Stockholm, 12 Oktober 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO OTAK UDANG KALIAN BERADA DIPIHAK GEORGE W. BUSH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MEMANG KELIHATAN JELAS KALIAN SUMITRO PENGEKOR SUSILO BAMBANG YUDHOYONO BERADA DIPIHAK SEKULARIS GEORGE W. BUSH YANG DIDUKUNG KAUM EVANGELIS NEGARA FEDERASI KAFIR AMERIKA MENGHANCURKAN AFGHANISTAN DAN IRAK

"Mana ada tuh saya menyatakan mendukung Amerika lewat G.W. Bush menyerang Afghanistan dan Irak? Si Ahmad ini benar-benar budek (minjam istilah si Ahmad sendiri) dan si Ahmad ini bodoh banget cuman sok pintar dan menguasai segala ilmu" (Sumitro mitro@kpei.co.id , Tue, 12 Oct 2004 08:53:01 +0700)

"Coba sekarang tunjukan kepada saya mana kata2 saya yang mendukung Bush? kamu dan Ahmad sama saja tolalit dan menyimpulkan tulisan orang seenak udelmu saja. Sekali lagi, coba tunjukan mana itu tulisan atau kata2 saya yang menyatakan bahwa saya mendukung tindakan bush terhadap Afghanistan dan Irak." (Sumitro mitro@kpei.co.id , Tue, 12 Oct 2004 19:06:50 +0700)

Baiklah Sumitro di Jakarta, Indonesia.

Makin kelihatan itu Sumitro kacungnya Susilo Bambang Yudhoyono betapa bodoh, budeknya, dan otaknya otak udang.

Sumitro apakah kalian tidak sadar dan tidak mengetahui bahwa itu George W. Bush telah mengatakan: "Kepada pihak Internasional hanya ada dua pilihan, bersama kami, atau bersama terorist" (Pidato sekularis George W. Bush dihadapan Kongres Amerika, 20 September 2001)

Dan kalian Sumitro tidak sadar dan tidak tahu apa yang dilakukan oleh George W. Bush melalui politik luar negerinya di Palestina yang bersama-sama Israel terus menduduki dan menjajah Negeri Palestina sebelum 11 September 2001.

Itu Sumitro, kalau kalian budek dan bodoh, terjadinya kejadian 11 September 2001 merupakan akibat dari kebijaksanaan politik luar negeri George W. Bush khususnya yang menyangkut konflik Palestina. Di Palestina itu bukan hanya Israel sebagai pelaku dan aktor utama yang menduduki dan menjajah Negeri Palestina, melainkan juga Amerika yang terus membantu dan mendukung Israel dari belakang.

Jadi Sumitro, kita harus melihat bukan hanya saat terjadinya peristiwa 11 September 2001 itu saja, tetapi harus menggali dan melihat jauh sebelum kejadian 11 September 2001 terjadi.

Nah, ketika pecah kejadian 11 September 2001, maka langsung mata George W. Bush langsung mengarahkan kepada Afghanistan dan Osama bin Laden-nya. Sembilan hari kemudian itu George W. Bush mengancam dan memveto dunia internasional dengan ancaman: "Kepada pihak Internasional hanya ada dua pilihan, bersama kami, atau bersama terorist" (Pidato sekularis George W. Bush dihadapan Kongres Amerika, 20 September 2001)

Nah sekarang, karena kalian Sumitro didalam hal konflik Afghanistan ternyata kalian telah memilih sisi, yaitu sisi sekularis George W. Bush. Mengapa ?

Karena kalian Sumitro tidak ada pilihan lain, kalian telah sedemikian menentang kepada apa yang dilakukan oleh Osama bin Laden, dimana kalian Sumitro menulis: "Kemurtadan yang paling serious adalah fatwa dari Osama yang mana Osama mem-broadcastkan keseluruh Middle East melalui Aljazeera TV networks di Qatar, didalam fatwa ini Osama menyatakan bahwa darah orang America baik yang memakai uniform maupun tidak adalah halal untuk ditumpahkan. Ini betul betul suatu kemurtadan yang telah melalui batas, Islam melarang penumpahan darah orang yang tidak bersalah dan dengan tegas dan jelas Islam melarang pengrusakan harta benda!." (Sumitro, Tue, 12 Oct 2004 08:53:01 +0700)

Nah, dari apa yang kalian Sumitro lontarkan ini, kemudian dihubungkan kepada apa yang dikatakan George W. Bush, maka kalian Sumitro telah masuk kedalam perangkap sekularis George W. Bush.

Inilah akibat budek dan bodohnya Sumitro yang tidak menyadari dan tidak memahami apa yang dikatakannya di mimbar bebas ini yang menyangkut tentang konflik Palestina, penjajah Israel, Afghanistan, Muhammad Omar, dan Osama bin Laden.

Jadi Sumitro, fakta dan buktinya, bahwa kalian mendukung George W. Bush menggempur Afghanistan adalah sikap kalian Sumitro yang budek dan bodoh ketika menyatakan sikap kalian terhadap perjuangan umat Islam yang menentang kebijaksaan politik luar negeri Amerika dalam hal konflik Palestina dengan menghantam habis-habisan Osama bin Laden. Kalau kalian Sumitro hanya alasan bom bunuh diri itu adalah alasan gombal. Kalian Sumitro tidak merasakan dan meresapi bagaimana itu rakyat Palestina yang setiap menitnya mendapat ancaman dan tindakan teror dari pihak penjajah Israel. Mereka rakyat Palestina tidak ada lagi apa yang harus dan bisa dipersembahkan untuk perjuangan pembebasan Negeri Palestina kecuali nyawanya. Harta sudah tidak ada lagi.

Sumitro karena kalian memang enak-enak bersama geng Susilo Bambang Yudhoyono, kalian tidak mengerti penderitaan rakyat Palestina yang menderita sejak tahun 1948.

Sumitro itu muara dari konflik di Timur Tengah adalah masalah konflik Palestina. Tetapi kalian Sumitro yang budek, tidak mengerti dan tidak memahaminya.

Dipikir kalian dengan melontarkan masalah Osama bin Laden di mimbar bebas ini kalian akan terpuaskan nafsu kalian untuk menghancurkan Osama bin Laden ?. Atau kalian kena bius oleh Susilo Bambang Yudhoyono untuk memerangi teroris di Negara kafir RI. Dasar budek dan bodoh.

Terakhir itu ketika kalian menyinggung hijrah: "Terus komentar anda mengenai hijrah yang bisa saya jawab adalah. Ha ha ha ketawa ngakak abis si Ahmad yang super bodoh dan tolalit ini menyamakan hijrahnya dia dan Hasan Tiro CS ke Swedia dan negara lain dengan hijrahnya Rasulullah."

Sumitro yang budek dan bodoh, ketika Ahmad Sudirman mengatakan: "Dimana hijrah yang telah dilakukan oleh rakyat Acheh telah juga dicontohkan oleh para sahabat Rasulullah saw dan diijinkan oleh Rasulullah ketika masih di Mekkah. Dimana pada tahun kelima kenabian, beberapa para sahabat Rasulullah saw datang menemui Rasulullah saw memohon izin untuk pergi ke Abyssinia (Ethiopia sekarang), dan Rasulullah saw memberikan izin. Para sahabat Nabi yang berhijrah pertama ke Abyssinia dengan izin Nabi, mereka itu adalah Utsman bin Affan dan istrinya, Abu Hudzaifah bin 'Utbah dan istrinya, sahlah, Zubair bin 'Awwam sepupu Nabi, Mush'ab bin 'Umair, 'Abdurrahman bin 'Auf, Abu Salmah al Makhzum dan istrinya, 'Utsman bin Ma'zhun, 'Amir bin Rabi'ah dan istrinya, Abu Sabrah bin Abi Rahm, Hathib bin 'Amr dan Suhail bin Baidha. Disusul dengan rombongan muhajirin kedua. Dalam rombongan muhajirin kedua ini termasuk didalamnya Ja'far bin Abu Thalib, sepupu Rasulullah saw. Dimana orang orang muhajirin tersebut diterima masuk di Abyssinia dan dianggap sebagai orang-orang yang mendapat perlindungan politik oleh Raja Negus yang beragama Kristen." (Ahmad Sudirman, 11 Oktober 2004)

Jadi, Sumitro memang telah terjadi hijrah, ketika Rasulullah saw masih di Mekkah, yaitu pada tahun ke-5 kenabian. Dimana hijrah para sahabat Rasulullah saw ke Abyssinia adalah atas izin Rasulullah saw.

Karena itu kalau sekarang ada rakyat Acheh yang disiksa, dibunuh, dijebloskan kedalam penjara karena menuntut kemerdekaan negerinya, agama, harta dan dirinya dari pendudukan dan penjajahan yang dilakukan oleh pihak Negara kafir RI, kemudian melakukan hijrah keluar dari Negeri Acheh, salah satunya ke Kerajaan Swedia.

Jelas, tindakan hijrah rakyat Acheh yang Negerinya sedang diduduki dan dijajah oleh rezim penjajah Negara kafir RI, tidak merupakan tindakan yang menyimpang dari apa yang telah dicontohkan Rasulullah saw ketika masih berada di Mekkah.

Sumitro, itu Negara RI adalah Negara kafir. Jangan kalian anggap itu Negara RI negara Islam. Jadi, itu Negara kafir RI dilihat dari dasar dan sumber hukum negaranya sama saja dengan Negara Mekkah dibawah Abu Lahab dan konconya di masa Rasulullah saw dulu sewaktu di Mekkah.

Sumitro kalian bersama Susilo Bambang Yudhoyono lebih nyaman hidup di Negara kafir RI yang dasar dan sumber hukum negaranya hasil kutak katik Soekarno yaitu pancasila.

Sumitro, sekali lagi, karena kalian bukan rakyat Acheh, tetapi rakyat suku Jawa, mana merasakan penderitaan sebagaimana dirasakan oleh rakyat Acheh. Kalian Sumitro, itu suku Jawa adalah suku yang manut dan enggeh-enggeh saja, sehingga mudah ditundukkan oleh Belanda.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro <mitro@kpei.co.id>
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>,
Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>,
Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>,
ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>,
balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>,
PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>,
Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>,
Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>,
Redaksi Detik <redaksi@detik.com>,
Redaksi Kompas redaksi@kompas.com
Cc: Sumitro <mitro@kpei.co.id>, ahmad@dataphone.se
Subject: RE: SUMITRO KACUNGNYA YUDHOYONO SEENAK UDEL BERCUAP BELA GEORGE W. BUSH LAKUKAN PERANG SALIB & CERITA HIJRAH YANG SALAH KAPRAH
Date: Tue, 12 Oct 2004 08:53:01 +0700

Ass. War. Wab.

Ha ha ha kesan pertama saya membaca e-mail si Ahmad ini langsung ngakak abis jawaban abang "saraf" ini enggak berdasar sama sekali. Bang Ahmad saya tidak setuju dengan fatwa2 si Osama serta tindakan2 terroristnya dimana aksi2 bom yang sangat dasyat tersebut bukan berarti saya mendukung G.W. Bush.

Mana ada tuh saya menyatakan mendukung Amerika lewat G.W. Bush menyerang Afghanistan dan Irak? Si Ahmad ini benar-benar budek (minjam istilah si ahmad sendiri) dan si ahmad ini bodoh banget cuman sok pintar dan menguasai segala ilmu. Sama tuh yang kemarin yang saya sampaikan mengenai sejarah Nabi.. Belum apa2 si Ahmad langsung menuduh bahwa saya menunggu tanggapan dia mengenai sejarah Rasulullah agar saya bisa menjiplak dari tulisan dia nyatanya apa yang saya sampaikan sangat berbeda dengan apa yang dia tulis itu karena referensinya beda.

Kemudia hari ini hal itu terulang lagi dengan menuduh saya mendukung tindakan G.W. Bush dalam hal menyerang Afghanistan dan Irak hanya karena saya tidak suka dengan fatwa Osama serta tindakan brutalnya yang bagi saya SANGAT bertentangan dengan Islam itu sendiri dimana Islam yang cinta damai dan bertoleransi. Bagiku agamaku dan bagimu agamamu.

Wahai si Ahmad yang super tolalit. Osama dengan aksi Bom nya apakah kamu setuju dengan tindakan tersebut.? Osama melakukannya memakai nama Agama Islam dan atas perintah Allah SWT. Apakah dalam Islam ada diperintahkan tersebut.? dan kamu tahu siapa korbannya.? Mereka adalah orang2 yang tidak berdosa bahkan korbannya juga ada yang moeslim. Lantas bagaimana
hukumnya moeslim membunuh moeslim? Anda tahu itu semua namun anda kadang2 keliru karena menurut saya si ahmad ini karena terlalu banyak menipu orang lewat kata2 manisnya di milis ini satu waktu akan kebongkar juga kedoknya namun dia tidak menyadari itu semua. Ahmad yang super bodoh. Ada sebab ada akibat. Osama ngebom WTC dan korbannya orang tak bersalah lantas Amerika lewat G.W. Bush membalas. Tapi bagi saya dua-duanya tetap bersalah dan akan dikutuk oleh Allah SWT.

Terus komentar anda mengenai hijrah yang bisa saya jawab adalah. Ha ha ha ketawa ngakak abis si Ahmad yang super bodoh dan tolalit ini menyamakan hijrahnya dia dan Hasan Tiro CS ke Swedia dan negara lain dengan hijrahnya Rasulullah.

Ahmad yang sok pintar kamu tahu bahwa firman Allah SWT yang pertama kali turun mengenai perang adalah : "Telah diizinkan berperang bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya.Dan sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuasa menolong mereka" (Al-Hajj : 39).

Dari ayat tersebut diatas jelas bahwa perang itu di izinkan namun tidak diwajibkan kepada mereka.Ayat tersebut turun dalam rangkaian ayat yang menunjukan kepada mereka bahwa izin tersebut hanyalah untuk menyingkirkan kebathilan dan menegakkan syi'ar2 Allah. Setelah itu disusuli oleh Firman Allah : "(yaitu ) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka dimuka bumi,niscaya mereka mendirikan sholat,menunaikan zakat,menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah perbuatan yang mungkar." ( al -Hajj :41 )

Dan Izin ini diturunkan di Madinah setelah hijrah dan bukan di Makkah. (barangkali menurut si ahmad ayat ini di turunkan di makkah).
Demikian dan terima kasih.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------

From: Sumitro <mitro@kpei.co.id>
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>,
ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas <redaksi@kompas.com>, Redaksi Satu Net <redaksi@satunet.com>, Redaksi Waspada <redaksi@waspada.co.id>, Waspada <waspada@waspada.co.id>, Detik <webmaster@detik.com>,
KOMPAS <kompas@kompas.com> Cc: nacara2004@yahoo.com, Sumitro <mitro@kpei.co.id>,
ahmad@dataphone.se
Subject: RE: HAM AM: SUMITRO MENGEKOR YUDHOYONO SAMBIL MENGKOPI CERITA BERBAU ISLAM MODEL WAHABI ROKHMAWAN
Date: Tue, 12 Oct 2004 19:06:50 +0700

Ass. War.Wab.

Ham am, ham am
Ham am yang super bodoh dan tolalit kaya Ahmad anda ini berkoar bagai suara kodok yang di injak kakinya saja. Coba sekarang tunjukan kepada saya mana kata2 saya yang mendukung Bush? kamu dan Ahmad sama saja tolalit dan menyimpulkan tulisan orang seenak udelmu saja. Sekali lagi, coba tunjukan mana itu tulisan atau kata2 saya yang menyatakan bahwa saya mendukung tindakan bush terhadap Afghanistan dan Irak.

Saya cuma menyampaikan bahwasannya saya sangat TIDAK setuju terhadap tindakan2 Osama lewat Al Qaidahnya mengatasnamakan Islam dengan melakukan jihad dimana gerakan bom bunuh diri dll yang mengakibatkan terbunuhnya manusia yang tak bersalah terhadap mereka.

Kalian kalau mengomentari tulisan orang hanya sepotong2 saja dan menterjemahkannya seenak udel kalian. Dari tulisan saya mana kalian mengomentari soal Islam apakah menganjurkan gerakan2 seperti apa yang dilakukan oleh Osama bin Laden ? Apakah agama islam menghalalkan terjadinya pembunuhan seperti apa yang dilakukan oleh Osama lewat Al Qaidahnya? Kalian katanya mau memperjuangkan terwujudnya Daulah Islam tapi kalian sendiri tidak terutama tindakan kalian tidak sesuai dengan Daulah Islam itu sendiri.

Ham Am, kamu telah masuk dalam perangkap kata2 Ahmad Sudirman yang seakan-akan menghipnotis otak kamu yang nol isinya itu sehingga apapun pendapat Ahmad itu halal dan sah. Sekali lagi, coba tunjikan kepada saya kata2 saya yang menyatakan bahwa saya mendukung tindakan Bush, bahkan didalam mimbar ini saya dengan jelas mengutuk tindakan Amerika lewat Bush terhadap Irak (coba buka kembali kiriman2 saya terhadap si Ahmad yang super budek dan tolalit.

Mengenai anda bilang Rokhmawan mengkopi tulisan2 orang, apakah itu salah kalau memang apa yang menjadi dasar tulisan tersebut sama denagn keyakinan dari Rokmawan atau yang lainnya? Demikian juga dengan apa yang saya sampaikan terlepas apakah itu kopian atau bukan dan kalau memang itu sama dengan apa yang saya yakini dimana kesalahannya. Kalau seseorang mengkopi tulisan apa bedanya dengan apa yang diajarkan oleh seseorang secara lisan toh sama2 asalnya dari orang bukan?

Saya mau tanya sama kalian Ilmu atau tulisan2 yang kalian berikan disini asalnya darimana. Saya tidak yakin semuanya dari hasil olah pikir kalian sendiri! Kalian tentu punya referensi entah itu dari orang, teman, buku, internet televisi, guru ngaji dll.

Nach apa bedanya dengan mengkopi tulisan orang, toh sama2 dari orang lain bukan. Kalau umpamanya ada yang tidak mencantumkan sumbernya. Apakah kalian mengungkapkan sumbernya apa bila ilmu yang kalian dapatkan itu berasal dari pelajaran SD kalian ? tidak bukan?

Jadi saudara Ham-am yang super bodoh dan tolalit kaya Ahmad, kamu jangan mengomentari kalau enggak paham dengan tulisan orang sehingga makin kelihatan tuh kalian dan kelompok kalian (GAM) memang kumpulan orang2 bodoh dan frustasi).
Demikian.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------

From: Sumitro <mitro@kpei.co.id>
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>,
ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas <redaksi@kompas.com>, Redaksi Satu Net <redaksi@satunet.com>, Redaksi Waspada <redaksi@waspada.co.id>, Waspada <waspada@waspada.co.id>, Detik <webmaster@detik.com>,
KOMPAS <kompas@kompas.com>
Cc: ahmad@dataphone.se
Subject: Kafir dan Hijrah.
Date: Mon, 11 Oct 2004 11:03:13 +0700

Ass. War. Wab.

Saya mohon ma'af karena akhir2 ini saya telah di sibukan dengan acara yang berkenanan dengan persiapan SBY menduduki kursi RI 1 salah satunya adalah penyelenggaraan acara syukuran di beberapa ranting kepengurusan Partai demokrat, sehingga baru hari ini saya sempat membuka e-mail dan ternyata cukup banyak sehingga saya belum sempat mebaca e-mail tersebut satu persatu.

Tapi Pada garis besarnya isinya (khusus dalam forum ini) adalah masih seputar kafir mengkafirkan Indonesia dan para pemimpin serta penduduknya dan saling menghujat, serta masalah Hijrah.

Baiklah sebagai awal tulisan saya adalah mengulangi apa yang telah saya sampaikan yakni :
Ayat yang menyebutkan bahwa orang yang tidak berhukum dengan hukum Allah SWT adalah orang yang kafir merupakan bagian dari surat Al-Maidah. Barang siapa yang tidak ber berhukum dengan hukum Allah, mereka adalah orang yang kafir (QS. Al-Maidah : 44).

Namun tidak berarti setiap orang berhak menuduh kafir secara begitu saja kepada siapapun yang menurut anggapannya tidak menjalankan hukum Allah SWT. Proses untuk menjatuhkan vonis kafir itu haruslah dilakukan berdasarkan data dan pengajuan aduan ke sebuah lembaga formal yang berwenang, yaitu mahkamah syar'iyah.

Sedangkan mengakfirkan seseorang secara terburu-buru hanya berdasarkan sepotong ayat merupakan ciri khas kelompok khawarij. Sebuah dosa dan maksiat sudah cukup dijadikan bahan untuk mengkafirkan seorang muslim bagi mereka.

Sedangkan manhaj ahli sunnah wal jamaah agak ketat dalam masalah pengkafiran ini. Untuk menghukumi seseorang menjadi kafir, diperlukan proses berlipat, diantaranya adalah harus adanya sebuah mahkamah syar'iyah yang berwenang memanggil orang yang dicurigai sebagai pelaku tindak kekafiran. Setelah dilakukan peneilitian dan disimpulkan bahwa seseorang memang telah dianggap melakukan hal yang membatalkan syahadatnya, maka orang itu diminta untuk taubat atau dikenal dengan istilah istitabah.

Kalau sudah sampai pada proses itu ternyata tersangka tetap membandel dan terang-terangan melawan pihak pengadilan, barulah dia divonis sebagai kafir. Namun proses selanjutnya, orang tersebut harus dihukum sesuai dengan hukum Allah SWT, yaitu dibunuh.

Dari sisi lain, ketika ada seorang muslim yang murtad dan keluar dari agama Islam, maka putuslah beberap jenis hubungan dengan keluarganya dan uamt Islam secara keseluruhan. Semua amal baiknya selama ini menjadi terhapus sia-sia oleh karena kemurtadan yang dilakukannya. Istrinya secara ototamatis tertolak, karena muslimah tidak mungkin bersuamikan orang kafir. Anak wanitanya tidak bisa menikah dengan dirinya sebagai wali, maka harus ada hakim atau wali yang lainnya untuk bisa menikahkannya. Karena seorang kafir tidak berhak menjadi wali bagi wanita muslimah.

Sebagai orang kafir, maka bila dia ada orang Islam membunuhnya, pembunuhnya tidak bisa dibunuh sebagai qishahsh, karena seorang muslim yang membunuh kafir zimmi tidak bisa dibalas bunuh. Sebab mereka berbeda agama.

Bila dirinya meninggal dunia, maka hartanya tidak bisa diwariskan kepada ahli waris yang muslim, menurut sebagaian pendapat. Sebab pendapat ini mengatakan bahwa Anda muslim dengan non muslim tidak terjadi hubungan saling mewarisi.

Namun pendapat lain mengatakan bahwa muslim bisa mendapat warisan dari orang kafir dan tidak sebaliknya. Sebagai orang yang statusnya sudah keluar dari agama Islam, maka bila dia mati, tidak perlu dimandikan, dikafani atau dishalatkan. Juga tidak boleh dikuburkan di pekuburan muslimin.
Keluarganya diharamkan untuk mendoakannya setelah mati, sebab orang yang mati dalam keadaan kafir, sudah pasti masuk neraka dan diharamkan untuk diringankan azabnya.

Melihat beratnya konsekuensi menjadi orang murtad, maka alangkah konyolnya bila ada muslim baik-baik lalu hanya karena satu kesalahan yang tidak dipahaminya, kita langsung menuduhnya kafir. Sebab konsekuensi menuduh kafir adalah sebuah konsekuansi yang sangat dahsyat.

Apalagi ada riwayat yang menyebutkan bahwa siapa yang menuduh orang muslim sebagai kafir, tetapi tidak benar, maka tuduhan itu akan berbalik kepada dirinya sendiri.

Berikut beberapa kalimat yang telah ditulis oleh para pengikut GAM yang telah menjadi warga negara lain seperti Swedia , malaysia dll :

Demi Allah dan Rasul dan demi kebenaran dan keadilan, kita akan tetap mengusir kafir penjajah indonesia jawa yang membawa ajaran sesat pancasila dan UUD+45 ke bumi Aceh.
Usir mereka
Bunuh mereka
Ludah mereka
Tombak mereka
Hunus pedang
Tancapkan rencong
Dengan semangat "Hikayat Prang Sabi", kita hidupkan kembali semangat Bangsa Aceh, untuk sekali lagi mengusir kafir penjajah dan kali ini adalah kafir penjajah hindunesia jawa.

Ingat pesan endatu kita, bahawa kafir laknat indonesia jawa pancasila adalah musuh kita. Endatu kita sudah sejak dahulu lagi membunuh dan mengusir kafir laknat indonesia jawa pancasila itu dari bumi Aceh. Sebahagian dari kafir laknat indonesia jawa pancasila itu telah berhasil disembelih oleh endatu kita dan sebahagiannya ditanam di dalam kerkhoft di Banda Aceh bersama dengan tuannya kafir laknat belanda. Maka kita Bangsa Aceh jangan sekali-kali menganggap kafir laknat indonesia jawa pancasila itu seiman dengan kita. Kalau kafir laknat itu mengaku dirinya sebagai beragama Islam, itu hanyalah berpura-pura seperti yang telah dilakukan oleh ikutan moyangnya iaitu Snouck Horgronje.

Demi Allah dan Rasul kita Bangsa Aceh wajib bersumpah untuk tetap memerangi dan membenci kafir laknat indonesia jawa pancasila itu sampai ke anak cucu kita. Kita tidak akan sekali-kali memaafkan kafir laknattullah itu yang telah menjajah negeri kita, menyengsarakan saudara mara kita, membunuh bangsa kita, menyiksa bangsa kita, merompak bangsa kita, memperkosa bangsa kita, dan memenjara bangsa kita.

Demi Allah dan Rasul, kita wajib melakukan qisas untuk menebus nyawa bangsa kita yang telah dibunuh dan disiksa dengan kejam oleh kafir laknat indonesia jawa pancasila itu.

Demi Allah dan Rasul, kita Bangsa Aceh haram hukumnya dari sudut Islam untuk mengikut jejak dan menjadikan kafir laknat indonesia jawa pancasila itu sebagai pemimpin kita, sahabat kita, dan ahli keturunan kita. Maka diingatkan kepada segenap Bangsa Aceh supaya bersatu padu untuk terus memerangi kafir laknat indonesia jawa pancasila itu, dan jangan sekali-kali menjadikan kafir laknat indonesia jawa pancasila itu sebagai sahabat, ahli keturunan, dan pemimpin kita.

DEMI ALLAH DAN RASUL, KITA AKAN TERUS MEMERANGI KAFIR INDON JAWA.
Begitulah diantara kalimat2 yang dilontarkan oleh para pengikut GAM ini.

Seperti kita ketahui bahwa Ahmad Sudirman CS adalah para pelarian (terusir) merupakan kelompok yang sangat menyetuju bahkan menghalalkan cara2 yang dilakukan Osama Bin Laden yang mana menghalalkan segala cara termasuk melakukan pembunuhan terhadap oarang2 yang tidak bersalah dimana termasuk didalamnya adalah orang2 moeslim untuk mencapai tujuan tertentu bahkan gerakan Osama yang di halalkan oleh Ahmad CS ini mengatasnamakan Islam dan atas perintah Allas SWT. Padahal kita semua tahu bahwa Osama CS telah jelas2 murtad dimana dikeluarkannya beberapa fatwa yang diantaranya sbb:

Osama dengan direstui oleh Mulah Omar mengeluarkan Fatwa atas nama tuhan membagi dunia dalam dua kubu, kubu Muslim dan kubu non-Muslim (the infidel), Osama atas nama seluruh umat Islam menyatakan perang terhadap kubu non-Muslim dan menyerukan pada seluruh umat Islam untuk berjihad.

Osama mengeluarkan Fatwa untuk "MATI SAHID", artinya menganjurkan dan menghalalkan untuk melakukan "bunuh diri" didalam melakukan jihad yang diserukannya dan atas nama Tuhan Osama serta Mullah Omar menjamin masuk surga. Ini adalah bentuk penyimpangan dan membelokan ajaran Islam yang sangat murtad,dimana dengan secara tegas,jelas dan dengan explisit Islam MELARANG dan MENGHARAMKAN tidakan bunuh diri!!!!.

Kemurtadan yang paling serious adalah fatwa dari Osama yang mana Osama mem-broadcastkan keseluruh Middle East melalui Aljazeera TV networks di Qatar, didalam fatwa ini Osama menyatakan bahwa darah orang America baik yang memakai uniform maupun tidak adalah halal untuk ditumpahkan. Ini betul betul suatu kemurtadan yang telah melalui batas, ISLAM MELARANG PENUMPAHAN DARAH ORANG YANG TIDAK BERSALAH DAN DENGAN TEGAS DAN JELAS ISLAM MELARANG PENG-RUSAKAN HARTA BENDA!!!!!.

Untuk Maslah Hijrah perlu saya sampaikan bahwa Ahmad CS menyatakan bahwa mereka lari (padahal mereka diusir) adalah bentuk dari Hijrah sebagaiaman amanah Rasulullah. Kalau ada negara dengan sistem yang baik sekarang ini di dunia, tolong sebutkan dan tidak usah banyak-banyak, satu saja. Sebutlah sebuah negara ideal seperti Madinah Al-Munawwarah di masa Rasulullah SAW di masa sekarang ini.

Jawabnya tidak ada. Tak ada satu pun negara Islam saat ini yang seideal Madinah di masa Rasulullah SAW. Tidak itu Indonesia dan apalagi negara timur tengah. Meski muslimin mayorritas di masing-masing negeri itu, namun mereka hidup di bawah penindasan rezim sekuler masing-masing negara. Kalau pun pemerintahannya sholeh, tetapi mereka tetap berada di bawah tekanan Amerika dan Barat pada umumnya.

Penguasa Mesir yang menjadi ibu kota keilmuwan karena ada Al-Azhar disana juga bukan pemerintahan yang pro kepada kebangkitan Islam. Mereka sama sekali tidak berniat menegakkan hukum Islam. Bahkan mereka adalah rezim yang menindas pergerakan Islam dan tangan mereka berlumur darah para syuhada. Kondisi yang sama juga berlaku di semua negara mayoritas muslim lainnya.

Jadi kalau kita sekarang ini mau hijrah, kira-kira kemana ya ? Ke hutan atau ke bulan ? Dahulu Rasulullah SAW tidak hijrah ke tengah padang pasir, tidak ke dalam hutan dan tidak juga ke wilayah tak berpenghuni lainnya. Rasulullah SAW hijrah ke sebuah kota besar yang punya peradaban, pemerintahan dan rakyat yang di luar kekuasaan pembesar Mekkah. Letak Madinah juga strategis karena bisa memotong jalur perdagangan kafilah dagang Mekkah yang mau ke Syam. Punya sumber kekayaan alam yang baik serta sumber daya manusia yang sangat berpotensi.

Disamping itu secara internal Madinah memiliki basis dukungan massa dan pemerintah yang teramat kuat yang siap menerima beban dakwh dan bisa menjamin keselamatan pergerakan dakwah di sana. Paling tidak, para penguasa Madinah telah berbaiat kepada Rasulullah SAW di Aqabah jauh sebelum Rasulullah SAW memutuskan untuk berhijrah kesana. Bahkan beliau sempat mengirim duta dan da'i pertama yaitu ush'ab bin Umair untuk mensosialisasikan syariat Islam kepada penduduk Madinah sebagai persiapan untuk dijadikan Darul Hijrah. Sehingga Madinah menjadi sebuah wilayah yang teramat siap dijadikan basis pergerakan periode kedua di masa Rasulullah SAW.

Bagaimana dengan Ahmad CS yang katanya berhijrah ke negara Swedia yang nyata2 negara Kafir? Apakah Swedia itu merupakan negara dengan karakteristik potensi rakyat dan pemerintahan seperti yang dimiliki Madinah ?

Dan satu hal yang perlu diingat, Indonesia dan khususnya Aceh adalah bukan daerah kafir, juga bukan daerah jahiliyah. Sebab negeri dan daerah ini adalah sebuah wilayah milik Allah SWT yang telah diislamkan oleh para da'i pertama dari jazirah Arabia pada abad ke -7 masehi. Bahkan Buya Hamka mengatakan bahwa seorang shahabat Rasulullah SAW telah mendarat di nusantara ketika itu, yaitu Yazid bin Muawiyah ra.

Kalau negeri yang pernah memiliki kesultanan Islam ini kita tinggalkan karena alasan mau hijrah, sama saja kita melepaskan tanah Islam ini kepada orang kafir. Dan itu haram hukumnya. Kewajiban kita justru mempertahankan tanah dan negeri ini di bawah bendera Islam. Kalau pemerintah negeri ini bukan orang Islam atau muslim tapi tidak mau menjalankan hukum Allah SWT, bukan berarti harus kita tinggalkan. Justru harus kita lakukan beragam dakwah yang bisa mengajak dan menjadikan Islam sebagai sebuah sistem yang tegak Tentu saja tidak hanya dengan ceramah dan pengajian, tetapi dengan segala upaya yang masuk akal untuk mewarnai negeri ini.

Orang kafir dari barat telah datang ke negeri ini membawa sekian besar harta dan fasilitas demi mengenalkan gaya hidup barat dan ideologi mereka. Mereka mendirikan sekolah, kampus, pasar, perusahaan, menyediakan SDM, memberi pinjaman hutang dan sebagainya demi tegaknya sistem mereka disini. Yang harus kita lakukan kira-kira tidak jauh berbeda. Kita pun harus melakukan lebih dari apa yang bisa mereka lakukan. Agar bangsa ini tahu bahwa hanya dengan Islam sajalah mereka bisa hidup mulia.

Tapi kalau kita sendiri malah pergi meninggalkan semua ini tidak mau menghadapi tantangan dengan alasan hijrah, kelihatannya malah lari dari masalah. Rasanya tidak demikian yang telah Rasulullah SAW ajarkan kepada kita.

Bahkan dimasa Rasulullah SAW masih hidup, ada sekian banyak orang yang hidup di luar Madinah.

Oleh Rasulullah SAW, mereka tidak dipaksa tinggal di Madinah. Bahkan Rasulullah SAW malah mengirim para du'at ke berbagai negeri dan berkirim surat. Usaha menyebarkan Islam ini pastilah menghasilkan sejumlah besar manusia yang masuk Islam. Tapi, apakah setelah masuk Islam, mereka diwajibkan hijrah semua ke Madinah ? Ternyata tidak.

Yang hijrah adalah mereka yang tinggal di Mekkah di bawah penindasan rezim di sana. Sedangkan yang ada di Syam, Mesir, Habasyah, Iraq dan wilayah arab lainnya, tidak ada kewajiban untuk pindah ke Madinah. Bahkan Islam malah terus menyebarkan dakwahnya ke luar jazirah Arabia.

Bahkan sepeninggal Rasulullah SAW, para shahabat pun berpencaran ke berbagai negeri menjadi ulama dan penguasa disana. Mereka 'hijrah lagi' dari Madinah ke berbagai negeri lainnya, salah satunya ada yang sampai nusantara ini. Demikian dan terima kasih.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------