Stockholm, 5 Oktober 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

KAMRASYID ITU YUDHOYONO DENGAN BIN YANG KEDODORAN
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS JAYADI KAMRASYID ITU SUSILO BAMBANG YUDHOYONO MEMPERGUNAKAN SARANG LABA-LABA BIN YANG KEDODORAN APALAGI MAU DITUNJANG OLEH MANTAN KABIA LETJEN (PURN) SYAMSIR SIREGAR.

"SBY tidak akan menggempur GAM. Diberi amnesti bagi yang mau bertobat. Yang akan digempur adalah orang-orang seperti Ahmad Sudirman, tukang ngompor dari LN. SBY dengan bantuan intelegen asing akan melakukan operasi intelegennya di seluruh dunia. Dibawah pimpinan Syamsir Siregar. Jadi siap-siap aja." (Jayadi Kamrasyid, JKamrasyid@aol.com , Tue, 5 Oct 2004 06:19:11 EDT)

Baiklah saudara Jayadi Kamrasyid di New Haven, Connecticut, USA.

Saudara Jayadi Kamrasyid, jangan dulu bermimpi untuk menjadikan BIN sebagai alat untuk menjaring dengan informasinya yang bisa menjerat dan mendeteksi apa yang akan terjadi di Negeri RI. Lihat saja apa yang terjadi, contohnya ledakan-ledakan bom, mana ada yang bisa dideteksi sebelumnya oleh pihak BIN dibawah AM Hendropriyono.

Kemudian kalau saudara Kamrasyid menyatakan: "SBY dengan bantuan intelegen asing akan melakukan operasi intelegennya di seluruh dunia. Dibawah pimpinan Syamsir Siregar. Jadi siap-siap aja."

Apa pula itu mantan Kepala BIA (Badan Intelejensi ABRI) Letjen (Purn) Syamsir Siregar yang menjadi Koordinator Tim Sukses Susilo Bambang Yudhoyono - Jusuf Kalla untuk Wilayah Sumatera akan dibawa kembali kegelanggang dunia intelijen.

Itu mantan Kepala BIA (Badan Intelejensi ABRI) Syamsir Siregar yang waktu itu berpangkat Mayor Jenderal dan memegang jabatan Kepala BIA dari tahun 1995 - 1996, sampai terjadi peristiwa 27 Juli 1996 ketika Kantor DPP PDI di Jalan Dipenogoro 58 diserbu yang menimbulkan 4 orang korban tewas dan sekitar 300 orang luka parah.

Dimana Kepala BIA Mayjen Syamsir Siregar setelah peristiwa 27 Juli 1996 dicopot jabatannya sebagai KABIA oleh Pangab Jendral Faisal Tanjung tahun 1996. Dengan alasan menurut pengakuan Mayjen Syamsir Siregar sendiri adalah karena ia dituduh telah memback up Partai Rakyat Demokrat (PRD) dalam membuat aksi penyerbuan kantor DPP PDI 27 Juli 1996. Disamping itu Mayjen Syamsir Siregar menyatakan dirinya adalah sebagai salah satu korban aksi penyerbuan 27 Juli 1996. Dimana yang lucu itu Kepala BIA Mayjen Syamsir Siregar menyatakan: "Saya tahu ada petinggi ABRI yang tidak suka kepada saya dan melaporkan berita bohong itu kepada Soeharto" (Kamis, 13 April 2000, http://www.tempo.co.id/harian/fokus/7/2%2C1%2C4%2Cid.html ).

Sedangkan menurut mantan Kepala Staf Umum (Kasum) ABRI Letjen (Purn) Soeyono menyatakan bahwa pada peristiwa penyerbuan kantor DPP PDI pada 27 Juli 1996, Panglima ABRI (saat itu) Jenderal Feisal Tanjung pernah marah dan menegur Mayjen Syamsir Siregar, Kepala Badan Intelijen ABRI (BIA), karena ada satu perintah operasi yang tak diketahuinya. Semestinya setiap perintah operasi diketahui oleh Panglima ABRI. "Saya menerima laporan dari Syamsir yang ditegur Pangab, karena tak melaporkan operasi yang dilakukannya. Pangab mengira ada operasi intelijen. Padahal, itu tak dilakukan" (Kepala Staf Umum (Kasum) ABRI Letjen (Purn) Soeyono dalam diskusi membedah kasus 27 Juli, di Jakarta, Senin, 12 Juni 2000, http://www.kompas.com/kompas-cetak/0006/13/NASIONAL/feis08.htm )

Saudara Jayadi Kamrasyid, itu kalau mantan Kepala Badan Intelijen ABRI, Letjen (Purn) Syamsir Siregar, yang ketika sibuk pemilu diangkat sebagai Koordinator Tim Sukses Susilo Bambang Yudhoyono - Jusuf Kalla untuk Wilayah Sumatera, kemudian akan dilibatkan kedalam Badan Intelijen Negara dibawah tim kabinet Susilo Bambang Yudhoyono. Jelas itu tidak akan lebih baik daripada ketika ia menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen ABRI antara tahun 1995-1996, yang harus dipecat oleh Panglima ABRI Jenderal Feisal Tanjung (waktu itu) pada tahun 1996 menyusul tragedi penyerbuan kantor DPP PDI 27 Juli 1996.

Jadi Jayadi Kamrasyid, tidak perlu saudara berkoar-koar tentang Badan Intelijen Negara yang kedodoran di Negara RI ini. Apalagi nanti kalau mau diurus oleh mantan Kepala Badan Intelijen ABRI Mayjen (purn) Syamsir Siregar yang pernah dipecat oleh atasannya Pangab Jendral Faisal Tanjung (pada waktu itu) tahun 1996.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

From: JKamrasyid@aol.com
Date: Tue, 5 Oct 2004 06:19:11 EDT
Subject: Gempur Ahmad Sudirman
To: "ahmad@dataphone.se, serambi_indonesia@yahoo.com, redaksi@acehkita.com, ahmad_jibril1423"@yahoo.com>, balipost@indo.net.id, newsletter@waspada.co.id,
redaksi@pikiran-rakyat.com, editor@pontianak.wasantara.net.id, hudoyo@cbn.net.id, jktpost2@cbn.net.id, redaksi@detik.com, redaksi@kompas.com, redaksi@satunet.com, redaksi@waspada.co.id, waspada@waspada.co.id, webmaster@detik.com, kompas@kompas.com, Padmanaba@uboot.com, solopos@bumi.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com

SBY tidak akan menggempur GAM. Diberi amnesti bagi yang mau bertobat. Yang akan digempur adalah orang-orang seperti Ahmad Sudirman, tukang ngompor dari LN. SBY dengan bantuan intelegen asing akan melakukan operasi intelegennya di seluruh dunia. Dibawah pimpinan Syamsir Siregar. Jadi siap-siap aja.

Jayadi Kamrasyid

JKamrasyid@aol.com
New Haven, Connecticut, USA
----------