Stockholm, 26 Oktober 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

KOMUNIS BUDEK USERNAME MANA TAU ITU PROSES TUMBUHNYA NEGARA RI, RIS, NKRI, RI KEMBALI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MANA ITU KOMUNIS BUDEK USERNAME MENGETAHUI JALUR PROSES PERTUMBUHAN NEGARA RI, RIS, NKRI, KEMUDIAN MENJADI RI KEMBALI.

"NKRI adalah kelanjutan RI, dimana negara2 bagian RIS yg lain sdh meleburkan diri ke dlm RI Presiden RI 1945-1949: Sukarno; Presiden RIS 1949-1950: Sukarno; Presiden RI 1949-1950: Mr Asaat; Presiden NKRI 1950-skrg : Sukarno (sampai 1967) Bagaimana bung Karno jd presiden RI? krn tgl 17-8-1950, Mr Asaat mengundurkan diri dan menyerahkan jabatannya kembali ke Soekarno. Mr Asaat adalah presiden RI selama bung Karno jd presiden RIS. Sbg presiden RIS, tentu saja bung Karno boleh membubarkan RIS. Itu wewenang beliau menurut UU RIS. Justru PBB atau Belanda tak punya hak apa2 mengatur RIS." (Username , s4043015@student.uq.edu.au , Tue, 26 Oct 2004 00:21:03 +0900)

Saya sudah mengerti itu sejarah RI dan RIS, toh apa yg bapak Username sampaikan dgn yg pak Ahmad sampaikan tdk berbeda. Yg saya persoalkan, RI adalah negara bagian RIS, atau anggap saja RI adalah sebuah propinsi dari sebuah negara yg namanya RIS. Lalu apa tidak aneh proponsi (negara bagian) yg lain meleburkan dirinya ke dlm salah satu propinsi RIS, yakni RI. Misalkan NKRI punya banyak propinsi,di antaranya ada yg namanya propinsi Jawa Barat. Lalu entah bagaimana ceritanya, ada propinsi NKRI yg namanya propinsi Maluku Utara meleburkan dirinya menjadi ikut propinsi Jawa Barat. Jadi wilayah propinsi jawa barat skrg meliputi daerah jawa bagian barat dan maluku bagian utara (anggap saja logika ini masuk akal). Lalu tiba2 negara NKRI dibubarkan oleh presidennya sendiri (apa memang bisa begitu saya juga kurang tahu) dan tiba2 salah satu propinsi, yakni Jawa Barat merubah namanya menjadi Negara Indonesia Jaya lalu jadilah negara baru, dan semua itu terjadi hanya dalam tempo kurang dari 2 tahun." (Peace Org, miranda_hnf@yahoo.co.uk
, Tue, 26 Oct 2004 14:32:29 +0900)

Komunis gombal Username di Universitas Queensland, Australia.

Saudara Peace Org itu komunis budek Username ini mana mengerti dan paham tentang jalur proses tumbuhnya Negara RI, RIS, NKRI, RI kembali.

Makanya ketika komunis gombal Username menjelaskan RI, RIS, NKRI, RI ngaco dan tidak menentu. Coba saja perhatikan apa yang ditulis oleh komunis budek Username: "NKRI adalah kelanjutan RI, dimana negara2 bagian RIS yg lain sdh meleburkan diri ke dlm RI Presiden RI 1945-1949: Sukarno; Presiden RIS 1949-1950: Sukarno; Presiden RI 1949-1950: Mr Asaat; Presiden NKRI 1950-skrg : Sukarno (sampai 1967)"

Nah jelas kelihatan bagaimana rancunya jalan pikiran komunis budek Username ini dalam menjelaskan proses pertumbuhan Negara RI ini.

Padahal jalur proses pertumbuhan Negara RI yang sebenarnya adalah dari sejak diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 sampai 13 Desember 1949 berbentuk Negara Republik dengan sistem Parlementer. Lembaga Eksekutifnya dipimpim oleh Presiden dan Perdana Menteri. Lembaga legislatifnya adalah Komite Nasional yang diresmikan dan anggota-anggotanya dilantik pada tanggal 29 Agustus 1945. Dimana Kominet Nasional ini dibentuk dalam Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 1945. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal. 24-25).

Dari tanggal 14 Desember 1949 sampai 14 Agustus 1950 Negara RI sebagai Negara Bagian Republik Indonesia Serikat. Dimana lembaga eksekutif RIS terdiri Presiden dan Perdana Menteri. Sedangkan lembaga legislatif RIS terdiri dari Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat atau Parlemen. Dimana Senat merupakan wakil Negara/Daerah Bagian, dimana setiap Negara/Daerah Bagian mempunyai dua anggota didalamnya. Sedangkan Dewan Perwakilan Rakyat atau Parlemen beranggotakan 150 orang yang mewakili seluruh rakyat yang ada di Negara/Daerah Bagian RIS. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal. 244).

Kemudian dalam tubuh RIS telah dilakukan proses pembengkakan tubuh Negara Bagian RI, melalui cara pembuatan dasar hukum Undang-Undang Darurat No 11 tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS yang ditetapkan pada tanggal 8 Maret 1950. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1950-1964, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.42).

Dari sejak 9 Maret 1950 sampai 5 April 1950 Negara Bagian RIS hanya tinggal 3 Negara Bagian yakni, Negara Sumatera Timur (NST), Negara Indonesia Timur (NIT), dan Negara RI-Jawa-Yogya yang didalam perutnya telah mengendap Negara/Daerah Istimewa Kalimantan Barat, Negara Madura, Daerah Banjar, Bangka, Belitung, Dayak Besar, Jawa Tengah, Negara Jawa Timur, Kalimantan Tenggara, Kalimantan Timur, Negara Pasundan, Riau, Negara Sumatra Selatan. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1950-1964, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.42).

Pengendapan Negara/Daerah Bagian RIS kedalam tubuh Negara Bagian RI-Jawa-Yogya memakai dasar hukum Undang-Undang Darurat No 11 tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS.

Inilah kelicikan taktik Soekarno dalam usaha menelan Negara-Negara yang berada diluar wilayah de-facto dan de-jure Negara RI-Jawa-Yogya.

Kemudian dari tanggal 13 Mei 1950 sampai 19 Mei 1950 dilangsungkan perundingan RIS-NIT-NST. Dan perundingan RIS-RI.

Disini, pihak Negara Sumatera Timur (NST) dan Negara Indonesia Timur (NIT) memberikan kuasa penuh kepada RIS untuk berunding dengan pihak RI.

Memang licik dan penuh tipu muslihat permainan Soekarno dalam tubuh RIS ini.

Coba pikirkan, bagaimana itu Negara Bagian NST dan NIT memberikan kuasa penuh kepada RIS yang Presidennya Soekarno untuk berunding dengan pihak Negara Bagian RI yang Presidennya Mr Asaat.

Ya, jelas pada tanggal 19 Mei 1950 dicapai kesepakatan anatara RIS-Soekarno dengan RI-Asaat untuk meleburkan NST dan NIT kedalam tubuh Negara RI-Jawa-Yogya alias Negara RI-Asaat.

Maka lengkaplah pada tanggal 19 Mei 1950, 15 Negara/Daerah Bagian RIS melebur kedalam perut Negara Bagian RI-Asaat atau Negara RI-Jawa-Yogya.

Dan celakanya pada tanggal 14 Agustus 1950 itu Soekarno menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh dengan cara memasukkan Negeri Acheh kedalam tubuh Negara Bagian RI-Asaat alias Negara Bagian RI-Jawa-Yogya memakai dasar hukum seenak udelnya sendiri Soekarno yang diberi nama PP RIS No.21/1950.

Pada tanggal yang sama, 14 Agustus 1950, DPR atau Parlemen RIS dan Senat RIS mengesahkan Rancangan Undang-Undang Dasar Sementara Negara Kesatuan RI. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1950-1964, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.42).

Dan akhirnya pada tanggal 15 Agustus 1950 dalam rapat gabungan DPR atau Parlemen dan Senat RIS, Soekarno membacakan piagam terbentuknya NKRI.

Dan pada hari yang sama Soekarno terbang ke Yogyakarta untuk mengambil alih Presiden RI-Asaat alias Presiden RI-Jawa-Yogya yang telah gemuk menelan bekas 15 Negara/daerah Bagian RIS.

Dan pada tanggal 16 Agustus 1950, itu para mantan anggota DPR atau Parlemen RIS dilantik menjadi Anggota DPR NKRI. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1950-1964, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.47).

Betul-betul tipu daya Soekarno penipu licik dan penelan Negeri Acheh, yang didukung penuh oleh komunis gombal budek Username dari Universitas Queensland.

Dari tanggal 16 Agustus 1950 sampai 5 Juli 1959 NKRI memakai Undang Undang Dasar Sementara dengan mengikuti sistem parlementer.

Dan dari 5 Juli 1959 sampai detik sekarang ini, NKRI dirobah menjadi Negara RI dengan UUD 1945 RI yang lama, melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Dimana sistem pemerintahannya menganut sistem presidentil. Dimana anggota Lembaga legislatifnya yang dinamakan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara diambil dari mantan anggota-anggota DPR dari NKRI dan ditambah dengan utusan dari Daerah-Daerah dan Golongan-Golongan.

Nah, itulah jalur proses pertumbuhan Negara RI-Soekarno dari sejak 17 Agustus 1945 sampai detik sekarang ini.

Dan kalian komunis gombal budek Username kalau tidak mengerti dan tidak paham jalur proses pertumbuhan Negara RI-Soekarno ini jangan sok tahu memberikan penjelasan di mimbar bebas on line ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

To: ahmad@dataphone.se
Subject: Site Posting: Danrem 011/LW Azmyn Yusri menipu rakyat Acheh dengan syariat Islam model pancasila
From: miranda_hnf@yahoo.co.uk
Date: Tue, 26 Oct 2004 14:32:29 +0900

http://ahmad-sudirman.com/comments.php?id=801_0_1_0_C

Buat pak username, makasih atas tanggapannya

1. Pemberontak
Saya tidak menafikan makna 'pemberontak' pada diri GAM, saya hanya ingin bapak melihat bahwa pemberontak dan pahlawan ibarat 2 sisi mata uang, dan bapak sendiri telah 'mengakuinya' jadi saya hanya ingin kejujuran bapak saja.

Dan apapun alasannya, Daud Beureueh tetap adalah 'pemberontak' jadi tak usahlah bapak sok-sok membela beliau, dan bukankah 'pemberontak' itu tdk selalu berarti pihak yg salah.

Setahu saya separatisme itu masih diakui dlm tata dunia saat ini. Sbg sebuah upaya sekelompok komunitas manusia utk melepaskan keterikatan komunitasnya dari komunitas yg lebih besar dgn berbagai alasan.

Dan GAM punya alasan utk itu, entah itu namanya alasan historis, alasan kebangsaan
ataupun alasan ekonomi-politik.

Dlm sebuah konsep demokrasi, tidak ada itu pengekangan akan separatisme, justru kalau bapak menganggap GAM itu separatisme maka dlm alam demokrasi selayaknya itu disalurkan suara politik utk memisahkan diri.

Tdk ada itu dlm konsep demokrasi kalau ada keinginan utk memisahkan diri lalu ditumpas dgn kekuatan bersenjata hingga puluhan ribu tentara.

Well, tentu saja berbeda dgn indonesia yg memang sejak awal track record demokrasinya amburadul. Karenanya mungkin kita tdk perlu terlalu tersinggung kalau dibilang sbg negara penjajah, karena memang praktek2 demokrasi tdk kita terapkan

2. Aceh dijajah
Kita berdiskusi di sini berarti kita sedang membuka mata dan hati kita bahwa ada orang2 yg menyuarakan bahwa kita sedang menjajah negri aceh.

Selama ini kita terbutakan dan terpekakkan tdk melihat dan mendengar suara2 itu. Membuka mata dan hati serta mendengarkan suara2 itu tdk berarti kita sepakat dgn suara2 itu, tapi paling tidak kita membuka diri, lepas dari kebutaan, ketulian, dan 'kekuperan' kita selama ini.

Memang banyak yg menganggap GAM itu bandit, tapi tidak sedikit pula yg menganggap TNI/Polri itu gembongnya bandit. Justru itulah kita jangan menutup mata, atau hanya melihat dgn sebelah mata, mendengar hanya yg kita ingin dengar.

Kalau bapak meminta kita bertanya kpd korban GAM, mengapa kita juga enggan bertanya kpd korban TNI/Polri (yg sangat banyak itu). Saya bukan ingin mengatakan bahwa GAM itu 100% benar dan 100% bersih, tapi kalau saya mengatakan TNI/Polri itu 100% benar dan 100% bersih, jelas itu berarti saya menutup mata dan hati saya, menulikan telinga saya sendiri akan jerita korban2 agresi TNI/Polri

3. Aceh menyerah
Kebetulan ada artikel menarik yg bersesuaian dgn poin ini di situs acehkita.com . Sultan memang menyerah (bahkan pak Ahmad pun tdk membantah) tapi menyerah bukan berarti habis dan kalah sama saja indonesia juga telah lama menyerah kalah dari belanda, toh kita bisa merebut kembali 'kedaulatan' kita. Jadi mungkin hanya soal waktu sebelum aceh merebut kembali 'kedaulatan' mereka.

Kita orang indonesia kan punya semboyan, gugur satu tumbuh seribu, saya yakin orang aceh-GAM juga punya semboyan macam begitu. Jadi saya pikir terlalu 'sombong' kita mengklaim bahwa dgn kekerasan senjata persoalan konflik aceh akan segera terselesaikan.

4. Belanda megklaim RI
Ini bapak sendiri yg mengatakan belanda menarik klaimnya atas indonesia sejak 1949, padahal menurut bapak mereka mengkalim indonesia setelah sekutu kalah. Jadi benar menurut bapak, klaim indonesia tahun 45-49 adalah klaim kosong? karena bapak baru mengakui klaim indonesia baru pada tahun 49.

Satu pernyataan bapak yg aneh, mana ada itu merauke ada pemerintahan RI yg efektif tahun 49, jelas2 ngaco kalimat bapak ini. Tapi mungkin itu sekedar eoforia saja saking semangatnya ingin membela ibu pertiwi (atau ada yg bilang ibu perampok)

5. Sekutu
Mana bukti yg bisa bapak ajukan di sini selain 'klaim' sepihak bapak? Kalau sekedar bendera, itu di aceh ada saja bendera GAM berkibar, apakah lantas berarti GAM berdaulat di situ?. Juga di papua ada bendera bitang kejora, juga berkibar2. Jadi mana buktinya, bapak?

6. Rasisme
Bapak ini ada2 saja menuduh saya rasisme. Saya pikir seharusnya bapak sedikit tahulah apa itu rasisme, kok bisa2nya mengalamatkannya pada saya karena saya sedikit berbicara masalah 'hak orang2 asli'.

Bersatu dlm satu komunitas adalah hak setiap elemen komunitas tsb, dan berpisah dari komunitas yg lebih besar adalah juga hak dari setiap elemen komunitas yg besar tadi. Mengapa orang yg ingin mempertahankan identitasnya secara terpisah bapak anggap sebagai seorang/seklompok rasis.

Mengapa tdk sekalian bapak katakan itu malaysia rasis dan separatis, karena membangun sebuah negara melayu, padahal kan bangsa indonesia itu termasuk orang melayu di dalamnya?

Mengapa itu orang mindanao dikuasai filipina padahal secara etnis lebih dekat kpd orang2 minahasa sekalian saja bapak klaim itu papua new guinea yg adalah kembaran orang2 papua yg bapak klaim sbg bagian intergal bangsa indonesia.

Kebaikan sebuah persatuan antar bangsa (spt dlm kasus bangsa indonesia) tdk bisa dijadikan harga mati karena esensi persatuan adalah utk memperkokoh, utk bekerjasama, utk saling mengerti
jadi kebersamaan lebih penting daripada persatuan, karena persatuan hanyalah sarana utk menuju kebersamaan dan kebaikan bersama.

Kalau bersatu tetapi gontok2an ya, lebih baik pisah. Sama saja dlm konsep rumah tangga, kan itu konsep yg baik, bersatu dlm sebuah rumath tangga, tapi kalau sudah saling tidak cocok ya jangan dipaksakan, makanya ada konsep cerai.

Ketika bapak mengatakan semua adalah bangsa indonesia, itu adalah sebuah judgement yg perlu dipertanyakan. Dari awal saya mempertanyakan apa itu definisi bangsa indonesia? Bapak hanya memberikan kesimpulan singkat tanpa makna. Dan apa pula definisi bangsa dlm pembukaan UUD 45?. Mungkin bapak bisa tanyakan itu ke dosen kuliah bapak, atau pejabat2 indonesia, nanti setelah bapak dapat definisinya beritahu saya, lalu kita bisa diskusikan lagi poin ini.

7. Sultan Yogya
Justru itu yg saya tanyakan, apa pasalnya sultan yogya/solo menyerahkan kedaulatan wilayah yogya/solo kpd pemerintah RI pak karno. Kan jadinya aneh, bukan siapa2 kok belagak sbg penguasa. Kekuasaan mereka kan sudah ompong sejak dikooptasi oleh belanda, apa bapak mengerti guyonan sultan yogya/solo itu?. Atau ya kalau menurut istilah bapak mereka itu sbg penjaga tradisi, kan tdk salah saya menyamakan sultan yogya/solo dgn srimulat atau lenongnya mpok nori :D

8. RI dan RIS
Saya sudah mengerti itu sejarah RI dan RIS, toh apa yg bapak sampaikan dgn yg pak Ahmad sampaikan tdk berbeda. Yg saya persoalkan, RI adalah negara bagian RIS, atau anggap saja RI adalah sebuah propinsi dari sebuah negara yg namanya RIS. Lalu apa tidak aneh proponsi (negara bagian) yg lain meleburkan dirinya ke dlm salah satu propinsi RIS, yakni RI. Misalkan NKRI punya banyak propinsi,di antaranya ada yg namanya propinsi Jawa Barat. Lalu entah bagaimana ceritanya, ada propinsi NKRI yg namanya propinsi Maluku Utara meleburkan dirinya menjadi ikut propinsi Jawa Barat. Jadi wilayah propinsi jawa barat skrg meliputi daerah jawa bagian barat dan maluku bagian utara (anggap saja logika ini masuk akal)

Lalu tiba2 negara NKRI dibubarkan oleh presidennya sendiri (apa memang bisa begitu saya juga kurang tahu) dan tiba2 salah satu propinsi, yakni Jawa Barat merubah namanya menjadi Negara Indonesia Jaya lalu jadilah negara baru, dan semua itu terjadi hanya dalam tempo kurang dari 2 tahun.

Lantas bagaimana ceritanya Negara Indonesia Jaya adalah kelanjutan dari NKRI kalau ceritanya model spt di atas. Faktanya barangkali memang demikian (RIS bubar lalu muncul NKRI), hanya saja tentu agak sulit mencerna logika di atas kecuali memang itu adalah logika yg dipaksakan.

Bapak kan orang 'terpelajar' coba jelaskan dgn nalar yg lumrah, logika yg masuk akal bagaimana utk mencerna logika macam di atas?.

Jadi apakah sama itu RI dgn NKRI, kalau dilihat dari dasar2 hukumnya. NKRI saat ini baru muncul sejak 1959 (dekrit presiden) dan merupakan jelmaan dari RI 1945, karena tdk sampai setahun. Model pemerintahan berubah menjadi parlementer dan karenanya sudah menyalahi dasar konstitusi
jadi dari tahun 1946-1958, itu RI atau NKRI tidak jelas keberadaannya.

10. Renville
Sudah jelas belanda itu hanya mengklaim2 saja, demikian juga RI hanya mengklaim2 saja tapi paling tidak dari hasil perundingan itu ada sedikit kejelasan kalau bapak berpegangan pada peta dari belanda (karena bapak lebih percaya pada orang belanda daripada depdikbud RI) jangan salahkan orang yg pake peta GAM dan jangan bapak bilang itu hanya peta main2 karena ungkapan itu bisa juga mereka balikkan ke bapak sendiri.

Coba saja bapak baca sendiri buku pelajaran sejarah indonesia, barangkali bapak memang sudah lupa atau memang tdk pernah belajar sejarah di indonesia dgn orang indonesia sendiri. Tapi tdk apa2 paling tidak itu membuktikan bahwa bapak juga meragukan keabsahan sejarah versi orang indonesia. Paling tidak itu sudah sebuah nilai plus utk tdk sekedar membeo apa yg orang indoensia katakan.

GAM memang memiliki sayap militer, tetapi tentu itu harus dipahami sbg sebuah reaksi dari sikap opresif penguasa de-facto (NKRI dgn TNI/Polrinya). Proses pembentukannya juga bukan tiba2 ada melainkan melalui proses yg panjang hingga sampai mencapai level spt yg sekarang ini.

Sekali lagi saya katakan, yg memulai bukan mereka, tapi kita. Jadi kalau ada yg berkuasa utk mengakhiri konflik ini yg pertama harus berlapang dada adalah kita di wilayah lain tdk terjadi konflik bukan berarti 'penjajahan' tidak terjadi tapi barangkali mental orang2 terjajah tadi tdk sampai pada tingkat keberanian utk mengatakan tidak kpd kaum penjajah.

Lihat saja bagaimana 'bangsa' indonesia merelakan dirinya dijajah selama sekitar 350 tahun lamanya. Apakah pada 100 tahun masa penjajahannya belanda ada mengatakan "oh, kami tdk menjajah indonesia, lihat saja tidak ada itu yg ingin merdeka dari belanda, lihat saja itu pada tumenggung dan raja2 jawa ikut aktif dalam pemerintahan yg dijalankan belanda, lihat itu pembangunan yg telah pemerintah kolonial lakukan utk bangsa pribumi, tdk ada itu yg ingin membentuk negara indonesia merdeka, itu hanya orang2 ektrimis saja yg selalu berbuat kekacauan di wilayah hindia belanda, dan karenanya harus segera ditumpas sampai ke akar2nya"

Malu sekali rasanya menjadi bagian dari sebuah bangsa yg munafik macam indonesia ini, tapi tentu tdk ada kata utk terlambat selagi masih ada yg bisa kita perbuat. Tetapi menutup diri, bersikap chauvinis, tentu tidak akan membawa kebaikan bagi diri kita sendiri.

Kalau bapak ingin mensifatkan kebiadaban pada sosok GAM, coba tempelkan juga utk sifat kebiadaban pada TNI/Polri yg telah membunuh sekian ribu nyawa tak berdosa dari
-ribuan orang2 aceh
-ratusan ribu aktivis/simpatisan/yg diduga PKI
-ratusan korban Tj Priuk
-ratusan korban kerusuhan Mei
-ratusan dan ribuan orang2 sipil lain yg terenggut hak, harta, bahkan nyawa mereka

Bukan mereka yg memulai, kita yg harus menyudahi malapetaka kemanusiaan ini jika kita masih ingin dianggap sbg manusia.

Peace ORG

miranda_hnf@yahoo.co.uk
----------

From: s4043015@student.uq.edu.au
To: ahmad@dataphone.se
Subject: Site Posting: Danrem 011/LW Azmyn Yusri menipu rakyat Acheh dengan syariat Islam model pancasila
Date: Tue, 26 Oct 2004 00:21:03 +0900

http://ahmad-sudirman.com/comments.php?id=801_0_1_0_C

Kpd tikus Sudirman: memang dasar si Ahmad Sudirman tikus limbah buangan terpaksa menyuruk di Swedia. Sudah gagal membuktikan Aceh dijajah Indonesia masih mengumbar omong kosong ngolor ngidul ngak keru2an yg ngak ada hubungannya sama Aceh. Memang tikus Sudirman tak punya masa depan terus saja bermasturbasi porno Swedia sampai mati.

Kpd mbak Miranda Hanafi (peace.org): kenapa mbak? istiqomah dech berdialog sama saya, soalnya saya jarang2 punya waktu berinternet ria.

1. Pemberontak

Mbak Hanafi ini ternyata kurang mampu memahami pernyataan saya. Baik, mari saya jelaskan demi pembelajaran mbak. Daud Beureueh itu dr thn 1945-1953 adalah pendukung NKRI, lalu thn 1953-1962 krn merasa tak puas aceh jd bag propinsi sumatra utara beribukota medan, dia memberontak dan menggabungkan diri dgn DI-TII yg ingin mengganti dasar negara Indonesia mjd hukum Islam dgn cara kekerasan. Demi mengembalikan keamanan dan kestabilan, pemerintah NKRI menggunakan dua pendekatan: persuasif dan represif. DI-TII di Jabar, Sulsel, dan Kalsel habis dgn represif (Kartosuwiryo dan Ibnu Hadjar dihukum tembak, Kahar Muzakkar tewas dlm pertempuran).

DI-TII di Aceh diselesaikan dgn cara musyawarah dan Daud Beureueh bersumpah setia pd NKRI dan hingga meninggal thn 1987 tak pernah mendukung separatisme. Jadi, gerakan GAM yg separatis adalah sebuah fenomena baru yg baru muncul thn 1977 dicetus oleh virus Tiro, mengkhianati apa yg diamanatkan ulama Aceh thn 1945 dan juga apa yg diinginkan Daud Beureueh yakni Aceh bag dr NKRI.

Lagi2 bukannya mbak Hanafi yg kepingin menggunakan pendekatan legalistik pd masalah Aceh? krn scr legal, separatisme Aceh tak punya dasar baik sejarah maupun hukum.

2. Aceh tak dijajah

Saya tahu ada org Aceh yg buta fakta, kuper, sengaja menutup mata, dan tak luas wawasannya shg menganggap Aceh dijajah Indonesia. Sayang sekali kalau anda adalah salah satu dr mereka.

Fakta itu bukan isapan jempol, tapi sebuah realita kekinian bhw rakyat Aceh adalah bagian aktif dan integral dlm kehidupan bernegara dan berbangsa Indonesia dlm segala bidang. Aceh mjd bagian Indonesia scr sah dan sukarela sjk 1945. Kalau ada org yg tidak melihat fakta itu mungkin memang "kuper" atau sengaja menutup mata.

Jangan salahkan org yg merasa GAM itu bandit munafik dan haus darah krn memang demikian kenyataannya. Tanyakan pd keluarga dr Fauziah dan rektor Unsyiah dan org2 Aceh lainnya yg dibunuh oleh GAM. Jgn membuat kesalahan menyamakan GAM= Aceh. Banyak sekali org Aceh yg aktif mjd wrg negara Indonesia yg patuh hukum dan menghargai nyawa dan hak milik org lain tak seperti GAM. Kalau anda masih menutup mata, ya itu terserah anda.

3. Ttg Aceh menyerah, memang benar sultan Aceh sendiri yg membubarkan kesultanan Aceh, ia lalu dpt rumah di batavia dan subsidi bulanan hingga meninggalnya dia thn 1937. Kalau sebelum meninggal dia mau berubah pikiran, itu terserah dia.

4. Belanda mengklaim RI?

Lucu pernyataan mbak Hanafi: "kalau sekedar klaim (lagi2) itu bisa2 saja RI mengklaim berdaulat atas bekas hindia Belanda, Belanda juga bisa2 saja mengklaim berdaulat kembali atas wilayah bekas jajahannya".

Benar2 pernyataan tak mendidik. Jelas2 Belanda sdh menarik klaimnya atas Indonesia tgl 27-12-1949, jd tidak bisa Belanda mengklaim berdaulat atas Indonesia.. haha.. becanda anda..

Kalau klaim RI atas hindia Belanda adalah sah baik scr de jure (putusan KMB), maupun de facto (pemerintahan RI efektif dr sabang sampai merauke dr tingkat propinsi, kabupaten, kecamatan, hingga kelurahan/desa)

5. Sekutu

Anda ini memang ternyata sudah ikut2an buta sejarah, masih saja mengklaim adanya "kedaulatan" sekutu. Seperti si tikus Ahmad tulis, sekutu selalu mengakui kedualtan Belanda atas Indonesia dan selalu menyertakan NICA di setiap wilayah yg didudukinya. Jd ada kontinuitas Hindia Belanda -> Indonesia

6. Rasisme?

Rupanya anda masih memiliki konsep kuno ketinggalan zaman ttg sebuah "bangsa". Anda mungkin belum pernah mendengar istilah "multikulturalisme" yg jd norma bangsa2 dunia saat ini. Padahal anda tinggal di Inggris yg sdh mengubah paradigma dr bangsa Anglo-Saxon mjd bangsa multikultur dimana suku India, Afrika, dan Asia kini diterima sbg bag dr bangsa Inggris.

Begitu pula bangsa Indonesia sebuah bangsa yg sejak awal thn 1945 sdh memegang prinsip multikulturisme jauh lbh awal dr banyak bangsa lain, dimana suku, agama, ras, atau adat-istiadat tak dijadikan dasar utk dianggap bangsa Indonesia. Tak masalah org Papua atau Maluku dr ras Melanesia, semuanya adalah bangsa Indonesia. Sayang kalau pandangan anda masih mengkotak2kan org berdasar SARA, suatu indikasi sejauh mana kedewasaan berpikir anda. Bahkan sebuah indikasi rasisme yg ada di benak anda.

7. Sultan Yogya/Solo

mbak Hanafi.. mbak Hanafi.. betul menjaga tradisi tak perlu jd ratu/raja, tapi tentu raja/ratu boleh menjaga tradisi, misal gerebgean sultan Yogya tiap maulud nabi Muhammad saw. mbak Hanafi ada2 aja ngolor ngidul sampai menyebut srimulat segala... sungguh jenaka anda.

8. RI dan RIS
Rupanya daya tangkap anda rada terbatas.. shg kesimpulan anda lucu2..

Baik biar saya ulangi pelan2 biar mbak mengerti:
NKRI adalah kelanjutan RI, dimana negara2 bagian RIS yg lain sdh meleburkan diri ke dlm RI.
Presiden RI 1945-1949: Sukarno; Presiden RIS 1949-1950: Sukarno; Presiden RI 1949-1950: Mr Asaat; Presiden NKRI 1950-skrg : Sukarno (sampai 1967)

Bagaimana bung Karno jd presiden RI? krn tgl 17-8-1950, Mr Asaat mengundurkan diri dan menyerahkan jabatannya kembali ke Soekarno. Mr Asaat adalah presiden RI selama bung Karno jd presiden RIS. Sbg presiden RIS, tentu saja bung Karno boleh membubarkan RIS. Itu wewenang beliau menurut UU RIS. Justru PBB atau Belanda tak punya hak apa2 mengatur RIS.

9. DI-TII
Lucu bin aneh pernyataan mbak:"sbg sebuah ide barangkali bisa2 saja beliau menginginkan seluruh wilayah RI menjalankan hukum Islam , tapi pada kenyataannya, beliau tidak mengklaim spt itu".

Padahal dlm maklumat Negara Islam Indonesia daud beureueh thn 1953, jelas isinya:
"Dengan Lahirnja Peroklamasi Negara Islam Indonesia di Atjeh dan daerah sekitarnja, maka lenjaplah kekuasaan Pantja Sila di Atjeh dan daerah sekitarnja, digantikan oleh pemerintah dari Negara Islam."

Jelas Daud Beureueh berniat mengganti dasar negara Indonesia pancasila mjd hukum Islam, sesuai yg diinginkan Imam Negara Islam Indonesia Kartosuwirjo di Jawa Barat, dimana Beureueh jd Menteri Pertahanan NII dibawah Kartosuwirjo (Jackson, K. Rebellion in the Name of Islam, Leiden, 1979)

10. Renville
mbak mungkin suka berhalusinasi atau mengkhayal ya ketika sdg mendapat pelajaran sejarah di sekolah Indonesia, atau mungkin nilia PSPB-nya dibawah rata2, ya?

Seenak udelnya berbohong ttg pelajaran sejarah RI dan perjanjian Renville. Perjanjian Renville tak pernah membatasi RI sekitar Yogya, tetapi membatasi RI dlm wilayah yg dicat merah:
http://www.gimonca.com/sejarah/dec48.gif

Anda ini apa buta huruf, tak bisa membaca sumber dr peta ini yakni Cribb, Robert, Historical Dictionary of Indonesia, Brisbane, 2000. Sumber peta ini ya dokumen perjanjian Renville yg cribb dapatkan dr arsip KITLV (Koninklijk Instituut voor Taal-, Land-, en Volkskundige) di Leiden.

Kalau peta GAM saya kira hanya main2an saja tak perlu dianggap serius. Siapa juga bisa gambar peta main2 seperti itu.

Kalau saya menggunakan sumber Australia dlm mempelajari sejarah Aceh, ya krn riset sejarah di Indonesia sangat kurang dan amat terbatas aksesnya shg karya akademisi dr luar negeri (Belanda, Australia) lbh banyak dipakai drpd karya Indonesia.

Kalo masalah kekerasan, saya kira simpel saja, kalo GAM berhenti menggunakan kekerasan, TNI/Polri juga tak lagi terpaksa menggunakan kekerasan utk mengembalikan keamanan yg merupakan tanggungjawabnya. Buktinya, di Papua ada demo pro-separatis di Jayapura yg dilakukan damai, tak terjadi apa2.

Tapi memang GAM gemar kekerasan thn 1979, aksi pertamanya membunuh & merampok transmigran Jawa dan dua insinyur Exxon-Mobil. Aksi GAM setelah muncul lagi thn 1989 adalah membunuh satpam BCA dan merampok bank. Jelas, natuur dr GAM itu adalah gerakan bandit yg senang melihat Aceh sengsara dan tak aman. TNI/Polri tak ada pilihan menghadapi bandit2 haus darah ini kecuali dgn senjata pula, demi mencegah anarkhi.

Jd pertanyaan saya, apakah anda menganggap GAM berhak membunuh org Aceh sprt dr Fauziah, Prof Dayan Dawood, wartawan TVRI, 7 nelayan Singkil, keuchik yg cinta damai demi angan2 yg tak punya dasar sejarah maupun hukum. Apakah TNI/Polri harus diam saja melihat Aceh jatuh ke gerbang kehancuran gara2 aksi GAM?

Username

s4043015@student.uq.edu.au
Universitas Queensland, Australia
----------