Stockholm, 21 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO ITU PENGALAMAN YUDHOYONO MENUNJUKKAN TIDAK MAMPU SELESAIKAN KONFLIK ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS SUMITRO ITU PENGALAMAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO TIDAK MAMPU MENYELESAIKAN KONFLIK ACHEH KECUALI MEMAKAI MONCONG SENJATA SAMA SEPERTI SEOKARNO, SOEHARTO, ABDURRAHMAN WAHID DAN MEGAWATI

"Itu khan pendapat anda sebagai kelompok GAM (yg di sini, Indonesia kelompok anda adalah kelompok saparatis bahkan dikatagorikan sebagai terorist Jadi, yach enggak bergemming tuh ulasan anda ! Bang Ahmad, saya bisa pastikan bahwa SBY akan menjadi RI 1 dan bersiap-siaplah akan punahnya GAM di muka bumi terutama di Indonesia. Oh yach, kemarin semua dedengkot GAM berkumpul di kediaman Hasan Tiro membahas langkah2 yang di ambil dalam menyambut kedatangan SBY di kursi RI yang mulai tanggal 5 Oktober dan tanggal 20 Oktober penyerahan kekuasaan, sehingga kelihatan sekali tuh para petinggi GAM gemetaran bahkan ada tuh yang menyatakan bahwa inilah saat-saat kehancuran GAM. Wah, bang Sudirman enggak ada bahan lagi tuh corat coret masalah GAM lagi soalnya tahun ini juga GAM bakal PUNAH dan tinggal sejarah buat anak cucu kelak bahwa ada sekelompok organisasi saparatis dan teroris yang pernah ada di Indonesia khusunya Aceh yaitu GAM pimpinan Hasan Tiro." (Sumitro mitro@kpei.co.id , Tue, 21 Sep 2004 08:19:34 +0700)

Baiklah Sumitro di Jakarta, Indonesia.

Saudara Sumitro, itu Susilo Bambang Yudhoyono yang lahir di Pacitan, Jawa Tengah, 9 September 1949 dengan karier militernya yang dimulai melesat setelah Susilo Bambang Yuhdoyono menjadi Komandan Peleton di Yonif Linud 330 pada 1974, dan menjadi menantu Sarwo Edhi Wiboso, yang dicomot Abdurrahman Wahid untuk didudukkan di kursi Menteri Pertambangan dan Energi, tetapi pada akhir kekuasaan Abdurrahman Wahid dipindahkan menjadi Menko Polsoskam dan jabatan ini dipegangnya sampai menyatakan keluar dari Kabinet Gotong Royongnya Megawati untuk tampil sebagai calon presiden dari partai Demokrat.

Ternyata selama memegang Jabatan Menteri Koordinator Politik, Sosial, dan Keamanan, baik selama masa periode Abdurrahman Wahid maupun selama masa periode Megawati, itu yang namanya Susilo Bambang Yudhoyono dalam hal menyelesaikan konflik Acheh adalah nol besar. Mengapa ?

Coba pikirkan, bagaimana besarnya kekuasaan yang dipegang oleh Susilo Bambang Yudhoyono ketika memegang jabatan Menko Polsoskam dalam hal menyelesaikan konflik Acheh ini. Tetapi kenyataannya baik dipusat ataupun dilapangan yang didukung oleh Jenderal TNI Endriartono Sutarto, Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, Jenderal Polisi Da'i Bachtiar, Kepala BIN AM Hendropriyono ternyata hasilnya hanyalah berdesingnya peluru dari senjata-senjata dan pesawat-pesawat buatan Pindad, Rusia, Amerika, Inggris.

Mana itu yang namanya penyelesaian yang aman dan damai sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono dalam visi dan misinya, yang sebenarnya tidak lebih dan tidak kurang hanyalah sebagai umpan untuk menipu suara rakyat agar dicoblos guna menuju jenjang kursi pimpinan Eksekutif lembaga Pemerintah RI.

Sumitro, itu Susilo Bambang Yudhoyono adalah orang nomor dua setelah Megawati dalam hal kekuasaan untuk menangani dan menyelesaikan konflik Acheh. Tetapi apa hasilnya, Sumitro ? Jelas hasilnya adalah Keppres No.28/2003 dan Keppres No.43/2003. Yang merupakan dasar hukum untuk menjadikan Negeri Acheh sebagai wilayah Darurat Militer dan sekaligus sebagai deklarasi perang menghadapi rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila. Apa hasilnya dengan dikeluarkannya dasar hukum dan deklarasi perang Keppres No.28/2003 oleh Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati ? Hasilnya yang terasa sampai detik ini adalah nol besar.

Sumitro, janganlah mengharap sekali kepada Susilo Bambang Yudhoyono untuk mampu menyelesaikan konflik Acheh dengan aman dan damai. Paling yang bisa dilakukan oleh Susilo Bambang Yuhdoyono adalah tetap mempertahankan Keppres No. 43/2004 sebagai landasan hukum Darurat Sipil Daerah Acheh, kemudian ditambah dan diperkuat dengan pengiriman pasukan TNI/RAIDER buatan Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu. Itu saja kemampuan Susilo Bambang Yudhoyono dalam menyelsaikan konflik Acheh yang dikasih label aman dan damai.

Sumitro, yang dinamakan dengan penyelesaian konflik Acheh yang aman dan damai menurut visi dan misi Susilo Bambang Yudhoyono adalah kirimkan TNI/RAIDER dan tetap pasukan TNI ini menduduki Negeri Acheh kemudian angkat senjata, tarik pelatuknya, terdengar bunyi dor dor dor, maka bergelimpangan rakyat muslim Acheh, lalu muncullah dalam berita media massa, sekarang negeri Acheh telah aman dan damai.

Jadi Sumitro, itu visi dan misi Susilo Bambang Yudhoyono dalam hal penyelesaian konflik Acheh yang dikatakannya penyelesaian yang aman dan damai, hanyalah sebagai suatu mimpi disiang hari bolong. Mengapa ?

Karena Susilo Bambang Yudhoyono tidak jauh berbeda dengan Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati dalam hal penyelesaian konflik Acheh. Mereka semua adalah yang menelan, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh.

Sumitro, siapa saja yang menjadi pimpinan tertinggi Eksekutif di RI ini, bagi rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila, ASNLF atau GAM adalah sama saja, mereka adalah musuh dan penjajah. Apa yang ditakuti dengan munculnya Susilo Bambang Yudhoyono di atas kursi Presiden RI ke-6 ? Tidak ada Sumitro. Mengapa ? Karena kemampuan Susilo Bambang Yudhoyono dalam menyelesaikan konflik Acheh adalah nol. Sama seperti Megawati, Abdurrahman Wahid, Soeharto dan Soekarno. Semuanya adalah penjajah.

Paling itu yang namanya Susilo Bambang Yudhoyono gemetaran bagaimana menyelesaikan pertumbuhan ekonomi RI yang makin terpuruk. Minta bantuan dan mengemis pada taipeng Singapura disamping kepada Bank Dunia dan IMF ? Coba tanya itu kepada Jusuf Kalla ?. Tanya pada Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla berapa besar dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Pusat dan Daerah yang akan dipakai membiayai operasi militer di Acheh untuk tahun 2004 - 2009 ?.

Jangan mimpi Sumitro.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>,
ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>,
Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas redaksi@kompas.com
Cc: ahmad@dataphone.se
Subject: RE: ACHEH DIBAWAH VISI & MISI YUDHOYONO TIDAK AKAN BERUBAH Date: Tue, 21 Sep 2004 08:19:34 +0700

Singkat saja yach? Itu khan pendapat anda sebagai kelompom GAM (yg di sini, Indonesia kelompok anda adalah kelompok saparatis bahkan dikatagorikan sebagai terorist Jadi, yach enggak bergemming tuh ulasan anda ! Bang Ahmad, saya bisa pastikan bahwa SBY akan menjadi RI 1 dan bersiap-siaplah akan punahnya GAM di muka bumi terutama di Indonesia.

Oh yach, kemarin semua dedengkot GAM berkumpul di kediaman Hasan Tiro membahas langkah2 yang di ambil dalam menyambut kedatangan SBY di kursi RI yang mulai tanggal 5 Oktober dan tanggal 20 Oktober penyerahan kekuasaan, sehingga kelihatan sekali tuh para petinggi GAM gemetaran bahkan ada tuh yang menyatakan bahwa inilah saat-saat kehancuran GAM.

Wah, bang Sudirman enggak ada bahan lagi tuh corat coret masalah GAM lagi soalnya tahun ini juga GAM bakal PUNAH dan tinggal sejarah buat anak cucu kelak bahwa ada sekelompok organisasi saparatis dan teroris yang pernah ada di Indonesia khusunya Aceh yaitu GAM pimpinan Hasan Tiro.

Sedangkan GAM asli yang murni memperjuangkan kepentingan rakyat Aceh masih tetap ada dan eksis namun karena perjuangannya berbeda dengan GAM Hasan Tiro maka GAM Asli ini mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia.
Demikian dulu dan terima kasih.

HIDUP SBY dan selamat datang Presiden Indonesia yang Baru.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------