Jakarta, 12 Oktober 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

KERANCUAN SUMITRO, SATU SISI PROPAGANDA WAHABI SALAFI, SISI LAIN MENGEKOR YUDHOYONO
Teguh Harjito
Jakarta - INDONESIA.

 

KELIHATAN JELAS ITU SUMITRO RANCU, SATU SISI PROPAGANDA WAHABI SALAFI, SISI LAIN MENGEKOR SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Berikut ini saya coba tanggapi beberapa pernyataan saudara Sumitro sebagaimana saya tuliskan di bawah ini.

Sumitro : "Saya mohon ma'af karena akhir2 ini saya telah di sibukan dengan acara yang berkenanan dengan persiapan SBY menduduki kursi RI 1 salah satunya adalah penyelenggaraan acara syukuran di beberapa ranting kepengurusan Partai demokrat..."

Saya ucapkan 'selamat' kepada saudara Sumitro yang belakangan ini sudah sangat 'terpakai' di partai demokrat, sehingga sibuk kesana kemari untuk mengadakan syukuran atas terpilihnya SBY menjadi RI 1.

Bila melihat kesibukan saudara Sumitro tidaklah salah dugaan saya bahwa saudara Sumitro adalah salah seorang pengurus dari partai demokrat (paling tidak pengurus tingkat cabang, karena aktif mengurusi syukuran ke ranting2 partai demokrat), atau paling tidak saudara Sumitro adalah simpatisan yang sangat fanatik dengan SBY & partainya.

Atau mungkin saudara Sumitro adalah humas dari sby & partainya. Sehingga selain sibuk kampanye di mimbar ini, juga sibuk melakukan sosialisasi kemengangan sby. atau yang semacam itulah, apapun namanya.

Bila dugaan saya benar, maka ada kerancuan pada diri saudara Sumitro. Di satu sisi aktif menyuarakan paham salafy & di sisi lain aktif bergelimang dengan sistem demokrasi (lihat & baca: "Menggugat Pemilu & Demokrasi",Abu Nashr Muhammad bin Abdillah Al-Imam, Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i [pengantar]; "Aktivis Partai Korban Fatamorgana Demokrasi", Abdul Ghany Ar-Rahhal).

Padahal kalau kita mau belajar dengan seksama & mau menegakkan Islam secara kaffah, maka akan kita temui bahwa ajaran Islam (khususnya aqidah Islam) menafikkan seluruh sistem selain Islam. Dimana makna syahadatain yang harus kita aplikasikan dalam kehidupan kita adalah al wala' & al bara' (lihat & baca: "al wala' wal bara' fil Islam", Muhammad bin Sa'id bin Salim Al-Qahthany). wala' hanya diberikan kepada sistem Islam & kaum mu'minin, & bara' kepada sistem selain Islam & orang2 musyrik, munafiq & kafir.

Lagi pula jika Islam atau Allah swt mengijinkan orang2 mu'min aktif dalam sistem selain Islam (sistem thaghut, istilah dien-nya), niscaya Rasulullah saw akan menerima tawaran para penguasa/pemerintah musyrikin quraisy untuk memimpin negeri makkah. tapi itu semua tidak Rasulullah saw lakukan karena bertentangan dengan aqidah & ajaran Islam itu sendiri.

Jika saudara Sumitro menggunakan logika/pemikiran ingin merubah/mewarnai sistem yang berlaku di RI dengan aktif sebagai pengurus partai demokrat hal itu merupakan hal yang sangat naif, mustahil & bertentangan dengan ajaran Islam.

Kenapa saya katakan demikian, karena hal tersebut tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah saw & kaum mu'minin terdahulu (as salaf, menurut bahasa arab), artinya tidak mengikuti sunnah Rasulullah. & ini bertentangan dengan yang selama ini digembar-gemborkan oleh saudara Sumitro dalam mimbar ini, yaitu menegakkan sunnah2 Rasulullah (misalnya memelihara jenggot, tidak isbal, dll).

Rasulullah saw yang langsung ditawari menjadi pemimpin negeri makkah saja MENOLAK (karena bertentangan dengan Islam & sunnatullah), ini yang hanya jadi PENGURUS/SIMPATISAN partai demokrat mau merubah sistem thaghut menjadi sistem Islam? akh, bak punguk merindukan rembulan.

Siapakah yang lebih cerdas disini, Rasulullah saw (yang selalu dituntun wahyu Allah swt) atau saudara Sumitro (yang ilmu & keimanannya hanya Allah swt yang tahu)?

Dan menurut pengetahuan saya (seperti yang saya baca dalam buku "Menggugat Pemilu & Demokrasi" & "Aktivis Partai Korban Fatamorgana Demokrasi") manhaj salaf sangat menentang sistem/paham demokrasi. Jangan2 saudara Sumitro atau saudara2 salafy yang ada di Indonesia hanya mengaku-aku anggota salafy, tapi sebenarnya adalah orang2 yang ingin menghancurkan salafy dari dalam dengan tingkah laku yang banyak bertentangan dengan paham salafy itu sendiri? Allahu a'lam bis shawab.

Sumitro : " Barang siapa yang tidak ber berhukum dengan hukum Allah, mereka adalah orang yang kafir (QS. Al-Maidah : 44). Namun tidak berarti setiap orang berhak menuduh kafir secara begitu saja kepada siapapun yang menurut anggapannya tidak menjalankan hukum Allah SWT. Proses untuk menjatuhkan vonis kafir itu haruslah dilakukan berdasarkan data dan pengajuan aduan ke sebuah lembaga formal yang berwenang, yaitu mahkamah syar'iyah..... Sedangkan manhaj ahli sunnah wal jamaah agak ketat dalam masalah pengkafiran ini. Untuk menghukumi seseorang menjadi kafir, diperlukan proses berlipat, diantaranya adalah harus adanya sebuah mahkamah syar'iyah yang berwenang memanggil orang yang dicurigai sebagai pelaku tindak kekafiran."

Disini juga terdapat kerancuan pada diri saudara Sumitro. Satu waktu bicara tentang mahkamah syar'iyah dilain waktu membela sistem thaghut yang sedang berlaku di RI & para pemimpinnya.

Bagaimana mungkin ada mahkamah syar'iyah di negara yang menganut sistem thaghut? (kecuali hanya sebagai bahan lelucon saja) pastinya mahkamah syar'iyah akan ada & berlaku di negara dengan sistem Islam (Daulah Islamiyah). Lantas mengapa harus phobi dengan upaya penegakkan daulah Islam? aneh bin ajaib!

Sumitro : "Padahal kita semua tahu bahwa Osama CS telah jelas2 murtad dimana dikeluarkannya beberapa fatwa........."

Saya mau tanya, mahkamah syar'iyah mana yang telah memutuskan Osama bin Ladin telah jelas2 murtad seperti yang saudara tuliskan?

Hati2, saudara telah menyatakan, "Apalagi ada riwayat yang menyebutkan bahwa siapa yang menuduh orang muslim sebagai kafir, tetapi tidak benar, maka tuduhan itu akan berbalik kepada dirinya sendiri."

Saya khawatir pernyataan saudara kembali pada diri saudara Sumitro sendiri.

Apakah lantaran fatwa Osama (yang saudara kutip point2nya saja tanpa mengutipnya secara lengkap & tanpa menyebut sumbernya) tersebut saudara sudah berani mengatakan beliau murtad? atau mungkin saudara Sumitro punya kutipan fatwa dari ulama rabbani/rusydi/salafy yang dengan tegas & jelas mengatakan Osama bin Ladin, Mullah Muhammad Umar (sebab saudara menuliskannya dengan Osama CS) telah murtad?

Tolong saudara Sumitro tuliskan jika ada, biar para pembaca tahu apa dasar hukumnya atau dalil2 Al-Qur'an & As-Sunnah yang menjadi dasar fatwa tersebut, & sejauhmana kesesuaian dalil2 yang diungkapkan dengan fakta2 yang ada.

Satu lagi yang sangat menggelitik rasa ingin tahu saya, kenapa saudara Sumitro serta merta mengarahkan 'tembakan' kepada Osama cs? Padahal sebelumnya kita sedang membicarakan atau tepatnya sasaran 'tembak' saudara biasanya ditujukan pada saudara Ahmad Sudirman? Apakah ada 'pesan2' tertentu, seperti orang yang saudara elu2kan selama ini (SBY), dari pihak2 tertentu? AS misalnya? Apalagi SBY sudah meraih kemengan saat ini, jadi harus ada balas jasa pada 'pihak2' yang telah mendukungnya. Semoga rasa penasaran saya ini bisa dijawab dengan hati yang jujur oleh saudara Sumitro.

Sumitro : "Osama dengan direstui oleh Mulah Omar mengeluarkan Fatwa atas nama tuhan membagi dunia dalam dua kubu,kubu Muslim dan kubu non-Muslim (the infidel), Osama atas nama seluruh umat Islam menyatakan perang terhadap kubu non-Muslim dan menyerukan pada seluruh umat Islam untuk berjihad. Osama mengeluarkan Fatwa untuk "MATI SAHID",artinya menganjurkan dan menghalalkan untuk melakukan "bunuh diri" didalam melakukan jihad yang diserukannya dan atas nama Tuhan Osama serta Mullah Omar menjamin masuk surga.Ini adalah bentuk penyimpangan dan membelokan ajaran Islam yang sangat murtad,dimana dengan secara tegas,jelas dan dengan explisit Islam MELARANG dan MENGHARAMKAN tidakan bunuh diri!!!!. Kermurtadan yang paling serious adalah fatwa dari Osama yang mana Osama mem-broadcastkan keseluruh Middle East melalui Aljazeera TV networks di Qatar,didalam fatwa ini Osama menyatakan bahwa darah orang America baik yang memakai uniform maupun tidak adalah halal untuk ditumpahkan.Ini betul betul suatu kemurtadan yang telah melalui batas,ISLAM MELARANG PENUMPAHAN DARAH ORANG YANG TIDAK BERSALAH DAN DENGAN TEGAS DAN JELAS ISLAM MELARANG PENGRUSAKAN HARTA BENDA!!!!!."

Pernahkah saudara berpikir mengapa fatwa tersebut muncul? atau apa yang mendasari fatwa tersebut? Sayangnya saudara Sumitro tidak mencantumkan secara lengkap fatwa Osama tersebut, sehingga kita tidak bisa melihat dasar hukum/dalil2nya & apa yang menyebabkan fatwa tersebut muncul. Dan yang saudara munculkan hanya point2nya saja ditambah pemikiran/penafsiran saudara, sungguh sangat disayangkan sekali.

Sekarang jika saudara mau jujur menjawab (tentunya dengan ilmu & dalil2 yang shahih), apakah salah fatwa Osama yang membagi dunia dalam dua kubu, kubu Muslim dan kubu non-Muslim (the infidel)? Bukankah Allah swt telah menyatakan di dalam Al-Qur'an bahwa Allah swt menciptakan dunia & seisinya dengan berpasang2an? ada siang ada malam, ada baik ada buruk, ada al-haq ada al-bathil, ada muslim ada kafir, dst, dst. Apakah saudara hendak menafikkan sunnatullah ini?
Jadi dimana letak kesalahan fatwa tersebut?

Mengapa saudara tidak menyalahkan fatwa seorang kafir tulen yang telah banyak menumpahkan darah ummat Islam sedunia G.W. Bush Jr. yang telah membagi dunia menjadi 2, yaitu teroris dan bukan teroris? & perang terhadap 'teroris' ini adalah perang salib? Menurut kafir tulen itu yang bukan teroris adalah orang/negara yang mau tunduk pada perintah Amerika, sedang yang tidak mau tunduk adalah teroris.

Saya rasa hanya orang/negara yang tidak punya aqidah Islam yang kuat saja yang mau tunduk patuh terhadap Bush (kalau ditambah huruf "U" & "K" akan sangat tepat gambaran sifat & hatinya). Atau dengan kata lain hanya orang munafiq yang mau tunduk patuh terhadap kemauan Bush(uk). Sedang orang2 yang beriman tidak akan sudi tunduk patuh terhadap kafir, walau nyawa taruhannya. Itu artinya menurut Amerika munafiq bukan teroris & muslim/mu'min taat adalah teroris, bukan begitu saudara Sumitro?

Saudara Sumitro mengartikan fatwa untuk "MATI SAHID" sebagai anjuran dan menghalalkan untuk melakukan "bunuh diri" didalam melakukan jihad yang diserukannya. Apakah benar2 tertulis didalam fatwa tersebut seperti yang saudara tafsirkan? coba saudara buktikan kalau benar penafsiran saudara berdasarkan apa yang tertulis dalam fatwa tersebut?

Saudara Sumitro juga menyatakan fatwa Osama yang menyatakan (?) darah orang America baik yang memakai uniform maupun tidak adalah halal untuk ditumpahkan sebagai kemurtadan yang paling serious dengan argumen bahwa ISLAM MELARANG PENUMPAHAN DARAH ORANG YANG TIDAK BERSALAH DAN DENGAN TEGAS DAN JELAS ISLAM MELARANG PENGRUSAKAN HARTA BENDA!!!!!.

Kenapa hal ini tidak saudara tujukan juga pada Amerika, Israel, Inggris & Australia yang telah jelas2 menumpahkan banyak darah ummat Islam yang tidak bersalah & merusak, merampas & menghancurleburkan harta benda kaum muslimin di berbagai negara? Apakah karena mereka kafir lantas larangan ini tidak terkena pada mereka? atau karena mereka kafir & mempunyai senjata yang kuat lantas mereka bisa berbuat sekehandak hati?

Saudara Sumitro harusnya sudah tahu (atau pura2 tidak tahu atau tidak mau tahu) bahwa Islam tidak melarang ummatnya untuk melawan tindakan zhalim dari orang2 yang memerangi mereka, asalkan tidak berlebih2an/melampaui batas. (QS. Al-Baqarah[2]:190 "perangilah/bunuhlah dijalan Allah orang2 yang memerangi dirimu dan janganlah kalian melampaui batas. seungguhnya Allah tidak suka terhadap orang2 yang melampaui batas.")

Dan perlu saudara ketahui bahwa rakyat Amerika (baik combatan maupun tidak atau prajurit yang angkat senjata maupun rakyat yang mendukung perang dengan uang pajak yang mereka bayarkan), yang notabenenya mayoritas kafir, adalah termasuk objek yang dimaksud dalam firman Allah swt:
"tidak akan pernah senang/ridha orang2 yahudi & nasrani kepadamu sampai kamu mengikuti millah mereka ... " (QS. Al-Baqarah [2]:120) "mereka tak henti2nya memerangi kalian sampai mereka (dapat) memurtadkan kalian dari agama kalian, seandainya mereka sanggup ... " (QS. Al-Baqarah [2]:217)

Jika seorang Osama yang telah berbuat di dalam jihad Afghan saja dengan mudahnya divonis murtad oleh saudara Sumitro atau saudara2 salafy, bagaimana dengan kita? Mungkin akan lebih mudah lagi bagi mereka.

O ya, kalau Osama saja murtad bagaimana dengan SBY yang akan 'mengawal' ketat & mengamalkan sistem thaghut di negara ini? Bagaimana saudara Sumitro, SBY murtad tidak?

Sumitro : "Kalau ada negara dengan sistem yang baik sekarang ini di dunia, tolong sebutkan dan tidak usah banyak-banyak, satu saja. Sebutlah sebuah negara ideal seperti Madinah Al-Munawwarah di masa Rasulullah SAW di masa sekarang ini. Jawabnya tidak ada. Tak ada satu pun negara Islam saat ini yang seideal Madinah di masa Rasulullah SAW. Tidak itu Indonesia dan apalagi negara timur tengah. Meski muslimin mayorritas di masing-masing negeri itu, namun mereka hidup di bawah penindasan rezim sekuler masing-masing negara. Kalau pun pemerintahannya sholeh, tetapi mereka tetap berada di bawah tekanan Amerika dan Barat pada umumnya. "

Karena tidak ada maka kita wajib menegakkannya. Harusnya seperti itulah cara kita berpikir, bukan malah pesimis & apatis.

Sebagai ilustrasi saya misalkan saudara Sumitro di rumah tidak punya air bersih. Pasti saudara Sumitro akan berusaha keras mengadakan air bersih di rumahnya. Entah dengan cara membeli, minta ke tetangga atau usaha lainnya. Apa jadinya jika saudara Sumitro tidak berusaha mengadakan air bersih? silahkan jawab sendiri.

Kalau untuk urusan air bersih kebutuhan pribadi saja kita wajib berusaha, apalagi untuk menegakkan daulah Islam yang merupakan kebutuhan & akan membawa mashlahat bagi ummat Islam seluruhnya.

Nah, kalau ada pemerintahan Islam seperti pemerintahan Mullah Umar yang shalih itu yang ditekan bahkan diperangi oleh Amerika & Negara2 Barat, maka sikap kita kaum muslimin/mu'minin adalah membantu & membelanya. Bukan malah memvonisnya murtad.

Saya khawatir vonis murtad terhadap Osama cs (termasuk Mullah Umar) menggunakan kaca mata atau dalil2 Amerika & Negara2 Barat. Atau paling tidak merupakan pesanan dari mereka. Seperti kasus rekayasa penyanderaan 2 orang tkw asal Indonesia di Irak yang penuh dengan kejanggalan yang ingin menyeret Ust. Abu Bakar Ba'ashir sebagai teroris internasional.

Sumitro : "Kalau negeri yang pernah memiliki kesultanan Islam ini kita tinggalkan karena alasan mau hijrah, sama saja kita melepaskan tanah Islam ini kepada orang kafir. Dan itu haram hukumnya. Kewajiban kita justru mempertahankan tanah dan negeri ini di bawah bendera Islam. Kalau pemerintah negeri ini bukan orang Islam atau muslim tapi tidak mau menjalankan hukum Allah SWT, bukan berarti harus kita tinggalkan. Justru harus kita lakukan beragam dakwah yang bisa mengajak dan menjadikan Islam sebagai sebuah sistem yang tegak Tentu saja tidak hanya dengan ceramah dan pengajian, tetapi dengan segala upaya yang masuk akal untuk mewarnai negeri ini. "

Mungkin kesibukan saudara Sumitro akhir2 ini dengan keliling ke ranting2 dalam rangka 'segala upaya yang masuk akal untuk mewarnai negeri ini'. Kita akan melihat hasilnya seiring berjalannya waktu. Tapi apa iya bisa mewarnai negeri ini dengan cara2 yang bukan cara2 Islam? Menegakkan Islam dengan cara/sistem demokrasi (thaghut), bisakah? Tidakkah jelas bagi kita contoh2 di Mesir, Turki & Aljazair? Lagi pula bukankah ada kaidah ushul fiqih yang menyatakan 'nashrul haq bil haq' (menolong kebenaran dengan cara2 yang benar). Bahasa sehari2nya mungkin seperti ini : 'nolong Islam dengan cara Islam'. Jadi kalau bertentangan dengan kaidah itu, ya seperti yang telah saya jelaskan diawal tulisan ini. Yang pasti Allah swt berfirman: "... jangan kamu campuradukkan antar yang haq dengan yang bathil..."

Sumitro : "Yang hijrah adalah mereka yang tinggal di Mekkah di bawah penindasan rezim di sama."

Saudara Sumitro, mungkin karena itulah saudara Ahmad Sudirman & saudara2 dari Acheh 'hijrah' ke negara lain. Mereka merasa tertindas oleh rezim di sini, jadi mereka 'hijrah'. Sedangkan saudara Sumitro & saudara2 salafy tidak merasa tertindas bahkan bisa bercengkerama dengan rezim di sini, jadi tidak 'hijrah'.

Demikian dan semoga bermanfaat.
Wa billahi taufiq wal hidayah.
Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Teguh Harjito

teguh.harjito@mas-dna.com
Jakarta, Indonesia
---------

From: Sumitro <mitro@kpei.co.id>
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>,
ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas <redaksi@kompas.com>, Redaksi Satu Net <redaksi@satunet.com>, Redaksi Waspada <redaksi@waspada.co.id>, Waspada <waspada@waspada.co.id>, Detik <webmaster@detik.com>,
KOMPAS <kompas@kompas.com>
Cc: ahmad@dataphone.se
Subject: Kafir dan Hijrah.
Date: Mon, 11 Oct 2004 11:03:13 +0700

Ass. War. Wab.

Saya mohon ma'af karena akhir2 ini saya telah di sibukan dengan acara yang berkenanan dengan persiapan SBY menduduki kursi RI 1 salah satunya adalah penyelenggaraan acara syukuran di beberapa ranting kepengurusan Partai demokrat, sehingga baru hari ini saya sempat membuka e-mail dan ternyata cukup banyak sehingga saya belum sempat mebaca e-mail tersebut satu persatu.

Tapi Pada garis besarnya isinya (khusus dalam forum ini) adalah masih seputar kafir mengkafirkan Indonesia dan para pemimpin serta penduduknya dan saling menghujat, serta masalah Hijrah.

Baiklah sebagai awal tulisan saya adalah mengulangi apa yang telah saya sampaikan yakni :
Ayat yang menyebutkan bahwa orang yang tidak berhukum dengan hukum Allah SWT adalah orang yang kafir merupakan bagian dari surat Al-Maidah. Barang siapa yang tidak ber berhukum dengan hukum Allah, mereka adalah orang yang kafir (QS. Al-Maidah : 44).

Namun tidak berarti setiap orang berhak menuduh kafir secara begitu saja kepada siapapun yang menurut anggapannya tidak menjalankan hukum Allah SWT. Proses untuk menjatuhkan vonis kafir itu haruslah dilakukan berdasarkan data dan pengajuan aduan ke sebuah lembaga formal yang berwenang, yaitu mahkamah syar'iyah.

Sedangkan mengakfirkan seseorang secara terburu-buru hanya berdasarkan sepotong ayat merupakan ciri khas kelompok khawarij. Sebuah dosa dan maksiat sudah cukup dijadikan bahan untuk mengkafirkan seorang muslim bagi mereka.

Sedangkan manhaj ahli sunnah wal jamaah agak ketat dalam masalah pengkafiran ini. Untuk menghukumi seseorang menjadi kafir, diperlukan proses berlipat, diantaranya adalah harus adanya sebuah mahkamah syar'iyah yang berwenang memanggil orang yang dicurigai sebagai pelaku tindak kekafiran. Setelah dilakukan peneilitian dan disimpulkan bahwa seseorang memang telah dianggap melakukan hal yang membatalkan syahadatnya, maka orang itu diminta untuk taubat atau dikenal dengan istilah istitabah.

Kalau sudah sampai pada proses itu ternyata tersangka tetap membandel dan terang-terangan melawan pihak pengadilan, barulah dia divonis sebagai kafir. Namun proses selanjutnya, orang tersebut harus dihukum sesuai dengan hukum Allah SWT, yaitu dibunuh.

Dari sisi lain, ketika ada seorang muslim yang murtad dan keluar dari agama Islam, maka putuslah beberap jenis hubungan dengan keluarganya dan uamt Islam secara keseluruhan. Semua amal baiknya selama ini menjadi terhapus sia-sia oleh karena kemurtadan yang dilakukannya. Istrinya secara ototamatis tertolak, karena muslimah tidak mungkin bersuamikan orang kafir. Anak wanitanya tidak bisa menikah dengan dirinya sebagai wali, maka harus ada hakim atau wali yang lainnya untuk bisa menikahkannya. Karena seorang kafir tidak berhak menjadi wali bagi wanita muslimah.

Sebagai orang kafir, maka bila dia ada orang Islam membunuhnya, pembunuhnya tidak bisa dibunuh sebagai qishahsh, karena seorang muslim yang membunuh kafir zimmi tidak bisa dibalas bunuh. Sebab mereka berbeda agama.

Bila dirinya meninggal dunia, maka hartanya tidak bisa diwariskan kepada ahli waris yang muslim, menurut sebagaian pendapat. Sebab pendapat ini mengatakan bahwa Anda muslim dengan non muslim tidak terjadi hubungan saling mewarisi.

Namun pendapat lain mengatakan bahwa muslim bisa mendapat warisan dari orang kafir dan tidak sebaliknya. Sebagai orang yang statusnya sudah keluar dari agama Islam, maka bila dia mati, tidak perlu dimandikan, dikafani atau dishalatkan. Juga tidak boleh dikuburkan di pekuburan muslimin.
Keluarganya diharamkan untuk mendoakannya setelah mati, sebab orang yang mati dalam keadaan kafir, sudah pasti masuk neraka dan diharamkan untuk diringankan azabnya.

Melihat beratnya konsekuensi menjadi orang murtad, maka alangkah konyolnya bila ada muslim baik-baik lalu hanya karena satu kesalahan yang tidak dipahaminya, kita langsung menuduhnya kafir. Sebab konsekuensi menuduh kafir adalah sebuah konsekuansi yang sangat dahsyat.

Apalagi ada riwayat yang menyebutkan bahwa siapa yang menuduh orang muslim sebagai kafir, tetapi tidak benar, maka tuduhan itu akan berbalik kepada dirinya sendiri.

Berikut beberapa kalimat yang telah ditulis oleh para pengikut GAM yang telah menjadi warga negara lain seperti Swedia , malaysia dll :

Demi Allah dan Rasul dan demi kebenaran dan keadilan, kita akan tetap mengusir kafir penjajah indonesia jawa yang membawa ajaran sesat pancasila dan UUD+45 ke bumi Aceh.
Usir mereka
Bunuh mereka
Ludah mereka
Tombak mereka
Hunus pedang
Tancapkan rencong
Dengan semangat "Hikayat Prang Sabi", kita hidupkan kembali semangat Bangsa Aceh, untuk sekali lagi mengusir kafir penjajah dan kali ini adalah kafir penjajah hindunesia jawa.

Ingat pesan endatu kita, bahawa kafir laknat indonesia jawa pancasila adalah musuh kita. Endatu kita sudah sejak dahulu lagi membunuh dan mengusir kafir laknat indonesia jawa pancasila itu dari bumi Aceh. Sebahagian dari kafir laknat indonesia jawa pancasila itu telah berhasil disembelih oleh endatu kita dan sebahagiannya ditanam di dalam kerkhoft di Banda Aceh bersama dengan tuannya kafir laknat belanda. Maka kita Bangsa Aceh jangan sekali-kali menganggap kafir laknat indonesia jawa pancasila itu seiman dengan kita. Kalau kafir laknat itu mengaku dirinya sebagai beragama Islam, itu hanyalah berpura-pura seperti yang telah dilakukan oleh ikutan moyangnya iaitu Snouck Horgronje.

Demi Allah dan Rasul kita Bangsa Aceh wajib bersumpah untuk tetap memerangi dan membenci kafir laknat indonesia jawa pancasila itu sampai ke anak cucu kita. Kita tidak akan sekali-kali memaafkan kafir laknattullah itu yang telah menjajah negeri kita, menyengsarakan saudara mara kita, membunuh bangsa kita, menyiksa bangsa kita, merompak bangsa kita, memperkosa bangsa kita, dan memenjara bangsa kita.

Demi Allah dan Rasul, kita wajib melakukan qisas untuk menebus nyawa bangsa kita yang telah dibunuh dan disiksa dengan kejam oleh kafir laknat indonesia jawa pancasila itu.

Demi Allah dan Rasul, kita Bangsa Aceh haram hukumnya dari sudut Islam untuk mengikut jejak dan menjadikan kafir laknat indonesia jawa pancasila itu sebagai pemimpin kita, sahabat kita, dan ahli keturunan kita. Maka diingatkan kepada segenap Bangsa Aceh supaya bersatu padu untuk terus memerangi kafir laknat indonesia jawa pancasila itu, dan jangan sekali-kali menjadikan kafir laknat indonesia jawa pancasila itu sebagai sahabat, ahli keturunan, dan pemimpin kita.

DEMI ALLAH DAN RASUL, KITA AKAN TERUS MEMERANGI KAFIR INDON JAWA.
Begitulah diantara kalimat2 yang dilontarkan oleh para pengikut GAM ini.

Seperti kita ketahui bahwa Ahmad Sudirman CS adalah para pelarian (terusir) merupakan kelompok yang sangat menyetuju bahkan menghalalkan cara2 yang dilakukan Osama Bin Laden yang mana menghalalkan segala cara termasuk melakukan pembunuhan terhadap oarang2 yang tidak bersalah dimana termasuk didalamnya adalah orang2 moeslim untuk mencapai tujuan tertentu bahkan gerakan Osama yang di halalkan oleh Ahmad CS ini mengatasnamakan Islam dan atas perintah Allas SWT. Padahal kita semua tahu bahwa Osama CS telah jelas2 murtad dimana dikeluarkannya beberapa fatwa yang diantaranya sbb:

Osama dengan direstui oleh Mulah Omar mengeluarkan Fatwa atas nama tuhan membagi dunia dalam dua kubu, kubu Muslim dan kubu non-Muslim (the infidel), Osama atas nama seluruh umat Islam menyatakan perang terhadap kubu non-Muslim dan menyerukan pada seluruh umat Islam untuk berjihad.

Osama mengeluarkan Fatwa untuk "MATI SAHID", artinya menganjurkan dan menghalalkan untuk melakukan "bunuh diri" didalam melakukan jihad yang diserukannya dan atas nama Tuhan Osama serta Mullah Omar menjamin masuk surga. Ini adalah bentuk penyimpangan dan membelokan ajaran Islam yang sangat murtad,dimana dengan secara tegas,jelas dan dengan explisit Islam MELARANG dan MENGHARAMKAN tidakan bunuh diri!!!!.

Kemurtadan yang paling serious adalah fatwa dari Osama yang mana Osama mem-broadcastkan keseluruh Middle East melalui Aljazeera TV networks di Qatar, didalam fatwa ini Osama menyatakan bahwa darah orang America baik yang memakai uniform maupun tidak adalah halal untuk ditumpahkan.Ini betul betul suatu kemurtadan yang telah melalui batas, ISLAM MELARANG PENUMPAHAN DARAH ORANG YANG TIDAK BERSALAH DAN DENGAN TEGAS DAN JELAS ISLAM MELARANG PENG-RUSAKAN HARTA BENDA!!!!!.

Untuk Maslah Hijrah perlu saya sampaikan bahwa Ahmad CS menyatakan bahwa mereka lari (padahal mereka diusir) adalah bentuk dari Hijrah sebagaiaman amanah Rasulullah. Kalau ada negara dengan sistem yang baik sekarang ini di dunia, tolong sebutkan dan tidak usah banyak-banyak, satu saja. Sebutlah sebuah negara ideal seperti Madinah Al-Munawwarah di masa Rasulullah SAW di masa sekarang ini.

Jawabnya tidak ada. Tak ada satu pun negara Islam saat ini yang seideal Madinah di masa Rasulullah SAW. Tidak itu Indonesia dan apalagi negara timur tengah. Meski muslimin mayorritas di masing-masing negeri itu, namun mereka hidup di bawah penindasan rezim sekuler masing-masing negara. Kalau pun pemerintahannya sholeh, tetapi mereka tetap berada di bawah tekanan Amerika dan Barat pada umumnya.

Penguasa Mesir yang menjadi ibu kota keilmuwan karena ada Al-Azhar disana juga bukan pemerintahan yang pro kepada kebangkitan Islam. Mereka sama sekali tidak berniat menegakkan hukum Islam. Bahkan mereka adalah rezim yang menindas pergerakan Islam dan tangan mereka berlumur darah para syuhada. Kondisi yang sama juga berlaku di semua negara mayoritas muslim lainnya.

Jadi kalau kita sekarang ini mau hijrah, kira-kira kemana ya ? Ke hutan atau ke bulan ? Dahulu Rasulullah SAW tidak hijrah ke tengah padang pasir, tidak ke dalam hutan dan tidak juga ke wilayah tak berpenghuni lainnya. Rasulullah SAW hijrah ke sebuah kota besar yang punya peradaban, pemerintahan dan rakyat yang di luar kekuasaan pembesar Mekkah. Letak Madinah juga strategis karena bisa memotong jalur perdagangan kafilah dagang Mekkah yang mau ke Syam. Punya sumber kekayaan alam yang baik serta sumber daya manusia yang sangat berpotensi.

Disamping itu secara internal Madinah memiliki basis dukungan massa dan pemerintah yang teramat kuat yang siap menerima beban dakwh dan bisa menjamin keselamatan pergerakan dakwah di sana. Paling tidak, para penguasa Madinah telah berbaiat kepada Rasulullah SAW di Aqabah jauh sebelum Rasulullah SAW memutuskan untuk berhijrah kesana. Bahkan beliau sempat mengirim duta dan da'i pertama yaitu ush'ab bin Umair untuk mensosialisasikan syariat Islam kepada penduduk Madinah sebagai persiapan untuk dijadikan Darul Hijrah. Sehingga Madinah menjadi sebuah wilayah yang teramat siap dijadikan basis pergerakan periode kedua di masa Rasulullah SAW.

Bagaimana dengan Ahmad CS yang katanya berhijrah ke negara Swedia yang nyata2 negara Kafir? Apakah Swedia itu merupakan negara dengan karakteristik potensi rakyat dan pemerintahan seperti yang dimiliki Madinah ?

Dan satu hal yang perlu diingat, Indonesia dan khususnya Aceh adalah bukan daerah kafir, juga bukan daerah jahiliyah. Sebab negeri dan daerah ini adalah sebuah wilayah milik Allah SWT yang telah diislamkan oleh para da'i pertama dari jazirah Arabia pada abad ke -7 masehi. Bahkan Buya Hamka mengatakan bahwa seorang shahabat Rasulullah SAW telah mendarat di nusantara ketika itu, yaitu Yazid bin Muawiyah ra.

Kalau negeri yang pernah memiliki kesultanan Islam ini kita tinggalkan karena alasan mau hijrah, sama saja kita melepaskan tanah Islam ini kepada orang kafir. Dan itu haram hukumnya. Kewajiban kita justru mempertahankan tanah dan negeri ini di bawah bendera Islam. Kalau pemerintah negeri ini bukan orang Islam atau muslim tapi tidak mau menjalankan hukum Allah SWT, bukan berarti harus kita tinggalkan. Justru harus kita lakukan beragam dakwah yang bisa mengajak dan menjadikan Islam sebagai sebuah sistem yang tegak Tentu saja tidak hanya dengan ceramah dan pengajian, tetapi dengan segala upaya yang masuk akal untuk mewarnai negeri ini.

Orang kafir dari barat telah datang ke negeri ini membawa sekian besar harta dan fasilitas demi mengenalkan gaya hidup barat dan ideologi mereka. Mereka mendirikan sekolah, kampus, pasar, perusahaan, menyediakan SDM, memberi pinjaman hutang dan sebagainya demi tegaknya sistem mereka disini. Yang harus kita lakukan kira-kira tidak jauh berbeda. Kita pun harus melakukan lebih dari apa yang bisa mereka lakukan. Agar bangsa ini tahu bahwa hanya dengan Islam sajalah mereka bisa hidup mulia.

Tapi kalau kita sendiri malah pergi meninggalkan semua ini tidak mau menghadapi tantangan dengan alasan hijrah, kelihatannya malah lari dari masalah. Rasanya tidak demikian yang telah Rasulullah SAW ajarkan kepada kita.

Bahkan dimasa Rasulullah SAW masih hidup, ada sekian banyak orang yang hidup di luar Madinah.

Oleh Rasulullah SAW, mereka tidak dipaksa tinggal di Madinah. Bahkan Rasulullah SAW malah mengirim para du'at ke berbagai negeri dan berkirim surat. Usaha menyebarkan Islam ini pastilah menghasilkan sejumlah besar manusia yang masuk Islam. Tapi, apakah setelah masuk Islam, mereka diwajibkan hijrah semua ke Madinah ? Ternyata tidak.

Yang hijrah adalah mereka yang tinggal di Mekkah di bawah penindasan rezim di sana. Sedangkan yang ada di Syam, Mesir, Habasyah, Iraq dan wilayah arab lainnya, tidak ada kewajiban untuk pindah ke Madinah. Bahkan Islam malah terus menyebarkan dakwahnya ke luar jazirah Arabia.

Bahkan sepeninggal Rasulullah SAW, para shahabat pun berpencaran ke berbagai negeri menjadi ulama dan penguasa disana. Mereka 'hijrah lagi' dari Madinah ke berbagai negeri lainnya, salah satunya ada yang sampai nusantara ini. Demikian dan terima kasih.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------