Stockholm, 20 Oktober 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO ITU TNI DAN BRIMOB BERTEMPUR DI BINJAI SOAL REBUT PASARAN GANJA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SUMITRO MENGUKUR BAJU DIBADAN SENDIRI.

"GAM/ASNLF pimpinan Hasan Tiro tidak lebih dari gerakan saparatis yang haus kekuasaan (harap2 kalau berpisah paling tidak mereka jadi presiden dan menteri ) dan fulus (bisnis senjata, narkotika dan peralatan2 meliter lainnya). GAM/ASNLF pimpinan Hasan Tiro memperlakukan para tawanan berlawanan dengan apa yang dilakukan dalam perjuangan Islam seperti yang di contohkan oleh Rasulullah, dimana para tawanan tersebut di mintakan tebusan (wanita), disiksa dan dibunuh." (Sumitro mitro@kpei.co.id , Tue, 19 Oct 2004 12:56:33 +0700)

Baiklah Sumitro di Jakarta, Indonesia.

Salah seorang rekan Acheh menyatakan kepada Ahmad Sudirman: "Membaca kesimpulan Sumitro ini, saya teringat pada satu pepatah Acheh: "Orang mengukur baju di badan sendiri...", semua yang dicapkan kepada GAM/ASNLF ini adalah sebenarnya praktek para pemimpin Indonesia sendiri. Bukan alang-alang Indonesia dinyatakan sebagai negara paling korup di dunia selama bertahun-tahun berturut-turut. (Mnd, 19 Oktober 2004)

Jadi soal korupsi, jual senjata (di Acheh peluru M16 bisa dibeli dengan mudah dari TNI - terutama yang habis tugas dan hendak dikembalikan ke Jawa, dengan harga 2000 rupiah sebiji, soal ganja, yah berton-ton masuk ke Medan, siapa yang buat?

Itu hari TNI dan Brimob bertempur di Binjai kan soal rebut pasaran ganja, soal perlakuan tawanan, State Department USA, yaitu kawan Indonesia sendiri, menyatakan bahwa TNI menggunakan pemerkosaan sebagai alat perang:

"The law requires penile penetration to constitute rape. On several occasions in 2002 in Aceh, soldiers were not held accountable for violating women with bottles and other foreign objects... Rapes committed by members of the security forces were most numerous in Aceh, the scene of a major military operation against GAM rebels. Human rights activists expressed concern that rapes were being underreported in the province, partly because of press restrictions. The NGO consortium Sahabat Aceh reported that up to 100 rapes were committed in Aceh from May to September, but that only 21 cases of rape or sexual harassment had been reported to the authorities. The TNI prosecuted a few rape suspects. On July 19, a military court in Banda Aceh convicted three low-ranking soldiers and sentenced them to between 21/2 and 31/2 years in prison. The three soldiers, who were also discharged from the army, raped four women in the village of Alue Lhok between June 20 and 22. In each case, the soldier allegedly threatened to kill the victim if she spoke out.".(U.S. Government's Human Rights Report 2003: Indonesia)

Selanjutnya rekan Acheh tersebut menyatakan: "Di bawah ini di sertakan juga sebagian data tentang perlakuan TNI/POLRI terhadap activist dan keluarga GAM. (Mnd, 19 Oktober 2004)

Pada tanggal 12 Maret 2002, Drs. Nasrullah Ibrahim usia 45 tahun, Kepala Sekolah Menengah Atas yang aktif dalam SPKP-HAM Acheh (Solidarity for the Victims of Human Rights Violations in Acheh) dan menjabat sebagai Bendahara ditangkap di rumahnya oleh Polisi, ditortir, lalu dibebaskan setelah adanya tekanan dari pihak Internasional. Begitu juga Muhammad usia 22 tahun, pedagang, dan Riza Pahlevi usia 23 tahun, keduanya anggota SPKP- HAM ditangkap. (sumber: Kontras/Tapol)

Pada tanggal 15 Agustus 2002, Syafruddin Muhammad Yusuf usia 35 tahun, Muhammad M. Zain usia 25 tahun, Azhari Muhammad Yusuf usia 26 tahun, Muhammad Hasan Ramli usia 40 tahun, Zakarya H. Muhammad Yunus usia 30 tahun, Nasrul Abdul Gani usia 26 tahun, Muhammad Abdun usia 35 tahun, Muhammad A. Rahman usia 38 tahun, and 4 orang lainnya yang indentitasnya belum diketahui. 9 anggota FPDRA - dan 4 lainnya ditahan pihak Kepolisian Padang Tidji, Pidie, karena dituduh akan merencanakan kegiatan ilegal pada saat hari peringatan 17 Agustus 2002. (sumber: FPDRA)

Pada tanggal 8 September 2002, Azmi Husdiawan & Azmi Husdiawan, mahasiswa jurusan teknik dari Polyteknik Lhok Seumawe, anggota Komite Pelajar Rakyat Nasional ditembak mati oleh TNI. (sumber: Popular National Students Organization)

Pada tanggal 27 September 2002, Ridwan Abdullah, SH, MM usia 43taun, Direktur Akademi dan Pendidikan, Departemen Pendidikan Daerah Acheh, diculik oleh TNI dan ditemukan mati seminggu kemudian. Muhammad Nazir Sulaiman usia 27 tahun, anggota Tim Juru Runding GAM, mantan Sekretaris Humanitarian Pause Agreement Monitoring Committee (representing GAM) ditembak oleh TNI dari kesatuan Batee Iliek, Bireuen. Ia ditembak ketika sedang menjelaskan tentang CoHA Accord dihadapan masyarakat Desa.

Pada tanggal 28 Oktober 2002, Zakaria SH, Advokat, Direktur FPDRA daerah Bireuen, diculik oleh Intelijen militer. (source: Amnesty International). Raihan Dani usia 20 tahun Ketua Organisasi Wanita Acheh, dipenjara, dituduh merusak protet Megawati waktu demonstrasi. (sumber: FPDRA)

Pada tanggal 30 November 2002, Musliadi, 26, koordinator dari Koalisi Acheh Gerakan Mahasiswa dan Pelajar untuk Acheh Barat, ditunjuk oleh ASNLF sebagai salah seorang peserta Pertemuan RI-GAM di Genewa pada tanggal 9 Desember 2002, diculik, ditortir dan dibunuh. Menurut para saksi agen Kopassus yang melakukannya. Mayat Musliadi ditemukan pada tanggal 4 Desember 2002. (sumber: Billy Nessen, Jurnalis Photo orang Amerika).

Pada tanggal 2 Desember 2002, Nasri usia 28 tahun, seorang teknik kimia diculik. Menurut para saksi mata yang menculik Nasri pasukan Brimob yang memakai kendaraan van Toyota berwarna hitam dengan dikawal oleh pasukan bersenjata berkendaraan speda motor. Para penculik telah mengambil uang sebanyak 3,2 juta rupiah dari ATM account milik Nasri. Nasib dan keselamatan Nasri tidak diketahui.

Istri-istri dari bebarapa pimpinan GAM telah diculik dan ditahan. Seperti Istri Panglima TNA Muzakkir Manaf ditahan dan diinterogasi. Begitu juga istri Komandan GAM untuk wilayah Acheh Rayeuk Teungku Nasir, Erlinawati Zainun dan tiga anaknya yang berusia 6, 3 dan 1 tahun, juga saudara sepupu perempuan Nasir usia 25 tahun dengan dua anaknya Surya usia 5 tahun, dan Diana usia 2 tahun telah diculik bersama Erlinawati. Juga istri wakil Komandan GAM untuk Acheh Rayeuk Teungku Muharram, and istri offiser GAM Teungku Ampon, Fithri Wahab usia 25 tahun dan anaknya, Tjut Fonna usia 2 tahun telah diambil dari rumahnya, sebagaimana yang dipublikasikan oleh Jakarta Post 24 September 2003." (Mnd, 19 Oktober 2004).

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>, ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas <redaksi@kompas.com>, Redaksi Satu Net <redaksi@satunet.com>, Redaksi Waspada <redaksi@waspada.co.id>, Waspada <waspada@waspada.co.id>, Detik <webmaster@detik.com>, KOMPAS kompas@kompas.com
Cc: Sumitro <mitro@kpei.co.id>, ahmad@dataphone.se
Subject: Ahmad adalah provokator dan agen GAM
Date: Tue, 19 Oct 2004 12:56:33 +0700

ASS. War. Wab.

Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan pengunduran diri saya dalam milis ini karena telah berakhirnya masa pengkajian saya terhadap gerakan Ahmad Sudirman ini sehingga saya telah memiliki kesimpulan siapa itu Ahmad Sudirman dan apa motifasinya dalam milis ini. Kesimpulan yang dapat saya ambil selama saya berada dalam milis ini adalah sbb :

1. GAM/ASNLF pimpinan Hasan Tiro tidak lebih dari gerakan saparatis yang haus kekuasaan (harap2 kalau berpisah paling tidak mereka jadi presiden dan menteri ) dan fulus (bisnis senjata, narkotika dan peralatan2 meliter lainnya)

2. Perjuangan GAM BUKAN perjuangan membela Islam (daulah Islam) melainkan perang antara penguasa dan saparatis. Itu di buktikan dimana GAM / ASNLF pimpinan Hasan Tiro memperlakukan para tawanan berlawanan dengan apa yang dilakukan dalam perjuangan ISLAM seperti yang di contohkan oleh Rasulullah, dimana para tawanan tersebut di mintakan tebusan (wanita), disiksa dan dibunuh.

3. Ahmad Sudirman Tidak lebih dari seorang provokator yang bertugas untuk mengacaukan keamanan dan ketentraman Indonesia akibat dendam dan kemarahannya terhadap pemerintah Indonesia yang telah mencabut kewarganegaraannya, sehingga menjadi warga yang terusir dari tanah kelahirannya, itu dibuktikan bahwa Indonesia dimata dia adalah negara kafir yang harus di tantang dan di perangi dan TIDAK ada satupun yang benar dari Indonesia padahal dia lahir dan besar di Indonesia.

4. Disamping karena dendam dan amarah, Ahmad sudirman merupakan rekan dari GAM / ASNLF dan sering kali berhubungan dengan para petinggi GAM untuk membahas atau berdiskusi mengenai pengemabangan perjuangan / gerakan mereka (GAM / ASNLF pimpinan Hasan Tiro). Bisa juga Ahmad Sudirman adalah seseorang yang ditugaskan oleh GAM untuk ikut berjuang khususnya dibidang Komunikasi yang tugasnya adalah melakukan provikasi2 yang menjatuhkan Indonesia di dunia Internasional lewat media diantaranya lewat milis ini. Adapun hubungan GAM/ ASNLF dengan Ahmad ini dibuktikan dengan pengakuan dia pada tanggal 19 Januari 2004 dimana Ahmad mengakui "Dan untuk lebih menguatkan, bahwa saya hampir lebih dari dua puluh tahun mengenal dan bertemu sebagian besar para tokoh dan anggota GAM, mereka adalah tidak seperti yang diduga oleh saudara Apha Maop.".

5. Untuk menjalankan tugas tsb, Ahmad dibekali dengan Ilmu sejarah, politik dan Agama yang menjadi bahan untuk membuat orang percaya , terpengaruhi akan statment2 Ahmad.

6. Bagi saya Ahmad TIDAK lebih merupakan virus atau hama tikus yang perlu di berantas sehingga tidak mengganggu kehidupan manusia walaupun si Ahmad berkeyakinan bahwa suatu saat nanti dia akan menjadi pahlawan bagi Aceh (walaupun itu hanya angan2 belaka).

Demikian kesimpulan ini saya sampaikan, dengan demikian saya telah mempertimbangkan untuk keluar dari milis ini karena semakin lama saya berada di sini maka semakin tercapai tujuan dari si Ahmad dalam misinya. Maka dari itu saya meng himbau agar rekan2 sekalian untuk keluar dari milis ini karena percuma kalau kita membenarkan apa2 yg disampaikan oleh Ahmad CS karena itulah tujuan mereka agar milis ini terus hidup dan rame sehingga misi si Ahmad cs untuk provokasi berhasil. Sekali lagi, mari kita semua keluar dan tidak perlu membahas atau berdialog lagi dengan si Ahmad karena akan merugikan kita semua dan Indonesia.

Wassalam.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------