Stockholm, 29 September 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MATIUS DHARMINTA BURUNG BEONYA ASEP SAPARI & CANDRA PURNAMA BUNYINYA MAKIN SUMBANG
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KELIHATAN ITU MATIUS DHARMINTA WARTAWAN JAWA POS YANG SUDAH LAMA MENJELMA MENJADI BURUNG BEONYA ASEP SAPARI & CANDRA PURNAMA BUNYINYA MAKIN SUMBANG

"Siapa yang pengecut, takut dengan Keppres No. 43/2004, hayooo..." (Matius Dharminta, mr_dharminta@yahoo.com , Wed, 29 Sep 2004 03:09:34 -0700 (PDT))

Baiklah saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta di Surabaya, Indonesia.

Itu Wartawan Jawa Pos Matius Dharminta memang sudah lama telah menjelma menjadi burung beonya juru bicara Komando Operasi Pemulihan Keamanan di Acheh, Letkol CAJ Asep Sapari orang Sunda satu itu dan Dansub Satgas Penerangan B Koopslihkam Kapten Inf Candra Purnama Media Center di Meulaboh.

Karena itu hampir tiap hari mengutip kumpulan cerpen GAM yang dikarang oleh juru bicara Komando Operasi Pemulihan Keamanan di Acheh, Letkol CAJ Asep Sapari dan Dansub Satgas Penerangan B Koopslihkam Kapten Inf Candra Purnama di Media Center Meulaboh.

Isinya ada yang berupa cerpen bersambung tentang rakyat Acheh yang diklaim sebagai anggota GAM yang ditembak oleh pasukan Yonif-7/Marinir-lah. Ada cerpen tentang rakyat Acheh yang diklaim sebagai anggota GAM yang ditembak oleh Brimob-lah. Ada cerpen pasukan Yonmar-7/Brigif-3 mengepung GAM-lah. Ada cerpen tentang anggota GAM yang menyerahkan diri kepada pangkuan Negara kafir RI-lah. Macam-macam cerita pendek hasil karangan juru bicara Komando Operasi Pemulihan Keamanan di Acheh, Letkol CAJ Asep Sapari orang Sunda satu itu dan Dansub Satgas Penerangan B Koopslihkam Kapten Inf Candra Purnama Media Center di Meulaboh.

Yang jelas dari apa yang dikutip dan dipungut oleh Wartawan Jawa Pos Matius Dharminta menunjukkan bahwa bagaimana pihak Penguasa Darurat Sipil Daerah Acheh makin kalangkabut dalam mempertahankan daerah jajahannya di Negeri Acheh.

Ini cerita penjajahan Negeri Acheh oleh pihak RI yang menjelma menjadi NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950 melalui tangan Soekarno sudah ada sejak 14 Agustus 1950. Tetapi karena pihak penjajah RI tidak mau mengakui dan tidak mau menerima bahwa apa yang dilakukan oleh Soekarno dengan RIS-nya merupakan kejahatan internasional dan kejahatan nasional dengan menjajah Negeri Acheh, maka dengan mata dan hati yang buta para penerus Soekarno menganggap bahwa Negeri Acheh adalah milik embahnya Soekarno dan para penerusnya termasuk milik itu Wartawan Jawa Pos Matius Dharminta.

Karena itu Wartawan Jawa Pos Matius Dharminta, dengan penuh semangat mengumpulkan cerita-cerita pendek tentang GAM yang dikarang oleh juru bicara Komando Operasi Pemulihan Keamanan di Acheh, Letkol CAJ Asep Sapari dan Dansub Satgas Penerangan B Koopslihkam Kapten Inf Candra Purnama di Media Center Meulaboh, guna disebar luaskan sebagai alat tipuan bagi rakyat yang bisa ditipu.

Tetapi tentu saja bagi rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasibnya sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila apa yang dikarang oleh oleh juru bicara Komando Operasi Pemulihan Keamanan di Acheh, Letkol CAJ Asep Sapari dan Dansub Satgas Penerangan B Koopslihkam Kapten Inf Candra Purnama di Media Center Meulaboh yang disebarkan oleh Wartawan Jawa Pos Matius Dharminta tidak laku.

Yang jelas nampak adalah rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasibnya sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila makin kuat dan tidak mudah untuk dihancurkan oleh pentungan senjata model M-16 buatan Pindad Bandung dan senjata Khalasnikov buatan rakyatnya Putin.

Jadi Wartawan Jawa Pos Matius Dharminta, cerita-cerita gombal yang dikutip dari hasil karangan juru bicara Komando Operasi Pemulihan Keamanan di Acheh, Letkol CAJ Asep Sapari dan Dansub Satgas Penerangan B Koopslihkam Kapten Inf Candra Purnama di Media Center Meulaboh yang berupa cerpen-cerpen tentang GAM tidak laku, dan masih perlu dipertanyakan kebenarannya. Hanya orang-orang bodoh saja yang bisa ditipu dengan cerita pendek tentang GAM model Asep Sapari dan Candra Purnama itu.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Wed, 29 Sep 2004 03:09:34 -0700 (PDT)
From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com
Subject: Re: TATI ITU YUDHOYONO PENGECUT TIDAK AKAN BERANI CABUT KEPPRES NO.43/2004
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Cc: universityofwarwick@yahoo.co.uk

SIAPA YANG PENGECUT, TAKUT DENGAN KEPPRES NO.43/2004, HAYOOO...

Matius Dharminta

mr_dharminta@yahoo.com
Surabaya, Indonesia
----------

SEMBILAN GSA TEWAS

Banda Aceh - Sembilan anggota Gerakan Seperatis Aceh (GSA)tewas dalam baku tembak dengan pasukan TNI. Kontak senjata antara pasukan TNI dengan kelompok seperatis Aceh itu terjadi di enam lokasi kawasan Aceh, sepanjang hari Selasa (28/9), dan menewaskan sembilan orang pemberontak Hasan Tiro. Dalam baku tembak, selain menewaskan sembilan pemberontak, pasukan TNI juga menyita peralatan tempur GSA, antara lain sejumlah senjata laras panjang dan pendek, jenis AK-56, Stand Kariben, dan pistol, guja senjata rakitan dan ratusan amunisi, serta perlengkapan logistik lainnya.

MASIH DIHARI YANG SAMA

Lima orang anggota Gerakan Seperatis Aceh (GSA) tertangkap saat pasukan TNI menyergap lokasi persembunyian mereka di kawasan Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan. Kelima anggota GSA yang ditangkap pasukan TNI di lokasi persembunyian itu masing-masing Rusli (45), M Saleh (40), Ismail (39), Khairil (35) dan Hakim (45).

Peristiwa lain, lima anggota GSA juga menyerahkan diri dan menyatakan kembali kepangkuan ibu pertiwi. Lima anggota GSA yang menyerahkan diri itu masing-masing, Khirul (27) , Suhardi (29), dan "inoeng balee" sebutan anggota GSA wanita, masing-masing Nurul Hayati (17), Rita Sari (19) dan Safiana (18). Kini dengan kesadaran sendiri dan diantar oleh pihak keluarganya ke pos TNI, dan mereka mengaku menyesal ikut terlibat dalam kelompok pemberontak Hasan Tiro.

ANGGOTA GSA YANG MENYERAHKAN DIRI PASCA PILPRES TERUS BERTAMBAH

Banda Aceh - Jumlah anggota Gerakan Separatis Aceh (GSA) yang menyerahkan diri dan menyatakan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pasca pilpres putaran kedua terus bertambah di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Di Aceh Barat seorang anggota GSA menyerahkan diri bersama sepucuk senjata api laras panjang jenis AK-45.

Dari Aceh Jaya, empat anggota GSA menyerahkan diri kembali ke pangkuan ibu pertiwi, NKRI dan salah seorang diantaranya merupakan tokoh pemberontak Hasan Tiro. Pemberontak yang menjabat sebagai Panglima Sagooe (wilayah:Red) Sampoinet (Aceh Jaya), menyerahkan diri dengan mambawa sepucuk senjata api M-16 bersama puluhan butir amunisi. Masih dari Aceh Jaya, tiga anggota GSA di Kecamatan Setia Bhakti juga menyerahkan diri dengan membawa dua pucuk senjata api standar jenis AK-56 dan sepucuk pistol FN. Para anggota GSA yang telah menyerahkan diri itu menyatakan bahwa mereka masuk menjadi anggota pemberontak Hasan Tiro karena termakan bujuk rayu kelompok seperatis lainnya.
----------