Stockholm, 14 Oktober 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO MEMANG TIDAK MENGERTI DAN TIDAK PAHAM APA YANG DITULISNYA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

ITU SUMITRO KALAU MENULIS TERNYATA TIDAK PAHAM DAN TIDAK MENGERTI ISI YANG DITULISNYA ITU, AKHIRNYA TERSUNGKUR KEDALAM JURANG KEBODOHAN

"Ha ha ha ketawa lagi deh aku ngebaca tulisan kang ahmad yang super bodoh dan tolalit, abis jawabannya selalu lari dari permasalahan. Aku suruh tunjukan kata2 saya yang mendukung Bush di tulisan saya tapi enggak pernah mampu dia jawab, yakh maklum, si super bodoh dan tolalit emang enggak bakalan bisa ngejawab karena memang enggak ada tuh aku tulis mendukung Bush." (Sumitro mitro@kpei.co.id , Thu, 14 Oct 2004 10:23:33 +0700)

Baiklah Sumitro di Jakarta, Indonesia.

Ternyata Sumitro orang Jawa satu ini memang betul-betul sudah terkena racun Susilo Bambang Yudhoyo. Makin bloon, tidak ketulungan.

Sudah beberapa kali dituliskan oleh Ahmad Sudirman kata-kata yang dikutip oleh Sumitro dalam tulisannya yang menjadikan bukti dan fakta bahwa Sumitro mendukung George W. Bush menghancurkan Negara Islam Afghanistan.

Sumitro, itu ketika Ahmad Sudirman mengutip kata-kata yang Sumitro tulis: "Kemurtadan yang paling serious adalah fatwa dari Osama yang mana Osama mem-broadcastkan keseluruh Middle East melalui Aljazeera TV networks di Qatar, didalam fatwa ini Osama menyatakan bahwa darah orang America baik yang memakai uniform maupun tidak adalah halal untuk ditumpahkan. Ini betul betul suatu kemurtadan yang telah melalui batas, ISLAM MELARANG PENUMPAHAN DARAH ORANG YANG TIDAK BERSALAH DAN DENGAN TEGAS DAN JELAS ISLAM MELARANG PENG-RUSAKAN HARTA BENDA!!!!!." (Sumitro, Mon, 11 Oct 2004 11:03:13 +0700 )

Nah, itu yang Ahmad Sudirman kutip adalah kata-kata yang ditulis oleh Sumitro. Dan itu adalah bukti dan fakta yang dibuat Sumitro.

Sumitro, paham dan mengerti apa yang dikemukakan oleh Ahmad Sudirman ini ?.
Itu adalah bukti dan fakta yang ditulis oleh Sumitro.

Kemudian Ahmad Sudirman mengambil bukti lain yaitu bukti dari sebagian kecil pidato George W. Bush pada tanggal 20 September 2001 yang berbunyi: "Kepada pihak Internasional hanya ada dua pilihan, bersama kami, atau bersama terorist" (Pidato sekularis George W. Bush dihadapan Kongres Amerika, 20 September 2001).

Nah sekarang Ahmad Sudirman memiliki dua bukti dan fakta. Satu bukti dan fakta dari kata-kata yang ditulis Sumitro. Kedua bukti dan fakta yang diambil dari pidato George W. Bush.

Kalau kedua bukti tersebut diteliti lebih kedalam, maka timbul natijah atau hasil kesimpulannya. Dimana hasil kesimpulannya adalah dari bukti dan fakta yang ditulis oleh Sumitro menggambarkan dan menunjukkan bahwa Sumitro menentang dan tidak setuju kepada isi dari bukti dan fakta-nya itu.

Kemudian Ahmad Sudirman meneliti lebih dalam bukti dan fakta kedua, yaitu pidato George W Bush. Setelah diteliti dan didalami, keluarlah natijah atau hasil kesimpulan yaitu, pertama kalau seseorang menentang dan tidak setuju kepada isi dari bukti dan fakta yang dituliskan oleh Sumitro, maka orang tersebut adalah berada dipihak George W. Bush. Dimana George Bush ini akan menyerang dan menghancurkan Negara Islam Afghanistan. Jadi orang tersebut secara langsung berada dibelakang George W. Bush dan juga setuju George W. Bush menyerang dan menghancurkan Negara Islam Afghanistan.

Nah, sampai disini apakah Sumitro paham dan mengerti dari apa yang dijelaskan oleh Ahmad Sudirman atau tidak ?.

Kalau masih tidak mengerti, maka Ahmad Sudirman sulit untuk berdiskusi selanjutnya dengan Sumitro, karena otak Sumitro memang lembek dan beku.

Kemudian Sumitro menulis: "Dan pertanyaan saya masalah Osama terhadap fatwa nya apakah Islam dan Rasulullah menganjurkan fatwa2 seperti itu ? Kalau ada coba dalil nya mana ? "

Nah, sebelum Ahmad Sudirman memberikan jawaban, karena itu Sumitro mengambil kata-kata itu tidak ada sumbernya, tolong ditampilkan dulu sumbernya, agar supaya Ahmad Sudirman dalam membahasnya tidak ragu-ragu. Karena ini menyangkut masalah seperti yang Sumitro katakan fatwa.

Dalam fatwa itu selalu dikemukakan masalah apa yang timbul. Pertimbangan-pertimbangan apa yang diambil. Dasar-dasar atau dalil-dalil apa yang dipakai, baik itu dalil naqli dan dalil aqli. Kemudian natijah yang diambil dari persoalan yang didasarkan kepada dalil-dalil yang dijadikan sandaran itu.

Tentu saja Osama bin Laden, kalau itu fatwa dari Osama bin Laden akan memberikan uraian secara terperinci sebagaimana yang Ahmad Sudirman katakan diatas. Tidak mungkin Osama bin Laden membuat fatwa asal keluar dari mulutnya saja. Karena itu Ahmad Sudirman sebelum membahas dan menganalisa fatwa yang dikatakan oleh Sumitro itu, perlu Ahmad Sudirman mengetahui terlebih dahulu isi lengkap dari fatwa tersebut.

Nah Ahmad Sudirman menunggu jawaban dan isi lengkap fatwa tersebut. Kalau Ahmad Sudirman sudah menerima isi fatwa tersebut dengan lengkap, maka Ahmad Sudirman akan memberikan jawaban dan bahasannya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro <mitro@kpei.co.id>
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>,
ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas <redaksi@kompas.com>, Redaksi Satu Net <redaksi@satunet.com>, Redaksi Waspada <redaksi@waspada.co.id>, Waspada <waspada@waspada.co.id>, Detik <webmaster@detik.com>,
KOMPAS <kompas@kompas.com>
Cc: Sumitro <mitro@kpei.co.id>, ahmad@dataphone.se
Subject: Ahmad si bodoh dan tolalit enggak mampu menjawab pertanyaan dengan benar
Date: Thu, 14 Oct 2004 10:23:33 +0700

Ass. War. Wab.

Ha ha ha ketawa lagi deh aku ngebaca tulisan kang ahmad yang super bodoh dan tolalit, abis jawabannya selalu lari dari permasalahan. Aku suruh tunjukan kata2 saya yang mendukung Bush di tulisan saya tapi enggak pernah mampu dia jawab, yakh maklum, si super bodoh dan tolalit emang enggak bakalan bisa ngejawab karena memang enggak ada tuh aku tulis mendukung Bush.

Dan pertanyaan saya masalah Osama terhadap fatwa nya apakah Islam dan Rasulullah menganjurkan fatwa2 seperti itu ? Kalau ada coba dalil nya mana ? Oh yach, sang ustaz TK tambahlagi nich perbendaharaan kata manis dari ajaran gurunya yakni "DUNGU". Emosi yach kang, wah kamu enggak sabaran alis enggak bisa ngontrol emosi selayaknya ustaz walau ustaz TK Eh ampir lupa, muridmua si Ham am, Warwick dan Teguh kemana? kok tiba2 tenggelam? Padahal pertanyaan aku ke mereka belum terjawab loh.? lagi nyari referensi atau lagi nanya ke Hasan Tiro yang mukanya mirip Adolf Hitler?

Demikian

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------