Stockholm, 24 Oktober 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

WAHABIYIN HADI TERJERUMUS DALAM BID'AH & KHURAFAT DENGAN SUMPAH PRESIDEN YUDHOYONO
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS ITU WAHABIYIN BETAWI HADI TERJERUMUS KEDALAM KEBID'AHAN, KEKHURAFATAN DALAM SISTEM THAGHUT PANCASILA AKIBAT SALAH SATUNYA MENGIKUTI SUSILO BAMBANG YUDHOYONO DENGAN SUMPAH PRESIDENNYA

"Dan mengenai Sumpah SBY memang saya tidak terlau mempersoalkannya itu urusan pribadi SBY dengan Rabb nya Allah SWT. Itu Sumpahnya nya beliau dengan Allah dan Rakyat Indonesia. Beliau Sendiri yang akan mempertanggung jabkannya di hadapan Allah SWT di akherat kelak. Kalau saya berpendapat SBY mengucapkan Sumpah dengan menyebut nama " Demi Allah " dan di atas kepalanya pun diletakan Kitab Suci Al Qur'an yang di saksikan para malaikat, rakyat Indonesia dan di saksikan ahlul bid'ah Ahmad Sudirman sendiri yang melihatnya langsung lewat TV Kabel wedia. (Mudah mudahan anda nonton) dapat di ambil kesimpulan bahwa SBY menganggap bahwa Allah lebih tinggi dari pancasila. Jadi beliau menggunakan kata " Demi Allah " Ha ha ha Saudara anda ini bagai mana ? Mana ada itu Demi Thagut Pancasila. sudah jelas Allah SWT lebih tinggi dari pancasila. Becanda Anda ini." (Hadi , hadifm@cbn.net.id , Sun, 24 Oct 2004 17:18:42 +0700)

Baiklah Wahabiyin Hadi di Jakarta, Indonesia.

Memang wahabiyin Hadi dari Betawi ini makin budek saja.

Wahai wahabiyin Hadi, itu Susilo Bambang Yudhoyono ketika bersumpah: "Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa." (UUD 1945, BAB III Kekuasaan Pemerintah Negara, Pasal 9)

Hai wahabiyin Hadi budek, itu Susilo Bambang Yudhoyono bersumpah bukan atas nama pribadi, melainkan atas nama Presiden RI ke-6 Pemimpin tertinggi lembaga Eksekutif di RI, yang mempunyai kekuasaan tertinggi untuk membuat dan menetapkan UU, Peraturan Pemerintah, Ketetapan Pemerintah, Instruksi Presiden, yang kesmuanya merupakan dasar hukum yang bisa dipakai dalam Negara RI.

Kalian memang budek wahabiyin Hadi.

Sumpah yang dibacakan oleh Susilo Bambang Yudhoyono adalah sumpah yang sudah tertuang dalam dasar hukum UUD 1945 BAB III Kekuasaan Pemerintah Negara, Pasal 9.

Nah, kalau Susilo Bambang Yudhoyono disumpah sebagai Presiden Negara kafir RI dengan mengatakan "Demi Allah" akan "memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya".

Itu berarti Susilo Bambang Yudhoyono benar-benar telah melanggar dan membangkang kepada aturan, hukum yang telah diturunkan Allah SWT.

Coba kalian pikir wahabiyin Hadi budek, apakah ada dalam ayat-ayat Al Qur'an perintah yang isinya mengandung "memegang teguh Undang-Undang Dasar 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya".

Kalian wahabiyin Hadi budek memang kalau berbicara dan menanggapi di mimbar bebas ini asal cuap saja.

Coba perhatikan lagi lebih mendalam ketika wahabiyin Hadi yang telah diracuni sampah pancasila ini menyatakan: "Dan mengenai Sumpah SBY memang saya tidak terlau mempersoalkannya itu urusan pribadi SBY dengan Rabb nya Allah SWT. Itu Sumpahnya nya beliau dengan Allah dan Rakyat Indonesia. Beliau Sendiri yang akan mempertanggung jabkannya di hadapan Allah SWT di akherat kelak."

Nah dari apa yang dikatakan oleh wahabiyin Hadi dari golongan kaum wahabi Saudi ini jelas menggambarkan bagaimana itu wahabiyin betawi Hadi yang budek ini menganggap enteng kepada apa yang disumpahkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden Negara RI.

Itu wahabiyin Hadi budek, memang telah melakukan bid'ah, dan khurafat yang menyesatkan.
Coba pikirkan lebih kedalam, dengan itu Susilo Bambang Yudhoyono telah bersumpah dengan mengatakan "Demi Allah" kemudian dia menetapkan, memutuskan, menjalankan dasar hukum yang berupa undang-undang, keputusan, peraturan, instruksi yang kesuanya tidak ditetapkan, tidak diputuskan menurut apa yang diturunkan Allah SWT, maka jelas itu Susilo Bambang Yudhoyono telah melakukan tindakan yang menjurus kepada kekafiran.

Wahabiyin Hadi, kalian harus sadar, bahwa kalian memang telah terlena dan telah teracuni oleh sistem thaghut pancasila, sehingga kalian tidak tau bahwa kalian telah dibawa kejalur dan ke arah jalan yang menyesatkan umat Islam di RI ini.

Lihat saja, kalau orang-orang Islam model kalian memandang dan berpikiran tentang sumpah Presiden seperti yang dikemukakan oleh wahabiyin Hadi dari golongan wahabi Saudi ini, maka jelas itu adalah sudah merupakan bid'ah dan khurafat yang menyesatkan, yang perlu dihancurkan.

Tetapi, celakanya kalian tidak merasakan dan tidak menyadari bahwa apa yang tercantum dalam UUD 1945 BAB III Kekuasaan Pemerintah Negara, Pasal 9 itu bid'ah, khurafat yang menyesatkan. Karena memang kalian telah teracuni oleh sistem thaghut pancasila.

Coba lihat lagi apa yang dikatakan wahabiyin Hadi betawi budek ini: "dan di atas kepalanya pun diletakan Kitab Suci Al Qur'an yang di saksikan para malaikat, rakyat Indonesia dan di saksikan ahlul bid'ah Ahmad Sudirman sendiri yang melihatnya langsung lewat TV Kabel wedia"

Hai wahabiyin budek Hadi, Ahmad Sudirman tidak melihat itu gambar Susilo Bambang Yudhoyono disumpah, tidak ada gunanya melihat, bikin sesat saja.

Itu kalau kalian tidak menyadari apa yang dilakukan ketika Susilo Bambang Yudhoyono disumpah dengan mengatakan akan "memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya" yang diletakkan Al Qur'an diatas kepalanya. Jelas itu bid'ah yang menyesatkan, dan khurafat yang perlu dihancurkan.

Itu sama saja seperti keledai budek yang membawa kitab. Mengapa ?

Karena itu Susilo Bambang Yudhoyono kalau akan menetapkan dan memutuskan undang-undang, Peraturan, Keputusan, Instruksi tidak akan mengacu kepada dasar dan sumber hukum Islam yang terkandung dalam Al-Qur'an yang waktu disumpah menjadi Presiden Negara sekuler RI diangkatkan diatas kepalanya.

Disamping itu sudah jelas Undang-Undang Dasar 1945 adalah UUD sekuler, dan segala undang-undang dan peraturan semuanya adalah undang-undang dan peraturan sekuler.

Apakah kalian wahabiyin Hadi masih bodoh bisa ditipu dengan apa yang tercantum dalam UUD 1945 BAB III Kekuasaan Pemerintah Negara, Pasal 9 ?. Dan kalian wahabiyin Hadi mengangggap "itu urusan pribadi Susilo Bambang Yudhoyono dengan Rabb nya Allah SWT"

Memang benar-benar kalian telah dibuat sesat oleh kelakuan dan hasil pemikiran Soekarno dan para penerusnya di Negara sekuler Pancasila dengan sistem thaghut pancasila yang menyesatkan ini.

Kalian wahabiyin Hadi memang budek tidak paham dan tidak mengerti sehingga keluarlah ungas ingusnya: "Ha ha ha Saudara anda ini bagai mana ? Mana ada itu Demi Thagut Pancasila. sudah jelas Allah SWT lebih tinggi dari pancasila. Becanda Anda ini."

Wahai wahabiyin Hadi, mengapa Ahmad Sudirman mengatakan ucapkan, biar konsekuen itu, dengan mengatakan demi thaghut pancasila, bukan dengan mengatakan demi Allah, kalau memang akan "memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya".

Rupanya kalian wahabiyin Hadi tidak paham dan tidak mengerti apa yang dikemukakan oleh Ahmad Sudirman itu. Dan kalian wahabiyin Hadi memang salah kaprah dalam memahami dan menghayati tentang isi sumpah presiden yang tertuang dalam UUD 1945 BAB III Kekuasaan Pemerintah Negara, Pasal 9.

Dasar budek, itu bid'ah dan khurafat yang menyesatkan dan telah dilegalisasi, tetapi oleh kalian wahabiyin Hadi dari Betawi ini dianggap hal biasa dan tidak perlu dipersoalkan.

Kemudian, kalian wahabiyin Hadi mengatakan lagi: "Sebagai rakyat Indonesia yang baik dan sangat menghormati mayoritas pendapat saudara saudara muslim lainya. sepatutnyalah saya mengikuti kesepakatan para ulama ulama dan ulil amri / pejabat pejabat RI. kalau saya tidak menta'ati berarti saya harus menerima konsekwensi yang sangat serius, dan pastinya akan dapat membawa mudharat untuk diri saya."

Nah kalian memang telah terjerumus kedalam lumpur sistem thaghut pancasila.

Itu wahabiyin betawi Hadi dari golongan kaum wahabi Saudi di Betawi, yang menentukan dasar hukum yang berlaku di Negara sekuler pancasila bukan "kesepakatan para ulama ulama dan ulil amri / pejabat pejabat RI", melainkan hasil pemungutan suara terbanyak dalam lembaga legislatif DPR, MPR dan keputusan pimpinan Eksekutif yakni Presiden.

Jadi memang kalian salah kaprah, kalian hanya ikut saja terjerumus kelembah kebinasaan dan kesesatan karena harus taat dan setia kepada pimpinan Eksekutif yang dalam menentukan ketetapan undang undang, aturan, peraturan tidak berdasarkan kepada apa yang diturunkan Allah SWT, dan harus taat dan setia kepada para anggota legislatif yang menentapkan dan memutuskan undang undang , ketetapan-ketetapan, tidak berdasarkan kepada apa yang diturunkan Allah SWT.

Inilah kebodohan dan kesesatan yang telah dipertontonkan oleh wahabiyin betawi Hadi dari golongan kaum wahabi Saudi yang ada di Betawi.

Celakanya lagi itu wahabiyin betawi Hadi mengatakan: "Pancasila memang Buatan manusia (thagut / Hukum Dunia). Akan tetapi Pancasila banyak di adopsi dari Hukum Hukun Islam. Saya tidak sependapat dengan saudara ahlul bid'ah Ahmad Sudirman menyebutnya istilah "Mencampur Adukan" yang benar adalah mengadopsi atau mengambil sebagian hukum Islam untuk dijadikan dasar hukum RI dengan kata lain Thagut Pancasila yang bernafaskan Islam."

Hai wahabiyin betawi Hadi budek, itu yang kalian katakan "mengadopsi atau mengambil sebagian hukum Islam untuk dijadikan dasar hukum RI dengan kata lain Thagut Pancasila yang bernafaskan Islam" itu salah kaprah.

Dan itulah yang Ahmad Sudirman katakan kalian memang melakukan bid'ah dan khurafat yang menyesatkan. Kalian, Departemen Agama dan DPR telah terang-terangan melakukan bid'ah dan khurafat yang seharusnya oleh kaum kalian dari golongan wahabi Saudi diberatas dan dihancurkan, bukan dipersubur dengan pupuk pikiran kalian yang gombal.

Itu hukum perkawinan dalam Islam sudah jelas, tidak perlu diadopsi menjadi hukum rujak ulek pancasila. Hukum waris sudah jelas dalam Islam, tidak perlu diadopsi menjadi hukum rujak pecel made in Negara sekuler Pancasila.

Celakanya kalian menganggap itu hasil comotan-comotan yang diambil dari hukum perkawinan Islam, waris, dikatakan hukum thaghut pancasila yang bernafaskan Islam. Inilah bid'ah yang benar-benar menyesatkan yang harus dihancurkan sehancur-hancurnya dari muka bumi.

Tetapi, justru oleh kaum wahabi Hadi ini dianggap biasa dan bisa diterima. Dasar wahabiyin Hadi pengikut khawa nafsu dan pelaku bid'ah yang menyesatkan.

Kemudian kalian wahabiyin betawi Hadi mengatakan: "Menurut saya hal yang demikian itu lebih bagus dari pada system hukum Negara Kafir Swedia dimana tempat tinggalnya Alul bid'ah Ahmad Sudirman."

Hai wahabiyin betawi Hadi, itu di Swedia pemerintahnya tidak melakukan bid'ah seperti yang dilakukan oleh Departemen Agama dalam Pemerintah kalian di Negara sekuler pancasila.

Lihat saja apa yang dilakukan Departemen Agama Negara sekuler RI seperti yang dikemukakan oleh wahabiyin betawi Hadi: "Hukum Hukum negara RI mulai dari hukum Waris, Nikah sampai makanan dll banyak di adopsi dari hukum Islam. Hukum Hukum yang demikian itu sangat penting sekali bagi kehidupan umat muslim Indonesia sehari hari hari."

Inilah yang mencampur adukkan hukum Islam dengan hukum sekuler negara Pancasila. Inilah yang mengada-ada dan merupakan perbuatan bid'ah yang dilakukan oleh Departemen Agama dan DPR. Hasil kutak-katik dan comotan sana comotan sini yang ada dalam hukum Islam, lalau digodok dalam periuk Departemen Agama kemudian dibakar dalam pemikiran para anggota DPR, dengan cara mengambil keputusan melalui pemungutan suara terbanyak, kemudian dinyatakan sebagai hukum pancasila bernafaskan Islam. Inilah yang memang benar-benar bid'ah yang menyesatkan umat Islam di muka bumi Negara sekuler RI.

Hai wahabiyin betawi Hadi, kalian pikir di Jakarta ditempat kalian tinggal tidak ada itu yang kalian katakan zinah, kumpul kebo, khamar, hukum nikah pancasila yang sesat, hukum waris pancasila, makanan haram.

Itu minuman keras, pelacuran, ganja, kumpul kebo, adalah yang paling hebat di tempat kalian dibandingkan dengan tempat lainnya di kota-kota besar di Asia.

Wahai kaum wahabi betawi Hadi, jangan kalian sok bersih. Kalian tuduh di negara lain adalah kotor, haram, tetapi kalian lupa, ditempat sekeliling kalian saja, di kota Betawi itu kemaksiatan, pelacuran, kumpul kebo, alkohol, judi, makanan haram, tumbuh bagaikan jamur dimusim hujan.

Terakhir, wahai wahabiyin betawi Hadi dari golongan kaum wahabi Saudi di Betawi, jelas itu umat islam di Negara sekuler telah disesatkan oleh para pimpinannya termasuk oleh Susilo Bambang Yudhoyono dengan sumpah Presidennya.

Dan kalian wahabiyin betawi Hadi telah tertipu dan telah masuk kejurang kesesatan, kebid'ahan, kekhurafatan, dan kesyirikan dalam sistem thaghut pancasila hasil kutak-katik Soekarno.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

From: "H4D!" hadifm@cbn.net.id
To: "Ahmad Sudirman" ahmad_sudirman@hotmail.com
Cc: "Ahmad Sudirman" <ahmad_sudirman@hotmail.com>, "Ahmad Sudirman" <ahmad@dataphone.se>, "gatra" <gatra@gatra.com>, <JKamrasyid@aol.com>, "KOMPAS" <kompas@kompas.com>, <koran@tempo.co.id>, <koransp@suarapembaruan.com>, <maop_004@yahoo.com.au>, "Matius Dharminta" <mr_dharminta@yahoo.com>, <mazda_ok@yahoo.com>, <mediacenter@sby-oke.com>, <mimbarbebas@egroups.com>, <mitro@kpei.co.id>, "MT Dharminta" <editor@jawapos.co.id>, <om_puteh@hotmail.com>, "Redaksi Waspada" <redaksi@waspada.co.id>, <redaksi@forum.co.id>, <redaksi@manajemenqolbu.com>, <redaksi@sinarharapan.co.id>, <rpidie@yahoo.com>, "warwick aceh" <universityofwarwick@yahoo.co.uk>, <rokh_mawan@yahoo.com>, "H4D!" hadifm@cbn.net.id
Subject: AHLUL BID'AH AHMAD SUDIRMAN TERLENA DENGAN HUKUM KAFIR SWEDIA
Date: Sun, 24 Oct 2004 17:18:42 +0700

Assalamualaikum Wr Wb

Alhlul Bid'ah Ahmad Wrote : KELIHATAN JELAS WAHABIYIN HADI TERLENA SUMPAH SUSILO BAMBANG YUDHOYONO DAN PENCAMPURADUKKAN SISTEM HUKUM THAGHUT PANCASILA DENGAN HUKUM ISLAM YANG DIKEMBANGKAN DEPARTEMEN AGAMA."

AHLUL BID'AH AHMAD SUDIRMAN TERLENA DENGAN HUKUM KAFIR SWEDIA AKAN TETAPI MALAH MENCAMPURI URUSAN NEGARA ORANG LAIN.YANG JELAS HUKUM NYA LEBIH BAIK DARI SUDUT PANDANG ISLAM.

Wahai Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman

Semoga Allah memberikan rahmat kepada Anda Agar Anda Sadar dari keangkuhan dan kesombongan anda. Jelas itu adalah firnah kalau ahlul bid'ah Ahmad Sudirman Menuduh saya terlena dan mencampur adukan hukum Islam dengan pancasila. karena apa ?

1. Hadi bukanlah Yang membuat undang undang tersebut yang membuat undang undang adalah DPR RI dan Sebagai rakyat Indonesia yang baik dan sangat menghormati mayoritas pendapat saudara saudara muslim lainya.sepatutnyalah saya mengikuti kesepakatan para ulama ulama dan ulil amri / pejabat pejabat RI.kalau saya tidak menta'ati berarti saya harus menerima konsekwensi yang sangat serius.dan pastinya akan dapat membawa mudharat untuk diri saya.

2. Pancasila memang Buatan manusia (thagut / Hukum Dunia ) Akan tetapi Pancasila banyak di adopsi dari Hukum Hukun Islam. Saya tidak sependapat dengan saudara ahlul bid'ah Ahmad Sudirman menyebutnya istilah " Mencampur Adukan " yang benar adalah mengadopsi atau mengambil sebagian hukum Islam untuk dijadikan dasar hukum RI dengan kata lain Thagut Pancasila yang bernafaskan Islam.

Menurut saya hal yang demikian itu lebih bagus dari pada system hukum Negara Kafir Swedia dimana tempat tinggalnya Alul bid'ah Ahmad Sudirman. Hukum Hukum negara RI mulai dari hukum Waris, Nikah sampai makanan dll banyak di adopsi dari hukum Islam. Hukum Hukum yang demikian itu sangat penting sekali bagi kehidupan umat muslim Indonesia sehari hari hari. Ini sangat jauh berbeda dengan sistem hukum negara kafir Swedia yang mana Hukum Waris, Nikah sampai makanan sangat bertentangan dengan hukum Islam di Swedia dan Negara kafir Scandinavia (norweigia dll) itu Zinah Dihalalkan, kumpul kebo Di halalkan, Khamar halal , Hukum Nikah Amburadul, Hukum Waris Apalagi sampai makananpun tidak bisa dijamin ke Halallan nya. Nauzubillah.Apakah saudara Ahlul Ahmad Sudirman terlena dengan hal hal tersebut? Hanya menganggap sepi saja.akan tetapi malah sibuk mengurusi negara orang lain. Bagaimana ini Wahai Alul bid'ah ?? yang jelas jelas di depan mata anda banyak Terjadi kemunkaran.Tetapi anda tidak menentang dan angkat senjata !

Dan mengenai Sumpah SBY memang saya tidak terlau mempersoalkannya itu urusan pribadi SBY dengan Rabb nya Allah SWT. Itu Sumpahnya nya beliau dengan Allah dan Rakyat Indonesia. Beliau Sendiri yang akan mempertanggung jabkannya di hadapan Allah SWT di akherat kelak.

Kalau saya berpendapat SBY mengucapkan Sumpah dengan menyebut nama " Demi Allah " dan di atas kepalanya pun diletakan Kitab Suci Al Qur'an yang di saksikan para malaikat, rakyat Indonesia dan di saksikan ahlul bid'ah Ahmad Sudirman sendiri yang melihatnya langsung lewat TV Kabel wedia. (Mudah mudahan anda nonton) dapat di ambil kesimpulan bahwa SBY menganggap bahwa Allah lebih tinggi dari pancasila. Jadi beliau menggunakan kata " Demi Allah "

Ha ha ha Saudara anda ini bagai mana ? Mana ada itu Demi Thagut Pancasila. sudah jelas Allah SWT lebih tinggi dari pancasila. Becanda Anda ini.

Jadi Wahai Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman itu bukanlah menyesatkan apalagi fitnah. Umat Muslim tak akan Pernah tersesat mereka Banyak yang pandai dari saya, dan tau mana yang baik dan yang salah.

Wallohu a' lam bi showab
Wassalaam

Hadi

hadifm@cbn.net.id
Jakarta, Indonesia
----------