Stockholm, 14 Oktober 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO BUNTUT YUDHOYONO MEMANG BUTA KETIKA MENGKAITKAN KONFLIK ACHEH DENGAN PERIODE YATSRIB
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KARENA SUSILO BAMBANG YUDHOYONO YANG DIJADIKAN ACUAN SUMITRO AKHIRNYA SALAH KAPRAH KETIKA MENERAPKAN AL-QUR'AN DAN HADITS RASULULLAH SAW DALAM KONFLIK ACHEH

"Apa iya, si Teunku Ishak Daud itu berjuang mempertahankan Islam ? Dia khan dari kelompok GAM ? di situ sama artinya anda menyatakan bahwa GAM berjuang untuk Islam makanya setiap GAM yang meninggal maka kalian katakan sahid. Nach, sekali lagi wahai si Ahmad yang super bodoh anda sebelumnya pernah menyatakan bahwa GAM bukan memperjuangkan berdirinya syariah Islam tapi membebaskan diri terhadap penjajahan jawa kafir. Nach khan kamu selalu bertolak belakang dech kalau nulis. Itulah makanya aku nyatakan kamu itu si Ahmad yang super bodoh dan tolalit. Satu pihak anda menyatakan GAM berjuang untuk pembebasan dari jajahan tapi dipihak lain anda menyatakan GAM berjuang untuk Islam padaha sebelumnya anda menolak kalau dibilang Aceh dalam hal ini GAM berjuang untuk pengeakkan syariah Islam. Ahmad Ahmad sudah penuh kebohongan kamu sehingga kebohongan itu meruah dan tumpah." (Sumitro mitro@kpei.co.id , Thu, 14 Oct 2004 13:18:43 +0700)

Baiklah Sumitro di Jakarta, Indonesia.

Sumitro kalian memang hanya melihat dari sudut pandang Susilo Bambang Yudhoyono saja, sehingga ketika membicarakan GAM atau ASNLF kalian menjadi buta dan tersungkur kejurang, apalagi dihubungan dengan setelah Daulah Islamiyah pertama berdiri di Yatsrib.

Sumitro, Ahmad Sudirman beratus kali selalu menyatakan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Itu Sumitro artinya rakyat Acheh ingin bebas dengan penuh kesadaran untuk mengatur dirinya sendiri tanpa dikuasai oleh Penguasa Negara Pancasila.

Nah bebas untuk mengatur diri sendiri itu termasuk mempertahankan dan menjalankan agama tanpa dibawah hukum thaghut pancasila dan tanpa dicampur adukkan dengan sistem hukum thaghut pancasila dan turunannya, seperti UUD 1945, TAP MPR, UU.

Kalau Ahmad Sudirman mengatakan Teungku Ishak Daud berjuang membela Agamanya yaitu Islam, negeri, dan harta. Dan ketika Teungku Ishak Daud berjuang itu dibunuh oleh kaum penjajah Negara kafir RI melalui serdadu TNI-nya, maka matinya Teungku Ishak Daud adalah mati syahid. Mati mempertahankan keinginan menentukan nasib sendiri dalam memelihara Islam yang tidak dicampur adukkan dengan sistem hukum thaghut pancasila, dalam mempertahankan negeri yang sedang diduduki dan dijajah, dan mempertahankan harta milik.

Jadi Sumitro, kalau kalian mengerti dan menyadari bahwa pihak Rezim Penguasa Negara kafir RI sedang menduduki dan menjajah Negeri Acheh, maka kalian Sumitro akan mengetahui bahwa apa yang dilakukan oleh rakyat Acheh adalah mereka sedang berjuang untuk menentukan nasib mereka sendiri memelihar Islam agar jangan dicampur adukkan dengan khurafat, dan bid'ah yang dibuat oleh Departemen Agama RI, dan mempertahankan negeri tempat lahir mereka, serta menjaga harta milik yang telah dirampas oleh Rezim Penguasa Negara Pancasila.

Tetapi, kalau kalian Sumitro memang menutup diri dan tetap menjadi buntut Susilo Bambang Yudhoyono, maka selama itu kalian Sumitro melihat kepada perjuangan ASNLF atau GAM adalah sangat negatif dan penuh permusuhan.

Jadi, diantara kita ada jurang pemisah yang dalam, Sumitro. Kalian berada dipihak penjajah Negara kafir RI, sedangkan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila berada dipihak yang dijajah. Sampai kapanpun tidak akan bertemu.

Kemudian, kalian Sumitro ketika membicarakan perjuangan rakyat Acheh ini, kalain hubungkan dengan kedaan setelah Rasulullah saw membangun dan mendirikan Daulah Islamiyah pertama di Yatsrib.

Nah disini kalian memang sangat sesat dan sangat dangkal daya pikir dan pengetahuan tentang perjuangan rakyat Acheh ini. Mengapa ?.

Karena perjuangan rakyat Acheh adalah perjuangan sebelum mencapai berdirinya Daulah yang berdaulat artinya daulah yang telah mempunyai kekuasaan tertinggi atas pemerintahan negara. Kalau Rasulullah saw di Yatsrib, itu artinya Rasulullah saw telah secara penuh berdaulat artinya mempunyai kekuasaan tertinggi atas pemerintahan Daulah Islamiyah pertama di Yatrsib. Ketika Rasulullah saw telah membangun dan mendirikan Daulah islamiyah secara sah di Yatsrib, maka berlaku semua aturan, hukum, undang undang sebagaimana lazimnya dalam satu negara.

Tetapi bagi rakyat Acheh yang sedang berjuang sekarang, masih belum sepenuhnya sampai kepada apa yang telah dijalani oleh Rasulullah saw ketika di Yatsrib. Artinya rakyat Acheh masih sedang berjuang membebaskan dari belenggu ikatan penjajah Negara Pancasila.

Kalau pada masa Abu Lahab dan Abu Jahal, banyak umat islam di Mekkah disiksa dengan dilempari batu, dipukul dengan kayu, ditimpa dengan batu besar, dipecut dengan pecut unta, dan sebagainya, maka rakyat Acheh sekarang ini sedang menghadapi penyiksaan, pembunuhan, pemerkosaan yang dilakukan oleh pasukan TNI-nya Abu Jahal RI dan Abu Lahab RI, seperti Susilo bambang Yudhoyono, Endriartono Sutarto, Ryamizard Ryacudu. Dimana penyiksaan dan pembunuhan yang dilakukan oleh pasukan TNI-nya Abu Lahab RI adalah memakai senjata dan pesawat tempur. Kalau dulu Abu Lahab mempergunakan batu, pecut, kayu, pedang. Sekarang pasukannya TNI-nya Abu Lahab RI mempergunakan senjata, seperti M-16, AK, Khalasnikov, helikopter, pesawat tempur. Dimana maksud dan tujuannya sama yang menyiksa, menindas, membunuh agar rakyat Acheh habis, negeri Acheh tetap dalam pegangan dan genggaman RI.
Tentu saja kalau dulu umat Islam yang disiksa itu tidak bisa melawan apalagi budak-budak atau hamba sahaya. Tetapi kalau mampu tentu saja melawan kepada tuannya.

Hanya sekarang kalau di Negeri Acheh, itu penyiksaan dan pembunuhan yang dilakukan oleh pasukan TNI-nya Abu Lahab RI terhadap rakyat Acheh memakai senjata dan pesawat tempu, maka tentu saja rakyat Acheh karena bukan budak atau hamba sahaya, dan orang muslim bebas dan ada kekuasaan untuk melawan, maka tentu saja bagi rakyat Acheh yang sanggup melawan dari pada mati dibunuh dengan senapan TNI, maka rakyat Acheh itu melawan. Dalam melakukan perlawanan, ada kayu, pakai kayu, ada batu, pakai batu, ada senjata ya pakai senjata. Karena kalau tidak, akan dibunuh oleh TNI/POLRI.

Nah, kalau keadaan ini kalian Sumitro pahami, maka kalian tidak akan salah kaprah ketika membahasan masalah konflik Acheh. Kalian salah kaprah dengan mengkaitkan kejadian dan derap langkah perjuangan rakyat Acheh ini dengan derap langkah dan kejadian yang dilakukan pada Khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar bin Khattab. Itu tidak nyambung. Kalian memang selalu memfokuskan kepada nafsu untuk menghancurkan ASNLF atau GAM saja, sehingga lupa kelemahan kalian sendiri.

Di Acheh sekarang belum berdiri negara berdaulat sebagaimana negara atau khilafah berdaulat Islam di Yatsrib. Di Acheh sekarang sedang dalam proses, jadi belum bisa dibandingkan dengan keadaan setelah negara atau khilafah itu berdiri berdaulat.

Nah disini kelihatan memang Sumitro masih buta dan dangkal. Dan memang Sumitro bicara asal semaunya, tanpa dipikirkan lebih mendalam. Hanya muncul begitu saja, lalu mencari-cari hadits dan ayat Qur'an dan langsung dikopinya, tanpa mengetahui penerapannya. Akhirnya jadi salah langkah dan salah kaprah, menyesatkan.

Jadi Sumitro perjuangan yang dilakukan oleh rakyat Acheh sekarang ini adalah perjuangan dalam rangka menentukan nasib mereka sendiri memelihara Islam agar jangan dicampur adukkan dengan khurafat, dan bid'ah yang dibuat oleh Departemen Agama RI, dan mempertahankan negeri tempat lahir mereka, serta menjaga harta milik yang telah dirampas oleh Rezim Penguasa Negara Pancasila.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>, ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas redaksi@kompas.com
Cc: hadifm@cbn.net.id, rokh-mawan@plasa.com, rokh_mawan@yahoo.com, ahmad@dataphone.se
Subject: KEBOHONGAN AHMAD SUPER BODOH DAN TOLALIT SUDAH TUMPAH SAKING BANYAKNYA
Date: Thu, 14 Oct 2004 13:18:43 +0700

Wahai si Ahmad yang super bodoh dan tolalit, anda menyatakan:

"Kemudian itu soal Teungku Ishak Daud yang syahid. Jelas beliau adalah pejuang Acheh yang mempertahankan Islam, Negeri, dan harta yang telah dijajah, dirampas oleh kaum penjajah TNI yang telah disumpah untut taat dan setiap pada pancasila dan UUD 1945 sehingga menjadi musyrik, bid'ah, dan penuh khurafat. Itulah yang dilawan oleh Teungku Ishak Daud. Teungku Ishak
Daud syahid membela Islam, Negeri Acheh, dan harta. Bukan seperti TNI yang membela pancasila, UUD 1945, dan membeo kepada Megawati, Endriartono Sutarto dan Ryamizard Ryacudu."

Apa iya, si Teunku Ishak Daud itu berjuang mempertahankan Islam ? Dia khan dari kelompok GAM ? di situ sama artinya anda menyatakan bahwa GAM berjuang untuk Islam makanya setiap GAM yang meninggal maka kalian katakan sahid. Nach..sekali lagi wahai si ahmad yang suoer bodoh anda sebelumnya pernah menyatakan bahwa GAM bukan memperjuangkan berdirinya
syariah Islam tapi membebaskan diri terhadap penjajahan jawa kafir. Nach khan kamu selalu bertolak belakang dech kalau nulis. Itulah makanya aku nyatakan kamu itu si Ahmad yang super bodoh dan tolalit. Satu pihak anda menyatakan GAM berjuang untuk pembebasan dari jajahan tapi dipihak lain anda menyatakan GAM berjuang untuk Islam padaha sebelumnya anda menolak kalau dibilang Aceh dalam hal ini GAM berjuang untuk pengeakkan syariah Islam. Ahmad Ahmad sudah penuh kebohongan kamu sehingga kebohongan itu meruah dan tumpah.

Oh yach, GAM sampai sekarang ini telah melakukan penyanderaan dan penahanan terhadap rakyat sipil termasuk para wartawan dan ada diantaranya telah meninggal karenanya, disamping itu mereka di tawan dan di sandera dan akan dilepaskan apa bila menebus sejumlah uang. Nach apakah cara ini dibenarkan dalam islam atau Rasulullah.? Setahu saya masalah tawanan itu tidak diperbolehkan apalagi yang di tawan adalah kaum sipil.

Setelah kemenangan Islam dalam perang Badr Kubra setibanya di madinah, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bermusyawarah dengan para sahabatnya tentang masalah tahanan. Abu Bakar berkata :" Wahai Rasulullah, mereka itu adalah anak-anak paman, kerabat, dan saudara-saudara kita. Menurut saya sebaiknya anda mengambil tebusan saja dari mereka, sehingga dari hasil tebusan itu dapat menjadi kekuatan bagi kita untuk menghadapi orang-orang kafir. Barangkali saja Allah memberi petunjuk kepada mereka sehingga dapat memperkokoh barisan kita. Rasulullah shalallahu 'alaihi Wasallam bertanya kepada Umar, " Wahai Ibnu Khaththab, bagaiaman pendapatmu?" Umar menjawab " Demi Allah, aku tidak setuju dengan pendapat Abu bakar. Dalam hal ini Umar menyarankan untuk mereka para tahanan saling memenggal leher mereka agar dengan demikian Allah akan mengetahui bahwasannya kita tidak mengenal belas kasihan kepada gembong2 kaum musyrikin."

Keesokan harinya Umar mendatang Rasulullah dan Abu Bakar. Umar mendapati keduanya sedang menangis. Umarpun bertanya, " Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku,mengapa Anda dan sahabat anda menangis ? jika ada alasan untuk menangis aku akan turut menangis, dan jika tidak ada alasan aku akan memohon untuk menangis karena Anda berdua menangis." Rasulullah menjawab , " Kami menangis karena saran dari sahabat2mu, yakni agar menagmbil tebusan dari
para tawanan. Hal itu akan mendekatkan kepada siksa, lebih dekat dari jarak pohon itu ( yaitu pohon terdekat ) (Ibnu Jauzi, Tarih Umar Ibnul Khaththab, hal. 36 0.

"tidak patut bagi seorang nabi mempunya tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi.Kamu menghendaki harta benda keduniaan, sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untuk kamu). Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Seandainya tidak ada ketetapan yang terdahulu dari Allah,niscaya kamu ti timpa siksaan yang besar karena tebusan yang kamu
ambil." ( al-Anfal : 67-68)"

Demikian dan terima kasih.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------