Stockholm, 20 Oktober 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO SUDAH KEHABISAN SENJATA DAN SUDAH DIGULUNG MASUK KOTAK YUDHOYONO
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MEMANG KELIHATAN SUMITRO SUDAH KEHABISAN SENJATA HANYA MENGACUNG-ACUNGKAN KEMBALI PEDANG TUMPUL DAN SEKARANG SUDAH DIGULUNG MASUK KOTAKNYA SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Sumitro sudah kehabisan senjata dan peluru, yang tinggal hanya mengacung-acungkan kembali pedang tumpul yang berkarat.

Pedang tumpul berkarat yang justru akan menghantam dirinya sendiri. Karena tujuan Sumitro untuk menghancurkan ASNLF atau GAM, gagal dan punah.

Riwayat Sumitro di mimbar bebas ini sudah punah, yang tinggal hanyalah kenangan Sumitro pengekor Susilo Bambang Yudhoyono seorang arsitek pengobar perang terhadap rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negapa Pancasila dengan memakai dasar hukum gombal Keppres No. 28 tahun 2003 dan Keppres No. 43 tahun 2003.

Kemampuan Sumitro hanyalah sebatas kerongkongannya saja. Susilo Bambang Yudhoyono tidak mampu memberikan bantuan dan tenaga baik itu bantuan tenaga dasar argumentasi untuk mempertahankan Negeri Acheh yang dirampok, dijajah Presiden RIS Soekarno yang diteruskan oleh RI hasil leburan RIS yang menjelma menjadi NKRI ataupun tenaga dalam bentuk dukungan moril bagi Sumitro.

Sumitro sudah tenggelam, tinggal meronta-ronta. Tetapi sayang tidak ada yang mampu menolongnya. Semua kekuatan dari Jawa, sudah punah. Yang tinggal hanyalah cerita hikayat gombal tentang Negeri Acheh yang dibuat oleh Soekarno dan penerusnya.

Cerita hikayat gombal tentang Negeri Acheh dan rakyat Acheh ini telah dimanipulasi oleh Soekarno dan para penerusnya, dan celakanya dipakai dan dijadikan senjata oleh Sumitro, kacungnya Susilo Bambang Yudhoyono.

Akhirnya Sumitro kalang kabut, tidak sanggup lagi mempergunakan senjata gombal tentang Negeri Acheh buatan Soekarno. Dan sekarang Sumitro ditinggalkan oleh sekutu dan konco-konconya. Lihat Rokhmawan, lihat Mazda, lihat Hadi, lihat Joko Riyanto, lihat Tati, semuanya pada ngacir meninggalkan benteng yang mengurung Negeri Acheh.

Negeri Acheh dengan sejarahnya yang benar, jelas, terang berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan hukumnya telah kembali tegak di bumi ini. Yang tinggal dan gigit jari adalah Susilo Bambang Yudhoyono yang hanya mempertahankan argumentasi gombalnya peninggalan Soekarno dan para penerusnya.

Sumitro tinggal kenangan. Sumitro memang gombal, sekarang sudah tenggelam.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------