Stockholm, 5 Oktober 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

APAKAH YUDHOYONO AKAN GEMPUR 2000 GAM DENGAN 50000 TNI/POLRI ?
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

APAKAH BENAR SUSILO BAMBANG YUDHOYONO AKAN MENCABUT KEPPRES NO.43/2004 YANG BERAKHIR PADA 18 NOVEMBER 2004 UNTUK MENEGAKKAN KEADAAN AMAN DAN DAMAI DI ACHEH ?

"Selama diberlakukannya Darurat Sipil di Acheh, TNI melumpuhkan 142 anggota GAM dengan 480 pucuk senjata berbagai jenis. Masih ada lebih dari 2.000 anggota GAM yang tersebar di empat Kabupaten dengan 900 pucuk senjata." (Menko Polkam ad-interim Hari Sabarno, Gedung Kantor Kepresidenan Istana Negara, Jl Medan Merdeka Timur Jakarta Pusat, Senin 4 Oktober 2004).

Walaupun Susilo Bambang Yudhoyono belum secara resmi menjabat sebagai Presiden RI ke-6, tetapi secara de-facto Susilo Bambang Yudhoyono telah memegang kekuasaan tertinggi lembaga Eksekutif sejak hari ini, Selasa, 5 Oktober 2004, setelah Komisi Pemilihan Umum menetapkan pemenang pemilu presiden putaran kedua Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla dalam Surat Keputusan KPU No 98/SK/KPU/2004 yang dibacakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal KPU, Sussongko Suhardjo, di Hotel Borobudur, Senin, 4 Oktober 2004.

Dimana pada hari yang sama, Senin, 4 Oktober 2004, Menko Polkam ad-interim Hari Sabarno, di Gedung Kantor Kepresidenan Istana Negara, Jl Medan Merdeka Timur Jakarta Pusat, menyatakan bahwa selama diberlakukannya Darurat Sipil di Acheh, dari sejak tanggal 19 Mei 2004, TNI telah melumpuhkan 142 anggota GAM dengan 480 pucuk senjata berbagai jenis. Masih ada lebih dari 2.000 anggota GAM yang tersebar di empat Kabupaten dengan 900 pucuk senjata.

Sedangkan sebelum Keppres No.28/2003 yang telah diperpanjang dicabut dan digantikan dengan Keppres No.43/2004 pada tanggal 18 Mei 2004, Menko Polkam ad-interim Hari Sabarno, setelah mengikuti Sidang Kabinet di Istana Negara Jakarta, Kamis, 13 Mei 2004 menyatakan: "kekuatan personil GAM baru bisa diatasi sekitar 60 persen sedangkan kekuatan senjatanya baru dikuasai 40 persen sehingga kekuatan GAM yang dilumpuhkan secara rata-rata masih separuhnya. Dengan kekuatan masih sebesar itu dan masih bersembunyinya GAM maka jika terjadi penurunan kewaspadaan bisa jadi potensi menganggu keamanan, karena itu masyarakat daerah ingin operasi terpadu tetap bisa dijalankan dan dipertahankan"

Nah, apa yang dikatakan oleh Menko Polkam ad-interim Hari Sabarno pada tanggal 13 Mei 2004 itu merupakan dasar argumentasi bagi Hari Sabarno untuk mempertahankan Darurat Militer, walaupun tingkatnya diturunkan menjadi Darurat Sipil. Dimana argumentasi Hari Sabarni: "Dengan kekuatan masih sebesar itu dan masih bersembunyinya GAM maka jika terjadi penurunan kewaspadaan bisa jadi potensi menganggu keamanan, karena itu masyarakat daerah ingin operasi terpadu tetap bisa dijalankan dan dipertahankan"

Sekarang kita perhatikan kembali, dari apa yang dikatakan oleh Hari Sabarno selepas mengikuti Sidang Kabinet di Gedung Kantor Kepresidenan Istana Negara, Jl Medan Merdeka Timur Jakarta Pusat, Senin 4 Oktober 2004. Dimana Hari Sabarno mengatakan: "Selama diberlakukannya Darurat Sipil di Acheh, TNI melumpuhkan 142 anggota GAM dengan 480 pucuk senjata berbagai jenis. Masih ada lebih dari 2.000 anggota GAM yang tersebar di empat Kabupaten dengan 900 pucuk senjata"

Nah, disini kelihatan itu Hari Sabarno telah memberikan tanda kepada Susilo Bambang Yudhoyono yang akan mengambil alih kekuasaan Eksekutif sejak 20 Oktober 2004, yaitu tanda merah yang menggambarkan bahwa karena kekuatan GAM yang ditaksir Hari Sabarno masih lebih dari 2000 orang dengan 900 pucuk senjata, maka Keppres No.43/2004 tidak boleh dicabut, tetapi harus diperpanjang 6 bulan lagi.

Dan tentu saja, sudah terlihat apa yang akan dilakukan oleh pihak Susilo Bambang Yudhoyono dalam hal kebijaksanaan politik dan keamanan di Negeri Acheh yang dihubungkan dengan Keppres No.43/2004 ini. Jelas, dengan dasar informasi yang dikemukakan oleh Hari Sabarno itu, akan dijadikan sebagai alasan untuk dijadikan sebagai dasar pembuatan dasar hukum baru yang isinya memperpanjang Keppres No.43/2004 yang usianya berakhir pada tanggal 18 November 2004.

Dengan diperpanjangnya Keppres No.43/2004 oleh Susilo Bambang Yudhoyono ini menggambarkan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono akan terus menggempur 2000 GAM dengan 50000 pasukan TNI/POLRI/RAIDER/BRIMOB.

Dan tentu saja, penggempuran yang akan dilancarkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono dari sejak tanggal 19 November 2004 ini memberikan gambaran kepada seluruh rakyat di Acheh dan rakyat di RI bahwa Susilo Bambang Yudhoyono dalam hal menyelesaikan konflik Acheh dengan cara aman dan damai adalah tetap melalui moncong senjata, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

http://pendidikan.bangkapos.com/index.php?aksi=bacaberita&beritaid=1488&rubrik=1&kategori=2&topik=4

Rubrik: Serambi Edisi: Selasa, 05 Oktober 2004
Pemerintah Perkirakan GAM Tinggal 2.000 Orang

JAKARTA - Kondisi keamanan di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) makin membaik dan saat ini jumlah anggota Gerakan Separatis Aceh/GAM diperkirakan hanya lebih dari 2.000 orang dengan jumlah senjata sekitar 900 pucuk dari berbagai jenis.

"(GAM) tersebar di empat kabupaten," kata Menko Polkam Ad Interim Hari Sabarno, usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (4/10).Rapat terbatas tersebut dilakukan di Kantor Presiden yang baru (museum yang direnovasi) yang terletak di antara Istana Merdeka (menghadap Monas) dan Istana Negara (Jl Veteran). Sebelumnya rapat terbatas dan penerimaan tamu selalu dilakukan di Istana Negara dan sidang kabinet di Gedung Utama Sekneg.

Rapat dipimpin oleh Presiden Megawati Soekarnoputri dan dihadiri oleh tiga Menko serta beberapa menteri. Rapat membahas operasi terpadu dan pelaksanaan darurat sipil yang memasuki bulan kelima. Hari mengatakan bahwa banyak basis GAM yang sudah berhasil di rebut. Namun demikian banyak pula anggota GAM yang lolos. Mereka yang lolos tersebut tersebar dan bahkan ada yang berani masuk ke kota. "Namun tanpa senjata
karena mungkin disembunyikan," katanya.

Ia mengatakan, sekitar 90 persen anggota GAM telah menyerah. Tokoh GSA/GAM juga sudah banyak yang berhasil ditewaskan. Selama status darurat sipil, kata Hari, jumlah anggota GAM yang ditawan dan dilumpuhkan sekitar 1.400-an orang dengan jumlah senjata yang direbut sekitar 490 pucuk. Sementara itu, jumlah sandera yang berhasil dibebaskan sekitar 57 orang. "Darurat sipil mampu mengubah situasi ke arah yang lebih
baik," katanya.

Dalam bidang pemantapan pemerintahan, Hari mengatakan stabilitas politik cukup kondusif. "Pemilihan presiden berjalan aman, tertib, dan lancar," katanya.

Anggota DPRD di 21 Kabupaten/kota telah dilantik. Namun baru enam pimpinan DPRD yang terpilih, katanya. Saat ini tingal tujuh desa dari sekitar 5.700 desa yang belum berfungsi. Namun hanya empat desa yang akan menjadi prioritas untuk ditangani karena tiga desa lainnya relif sudah tidak ada penduduknya.

Penduduk NAD yang sudah diberi KTP Merah Putih juga sudah mencapai 96,7 persen. Sementara itu jumlah pengungsi sekitar 1.082 orang yang tersebar di tempat pengungsian atau berada di sanak keluarganya. Di bidang pemulihan ekonomi, pemerintah akan berupaya untuk meningkatkan jumlah kredit yang diberikan serta memulihkan kebun-kebun terlantar.(ant)
----------

http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2004/bulan/10/tgl/05/time/0844/idnews/218658/idkanal/10

5 Bulan Darurat Sipil di NAD, 142 GAM Dilumpuhkan TNI
Reporter: Suwarjono

detikcom - Jakarta, Selama 5 bulan diberlakukannya Darurat Sipil di Aceh, TNI melumpuhkan 142 anggota GAM dengan 480 pucuk senjata berbagai jenis. Hingga kini, masih ada lebih dari 2.000 anggota GAM yang tersebar di empat Kabupaten dengan 900 pucuk senjata.

Hal tersebut disampaikan oleh Menkopolkam ad-interim Hari Sabarno kepada wartawan usai rapat kabinet terbatas yang membahas soal Aceh di Gedung Kantor Kepresidenan Istana Negara, Jl Medan Merdeka Timur Jakarta Pusat, Senin (4/10/2004). Rapat ini sekaligus menandai pertama kalinya gedung ini dipakai.

Rapat dipimpin oleh Presiden Megawati, dan dihadiri oleh Wapres Hamzah haz, tiga Menko, dan beberapa Menteri Kabinet Gotong-royong.

Hari menambahkan, jika dikaitkan dengan darurat militer I dan II jumlah keseluruhan anggota GAM yang dilumpuhkan TNI adalah 6.915, menyerah maupun tewas, dengan senjata 1.568 pucuk.

Lebih lanjut lagi Hari mengatakan, evaluasi terhadap situasi pemerintahan dan kemanan di Aceh hingga kini kondusif. "Dari 21 Kabupaten, seluruh DPRD nya sudah dilantik. Dari operasi pemantapan pemerintahan desa ada tujuh desa dari 5.947 desa belum berfungsi. Empat desa akan diprioritaskan, dan tiga desa ternyata sudah tidak ada penduduknya sama sekali, mungkin akan direlokasi atau ditampung di desa lainnya," jelas Hari.

Hampir seluruh warga Aceh, menurut Hari, telah memiliki KTP Merah Putih. "Selain itu, penduduk di Aceh telah berhasil diberikan KTP merah putih, kurang lebih 96,7 persen dari seluruh penduduk," tukasnya.

"Untuk operasi penegakan hukum, telah berdiri 10.594 unit poskamling, dan ada kurang lebih 847 kasus GAM yang sudah diproses di pengadilan. Karena keterbatasan Lembaga Pemasyarakatan ada 74 napi dipindahkan ke Jawa Barat," demikian Hari. (dit)
----------