Jakarta, 14 Oktober 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ROKHMAWAN APAKAH BENAR KUFUR I'TIQADY LEBIH BAIK DARI PADA KUFUR 'AMALY ?
Teguh Harjito
Jakarta - INDONESIA.

 

ROKHMAWAN DAN SAUDARA-SAUDARA SALAFY TIDAK PERNAH MENJAWAB DENGAN TUNTAS KOMENTAR-KOMENTAR TEGUH HARJITO

Pertama saya ingin berterima kasih atas julukan yang saudara Rokhmawan berikan kepada saya, semoga saudara Rokhmawan mendapatkan ganjaran yang setimpal dari Allah swt. & sesungguhnya Allah swt maha mengetahui apa yang lahir & apa yang bathin dari diri kita semua. juga atas nasehat saudara Rokhmawan, "Sebaiknya anda bergabung dan berguru kepada Ustadz yang hakiki yang terbebas dari kebid 'ahan dan kesesatan daripada berkomentar tidak ada arah tujuannya." (Rokhmawan, October 13, 2004 9:53 AM) walupun ada sedikit ganjalan, yaitu siapa yang dimaksud dengan Ustadz yang hakiki? apakah tidak ada ustdaz yang hakiki selain di kelompok salafy?

Selanjutnya saya ingin mencoba mengomentari sedikit tulisan saudara Rokhmawan.

Rokhmawan: "Sekarang kita tengok pertikaiaan yang terjadi di luar negeri misal di palestina, afghanistan dll, dimana yang bertikai adalah umat islam dan umat nasrani ( non islam ) tetapi setelah di kaji oleh ulama rabbani ( misal ulama salaf di arab, yaman dll ) maka itu bukan murni perang agama atau perang antara yang hak dan yang bathil. Tentunya karena yang dihadapinya (pejuang palestina, afganistan dll) adalah orang non islam maka tentunya kami-ksmi cenderung memihak umat islam di afgan, palestin." (Rokhmawan, October 13, 2004 9:53 AM)

Aih, jadi yang dimaksud dengan ulama rabbani itu ulama salaf di Arab, Yaman, dll? selain ulama salaf ulama apa? Apa dasar hukum atau dalil2 Al-Qur'an & hadits2 Nabi yang mendukung kriteria ulama rabbani = ulama salaf?. Pantaslah tempo hari pertanyaan saya tidak dijawab langsung oleh saudara Rokhmawan.

Tolong tunjukkan kepada saya hasil kajian ulama salaf yang menyatakan,"pertikaiaan yang terjadi di luar negeri misal di palestina, afghanistan dll, dimana yang bertikai adalah umat islam dan umat nasrani (non islam) tetapi setelah di kaji oleh ulama rabbani (misal ulama salaf di arab, yaman dll) maka itu bukan murni perang agama atau perang antara yang hak dan yang bathil." (Rokhmawan, October 13, 2004 9:53 AM).

Sapa saja yang telah melakukan kajian tersebut ?

Rokhmawan: "Sdr Teguh Harjito masih mending itu Sdr Sumitro yang kadang-kadang mengkampanyekan SBY tetapi terkadang juga mengikuti arus Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Jelas pemilu yang ada pada RI adalah banyak batilnya tetapi dengan mengikuti pola pikir Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan bisa menerapkan sedikit demi sedikit dalam kehidupannya maka itulah langkah awal menuju jalan kebenaran. Harus kita akui bahwasanya kita sebagai manusia yang biasa tidak mungkin bisa sesegera meninggalkan semua keburukan dengan secepat kilat. Nah dengan langkah demi langkah dalam mengikuti baik pola pikir maupun penerapan agama islam sesuai Manhaj Salafus Shalih maka itu jauh lebih baik dari pada apa yang terjadi pada anda, sdr ham am cs, NII, GAM/TNA. Karena mengapa bisa demikian jelas yang mereka (NII, GAM/TNA) lakukan adalah hampir semuanya BID 'AH. Sudah bid 'ah termasuk Kaum Khowarij lagi..." (Rokhmawan, October 13, 2004 9:53 AM)

Apakah orang sekuler tapi kadang2 ngutip2/ngikut2 manhaj ahlus sunnah wal jama'ah lebih baik dari orang yang melakukan suatu kebid'ahan menurut Islam?

Menurut saya orang yang memegang/meyakini & mengamalkan ideologi selain Islam sudah kafir sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah yang menjelaskan tentang pembatal-pembatal Laa ilaaha illallah, diantaranya:

1. Tidak mengkafirkan orang-orang musyrik, atau ragu terhadap kekafiran mereka, atau membenarkan madzab (ideologi) mereka.
Orang yang membenarkan orang-orang musyrik itu dan menganggap baik terhadap kekufuran dan kezhaliman mereka, maka ia berarti kafir berdasarkan ijma kaum muslimin. Sebab, ia berarti belum/tidak mengenal Islam secara hakiki, yaitu berserah diri kepada Allah dengan tauhid, tunduk dan patuh kepadaNya dengan ketaatan, berlepas diri dari syirik dan orang-orang yang berbuat syirik. Sedangkan ia justru berwala' (memberikan loyalitas) terhadap ahli syirik, mana mungkin dia akan mengkafirkan mereka.

Allah berfirman (yang artinya): "Sesugguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja." (Al-Mumtahanah: 4)

Inilah millah Ibrahim, barang siapa membencinya, maka ia berarti telah membodohi diri sendiri. Perhatikan pula surat Al-Maidah:51, Ali Imron:28, Az-Zukhruf:26-27, at-taubah:5, at-taubah:23, al-Mujadilah:23, al-mumtahanah:1, dan masih banyak ayat lain yang menjelaskan mengenai permasalahan ini.

2. Meyakini ada petunjuk yang lebih sempurna daripada petunjuk Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, atau meyakini ada hukum yang lebih baik daripada hukum beliau; seperti orang yang lebih mengutamakan hukum thaghut atas hukum beliau.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala (yang artinya): "Sesungguhnya dien (agama) disisi Allah adalah Islam." (Ali Imran:19) "Barangsiapa mencari agama selain dari dien (agama) Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (dien itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (Ali Imron:85)

Sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam (yang artinya): "Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya Musa berada di tengah-tengah kalian, kemudian kalian mengikutinya dan meninggalkanku, maka pastilah kalian telah tersesat dengan keseatan yang jauh." (HR. Ahmad)

3. Membenci sebagian (apalagi seluruhnya) ajaran yang dibawa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, walaupun ia mengamalkannya.

"Dan orang-orang yang kafir maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah karena sesungguhya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (al-Qur'an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka." (Muhammad:8-9)

4. Meyakini bahwa ada sebagian manusia yang mempunyai kebebasan keluar dari syariat Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, sebagaimana keleluasaan Nabi Khidir untuk tidak mengikuti syariat Musa alaihi salam.

Dalilnya adalah: An-Nasa'i dan lainnya meriwayatkan dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bahwa beliau melihat lembaran dari kitab Taurat di tangan Umar bin Al-Khattab Radhiallahu 'Anhu, lalu beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda (yang artinya): "Apakah kamu masih juga bingung wahai putera al-Khathab? padahal aku telah membawakan kepadamu ajaran yang putih bersih. Seandainya Musa masih hidup, lalu kalian mengikutinya dan meninggalkanku, tentulah kamu tersesat."

Dalam riwayat lain disebutkan: "Seandainya Musa masih hidup, maka tiada keleluasaan baginya kecuali harus mengikutiku," lalu Umar pun berkata: "Aku telah ridha bila Allah sebagai Rabb, Islam sebagai dien (agama), dan Muhammad (Shallallahu 'Alaihi wa Sallam) sebagai nabi."

Kalaulah tuduhan saudara Rokhmawan benar/terbukti dengan dalil2 yang qath'i bahwa GAM & NII melakukan bid'ah, maka apakah benar lebih 'mendingan' orang sekuler dari pada orang yang melakukan bid'ah ?

Atau bahasa tauhidnya, apakah benar kufur i'tiqady (kafir mutlak/kafir yunkilu 'anil millati atau kekafiran yang mengeluarkan dari agama) lebih baik dari pada kufur 'amaly (kafir laa yunkilu 'anil millati atau kekafiran yang tidak mengeluarkan dari agama)?

Silahkan baca & pelajari lebih mendalam buku al wala' wal bara' fil Islam karya Muhammad bin Sa'id bin Salim Al-Qahthany.

Apakah manhaj salafy membolehkan tasyabuh & talbisul haq bil bathil ? Padahal kemarin masalah kumis saja sudah dikatakan tasyabuh, bagaimana dengan meyakini ideologi selain Islam?

Selanjutnya Sumitro: "Kalau dilihat dari tulisannya barangkalai hadist yang mendasari tulisan
saudara Rokmawan diantarnya adalah : bahwasanya Rosululloh SAW bersabda kurang lebih artinya "Barangsiapa yang menghidup-hidupkan sunnahku di zaman yg fahsya' ini maka
pahalanya sama seperti 100 mati syahid" ( buka kitab Riyadlus solihin bab 2 atau bab 1)."

Tentang hadits tersebut di atas bukannya saya tidak mau berkomentar, tapi saya sudah membuka halaman demi halaman buku Riyadhus Shalihin jilid 1 & 2, tapi hadits yang dimaksud oleh saudara Sumitro belum saya temukan. Bila saudara Rokhmawan atau saudara Sumitro berkenan, tolong beritahu saya di jilid berapa, bab apa & hadits ke berapa hadits yang dimaksud?

Lagi pula apakah tidak cukup bagi saudara Rokhmawan & saudara Sumitro atau saudara2 salafy ayat2 Al-Qur'an & hadits2 Nabi yang saya tuliskan tempo hari? Mana yang lebih kuat antara dalil2 yang saya sampaikan dengan dalil yang saudara Sumitro sampaikan?

Mana yang lebih kuat kedudukan 1 hadits (yang dikutip saudara Sumitro) dengan 1 saja ayat Al-Qur'an (yang saya kutip) ? Apalagi dengan beberapa ayat Al-Qur'an & hadits2 Nabi ? cukuplah Allah swt & orang2 yang Allah karuniai ilmu yang menilai jawaban2 saudara Rokhmawan & saudara Sumitro atau saudara2 salafy.

Bila saudara Rokhmawan & saudara Sumitro atau saudara2 salafy masih belum yakin tentang amalan yang paling tinggi/mulia dalam Islam adalah jihad fii sabilillah, silahkan baca sendiri buku Riyadhus Shalihin Jilid 2 bab Jihad yang memuat 9 ayat Al-Qur'an & 68 hadits Nabi. & masih banyak lagi dalil2 lainnya dalam Al-Qur'an & kitab2 hadits lainnya.

Juga kalau punya waktu & kesempatan tolong baca & pahami buku Al-Jihad Sabiiluna karya Abdul Baqi Ramdhun.

Buku tersebut sangat representatif dalam mengupas masalah jihad, diantaranya mengenai keutamaan jihad fii sabilillah, yaitu:

1. Jihad fii sabilillah adalah salah satu pilar besar dari pilar2 Islam dan salah satu faridhah utama dari faridhah2 Islam.
2. Jihad fii sabilillah adalah dzarwatus sanam (puncak tertinggi) Islam: yakni tingkatan Islam yang paling tinggi.
3. Jihad fii sabilillah adalah ibadah, pendekatan/muraqabah (kepada Allah swt) dan amalan yang paling utama setelah Iman.
4. Syahid di medan jihad lebih utama dari macam2 syahid lainnya.

Dan pesan saya tolong dilain waktu bila mengutip hadits dituliskan juga maraji'nya supaya bisa dijadikan dasar, apalagi saudara Rokhmawan & saudara Sumitro atau saudara2 salafy kan 'ahlul 'ilm' & 'ahlul kitab' (maksudnya bukan yahudi & nashrani, tapi orang2 yang punya banyak kitab & sering mambacanya) sehingga saya yakin bisa menuliskan maraji'nya.

Berikut ini saya sertakan lagi dalil2 yang telah saya tuliskan tempo hari:

1. "tidaklah sama antara mu'min yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang2 yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya, Allah melebihkan orang2 yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang2 yang duduk satu derajat. Kepada masing2 mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (syurga) dan Allah melebihkan orang2 yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, yaitu beberapa derajat daripada-Nya serta ampunan dan rahmat. dan adalah Allah maha pengampun lagi maha penyayang." [QS. An-Nisaa':95-96]

2. "jika kamu tidak berangkat berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan ditukarnya kamu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudlaratan kepada-Nya sedikitpun. Allah maha kuasa atas segala sesuatu." [QS. At-Taubah:39]

3. "maka berperanglah pada jalan Allah. tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. kobarkanlah semangat para mu'min untuk berperang. muddah-mudahan Allah menolak serangan orang2 kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan-Nya." [QS. An-Nisaa':84]

4. "mereka rela berada bersama orang2 yang tidak pergi berperang (wanita, anak2, orang sakit dan prang tua), dan hati mereka telah dikunci mati, maka mereka tidak mengetahui kebahagiaan beriman dan berjihad. tetapi Rasul dan orang2 yang beriman bersama dia, berjihad dengan harta dan diri mereka. dan mereka itulah orang2 yang memperoleh kebaikan, dan mereka itulah orang2 yang beruntung." [QS. At-Taubah:87-88]

5. "satu waktu Rasulullah saw ditanya, "ya Rasulullah, siapakah manusia yang paling tinggi derajatnya?" Rasulullah Muhammad saw menjawab, "seorang beriman yang berperang di jalan Allah dengan jiwa dan hartanya." [Shahih Al-Bukhari 4/45]

6. "berdiri satu jam dalam medan pertempuran di jalan Allah lebih baik daripada berdiri menunaikan shalat selama enam puluh tahun." [Shahih, diriwayatkan oleh Ibnu Adii dan Ibnu Asakir dari Abu Hurairah (4/6165); Shahih Jami' As-Saghir no.4305]

7. "berjuang di jalan Allah selama pagi atau sore hari lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya." [Shahih Al-Bukhari 4/50]

8. "ada ratusan ketinggian derajat di Syurga yang disediakan Allah kepada mereka yang bertempur di jalan-Nya. jarak antara satu derajat dengan derajat lainnya membentang jauh seperti jarak antara langit dan bumi." [Shahih Al-Bukhari 4/48]

9. "ibadah yang paling tinggi nilainya dalah jihad." [hadits shahih dari Muadz bin Jabal, Shahih At-Tirmidzi]

10. "barangsiapa yang tidak berangkat berjihad, atau tidak menolong mempersiapkan perlengkapan bagi para mujahid, atau tidak menyantuni dengan baik keluarga para mujahid ketika mereka tengah berjihad, maka Allah pasti akan menimpakan kepadanya bencana besar pada hari pengadilan kelak." [hadits hasan, hadits marfu' dari Abu Umamah. Abu Daud 3/22; Ibnu Majah 2/923]

Entah kenapa sejak awal saya ikut mimbar bebas ini, tidak satu pun komentar2 saya yang dijawab dengan tuntas oleh saudara2 salafy. Padahal saya yakin seyakin yakinnya kalau saudara2 salafy itu 'ahlul 'ilm' & 'ahlul kitab' sehingga bisa menjawabnya dengan ilmu yang shahih.

Saya berbaik sangka bahwa komentar2 saya tidak dijawab tuntas karena saudara Rokhmawan sedang sibuk melakukan kajian keilmuan di Solo sana & saudara Sumitro sedang sibuk 'memikirkan & mengurusi' negara RI lewat partai demokratnya.

Semoga Allah swt memberi ganjaran yang setimpal di akhirat kelak sesuai keyakinan & amalnya, amin.

Wassalamu 'alaikum wr. wb.

Teguh Harjito

teguh.harjito@mas-dna.com
Jakarta, Indonesia
---------

From: rohma wawan
To: teguh.harjito@mas-dna.com
Cc: mitro@kpei.co.id
Sent: Wednesday, October 13, 2004 9:53 AM
Subject: Fwd: RE: HAM AM: SUMITRO MENGEKOR YUDHOYONO SAMBIL MENGKOPI CERITA BER BAU ISLAM MODEL WAHABI ROKHMAWAN

Bismillaahirrohmasnirroohiim
Assalaamu 'alaikum

Sdr Teguh Harjito dan Sdr Ham Am cs adalah Pengikut Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid 'ah
Sdr Teguh Sampai dunia kiamatpun anda akan tetap taklid buta kepada yang namanya Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid 'ah Ahmad Sudirman karena apa ? jelas yang ada didalam pikiran Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid 'ah Ahmad Sudirman hanya berdasarkan hawa nafsu, bid 'ah dan langkah-langkah syaiton. Mana ada itu ulama di dunia atau di indonesia ini yang setuju dengan langkah yang ditempuh oleh GAM/TNA, NII !....

Paling yang setuju dengan ulah mereka yaaa...orang yang di dalamnya saja atau yang bersimpati kepadanya tetapi tentunya bukan dari kalanga ulama melainkan dari kalangan orang awam biasa.

Dan apa yang dulu pernah dikatakan oleh Si Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid 'ah Ahmad Sudirman tentang pertanyaan saya seperti di atas maka dijawabnya dengan gombal alias kosong melompong..kayak sapi ompong....kira-kira jawabannya demikian, " Jelas itu ulama di dunia ini belum mengerti akar masalah negeri aceh".

Itu yang di cuap-cuapkan Si Ahlul Ahwa dan Si Ahlul Bid 'ah Ahmad Sudirman jelas tidak ada dasarnya sama sekali dan memang dia pintar sekali mengambil kata-kata dari tong sampah.

Sebenarnya hampir semua ulama yang di dunia ini baik itu dari Salafy, Tabligh, Ikhwanul Muslimin, NU, Muhammadiyah dll sudah mengetahui akar permasalahan yang ada di aceh, tetapi karena ini yang dihadapinya adalah sesama muslim juga yaitu GAM menghadapi TNI maka semuanya baik dari ulama luar negeri maupun ulama dalam negeri belum menentukan sikap secara tegas kecuali dari Salafy, di mana kami dan yang lainnya telah menggolongkannya ( GAM, NII ) kedalam Manhaj Khowarij. Sedangkan kalau kita tengok pada firkoh-firkoh seperti Tabligh, Ikhwanul Muslimin, NU, Muhammadiyah maka hampir mereka semua mengatakan bahwasanya GAM, NII adalah pemberontak. Seandainya ada itu ulama di kalangan NII ataupun GAM pasti mereka semua akan menolak keras apa yang dilakukan oleh GAM/TNA, sayang seribu sayang tidak pernah ada itu yg dinamakan ulama NII, ulam GAM.

Sekarang kita tengok pertikaiaan yang terjadi di luar negeri misal di palestina, afghanistan dll, dimana yang bertikai adalah umat islam dan umat nasrani ( non islam ) tetapi setelah di kaji oleh ulama rabbani ( misal ulama salaf di arab, yaman dll ) maka itu bukan murni perang agama atau perang antara yang hak dan yang bathil. Tentunya karena yang dihadapinya ( pejuang palestina, afganistan dll ) adalah orang non islam maka tentunya kami-ksmi cenderung memihak umat islam di afgan, palestin. Nah khan berbeda dengan yang terjadi antara GAM, NII dengan TNI di mana mereka sama-sama islam walaupun ada yang non islam tapi itu hanya minoritas, dimana kesalahan dan kesesatan NII, GAM adalah melawan penguasa yang akhirnya mengorbankan banyak nyawa orang yang tak bersalah baik dari rakyat aceh maupun rakyat indonesia.

Sedangkan apa yang dilakukan oleh TNI yaitu melakukan DOM nya di Aceh tetap bukan langkah yang baik dan benar dan mengenai kesesatan-kesesatannya, kita tidak boleh membicarakan di depan umum akan tetapi kita kalau ingin menasehati harus dengan pendekatan persuasif (ingat yang kita hadapi adalah penguasa yang masih sholat).

Sdr Teguh Harjito masih mending itu Sdr Sumitro yang kadang-kadang mengkampanyekan SBY tetapi terkadang juga mengikuti arus Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Jelas pemilu yang ada pada RI adalah banyak batilnya tetapi dengan mengikuti pola pikir Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan bisa menerapkan sedikit demi sedikit dalam kehidupannya maka itulah langkah awal menuju jalan kebenaran. Harus kita akui bahwasanya kita sebagai manusia yang biasa tidak mungkin bisa sesegera meninggalkan semua keburukan dengan secepat kilat. Nah dengan langkah demi langkah dalam mengikuti baik pola pikir maupun penerapan agama islam sesuai Manhaj Salafus Shalih maka itu jauh lebih baik dari pada apa yang terjadi pada anda, sdr ham am cs, NII, GAM/TNA. Karena mengapa bisa demikian jelas yang mereka ( NII, GAM/TNA ) lakukan adalah hampir semuanya BID 'AH. Sudah bid 'ah termasuk Kaum Khowarij lagi...

Wahai Sdr Teguh mengapa anda diam seribu bahasa ketika Sdr Sumitro menanggapi kerancuan tulisan abu hamzah as 'ari ?. Sudah pahamkah anda tentang bagaimana mendapatkan pahala 100 mati syuhada atau syahid ? Salah satunya adalah dakwah, amar ma'ruf nahi munkar tak terkecuali menyampaikan atau menghidupkan sunnah. Dan pasti anda tidak mengetahui amalan selainnya yang juga mendapat ganjaran atau pahala melebihi atau sama dengan mati syahid. Dan pasti anda juga tidak tahu amalan yang lebih utama selain jihad. Untuk itu saya sarankan janganlah anda banyak berkomentar di mimbar bebas ini apalagi dengan segala tuduhan yang tidak-tidak.

Sebaiknya anda bergabung dan berguru kepada Ustadz yang hakiki yang terbebas dari kebid 'ahan dan kesesatan daripada berkomentar tidak ada arah tujuannya. OK....
Wallohu a' lam bi showab

Wassalaam

Rokhmawan

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------