Stockholm, 22 Oktober 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

WAHABIYIN HADI & AMIEN RAIS ITU DONGENG SEJARAH PICISAN ADALAH DASAR BERDIRINYA NKRI YANG DIANGGAP FINAL
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS KELIHATAN ITU WAHABIYIN HADI & AMIEN RAIS BAHWA DONGENG SEJARAH PICISAN ADALAH DASAR BERDIRINYA NKRI YANG DIANGGAP FINAL

"Saudara Ahmad Sudirman, sungguh saya tidak ingin menjadi orang yang merugi, dari pada meladeni cerita dongeng sejarah picisan yang tidak berisi lebih baik melakukan amal sholeh lainnya." (Hadi , hadifm@cbn.net.id , Fri, 22 Oct 2004 11:04:11 +0700)

Baiklah Wahabiyin Hadi di Jakarta, Indonesia.

Sebenarnya wahabiyin Hadi, penipuan dan pemalsuan sejarah tentang apa yang telah dilakukan oleh para pendiri Negara RI tentang Negeri Acheh, itu bukanlah termasuk amal sholeh. Melainkan amal yang membawa kelembah kesesatan dan kemunafikan sehinga menimbulkan ratusan ribu umat Islam di Negeri Acheh mati dibunuh oleh TNI.

Wahabiyin Hadi, coba tunjukkan dimimbar bebas ini apa yang wahabiyin Hadi katakan: "cerita dongeng sejarah picisan yang tidak berisi" ?.

Sampai detik ini, wahabiyin Hadi tidak mampu memberikan suatu dasar argumentasi yang benar dan jelas, baik itu yang menyangkut sejarah Negara RI dan Negeri Acheh, selain wahabiyin hanya pandai mengatakan itu Negara RI sudah final, sebagaimana juga pernah dikatakan oleh Amien Rais.

Hanya celakanya, baik itu wahabiyin Hadi ataupun Amien Rais, hanya bisa mengatakan itu Negara RI yang menjelma menjadi NKRI sudah final. Tanpa didasarkan kepada dasar argumentasi fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang jelas dan benar.

Nah sampai saat ini, bahwa yang sebenarnya mengklaim bahwa apa yang dijadikan alasan Negara RI yang menjelma jadi NKRI sudah final adalah justru berdasarkan fakta, bukti, sejarah picisan yang kosong, yang isinya penuh penipuan dan kebohongan. Dan itulah sejarah picisan yang tidak termasuk perbuatan amal sholeh.

Kalau wahabiyin Hadi dan Amien Rais memang benar memiliki dasar argumentasi sejarah yang tidak picisan, coba tunjukkan dan gambarkan dimimbar bebas ini biar menjadi amal sholeh dan memberikan jalan solusi yang benar bahwa itu Negeri Acheh adalah bagian wilayah Negara RI yang menjelma menjadi NKRI.

Kalau memang wahabiyin Hadi dan Amien Rais memiliki dalil argumentasi fakta, bukti, sejarah dan hukum yang kuat dan benar yang menyatakan bahwa Negeri Acheh adalah bagian dari Negara RI yang menjelma menjadi NKRI, maka coba lambungkan disini, biar menjadi suatu perbuatan amal sholeh, sehingga pembunuhan yang telah dilakukan oleh TNI atas perintah Susilo Bambang Yudhoyono di Negeri Acheh bisa diselesaikan dengan aman dan damai.

Tetapi, kalau kalian wahabiyin Hadi dan Amien Rais hanya pandai mengklaim bahwa NKRI sudah final, itu tandanya kalian memang hanya memiliki sejarah picisan yang isinya penuh kebohongan dan kepalsuan, dan itulah bukan termasuk amal sholeh.

Jadi wahabiyin Hadi, kalau kalian dan Amien Rais tidak memiliki dasar argumentasi yang kuat baik itu yang berupa fakta, bukti, sejarah, dan dasar hukum tentang Negeri Acheh, maka janganlah kalian hanya pandai menyatakan bahwa NKRI sudah final. Mengapa ? Karena yang dimaksud kalian sudah final adalah justru penuh kebohongan dan kepalsuan. Dan itulah sejarah picisan yang menyesatkan dan bukan termasuk usaha amal sholeh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

From: "H4D!" <hadifm@cbn.net.id>
To: "Ahmad Sudirman" <ahmad_sudirman@hotmail.com>, "Ahmad Sudirman" <ahmad@dataphone.se>, "gatra" <gatra@gatra.com>, <JKamrasyid@aol.com>, "KOMPAS" <kompas@kompas.com>, <koran@tempo.co.id>, <koransp@suarapembaruan.com>,
<maop_004@yahoo.com.au>, "Matius Dharminta" <mr_dharminta@yahoo.com>, <mazda_ok@yahoo.com>, <mediacenter@sby-oke.com>, <mimbarbebas@egroups.com>, <mitro@kpei.co.id>, "MT Dharminta" <editor@jawapos.co.id>, <om_puteh@hotmail.com>,
"Redaksi Waspada" <redaksi@waspada.co.id>, <redaksi@forum.co.id>, <redaksi@manajemenqolbu.com>, <redaksi@sinarharapan.co.id>, <rpidie@yahoo.com>, "warwick aceh" <universityofwarwick@yahoo.co.uk>, <rokh_mawan@yahoo.com>, "H4D!" <hadifm@cbn.net.id>
Subject: AHLUL BID'AH AHMAD SUDIRMAN HADI TIDAK LARI TERBIRIT BIRIT
Date: Fri, 22 Oct 2004 11:04:11 +0700

Assalamualaikum wr wb

Ahlul Bid'ah Wrote : Sumitro makin tersungkur kedalam jurang yang dalam, masuk terus kedalam air terjun, sehingga Sumitro, tidak mampu kembali lagi. Sedangkan Susilo Bambang Yudhoyono yang diharapkan bisa menolong Sumitro, justru meninggalkan Sumitro. Adapun konco-konco Sumitro lainnya, seperti Rokhmawan, Hadi, Mazda, Tati sudah lama lari terbirit-birit.

Saudara Ahmad Sudirman , Alhamdullillah saya baik baik saja, Tidak Lari terbirit birit seperti yang Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman Tuliskan.Saya hanya enggan menjawab email sebelumnya Karena Apa ?

Karena Saya tidak ingin mengotori Bulan yang Suci yang Penuh Rahmat ini dengan Caci maki, Fitnah Fitnah dll yang Saudara Ahmad Sudirman sodorkan Di mimbar bebas ini.karena sudah jelas Akan Mengurangi bahkkan menghilangkan pahala Puasa Saya.Sungguh Saya tidak Ingin menjadi orang yang merugi.dari pada meladeni cerita dongeng sejarah picisan yang tidak berisi lebih baik melakukan Melakukan Amal Sholeh Lainnya.

Saudara Saudara mimbar Bebas yang Budiman. Saya Mengajak Anda Semua untuk tidak Meladeni Sementara Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman ini. karena jelas akan membawa banyak mudharat untuk anda di Bulan Ramadhan ini.Selain dapat membatalkan Pahala puasa anda anda akan terjebak dosa yang berlipat lipat Karena terpancing oleh Ahlul bid'ah Ahmad Sudirman.

Semoga Allah Memberikan Rahmat dan Magfirah kepada kita Semua ..Amien.

Wassalam

Hadi

hadifm@cbn.net.id
Jakarta, Indonesia
----------