Stockholm, 11 Oktober 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO KACUNGNYA YUDHOYONO SEENAK UDEL BERCUAP BELA GEORGE W. BUSH LAKUKAN PERANG SALIB & CERITA HIJRAH YANG SALAH KAPRAH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KELIHATAN ITU SUMITRO KACUNGNYA SUSILO BAMBANG YUDHOYONO MEMBELA SEKULARIS GEORGE W. BUSH LAKUKAN PERANG SALIB MENGHANCURKAN AFGHANISTAN & SAMBIL CERITA HIJRAH YANG NGACO

"Seperti kita ketahui bahwa Ahmad Sudirman CS adalah para pelarian (terusir) merupakan kelompok yang sangat menyetuju bahkan menghalalkan cara2 yang dilakukan Osama Bin Laden yang mana menghalalkan segala cara termasuk melakukan pembunuhan terhadap oarang2 yang tidak bersalah dimana termasuk didalamnya adalah orang2 moeslim untuk mencapai tujuan tertentu bahkan gerakan Osama yang di halalkan oleh Ahmad CS ini mengatasnamakan Islam dan atas perintah Allas SWT. Dan satu hal yang perlu diingat, Indonesia dan khususnya Aceh adalah bukan daerah kafir, juga bukan daerah jahiliyah. Sebab negeri dan daerah ini adalah sebuah wilayah milik Allah SWT yang telah diislamkan oleh para da'i pertama dari jazirah Arabia pada abad ke -7 masehi. Bahkan Buya Hamka mengatakan bahwa seorang shahabat Rasulullah SAW telah mendarat di nusantara ketika itu, yaitu Yazid bin Muawiyah ra. Kalau negeri yang pernah memiliki kesultanan Islam ini kita tinggalkan karena alasan mau hijrah, sama saja kita melepaskan tanah Islam ini kepada orang kafir. Dan itu haram hukumnya. Kewajiban kita justru mempertahankan tanah dan negeri ini di bawah bendera Islam. Kalau pemerintah negeri ini bukan orang Islam atau muslim tapi tidak mau menjalankan hukum Allah SWT, bukan berarti harus kita tinggalkan. Justru harus kita lakukan beragam dakwah yang bisa mengajak dan menjadikan Islam sebagai sebuah sistem yang tegak Tentu saja tidak hanya dengan ceramah dan pengajian, tetapi dengan segala upaya yang masuk akal untuk mewarnai negeri ini." (Sumitro mitro@kpei.co.id , Mon, 11 Oct 2004 11:03:13 +0700)

Baiklah Sumitro di Jakarta, Indonesia.

Sumitro muncul kembali setelah mengikuti ekor Susilo Bambang Yudhoyono yang akan melakukan serah terima jabatan Presiden dan akan disumpah untuk membela dan mempertahankan pancasila, UUD 1945 Negara kafir RI ke-6 pada tanggal 20 Oktober 2004 yang akan datang.

Yang paling konyol Sumitro tidak mengerti dan dan budek dengan mengatakan: "Osama dengan direstui oleh Mulah Omar mengeluarkan Fatwa atas nama tuhan membagi dunia dalam dua kubu, kubu Muslim dan kubu non-Muslim (the infidel), Osama atas nama seluruh umat Islam menyatakan perang terhadap kubu non-Muslim dan menyerukan pada seluruh umat Islam untuk berjihad."

Kemudian Sumitro kacungnya Susilo Bambang Yudhoyono berdasarkan pemikirannya ini secara terang-terangan membela kaum George W. Bush dan sekutunya yang mereka itu adalah dengan disokong penuh oleh kaum Evangelis di Negara Federasi Kafir Amerika mendeklarkan perang agama melawan umat Islam di Afghanistan dibawah pimpinan Muhammad Omar Imam dan Pemimpin tertinggi Negara Islam Afghanistan.

Inilah yang tidak disadari oleh Sumitro kacungnya Susilo ini. Itu Bush mendeklarkan perang terhadap Afghanistan dan Irak adalah perang yang didasari semangat perang salib yang didukung penuh oleh kelopok jutaan kaum Evangelis di Negara Federasi kafir Amerika. Dan tentu saja Sumitro memang buta dalam hal ini.

Karena Sumitro kacungnya Susilo ini buta, maka dengan seenak perutnya melambungkan kata-kata yang salah kaprah dan sekaligus menempatkan dirinya dipihak sekularis George W. Bush yang disokong penuh oleh kaum Evangelis untuk mengobarkan perang salib menghadapi Afghanistan dan Irak.

Dimana Sumitro yang buta dan budek ini menyatakan: "Kemurtadan yang paling serious adalah fatwa dari Osama yang mana Osama mem-broadcastkan keseluruh Middle East melalui Aljazeera TV networks di Qatar, didalam fatwa ini Osama menyatakan bahwa darah orang America baik yang memakai uniform maupun tidak adalah halal untuk ditumpahkan. Ini betul betul suatu kemurtadan yang telah melalui batas, Islam melarang penumpahan darah orang yang tidak bersalah dan dengan tegas dan jelas Islam melarang pengrusakan harta benda!."

Sumitro itu Afghanistan dan Irak dihancurkan oleh kaum sekularis George W. Bush yang disokong penuh kaum Evangelis Amerika menghancurkan Afghanistan dan Irak. Tetapi oleh Sumitro kacungnya Susilo ini justru itu George W. Bush dibelanya secara terang-terangan dengan menghantam Muhammad Omar dan Osama bin Laden.

Sumitro kacungnya Yudhoyono ini tanpa ia sadari telah menempatkan dirinya dipihak musuh dan penghancur Negara Islam Afghanistan dan Irak. Inilah Sumitro yang merupakan pendukung dan penyokong penghancuran Negara Islam Afghanistan dan Negara Irak.

Sumitro yang budek dan bodoh ini tidak mengerti yang mendorong semangat George W Bush mengobarkan perang melawan Afghanistan dan Irak adalah semangat perang salib dari kaum Evangelis penyokong penuh George W. Bush dari sejak menjadi Gubernur di Texas sampai menjadi Presiden di Negara Federasi kafir Amerika. Satu-satunya calon Presiden di Negara Federasi kafir Amerika yang mengidolakan Yesus dan melaksanakan dan menjalankan Bible dalam program Pemerintahnya menurut ajaran Evangelis.

Selanjutnya Sumitro yang budek dan bodoh ini mencoba untuk bercerita masalah hijrah dan masalah Negara kafir RI ini. Dimana Sumitro menulis: "Dan satu hal yang perlu diingat, Indonesia dan khususnya Aceh adalah bukan daerah kafir, juga bukan daerah jahiliyah. Sebab negeri dan daerah ini adalah sebuah wilayah milik Allah SWT yang telah di islamkan oleh para da'i pertama dari jazirah Arabia pada abad ke -7 masehi. Bahkan Buya Hamka mengatakan bahwa seorang shahabat Rasulullah SAW telah mendarat di nusantara ketika itu, yaitu Yazid bin Muawiyah ra."

Sumitro kalau bercerita masalah sejarah Negara Islam dan Khilafah Islamiyah jangan seenak udel sendiri. Darimana itu almarhum Hamka mengambil referensi bahwa Yazid bin Muawiyah ra dari Dinasti Umayah mendarat di Nusantara. Mendarat di daerah mana, terdampar didaerah mana ?

Kalau memang itu di Nusantara pada pada abad ke-7 Masehi telah datang Yazid bin Muawiyah ra, artinya setelah kekuasaan Islam pindah dari Yatsrib ke Damaskus di Syria pusat kekuasaan Dinasti Umayyah yang dimulai dipegang oleh Muawiyah I bin Abu Sufyan 661 - 680 , diteruskan oleh Yazid I bin Muawiyah 680 - 683 , kemudian dipegang oleh Muawiya II bin Yazid 683 - 684, selanjutnya oleh Marwan I bin Hakam 684 - 685, dan seterusnya. Di daerah mana muncul itu Yazid bin Muawiyah ra. Kemudian apa kerja Yazid bin Muawiyah ra di dearah tersebut. Membangun propinsi yang berada dibawah kekuasaan Dinasti Umayyah, atau membuat kerajaan Islam atau Khilafah Islam, atau membuat apa itu Yazid bin Muawiyah ra ?

Sumitro, tidak ada itu wilayah kekuasaan Umayyah yang dimulai dari masa Muawiyah I bin Abu Sufyan 661 - 680 , Yazid I bin Muawiyah 680 - 683, Muawiya II bin Yazid 683 - 684, Marwan I bin Hakam 684 - 685, dan seterusnya, sampai meliputi Nusantara.

Sumitro kacungnya Susilo Bambang Yudhoyono cerita sejarah Umayyah dari hasil mimpi dengan membawa-bawa nama Almarhum Haji Amrullah Karim atau Hamka.

Kemudian Sumitro, itu setelah Dinasti Islam Turki Usmaniyah dihancur leburkan oleh salah satunya Keluarga Ibnu Saud yang bersekongkol dengan Pemerintah Kerajaan kafir Inggris dibantu oleh kaum Wahabi dari keluarga Muhammad bin Abdul Wahab, maka terpecahlan dan menjadi berkeping-kepinglah Kekuasaan Islam yang telah berdiri sejak tahun 1 H / 622 M yang dibangun dan didirikan oleh Rasulullah saw, diteruskan oleh Khulafaur Rasyidin, dikembangkan oleh Khalifah-Khalifah dari Dinasti Umayyah, Abbasiyah, Fathimiyah, Umayyah di Andaluzie, Usmaniyah sampai pada tahun 1924 M.

Seterusnya kalian Sumitro mengatakan: "Tak ada satu pun negara Islam saat ini yang seideal Madinah di masa Rasulullah SAW. Tidak itu Indonesia dan apalagi negara timur tengah. Meski muslimin mayorritas di masing-masing negeri itu, namun mereka hidup di bawah penindasan rezim sekuler masing-masing negara. Kalau pun pemerintahannya sholeh, tetapi mereka tetap berada di bawah tekanan Amerika dan Barat pada umumnya."

Memang benar tidak ada lagi itu yang namanya Kekuasaan Islam, Sumitro yang budek. Mengapa ? Karena memang kekuasaan Islam telah dihancur leburkan oleh salah satunya Keluarga Raja Saudi yang membangun kerajaan Ibnu Saud yang bersekutu dengan Kerajaan kafir Inggris dan dibantu oleh kaum wahabi.

Kemudian, celakanya sekarang di negara-negara yang sudah terpecah-pecah ini, bukan Islam yang dijadikan dasar dan sumber hukum negaranya, melainkan hasil pemikiran sampah sekularisme, misalnya pancasila di Negara kafir RI.

Lalu para pimpinan di Negara kafir pancasila dengan dasar negaranya pancasila hasil kutak-katik Soekarno ini melakukan pula penjarahan, perampokan, pendudukan, dan penjajahan di Negeri Acheh.

Sudahlah Negara RI adalah Negara kafir, menjajah pula Negeri Acheh. Menjajah dengan membunuh rakyat muslim Acheh. Pembunuhan yang dilakukan oleh rezim negara kafir Pancasila ini sudah berlangung sejak tahun 1950 ketika Soekarno memegang kekuasaan sebagai Presiden RIS dan berjalan sampai detik sekarang ini dibawah Megawati yang akan diteruskan juga oleh Susilo Bambang Yudhoyono yang ekornya dibuntuti oleh Sumitro.

Nah, karena rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir RI telah jutaan dibunuh dan Negeri Acheh dijajah, tetapi tetap semangat perjuangan rakyat Acheh terus menggelora dan bangkit untuk terus menuntut dikembalikannya Negeri Acheh yang telah dijajah oleh Soekarno ini.

Nah, dalam periode perjuangan menghadapi kaum penjajah dari Negara kafir RI inilah ada rakyat Acheh yang melakukan hijrah keluar dari Negeri Acheh dalam rangka mengatur taktik dan strategi perjuangan untuk menghadapi penjajah dari Negeri kafir RI atau Negeri kafir Pancasila.

Dimana hijrah yang telah dilakukan oleh rakyat Acheh telah juga dicontohkan oleh para sahabat Rasulullah saw dan diijinkan oleh Rasulullah ketika masih di Mekkah. Dimana pada tahun kelima kenabian, beberapa para sahabat Rasulullah saw datang menemui Rasulullah saw memohon izin untuk pergi ke Abyssinia (Ethiopia sekarang), dan Rasulullah saw memberikan izin. Para sahabat Nabi yang berhijrah pertama ke Abyssinia dengan izin Nabi, mereka itu adalah Utsman bin Affan dan istrinya, Abu Hudzaifah bin 'Utbah dan istrinya, sahlah, Zubair bin 'Awwam sepupu Nabi, Mush'ab bin 'Umair, 'Abdurrahman bin 'Auf, Abu Salmah al Makhzum dan istrinya, 'Utsman bin Ma'zhun, 'Amir bin Rabi'ah dan istrinya, Abu Sabrah bin Abi Rahm, Hathib bin 'Amr dan Suhail bin Baidha. Disusul dengan rombongan muhajirin kedua. Dalam rombongan muhajirin kedua ini termasuk didalamnya Ja'far bin Abu Thalib, sepupu Rasulullah saw. Dimana orang orang muhajirin tersebut diterima masuk di Abyssinia dan dianggap sebagai orang-orang yang mendapat perlindungan politik oleh Raja Negus yang beragama Kristen.

Jadi Sumitro pengekor Susilo Bambang Yudhoyono, apa yang telah dilakukan leh Rakyat Acheh yang keluar dan berhijrah ke Swedia dan ke Negara-Negara lain itu telah dicontohkan oleh para Sahabat Rasulullah saw ketika masih di Mekkah untuk meneruskan perjuangan pembebasan dan pembelaan Agama, negeri, dan rakyat dari penjajahan Negara kafir RI atau Negara kafir Pancasila dibawah pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono.

Nah, kalian Sumitro sebagai pengekor Yudhoyono, adalah merupakan penjajah dan yang menindas rakyat Acheh dan yang menduduki Negeri Acheh. Kalian Sumitro tidak pantas dan tidak wajar memberikan cerita gombal macam-macam tentang hijrah, karena kalian sendiri melalui pasukan TNI/POLRI yang membunuh rakyat Acheh dan menjajah Negeri Acheh.

Kalau memang kalian itu mau damai, serahkan penyelesaiannya kepada seluruh rakyat Acheh guna menentukan masa depan mereka sendiri dengan melalui referendum yang disaksikan oleh PBB.

Itulah jalan terbaik, aman dan damai. Bukan melalui moincong senjata, seperti yang dilakukan oleh Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono ketika masih menjabat sebagai Menko Polkam dalam Kabinet Gotong Royong Megawati.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro <mitro@kpei.co.id>
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>,
ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas <redaksi@kompas.com>, Redaksi Satu Net <redaksi@satunet.com>, Redaksi Waspada <redaksi@waspada.co.id>, Waspada <waspada@waspada.co.id>, Detik <webmaster@detik.com>,
KOMPAS <kompas@kompas.com>
Cc: ahmad@dataphone.se
Subject: Kafir dan Hijrah.
Date: Mon, 11 Oct 2004 11:03:13 +0700

Ass. War. Wab.

Saya mohon ma'af karena akhir2 ini saya telah di sibukan dengan acara yang berkenanan dengan persiapan SBY menduduki kursi RI 1 salah satunya adalah penyelenggaraan acara syukuran di beberapa ranting kepengurusan Partai demokrat, sehingga baru hari ini saya sempat membuka e-mail dan ternyata cukup banyak sehingga saya belum sempat mebaca e-mail tersebut satu persatu.

Tapi Pada garis besarnya isinya (khusus dalam forum ini) adalah masih seputar kafir mengkafirkan Indonesia dan para pemimpin serta penduduknya dan saling menghujat, serta masalah Hijrah.

Baiklah sebagai awal tulisan saya adalah mengulangi apa yang telah saya sampaikan yakni :
Ayat yang menyebutkan bahwa orang yang tidak berhukum dengan hukum Allah SWT adalah orang yang kafir merupakan bagian dari surat Al-Maidah. Barang siapa yang tidak ber berhukum dengan hukum Allah, mereka adalah orang yang kafir (QS. Al-Maidah : 44).

Namun tidak berarti setiap orang berhak menuduh kafir secara begitu saja kepada siapapun yang menurut anggapannya tidak menjalankan hukum Allah SWT. Proses untuk menjatuhkan vonis kafir itu haruslah dilakukan berdasarkan data dan pengajuan aduan ke sebuah lembaga formal yang berwenang, yaitu mahkamah syar'iyah.

Sedangkan mengakfirkan seseorang secara terburu-buru hanya berdasarkan sepotong ayat merupakan ciri khas kelompok khawarij. Sebuah dosa dan maksiat sudah cukup dijadikan bahan untuk mengkafirkan seorang muslim bagi mereka.

Sedangkan manhaj ahli sunnah wal jamaah agak ketat dalam masalah pengkafiran ini. Untuk menghukumi seseorang menjadi kafir, diperlukan proses berlipat, diantaranya adalah harus adanya sebuah mahkamah syar'iyah yang berwenang memanggil orang yang dicurigai sebagai pelaku tindak kekafiran. Setelah dilakukan peneilitian dan disimpulkan bahwa seseorang memang telah dianggap melakukan hal yang membatalkan syahadatnya, maka orang itu diminta untuk taubat atau dikenal dengan istilah istitabah.

Kalau sudah sampai pada proses itu ternyata tersangka tetap membandel dan terang-terangan melawan pihak pengadilan, barulah dia divonis sebagai kafir. Namun proses selanjutnya, orang tersebut harus dihukum sesuai dengan hukum Allah SWT, yaitu dibunuh.

Dari sisi lain, ketika ada seorang muslim yang murtad dan keluar dari agama Islam, maka putuslah beberap jenis hubungan dengan keluarganya dan uamt Islam secara keseluruhan. Semua amal baiknya selama ini menjadi terhapus sia-sia oleh karena kemurtadan yang dilakukannya. Istrinya secara ototamatis tertolak, karena muslimah tidak mungkin bersuamikan orang kafir. Anak wanitanya tidak bisa menikah dengan dirinya sebagai wali, maka harus ada hakim atau wali yang lainnya untuk bisa menikahkannya. Karena seorang kafir tidak berhak menjadi wali bagi wanita muslimah.

Sebagai orang kafir, maka bila dia ada orang Islam membunuhnya, pembunuhnya tidak bisa dibunuh sebagai qishahsh, karena seorang muslim yang membunuh kafir zimmi tidak bisa dibalas bunuh. Sebab mereka berbeda agama.

Bila dirinya meninggal dunia, maka hartanya tidak bisa diwariskan kepada ahli waris yang muslim, menurut sebagaian pendapat. Sebab pendapat ini mengatakan bahwa Anda muslim dengan non muslim tidak terjadi hubungan saling mewarisi.

Namun pendapat lain mengatakan bahwa muslim bisa mendapat warisan dari orang kafir dan tidak sebaliknya. Sebagai orang yang statusnya sudah keluar dari agama Islam, maka bila dia mati, tidak perlu dimandikan, dikafani atau dishalatkan. Juga tidak boleh dikuburkan di pekuburan muslimin.
Keluarganya diharamkan untuk mendoakannya setelah mati, sebab orang yang mati dalam keadaan kafir, sudah pasti masuk neraka dan diharamkan untuk diringankan azabnya.

Melihat beratnya konsekuensi menjadi orang murtad, maka alangkah konyolnya bila ada muslim baik-baik lalu hanya karena satu kesalahan yang tidak dipahaminya, kita langsung menuduhnya kafir. Sebab konsekuensi menuduh kafir adalah sebuah konsekuansi yang sangat dahsyat.

Apalagi ada riwayat yang menyebutkan bahwa siapa yang menuduh orang muslim sebagai kafir, tetapi tidak benar, maka tuduhan itu akan berbalik kepada dirinya sendiri.

Berikut beberapa kalimat yang telah ditulis oleh para pengikut GAM yang telah menjadi warga negara lain seperti Swedia , malaysia dll :

Demi Allah dan Rasul dan demi kebenaran dan keadilan, kita akan tetap mengusir kafir penjajah indonesia jawa yang membawa ajaran sesat pancasila dan UUD+45 ke bumi Aceh.
Usir mereka
Bunuh mereka
Ludah mereka
Tombak mereka
Hunus pedang
Tancapkan rencong
Dengan semangat "Hikayat Prang Sabi", kita hidupkan kembali semangat Bangsa Aceh, untuk sekali lagi mengusir kafir penjajah dan kali ini adalah kafir penjajah hindunesia jawa.

Ingat pesan endatu kita, bahawa kafir laknat indonesia jawa pancasila adalah musuh kita. Endatu kita sudah sejak dahulu lagi membunuh dan mengusir kafir laknat indonesia jawa pancasila itu dari bumi Aceh. Sebahagian dari kafir laknat indonesia jawa pancasila itu telah berhasil disembelih oleh endatu kita dan sebahagiannya ditanam di dalam kerkhoft di Banda Aceh bersama dengan tuannya kafir laknat belanda. Maka kita Bangsa Aceh jangan sekali-kali menganggap kafir laknat indonesia jawa pancasila itu seiman dengan kita. Kalau kafir laknat itu mengaku dirinya sebagai beragama Islam, itu hanyalah berpura-pura seperti yang telah dilakukan oleh ikutan moyangnya iaitu Snouck Horgronje.

Demi Allah dan Rasul kita Bangsa Aceh wajib bersumpah untuk tetap memerangi dan membenci kafir laknat indonesia jawa pancasila itu sampai ke anak cucu kita. Kita tidak akan sekali-kali memaafkan kafir laknattullah itu yang telah menjajah negeri kita, menyengsarakan saudara mara kita, membunuh bangsa kita, menyiksa bangsa kita, merompak bangsa kita, memperkosa bangsa kita, dan memenjara bangsa kita.

Demi Allah dan Rasul, kita wajib melakukan qisas untuk menebus nyawa bangsa kita yang telah dibunuh dan disiksa dengan kejam oleh kafir laknat indonesia jawa pancasila itu.

Demi Allah dan Rasul, kita Bangsa Aceh haram hukumnya dari sudut Islam untuk mengikut jejak dan menjadikan kafir laknat indonesia jawa pancasila itu sebagai pemimpin kita, sahabat kita, dan ahli keturunan kita. Maka diingatkan kepada segenap Bangsa Aceh supaya bersatu padu untuk terus memerangi kafir laknat indonesia jawa pancasila itu, dan jangan sekali-kali menjadikan kafir laknat indonesia jawa pancasila itu sebagai sahabat, ahli keturunan, dan pemimpin kita.

DEMI ALLAH DAN RASUL, KITA AKAN TERUS MEMERANGI KAFIR INDON JAWA.
Begitulah diantara kalimat2 yang dilontarkan oleh para pengikut GAM ini.

Seperti kita ketahui bahwa Ahmad Sudirman CS adalah para pelarian (terusir) merupakan kelompok yang sangat menyetuju bahkan menghalalkan cara2 yang dilakukan Osama Bin Laden yang mana menghalalkan segala cara termasuk melakukan pembunuhan terhadap oarang2 yang tidak bersalah dimana termasuk didalamnya adalah orang2 moeslim untuk mencapai tujuan tertentu bahkan gerakan Osama yang di halalkan oleh Ahmad CS ini mengatasnamakan Islam dan atas perintah Allas SWT. Padahal kita semua tahu bahwa Osama CS telah jelas2 murtad dimana dikeluarkannya beberapa fatwa yang diantaranya sbb:

Osama dengan direstui oleh Mulah Omar mengeluarkan Fatwa atas nama tuhan membagi dunia dalam dua kubu, kubu Muslim dan kubu non-Muslim (the infidel), Osama atas nama seluruh umat Islam menyatakan perang terhadap kubu non-Muslim dan menyerukan pada seluruh umat Islam untuk berjihad.

Osama mengeluarkan Fatwa untuk "MATI SAHID", artinya menganjurkan dan menghalalkan untuk melakukan "bunuh diri" didalam melakukan jihad yang diserukannya dan atas nama Tuhan Osama serta Mullah Omar menjamin masuk surga. Ini adalah bentuk penyimpangan dan membelokan ajaran Islam yang sangat murtad,dimana dengan secara tegas,jelas dan dengan explisit Islam MELARANG dan MENGHARAMKAN tidakan bunuh diri!!!!.

Kemurtadan yang paling serious adalah fatwa dari Osama yang mana Osama mem-broadcastkan keseluruh Middle East melalui Aljazeera TV networks di Qatar, didalam fatwa ini Osama menyatakan bahwa darah orang America baik yang memakai uniform maupun tidak adalah halal untuk ditumpahkan.Ini betul betul suatu kemurtadan yang telah melalui batas, ISLAM MELARANG PENUMPAHAN DARAH ORANG YANG TIDAK BERSALAH DAN DENGAN TEGAS DAN JELAS ISLAM MELARANG PENG-RUSAKAN HARTA BENDA!!!!!.

Untuk Maslah Hijrah perlu saya sampaikan bahwa Ahmad CS menyatakan bahwa mereka lari (padahal mereka diusir) adalah bentuk dari Hijrah sebagaiaman amanah Rasulullah. Kalau ada negara dengan sistem yang baik sekarang ini di dunia, tolong sebutkan dan tidak usah banyak-banyak, satu saja. Sebutlah sebuah negara ideal seperti Madinah Al-Munawwarah di masa Rasulullah SAW di masa sekarang ini.

Jawabnya tidak ada. Tak ada satu pun negara Islam saat ini yang seideal Madinah di masa Rasulullah SAW. Tidak itu Indonesia dan apalagi negara timur tengah. Meski muslimin mayorritas di masing-masing negeri itu, namun mereka hidup di bawah penindasan rezim sekuler masing-masing negara. Kalau pun pemerintahannya sholeh, tetapi mereka tetap berada di bawah tekanan Amerika dan Barat pada umumnya.

Penguasa Mesir yang menjadi ibu kota keilmuwan karena ada Al-Azhar disana juga bukan pemerintahan yang pro kepada kebangkitan Islam. Mereka sama sekali tidak berniat menegakkan hukum Islam. Bahkan mereka adalah rezim yang menindas pergerakan Islam dan tangan mereka berlumur darah para syuhada. Kondisi yang sama juga berlaku di semua negara mayoritas muslim lainnya.

Jadi kalau kita sekarang ini mau hijrah, kira-kira kemana ya ? Ke hutan atau ke bulan ? Dahulu Rasulullah SAW tidak hijrah ke tengah padang pasir, tidak ke dalam hutan dan tidak juga ke wilayah tak berpenghuni lainnya. Rasulullah SAW hijrah ke sebuah kota besar yang punya peradaban, pemerintahan dan rakyat yang di luar kekuasaan pembesar Mekkah. Letak Madinah juga strategis karena bisa memotong jalur perdagangan kafilah dagang Mekkah yang mau ke Syam. Punya sumber kekayaan alam yang baik serta sumber daya manusia yang sangat berpotensi.

Disamping itu secara internal Madinah memiliki basis dukungan massa dan pemerintah yang teramat kuat yang siap menerima beban dakwh dan bisa menjamin keselamatan pergerakan dakwah di sana. Paling tidak, para penguasa Madinah telah berbaiat kepada Rasulullah SAW di Aqabah jauh sebelum Rasulullah SAW memutuskan untuk berhijrah kesana. Bahkan beliau sempat mengirim duta dan da'i pertama yaitu ush'ab bin Umair untuk mensosialisasikan syariat Islam kepada penduduk Madinah sebagai persiapan untuk dijadikan Darul Hijrah. Sehingga Madinah menjadi sebuah wilayah yang teramat siap dijadikan basis pergerakan periode kedua di masa Rasulullah SAW.

Bagaimana dengan Ahmad CS yang katanya berhijrah ke negara Swedia yang nyata2 negara Kafir? Apakah Swedia itu merupakan negara dengan karakteristik potensi rakyat dan pemerintahan seperti yang dimiliki Madinah ?

Dan satu hal yang perlu diingat, Indonesia dan khususnya Aceh adalah bukan daerah kafir, juga bukan daerah jahiliyah. Sebab negeri dan daerah ini adalah sebuah wilayah milik Allah SWT yang telah diislamkan oleh para da'i pertama dari jazirah Arabia pada abad ke -7 masehi. Bahkan Buya Hamka mengatakan bahwa seorang shahabat Rasulullah SAW telah mendarat di nusantara ketika itu, yaitu Yazid bin Muawiyah ra.

Kalau negeri yang pernah memiliki kesultanan Islam ini kita tinggalkan karena alasan mau hijrah, sama saja kita melepaskan tanah Islam ini kepada orang kafir. Dan itu haram hukumnya. Kewajiban kita justru mempertahankan tanah dan negeri ini di bawah bendera Islam. Kalau pemerintah negeri ini bukan orang Islam atau muslim tapi tidak mau menjalankan hukum Allah SWT, bukan berarti harus kita tinggalkan. Justru harus kita lakukan beragam dakwah yang bisa mengajak dan menjadikan Islam sebagai sebuah sistem yang tegak Tentu saja tidak hanya dengan ceramah dan pengajian, tetapi dengan segala upaya yang masuk akal untuk mewarnai negeri ini.

Orang kafir dari barat telah datang ke negeri ini membawa sekian besar harta dan fasilitas demi mengenalkan gaya hidup barat dan ideologi mereka. Mereka mendirikan sekolah, kampus, pasar, perusahaan, menyediakan SDM, memberi pinjaman hutang dan sebagainya demi tegaknya sistem mereka disini. Yang harus kita lakukan kira-kira tidak jauh berbeda. Kita pun harus melakukan lebih dari apa yang bisa mereka lakukan. Agar bangsa ini tahu bahwa hanya dengan Islam sajalah mereka bisa hidup mulia.

Tapi kalau kita sendiri malah pergi meninggalkan semua ini tidak mau menghadapi tantangan dengan alasan hijrah, kelihatannya malah lari dari masalah. Rasanya tidak demikian yang telah Rasulullah SAW ajarkan kepada kita.

Bahkan dimasa Rasulullah SAW masih hidup, ada sekian banyak orang yang hidup di luar Madinah.

Oleh Rasulullah SAW, mereka tidak dipaksa tinggal di Madinah. Bahkan Rasulullah SAW malah mengirim para du'at ke berbagai negeri dan berkirim surat. Usaha menyebarkan Islam ini pastilah menghasilkan sejumlah besar manusia yang masuk Islam. Tapi, apakah setelah masuk Islam, mereka diwajibkan hijrah semua ke Madinah ? Ternyata tidak.

Yang hijrah adalah mereka yang tinggal di Mekkah di bawah penindasan rezim di sana. Sedangkan yang ada di Syam, Mesir, Habasyah, Iraq dan wilayah arab lainnya, tidak ada kewajiban untuk pindah ke Madinah. Bahkan Islam malah terus menyebarkan dakwahnya ke luar jazirah Arabia.

Bahkan sepeninggal Rasulullah SAW, para shahabat pun berpencaran ke berbagai negeri menjadi ulama dan penguasa disana. Mereka 'hijrah lagi' dari Madinah ke berbagai negeri lainnya, salah satunya ada yang sampai nusantara ini. Demikian dan terima kasih.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------