakyat jelata dalam peristiwa Tanjung Periuk adalah perpanjangan tangan Suharto, pembunuhan yang dilakukan TNI/POLRI terhadap rakyat Papua Nugini, Maluku, Selebes, Timor Larose dan Acheh Sumatra adalah perpanjangan tangan Sukarno, Suharto, Gusdur, Megawati dan juga tanggung jawab seluruh anggota DPR/MPR, serta pejabat-pejabat negara lainnya. Mampukah anda melihatnya?

Ketika kepala negara/Raja menjalankan roda pemerintahannya dengan sewenang-wenang mendhalimi kaum dhu'afa, Bal'amlah yang membisikkan kata-kata syurga dan sabar ketelinga rakyat jelata, dengan cara demikianlah Bal`am membuat rakyat jelata terlena, sehingga tak mampu lagi mengkritik kesewenang-wenangan pemerintah (Presiden/Raja) sementara setiap jajaran pegawai pemerintahan, apakah dia seorang Sarjana biasa, Doktor, Propessor tetap saja menuhankan atasan nya, kendatipun mereka mengaku Tuhan itu satu dimulut mereka. Andaikata pada suatu hari atasannya mengatakan bahwa sekarang bukan siang tapi malam, bawahannya langsung membenarkan, "Oi ya ya, tadi aku menyaksikan bulan dan bintang.

Di Mesjid-Mesjid mereka berani mempelintirkan ayat-ayat Allah, demi menjaga kewibawaan Pemerintah. Masyarakat di arahkan untuk berdoa saja dalam menghadapi setiap bentuk kedhaliman. Hadist palsu seperti: "Doa adalah senjata orang Mukmin" dipopulerkan di tengah-tengah komunitas kaum Muslimin. Kendatipun kedhaliman sudah mencapai klimaknya, tetap saja tidak boleh dilawan sebab kepala pemerintahan/Raja masih melakukan Shalat. , karena itu kita diarahkan untuk melakukan "Do`a Tolakbala" dengan memperagakan telapak tangan dalam keadaan Telungkup kebawah dan selesailah perkara mencegah kemungkaran demikian arahan Bal'am. Masya Allah.

Mereka tidak memahami mana yang dimaksudkan "Aqidah". Di mulut mereka mengaku tidak ada tuhan selain Allah, namun dalam kehidupan mereka membuat tandingan dengan Allah. Mereka tidak memahami bahwa kalau tidak mengaplikasikan sebagaimana kata Allah dalam keuhidupan keluarga, masjarakat dan negara, kita belum termasuk dalam katagori orang-orang yang beriman kendatipun telah kita ucapkan dengan lidah dan kita tasdiqkan dengan hati. Mereka menganggap Islam tidak boleh melawan musuh dengan kekerasan biarpun kita sudah dijajah, tak boleh melawan dengan senjata, cukup dengan dakwah terus-menerus. Seperti sontoloyo-sontoloyo Jawa saat dibredili Belanda dulu sehingga belum apa-apa sudah menyerah. Lalu dibawa ke Acheh sebagai umpan peluru. Buktinya dapat anda saksikan di Kerkhof 1 dan insya Allah akan muncul Kerkhof 2.

Billahi fi sabililhaq

Muhammad Al Qubra.

acheh_karbala@yahoo.no
Sandnes, Norwegia.
----------