Stockholm, 24 Oktober 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

KOMUNIS GOMBAL BUDEK USERNAME TENGGELAM KEDASAR LAUT UNIVERSITAS QUEENSLAND
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

TIDAK ADA SATUPUN KEKUATAN FAKTA, BUKTI, SEJARAH DAN DASAR HUKUM YANG DIPAKAI OLEH KOMUNIS GOMBAL USERNAME DARI UNIVERSITAS QUEENSLAND UNTUK PERTAHANKAN KEJAHATAN PERAMPOKAN, PENJAJAHAN SOEKARNO ATAS NEGERI ACHEH.

"Kepada tikus Sudirman: hai tikus, busuk nian ente sudah disuruh oleh username mempelajari sejarah Aceh yg betul masih saja mengobral kunyahan keledai omong kosong gombal ala virus Tiro yg satu ini. Menuh-menuhin hardware saja si tikus dungu ini. Sepertinya Sultan Aceh Mohammad Daud tak sependapat dgn anda. Dia secara legal menyerahkan kedaulatan Aceh ke tangan Ratu Wilhelmina thn 1903 tuch. Begitu pula panglima Polim, Pang Laot, dll dsb" (Username , s4043015@student.uq.edu.au , 24 Oct, 04 - 11:36 am)

Komunis gombal, otak udang Username di Universitas Queensland, Australia.

Memang kelihatan dengan jelas, apa yang diungkapkan oleh komunis gombal otak udang Username yang menyuruk di Universitas Queensland, tidak lebih dan tidak kurang hanyalah sampah kosong dari keranjang sampah di halaman kampus Universitas Queensland yang dijadikan referensi oleh komunis budug gombal kepala udang Username ini.

Coba saja apa yang dinyatakan oleh komunis budek gombal otak udang Username: "Kepada tikus Sudirman: hai tikus, busuk nian ente sudah disuruh oleh username mempelajari sejarah Aceh yg betul masih saja mengobral kunyahan keledai omong kosong gombal ala virus Tiro yg satu ini. Menuh-menuhin hardware saja si tikus dungu ini. Sepertinya Sultan Aceh Mohammad Daud tak sependapat dgn anda. Dia secara legal menyerahkan kedaulatan Aceh ke tangan Ratu Wilhelmina thn 1903 tuch. Begitu pula panglima Polim, Pang Laot, dll dsb"

Sudah jelas itu kelakuan licik dan jahat yang dilakukan oleh van Heutsz yang menculik permaisuri Sultan, Teungku Putroe pada tahun 1902. Ditambah dengan Van der Maaten yang menawan putra Sultan, Tuanku Ibrahim, yang menyebabkan Sultan cukup terpukul hatinya luluh, sehingga menyerah ke Pidie, kemudian pada tanggal 5 Januari 1902 menyerah ke Sigli dan bedamai. Begitu juga Van der Maaten dengan akal licik dan tipu muslihat menawan putra Panglima Polem, Cut Po Radeu, saudara perempuannya, dan beberapa keluarga terdekat lainnya. Akhirnya Panglima Polem meletakkan senjata di Lok Seumawe tahun 1903. (R.H. Saragih, J.Sirait, M. Simamora, Sejarah Nasional, Monora, cetakan III, 1987, hal. 109).

Model licik dan penuh tipu muslihat yang jahat dari van Heutsz dan Van der Maaten inilah yang dijadikan sandaran dan argumentasi oleh komunis gombal Username ini dalam usaha mempertahankan Negeri Acheh yang telah dirampok, ditelan, diduduki, dan dijajah oleh Presiden RIS Soekarno pada 14 Agustus 1950 yang diteruskan oleh RI hasil leburan RIS yang menjelma menjadi NKRI pada 15 Agustus 1950.

Wahai komunis gombal budek Username, itu Sultan Muhammad Daud yang ditangkap Van Daalen yang menggantikan Van Heutsz, dan dipenjarakan lalu dibuang ke Ambon, yang kemudian dipindahkan ke Djatinegara dan meninggal pada tahun 1937 dalam tahanan Belanda. (R.H. Saragih, J.Sirait, M. Simamora, Sejarah Nasional, Monora, cetakan III, 1987, hal. 110).

Jadi, komunis gombal otak udang kepala budek Username, itu Sultan Muhammad Daud terus melakukan perlawan dan tidak menyerah kepada Belanda sampai mangkat pada tahun 1937 dalam penjara Belanda di Djatinegara.

Memang ada bentuk perjanjian yang berupa "Korte Verklaring" atau "Penrjanjian Pendek" yang dibuat oleh Van Heutz untuk dipaksakan agar diterima oleh orang Acheh yang ditangkap dan menyerah. (R.H. Saragih, J.Sirait, M. Simamora, Sejarah Nasional, Monora, cetakan III, 1987, hal. 110).

Hal ini persis yang dilakukan oleh Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono beserta kaki tangannya Penguasa Darurat Sipil Daerah Acheh terhadap rakyat Acheh untuk dipakai sebagai bukti menerima dan menyerah kepada pihak negara kafir RI. Dasar penjajah.

Lagi pula setelah Sultan Muhammad Daud ditangkap Van Daalen, itu Cut Nya Dien terus tampil kegelanggang perjuangan memimpin gerakan gerilya atas tewasnya Teuku Umar menghadapi dan melawan Van Daalen, walaupun akhirnya Cut Nya Dien tertangkap dan dibuang ke Cianjur. (R.H. Saragih, J.Sirait, M. Simamora, Sejarah Nasional, Monora, cetakan III, 1987, hal. 110).

Kemudian perjuangan rakyat Acheh tidak selesai hanya sampai Sultan Muhammad Daud, Panglima Polem, Cut Nya Dien yang ditangkap oleh Van Daalen, melainkan perjuangan rakyat Acheh masih tetap dijalankan dengan penuh semangat oleh Teungku Tjhik di Tiro dan keturunannya.

Dimana tampil Teungku M. Ali Zainul Abidin atau Teungku Tjhik Buket di Tiro yang gigih melawan Belanda di gunung Alimon dan menemui syahidnya pada tanggal 21 Mei 1910. (Teungku Hasan Muhammad di Tiro, The Price of Freedom: the unfinished diary of Tengku Hasan di Tiro, National Liberation Front of Acheh Sumatra, 1984, hal. 70)

Perjuangan terus dilanjutkan dan dipimpin oleh Teungku Muhyiddin dan menemui syahidnya dalam perang melawan Belanda di putjok Alue Simi pada tanggal 5 September 1910. (Teungku Hasan Muhammad di Tiro, The Price of Freedom: the unfinished diary of Tengku Hasan di Tiro, National Liberation Front of Acheh Sumatra, 1984, hal. 97)

Kemudian perjuangan rakyat Acheh terus berlangsung yang dipimpin oleh Teungku Tjhik Maat di Tiro yang berperang dengan penuh semangat melawan Belanda di Alue Bhot, Tengse, dan menemui syahidnya pada tangggal 3 Desember 1911. (Teungku Hasan Muhammad di Tiro, The Price of Freedom: the unfinished diary of Tengku Hasan di Tiro, National Liberation Front of Acheh Sumatra, 1984, hal. 118)

Nah sampai disini, kelihatan bahwa rakyat Acheh secara de-facto terus melakukan pelawanan melawan Belanda. Belanda tidak menguasai de-facto Negeri Acheh secara menyeluruh.

Bahkan walaupun Sultan Muhammad Daud dipenjarakan oleh Belanda, tetapi selama masih hidup, Sultan terus melakukan perlawanan dari dalam penjara, sampai mangkat tahun 1937.

Dimana pernah terjadi sebelum Sultan Muhammad Daud ditangkap, Sultan secara diam-diam mengadakan hubungan dengan Kaisar Jepang melalui Konsul Jepang di Singapura. (R.H. Saragih, J.Sirait, M. Simamora, Sejarah Nasional, Monora, cetakan III, 1987, hal. 110).

Jadi, memang kelihatan perjuangan yang ditunjukkan dan ditampilkan oleh rakyat dan pimpinannya terus berkobar sampai datangnya pasukan Kekaisaran Jepang menduduki Negeri Acheh, dan pasukan Belanda disapu bersih dari Negeri Acheh tidak seorangpun tersisa.

Inilah wahai komunis gombal budek otak udang keledai budug Username, bahwa apa yang kalian klaim "Sultan Aceh Mohammad Daud tak sependapat dgn anda. Dia secara legal menyerahkan kedaulatan Aceh ke tangan Ratu Wilhelmina thn 1903" adalah alasan gombal yang kalian cari-cari dari tong sampah di Universitas Queensland dan keranjang sampah di internet.

Selanjutnya komunis gombal otak udang Username menyatakan: "kedaulatan apa? komandan sekutu sir philip christison selalu memerintahkan pengibaran bendera belanda di setiap markas tentara sekutu sbg tanda mereka mengakui kedaulatan belanda."

Hai komunis gombal budek Username, mana referensi kalian pakai. Jangan hanya mengutip dari tong sampah Universitas Queenlands melulu.

Itu Netherland Indies Civil Administration (NICA) dibawah tanggung jawab Komando Inggris. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.34) sebagaimana hasil perjanjian Civil Affairs Agreement pada tanggal 24 Agustus 1945, antara Pemerintah Kerajaan Inggris dan Kerajaan Belanda.

Kalian komunis gombal Username, jangan seenak udel kalau menulis di mimbar on line ini. Itu timbulnya perundingan Linggajati 25 Maret 1947 diawali dengan perundingan gencatan senjata sebelumnya yang berlangsung dari tanggal 20 sampai 30 September 1946, antara Sekutu, RI, Belanda. Sekutu diwakili oleh Mayor Jenderal J.F.R. Forman dan Brigadir Jenderal I.C.A. Lauder. RI diwakili oleh Jenderal Mayor Soedibjo, Komodor Udara Suryadarma, Kolonel Simbolon dan Letnan Kolonel Abdullah Kartawirana. Belanda diwakili oleh Mayor Jenderal D.H. Buurman van Vreeden. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.110), walaupun tidak mencapai hasil.

Kemudian Sekutu dibawah Lord Killearn melaksanakan perundingan gencatan senjata yang baru di kediaman Konsul Jenderal Inggris di Jakarta, pada tanggal 7 Oktober 1946. Belanda diwakili oleh Prof. Schermerhorn. RI diwakili oleh Sutan Sjahrir. Dimana hasil perundingan gencatan senjata itu ialah gencatan senjata diadakan atas dasar kedudukan militer pada waktu itu dan atas dasar kekuatan militer Sekutu serta RI. Dibentuk sebuah Komisi Gencatan Senjata untuk masalah-masalah teknis pelaksanaan gencatan senjata. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.116)

Perundingan gencatan senjata tersebutlah yang menjadi dasar perundingan Linggajati yang dilangsungkan pada tanggal 10 November 1946 di Linggajati, dekat Cirebon. Pada tanggal 15 November 1946 naskah persetujuan tersebut diparaf, dan pada tanggal 25 Maret 1947 ditandatangani di Jakarta. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.119, 138)

Nah, kalau melihat berdasarkan hasil perjanjian tersebut diatas, dimana "gencatan senjata diadakan atas dasar kedudukan militer pada waktu itu dan atas dasar kekuatan militer Sekutu serta RI", maka kalau melihat kepada Negeri Acheh, jelas kelihatan bahwa Negeri Acheh pada saat sebelum perjanjian gencata senjata disetujui, 7 Oktober 1946, berada diluar kekuasaan Sekutu. Karena Sekutu dan NICA yang dibantu oleh bekas pasukan Jepang, tidak berhasil menguasai Negeri Acheh, ketika Acheh diserang pasukan Sekutu AFNEI 26th Indian Division, NICA dan bekas pasukan Jepang pada bulan November 1945 menghantam pejuang-pejuang Islam Acheh di Krueng Panjo/Bireuen, Langsa/Kuala Simpang. Dimana pihak pejuang Islam Acheh dipimpin oleh Residen Teuku Nyak Arif, yang akhirnya pasukan Sekutu AFNEI 26th Indian Division, NICA dan bekas pasukan Jepang dapat dipukul mundur. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.70-71)

Dari sini terbukti bahwa Negeri Acheh, berada diluar wilayah kekuasaan de-facto dan de-jure militer Sekutu.

Dan itu Letnan Jenderal Sir Philip Christison yang diangkat oleh Panglima SEAC Lord Louis Mountbatten untuk memimpin dan menjadi komando khusus Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI), ternyata melalui 26th Indian Division, dibawah pimpinan Mayor Jenderal H.M. Chambers tidak mampu mengalahkan para pejuang muslim Acheh. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.44, 45, 70, 71)

Jadi, komunis gombal kepala budek otak udang Username, mana itu Letnan Jenderal Sir Philip Christison dengan fakta dan buktinya yang kalian klaim bahwa Letnan Jenderal Sir Philip Christison "memerintahkan pengibaran bendera belanda di setiap markas tentara sekutu sbg tanda mereka mengakui kedaulatan belanda", terutama dan khusus di Negeri Acheh.

Kalau kalian komunis gombal Username menyatakan: "telah terbukti 100% kalau aceh masuk indonesia scr sukarela dan melalui proses hukum yg transparan dan jelas.. GAM itu mengkhianati amanat Tengku Daud Beureueh, dan para ulama Aceh yg thn 1945 menyatakan aceh bagian dari republik indonesia."

Wahai komunis gombel budek Username, kalian diminta untuk membuktikan berdasarkan fakta, bukti, sejarah, dan dasar hukum yang jelas dan benar di mimbar on line ini tentang "Tengku Daud Beureueh tak pernah ingin memisahkan diri dr indonesia. DI-TII BUKAN SEPARATIS, tapi sebuah gerakan yg ingin mengubah dasar negara Indonesia dr Pancasila mjd hukum Islam. Klaim wilayah NII adalah seluruh wilayah NKRI. "Menteri Pertahanan" NII sendiri adalah Tengku Daud Beureueh. NII ini di Aceh dibubarkan sendiri oleh Tengku Daud Beureueh Mei 1962, saat dia bersumpah setia pd NKRI." (Username, Thu, 14 Oct 2004 20:52:36 +0900)

Ternyata kalian komunis gombal tidak sanggup dan tidak mampu menampilkan fakta dan bukti, sejarah dan dasar hukum tersebut.

Setelah Ahmad Sudirman menyatakan: "Begitu jelas dan gamblang Teungku Muhammad Daud Beureueh dalam maklumat NII di Acheh-nya menyatakan: "Dengan Lahirnja Peroklamasi Negara Islam Indonesia di Atjeh dan daerah sekitarnja, maka lenjaplah kekuasaan Pantja Sila di Atjeh dan daerah sekitarnja, digantikan oleh pemerintah dari Negara Islam. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1950-1964, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.75) Artinya adalah Wilayah kekuasaan Acheh yang berada dibawah de-facto dan de-jure NII telah menyatakan terpisah dari Negara Pancasila. " (Ahmad Sudirman, 14 Oktober 2004, 17 Oktober 2004)

Kalian komunis gombal budek Username hanya sanggup menuliskan "telah terbukti 100% kalau aceh masuk indonesia scr sukarela dan melalui proses hukum yg transparan dan jelas.. GAM itu mengkhianati amanat Tengku Daud Beureueh, dan para ulama Aceh yg thn 1945 menyatakan aceh bagian dari republik indonesia."

Itu yang kalian komunis gombal tampilkan "para ulama Aceh yg thn 1945 menyatakan aceh bagian dari republik indonesia", bukan dasar hukum yang kuat untuk kalian pakai sebagai dasar hukum pengklaiman "Negeri Acheh bagian dari RI".

Jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Negeri Ngayogyakarto Hadiningrat sebagai daerah istimewa dalam negara RI. Sebagaimana yang dideklarkan oleh Sultan Hamengkubuwono IX, yang menyatakan:

"1. Bahwa Negeri Ngayogyakarto Hadiningrat yang berifat kerajaan adalah Daerah Istimewa dari Negara RI.

2. Bahwa kami sebagai Kepala Daerah memegang segala kekuasaan dalam Negeri Ngayogyakarto Hadiningrat, dan oleh karena itu berhubung dengan keadaan pada dewasa ini segala urusan pemerintahan dalam Negeri Ngayogyakarto Hadiningrat mulai saat ini berada di tangan kami dan kekuasaan-kekuasaan lainnya kami pegang seluruhnya.

3. Bahwa perhubungan antara Negeri Ngayogyakarto Hadiningrat dengan Pemerintah Pusat Negara RI bersifat langsung dan kami bertanggung jawab atas Negeri kami langsung kepada Presiden RI. Kami memerintahkan supaya segenap penduduk dalam Negeri Ngayogyakarto Hadiningrat mengindahkan amanat kami.

Ngayogyakarto Hadiningrat, 28 Puasa, Ehe, 1876 (5 September 1945).
Hamengkubuwono IX.
(30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.32)

Nah, dalam pernyataan yang disampaikan oleh Hamengkubuwono IX jelas menggambarkan secara de-jure dan de-facto bahwa Negeri Ngayogyakarto Hadiningrat telah bersatu dalam bentuk hubungan langsung dengan RI dan bertanggung jawab atas Negeri Ngayogyakarto Hadiningrat langsung kepada Presiden RI.

Coba kalian komunis gombal otak udang kepala budek Username tunjukkan bukti dan fakta kalian yang menyatakan bahwa pimpinan rakyat Acheh dan ulama Acheh membuat deklarasi yang sama seperti yang dilakukan oleh Hamengkubuwono IX dari Negeri Ngayogyakarto Hadiningrat.

Karena kalau yang kalian tampilkan tentang beberapa ulama di Acheh, Teungku Hadji Hasan Kroeng Kale, Teungku M.Daoed Beureueh, Teungku Hadji Dja'far Sidik, Teungku Hadji Ahmad Hasballah Lamdjabat, Indrapoeri, Residen Aceh T.Nja'Arif, Toeankoe Mahmud yang berkumpul pada tanggal 15 Oktober 1945 menyatakan maklumat mendukung perjuangan kemerdekaan Negara kafir RI.

Itu maklumat dari ulama-ulama Acheh dilihat dari kekuatan hukum, ternyata tidak bisa dijadikan sebagai dasar landasan hukum yang kuat yang bisa dijadikan sebagai alasan untuk menggabungkan Negeri Acheh kedalam perut Negara RI, satu hari sebelum RIS dilebur menjadi Negara RI pada tanggal 15 Agustus 1950 dan menjelma menjadi NKRI.

Dan terbukti bahwa memang Acheh bukan bagian Negara RI, ketika Presiden RIS Soekarno menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh dengan PP RIS No.21/1950 dan PERPPU No.5/1950.

Kemudian juga terbukti dimana pada tanggal 20 September 1953 Teungku Muhammad Daud Beureueh memaklumatkan "Dengan Lahirnja Peroklamasi Negara Islam Indonesia di Atjeh dan daerah sekitarnja, maka lenjaplah kekuasaan Pantja Sila di Atjeh dan daerah sekitarnja, digantikan oleh pemerintah dari Negara Islam. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1950-1964, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.75)

Jadi komunis gombal kepala budek otak udang Username, kalian memang sudah tidak mampu lagi mempertahankan Negeri Acheh yang dirampok, diduduki dan dijajah oleh Soekarno dengan RIS dan RI-nya.

Kalian komunis gombal Username, hanya mampu mempertahankan Negeri Acheh dalam kurungan Negara RI, memakai dasar argumentasi gombal dari tempat sampah yang tidak memiliki kekuatan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang kuat.

Kalian komunis gombal otak udang kepala budek Username, hanya menjadi objek tertawaan saja.

Karena memang kalian adalah komunis gombal yang lumpuh, yang tidak mempunyai kekuatan, yang petantang-petenteng mau ikutan ekor Susilo Bambang Yudhoyono membunuh rakyat muslim Acheh yang tela sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Itu komunis gombal otak udang Username, kalian menutup mata RIS dilebur menjadi RI pada tanggal 14 Agustus 1950, setelah Negeri Acheh dicaplok melalui mulut Sumetara Utara dengan menggunakan PP RIS No.21/1950. Dimana setelah Soekarno Presiden RIS menelan negeri Acheh, kemudian pada tanggal 15 Agustus 1950, itu RI yang sudah gemuk, menjelma menjadi NKRI.

Disinilah yang kalian mau tutup-tutupi, wahai komunis gombal kepala budek, otak udang Username.

Kalian memang tidak mempunyai fakta, bukti, dasar hukum, dan sejarah yang kuat untuk membela kelakuan jahat Soekarno menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh.

Itu Soal perjanjian Renville 17 Januari 1948, sudah jelas menggambarkan wilayah de-facto dan de-jure Negara RI adalah disekitar Yogyakarta saja.

Apakah kalian komunis gombal otak udang kepala budek masih tetap membangkang, dan keras kepala, menafikan hasil de-facto dan de-jure perjanjian Renville 17 Januari 1948.

Kalian, memang lemah, tidak pantas, untuk tampil di mimbar bebas on line untuk menjadi pembela Negeri Acheh, karena kalian komunis gombal otak kalian otak udang yang lemah, yang tidak memiliki dasar kekuatan baik itu dilihat secara fakta dan bukti, maupun dari segi sejarah dan dasar hukum.

Terakhir, kalian komunis gombal otak udang Username adalah termasuk salah seorang yang mendukung dan menyokong pembunuhan yang dilakukan TNI atas perintah Susilo Bambang Yudhoyono, Widodo AS, Endriartono Sutarto, Ryamizard Ryacudu. Kalian komunis gombal adalah musuh rakyat Acheh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

From: s4043015@student.uq.edu.au
To: ahmad@dataphone.se
Subject: Site Posting: Danrem 011/LW Azmyn Yusri menipu rakyat Acheh dengan syariat Islam model pancasila
Date: 24 Oct, 04 - 11:36 am

Maaf saya baru menjawab skrg, di uni bnyk assignment sampe lupa sama kalian..

Kpd tikus sudirman: hai tikus, busuk nian ente sdh disuruh oleh username mempelajari sejarah aceh yg betul masih saja mengobral kunyahan keledai omong kosong gombal ala virus tiro yg satu ini. menuh-menuhin hardware saja si tikus dungu ini..

kpd kamerad peace.org:

1. masalah pemberontak
hm.. bukankah anda sama suhu anda si tikus sudirman yg pingin mengaku2 kalau GAM itu legal scr "hukum".. telah terbukti 100% kalau aceh masuk indonesia scr sukarela dan melalui proses hukum yg transparan dan jelas.. GAM itu mengkhianati amanat Tengku Daud Beureueh, dan para ulama Aceh yg thn 1945 menyatakan aceh bagian dari republik indonesia..

2. kolonialisme
enak saja anda mengatakan aceh dijajah indonesia. yg jelas org aceh adalah sejajar dgn wrg negara indonesia yg lain. mereka dapat meraih posisi apa saja yg mrk mau. di nad hampir semua pegawai pemerintah dr keuchik sampai gubernur semuanya org aceh. ada 2 org aceh masuk kabinet sby (bachtiar chamsyah dan sofyan djalil). ketua kpu nazaruddin syamsuddin org aceh. ada jenderal tni org aceh (djali jusuf). bupati bekasi pun org aceh, ngak ada masalah. org aceh berpartisispasi aktif dlm kehidupan berbangsa dan bernegara indonesia dlm segala bidang.
jd ngawur kalau anda bilang aceh itu "jajahan"

3. hindia-belanda
sepertinya sultan aceh mohammad daud tak sependapat dgn anda. dia scr legal menyerahkan kedaulatan aceh ke tangan ratu wilhelmina thn 1903 tuch.. begitu pula panglima polim, pang laot, dll dsb

4. wilayah ri 45
makanya anda ini jgn kebanyakan dengerin si tikus ahmad yg empunya situs ini.. anda jd tambah bodoh nantinya.. yg diklaim indonesia itu seluruh wilayah hindia-belanda dr sabang sampai merauke dlm sidang bpupki 1-6-45.

5. kedaulatan sekutu?
kedaulatan apa? komandan sekutu sir philip christison selalu memerintahkan pengibaran bendera belanda di setiap markas tentara sekutu sbg tanda mereka mengakui kedaulatan belanda.

anda kurang pengetahuannya, tak tahu kalau perjanjian linggajati itu antara BELANDA (prof dr schermerhorn) dan REPUBLIK INDONESIA (sutan syahrir) ditengahi inggris (lord killearn) thn 1946. kalau tak tahu tak usah sok tahu, ngaco nantinya mas..

6. "kemerdekaan"
yg anda bilang kemerdekaan adalah hak segala "bangsa". lagi2 sdh saya bilang, apa yg didefinisikan sbg bangsa itu tak jelas.. kalau seperti definisi GAM, bangsa itu sebuah "suku", maka tak pelak suku kluet, suku singkil, gayo, alas, aneuk jamee semua-nya berhak keluar dr aceh. atau mungkin "bangsa" didefinisikan berdasar dialek saja, org aceh dialek pasee mestinya merdeka dari penjajahan org aceh dialek kutaraja.. apalagi daerah tapaktuan. thn 1800an, wilayah aceh selatan tak ada org acehnya.. baru mulai dijajah kesultanan aceh thn 1820an shg penduduk asli suku kluet dan alas skrg terjajah org aceh..

hayoo.. bingung khan.. biar saja sesudah aceh merdeka, nanti gayo merdeka, alas merdeka, kluet merdeka, pidie merdeka, pasee merdeka.. jgn mau dijajah aceh..

7. status vorstenlanden
kenapa masih ada sultan yogya dan solo? ya sbg penjaga tradisi dan budaya msy setempat..

8. RI & RIS
RIS ada dr thn 1949-1950. RI dr 1949-50 itu negara bagian RIS. thn 1950, RIS dibubarkan dan semua negara bagiannya dilebur kedalam NKRI.

thn 1949-1950, presiden RI (sebuah negara bagian RIS) adalah mr asaat. presiden RIS itu sukarno. presiden RIS sukarno membubarkan RIS krn negara2 bagiannya sdh pada meleburkan diri semua ke RI.. akibatnya RIS tgl 17-8-1950 dibubarkan presidennya soekarno mjd NKRI. sjk tgl itu, UU RIS tak berlaku diganti UUDS 1950 hingga 1959, ketika UUD 1945 berlaku kembali.. kuharap kau mengerti..

9. DI-TII
yg dijelaskan si tikus ahmad justru jelas mengatakan DI-TII bukan separatis tapi usaha penggantian ideologi indonesia menjadi hukum islam. lihat saja namanya DI-TII (Darul Islam - Tentara Islam Indonesia) ingin mendirikan NII (Negara Islam Indonesia) yg klaimnya meliputi seluruh wilayah NKRI.

10. renville
anda ini memang rada slow ngak ngerti2 juga soal renville. coba buku pelajaran apa yg anda katakan itu.. mana ada.. bercanda anda..
perjanjian renville mana ada pengaruhnya sama aceh..

terakhir, apakah peace.org merasa GAM itu berhak membunuh, menculik, merampok, membajak rakyat aceh demi mencapai angan2 munafiknya yg terbukti didasarkan kebohongan?

Username

s4043015@student.uq.edu.au
Universitas Queensland, Australia
----------