Stockholm, 26 Oktober 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

JOKO RIYANTO MEMANG MASIH SEMPIT WAWASAN BERPIKIRNYA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MEMANG KELIHATAN SAUDARA JOKO RIYANTO MASIH SEMPIT WAWASAN BERPIKIRNYA SEHINGGA SANGAT SULIT MENCERNA APA YANG DITULIS AHMAD SUDIRMAN

"Kembali kepada masalah tadi dimana pak Ahmad cs ternyata secara sadar atau tidak telah menuliskan dirinya dan pak Hasan Tiro cs berambisi untuk menjadi penguasa Aceh besok kalau merdeka. Dan ini setelah saya bicarakan sama pak Rokhmawan maka beliaupun berkata : "lhaa wong dulu-dulu ketika saya belum menggelarinya sebagai ahlul ahwa dan ahlul bid 'ah sudah menuliskan bahwa dirinya akan kembali ke Aceh, Indonesia jika sudah saatnya". (Joko Riyanto , mas_rey_2004@yahoo.com , Mon, 25 Oct 2004 22:26:31 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Joko Riyanto di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Saudara Joko Riyanto, dalam langkah sekarang ini yang sedang dijalankan oleh rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila adalah memperjuangkan penentuan nasib sendiri dalam usaha membela agama, negeri dan harta yang sedang dijarah, diduduki, dan dijajah oleh pihak Negara Pancasila.

Jadi bukan masalah kedudukan atau jabatan atau kekuasaan yang sedang diperebutkan.

Kalau Ahmad Sudirman menyatakan: "Pemimpin eksekutif tidak dibenarkan ikut serta terlibat dalam proses jalannya peradilan yang dipegang oleh badan lembaga peradilan. Kalau pimpinan eksekutif ikut melibatkan dalam proses jalannya peradilan hukum, itu namanya bukan menegakkan hukum yang adil, melainkan meruntuhkan hukum." (Ahmad Sudirman, 19 Oktober 2004)

Itu artinya bukan Ahmad Sudirman berambisi untuk menjadi penguasa Aceh, melainkan menggambarkan bagaimana hukum itu bisa ditegakkan dengan adil.

Jelas itu tergambar dari apa yang Ahmad Sudirman katakan diatas, bahwa lembaga peradilan hukum harus dihormati dan berdiri sendiri dalam menjalankan fungsi dan tugasnya, jangan dilibatkan pihak eksekutif dalam pengambilan jalannya proses peradilan hukum.

Jadi, dengan Ahmad Sudirman memberikan gambaran yang demikian tentang penegakkan hukum dalam satu negara, bukan disimpulkan bahwa Ahmad Sudirman berambisi menjadi penguasa Acheh kelak.

Inilah kesimpulan yang salah yang diambil oleh saudara Joko Riyanto. Mengapa Joko salah dalam pengambilan kesimpulan dari apa yang dikemukakan oleh Ahmad Sudirman ?.

Karena Joko Riyanto memang dangkal dalam memahami dan menganalisa dari apa yang dikemukakan oleh Ahmad Sudirman itu.

Padahal Ahmad Sudirman menampilkan lembaga dengan pelaksananya, bukan hanya individu. Artinya, kalau Ahmad Sudirman mengatakan lembaga peradilan hukum, maka didalamnya menyangkut perangkat hukum dan pelaksananya. Begitu juga ketika Ahmad Sudirman mengatakan lembaga eksekutif, itu artinya lembaga pelaksana pemerintahan dan pelaksananya.

Jadi, ketika membicarakan masalah penegakkan hukum yang adil dan bijaksana adalah pelaksanaan dalam lembaga peradilan hukum harus berdiri mandiri jangan dicampuri oleh lembaga eksekutif.

Misalnya ketika sedang dijalankan peradilan masalah korupsi, tau-tau salah seorang menteri kehakiman ikut campur dalam masalah penentuan hukum dan masalah pengambil vonis. Jelas itu artinya adanya keterlibatan dari pihak lembaga Eksekutif kedalam lembaga peradilan hukum atau kedalam lembaga yudikatif.

Nah, inilah yang dimaksud oleh Ahmad Sudirman ketika Ahmad Sudirman mengatakan: "Kalau pimpinan eksekutif ikut melibatkan dalam proses jalannya peradilan hukum, itu namanya bukan menegakkan hukum yang adil, melainkan meruntuhkan hukum." (Ahmad Sudirman, 19 Oktober 2004)

Jadi bukan Ahmad Sudirman berambisi menjadi penguasa Acheh kelak, sebagaimana yang disimpulkan oleh saudara Joko Riyanto.

Kemudian mengenai masalah kaum wahabi.

Jelas itu mereka yang menamakan gerakan dakhwah salafi adalah muncul dari gerakan yang dikembangkan oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab yang berpusat di Kerajaan Saud sekarang.

Itu tidak ada yang namanya gerakan dakhwah salafi sebelum kaum pengikut Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab yang bekerjasama dengan Muhammad ibnu Saud pendiri keluarga Saud dan Kerajaan Saud muncul di Najd dan Hijaz.

Satu-satunya nama negara atau kerajaan yang yang ada diseluruh dunia yang memakai nama orang, yaitu negara atau kerajaan Saudi yang diambil dari nama Ibnu Saud.

Jadi, mereka yang menamakan dirinya kelompok salafi sebenarnya itu asalnya dari gerakan yang dikembangkan oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab di Najd dan Hijaz atau dari tanah Saudi sekarang. Karena itu kelompok gerakan dakhwah salafi ini merupakan kelompok kaum pengikut Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab atau kaum wahabi.

Mana ada ulama-ulama kaum wahabi atau salafi yang asalnya dari Mesir, Syria, Irak, Lybia, Marokko. Itu semuanya didominasi oleh keluarga Ibnu Saud dan Keluarga Ibnu Abdul Wahab dari Najd dan Hijaz. Sedangkan yang dari Yaman, itu karena ada hubungannya dengan kaum Quraisy dari Bani Hasyim yang hijrah ke Yaman dari Madinah dan Mekkah.

Misalnya ada contoh gerakan oraganisasi Islam yang sangat dipengaruhi oleh paham wahabi ini di Negara RI, yaitu Muhammadiyah. Itu Muhammadiyah adalah sangat dipengaruhi oleh paham yang dikembangkan oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab.

Sedangkan gerakan Nahdhatul Ulama itu ada banyak kesulitan untuk bisa diterima sepenuhnya oleh kaum wahabi Saudi yang mendominasi dalam pemerintahan Kerajaan Saud.

Nah kalau Ahmad Sudirman mengatakan saudara Hadi sebagai wahabiyin Hadi, memang karena jalan pikiran saudara Hadi itu betul-betul menjiplak paham wahabi, tetapi kadangkala salah kaprah dalam penerapannya. Misalnya ketika menyangkut masalah sumpah Presiden, yang telah Ahmad Sudirman bahas dan diskusikan dengan wahabiyin Hadi.

Begitu juga saudara Rokhmawan, memang itu Rokhmawan begitu kental dengan paham wahabi. Dicaploknya mentah-mentah itu paham wahabi, walaupun kadang-kadang salah kaprah dalam pelaksanaannya. Misalnya penerapan hadits-hadits yang salah kaprah karena diterapkan dalam Negara kafir RI yang dasar dan sumber hukum negaranya bukan mengacu kepada Islam. Hal inipun telah didebatkan dengan wahabiyin Rokhmawan.

Sama juga dengan saudara Mazda dari Surabaya. Memang itu Mazda begitu kental dengan paham wahabi, sehingga memang wajar dan masuk akal disebut wahabiyin Mazda.

Selanjutnya karena wahabiyin Rokhmawan, wahabiyin Hadi, wahabiyin Mazda itu secara terang-terangan menentang kepada rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara Pancasila, maka sudah jelas mereka bertiga ini secara tanpa mereka sadari telah berada dipihak Megawati atau sekarang Susilo Bambang Yudhoyono dengan TNI-nya. Dimana TNI ini ditugaskan oleh Yudhoyono, Ryamizard Ryacudu, dan Sutarto untuk membantai, membasmi, dan membunuh rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasibs endiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara Pancasila.

Karena itulah mengapa itu wahabiyin Rokhmawan, wahabiyin Hadi, wahabiyin Mazda masuk kedalam kelompok yang mendukung pembunuhan rakyat Acheh di Negeri Acheh.

Selanjutnya kalau saudara Joko memang aktifis atau karkun dalam Jamaah Tabligh, bagi Ahmad Sudirman bukan masalah yang utama. Itu hak saudara Joko.

Terakhir kalau Ahmad Sudirman dalam berdiskusi dan berdebat di mimbar bebas ini kadang menyelipkan kata.kata budek, bodoh, dungu, picik, otak udang. Itu kata-kata yang biasa. Tetapi karena jarang diucapkan, maka dianggap sebagai kata yang kotor.

Coba perhatikan itu artinya budek sama denga tidak mendengar, atau tuli. Picik sama dengan sempit. Dungu sama dengan kurang cerdas. Bodoh sama dengan kurang cerdas juga. Otak udang sama dengan kurang cerdas juga.

Sebenarnya kata-kata itu adalah kata-kata yang biasa, tetapi karena saudara Joko jarang memakainya, maka dianggap sebagai kata-kata kotor.

Coba buka itu kamus bahasa Indonesia.

Jadi kalau Ahmad Sudirman mengatakan kenapa engkau Joko kurang cerdas?. Kemudian Ahmad Sudirman ganti kata-kata kurang cerdas dengan dengan kata-kata otak udang, maka Ahmad Sudirman mengatakan kenapa engkau Joko otak udang ?.

Jadi, tidak ada bedanya.

Karena itu kalau Ahmad Sudirman mengatakan-kata yang tidak biasa dipakai, bukan berarti Ahmad Sudirman punya penyakit hati.

Itu kalau ada orang yang menganggap Ahmad Sudirman punya penyakit hati karena mengatakan budek, dari pada mengatakan tuli, itu artinya orang tersebut otak udang atau kurang cerdas dalam berbahasa Indonesia. Atau tidak memiliki kamus besar bahasa Indonesia di rumahnya.

Itu Ahmad Sudirman tidak sombong, tidak angkuh, tidak mengikuti khawa nafsu, tidak memfitnah dan tidak melakukan propaganda. Mengapa ?

Karena apa yang dikemukakan di mimbar bebas ini adalah hasil dari galian, pelajaran, analisa, renungan referensi yang dimiliki oleh Ahmad Sudirman.

Kalau Ahmad Sudirman mengatakan coba tampilkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang Negeri Acheh yang menyatakan bahwa apa yang dilakukan Soekarno terhadap Negeri Acheh itu bukan pencaplokan, bukan pendudukan, dan bukan penjajahan.

Itu tandanya Ahmad Sudirman bukan sombong, fitnah, propaganda, angkuh, tetapi merupakan suatu tantangan bagi orang yang ingin membuktikan bahwa akar utama timbul konflik Acheh adalah karena Negeri Acheh diduduki dan dijajah RI.

Karena Ahmad Sudirman telah membuktikan berdasarkan referensi yang dimiliki bahwa memang benar Negeri Acheh itu diduduki dan dijajah oleh RIS diteruskan oleh RI yang menjelma menjadi NKRI dan kembali menjelma menjadi RI, maka bagi kalian harus mampu untuk membantahnya.

Jadi kalau Ahmad Sudirman menantang, itu bukan berarti Ahmad Sudirman sombong, angkuh, buat fitnah, tetapi merupakan suatu ajakan untuk mencari fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum guna didiskusikan dan didebatkan, agar supaya mengetahui duduk persoalan tentang konflik Acheh ini.

Terakhir, Ahmad Sudirman tidak ada komentar tentang tulisan saudara Radzie yang telah dibajak dan disebarkan oleh saudara Joko, sehingga timbul protes dari saudara Radzi terhadap saudara Joko Riyanto.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Mon, 25 Oct 2004 22:46:31 -0700 (PDT)
From: Memang Manis radzie1@yahoo.com
Subject: Re: Pak Ahmad Dirman cs dan Pak Hasan Tiro dkk Berambisi Menjadi Penguasa ( Badan Eksekutif ) Aceh
To: joko riyanto <mas_rey_2004@yahoo.com>, ahmad@dataphone.se

Pak, jangan politisir keterangan yang saya kirimkan itu. Saya tidak untuk mendukung dan membela dan atau menolak siapa-siapa. Jangan anda politisir surat saya, untuk memperkuat argumentasi Anda. Saya berkirim surat, atas nama saya pribadi, tidak mewakili orang Aceh. Jangan dengan surat saya ini, anda membalas serangan yang dilancarkan Ahmad Sudirman dan lain-lain.

Biarkan perdebatan saya, cukup dengan pemilik inel Sumatra_merdeka@yahoo.com dan Muhammad Al Qubro. Jangan peruncing dengan yang lain. Saya tidak berada pada pihak yang mendukung Anda, dan tidak berada pada pihak yang membenci Ahmad Sudirman dan kawan-kawan.

Saya berdiri, pada diri saya sendiri. Saya bukan apa-apa, cuma hanya orang yang tidak ingin menyerbarkan kata-kata dengan cacimaki.

Maaf, anda harus mengkonfirmasikan dulu keberadaan kutipan anda kepada saya...

Salam damai
Radzie
----------

Date: Mon, 25 Oct 2004 22:26:31 -0700 (PDT)
From: joko riyanto mas_rey_2004@yahoo.com
Subject: Pak Ahmad Dirman cs dan Pak Hasan Tiro dkk Berambisi Menjadi Penguasa ( Badan Eksekutif ) Aceh
To: ahmad@dataphone.se
Cc: hadifm@cbn.net.id

Assalamu 'alaikum

Pak Ahmad Dirman cs dan Pak Hasan Tiro dkk Berambisi Menjadi Penguasa (Badan Eksekutif) Aceh

Alhamdulillah saya juga masih sehat-sehat saja dan tidak lari terbirit-birit dan sampai siang ini saya membaca hampir semua komentar yang dikirimkan ke saya. Pak Ahmad ternyata anda cs tanpa terkecuali sangat berambisi menjadi penguasa padahal itu tidak diperbolehkan dalam islam. Ini bukan tuduhan tetapi bukti dan fakta dari tulisan komentar anda yang sampa ke saya.

Pak Ahmad menulis: Pemimpin eksekutif tidak dibenarkan ikut serta terlibat dalam proses jalannya peradilan yang dipegang oleh badan lembaga peradilan. Kalau pimpinan eksekutif ikut melibatkan dalam proses jalannya peradilan hukum, itu namanya bukan menegakkan hukum yang adil, melainkan meruntuhkan hukum.

Padahal saya sebelumnya hanya bercanda atau mengandai-andai dan menggambarkan kalau dengan komentar pak ahmad yang asal main tuduh tanpa bukti menjadikan kerancuan dan gambaran lembaga peradilan di Aceh jika merdeka.

Dan Alhamdulillah ternyata memang saya lemah dalam menangkap kata dari jelmaan.

Kembali kepada masalah tadi dimana pak Ahmad cs ternyata secara sadar atau tidak telah menuliskan dirinya dan pak Hasan Tiro cs berambisi untuk menjadi penguasa Aceh besok kalau merdeka. Dan ini setelah saya bicarakan sama pak Rokhmawan maka beliaupun berkata : "lhaa wong dulu-dulu ketika saya belum menggelarinya sebagai ahlul ahwa dan ahlul bid 'ah sudah menuliskan bahwa dirinya akan kembali ke Aceh, Indonesia jika sudah saatnya".

Alloh ta 'ala berfirman, "negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan ( tidak ) berbuat kerusakan di muka bumi. Dan kesudahan yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa". ( Al-qoshosh : 83 ).

Dari Abu Sai 'id Abdurrahman bin samurah bahwasanya Rosululloh bersabda, "Wahai Abdurrahman bin samurah janganlah kamu meminta jabatan. Apabila kamu diberi dan tidak memintanya kamu akan mendapat pertolongan Alloh dalam melaksanakannya. Dan jika kamu diberi jabatan karena memintanya, jabatan itu diserahkan sepenuhnya. Apabila kamu bersumpah terhadap suatu perbuatan kemudian kamu melihata ada perbuatan yg lebih baik maka kerjakanlah perbuatan yg lebih baik itu dan tebuslah sumpahmu". ( Hr.Bukhori dan Muslim ).

Dari Abu Huroiroh ram berkata : Rosululloh bersabda, "Sesungguhnya kalian berambisi memegang suatu jabatan tetapi pada hari kiamat jabatan itu menjadi penyesalan ( fitnah )". (Hr.Bukhori).
Pak Ahmad, akui saja kalau anda cs menginginkan jabatan di Aceh Merdeka sebagai badan eksekutif. Sekali lagi ini juga bukan tuduhan tetapi melihat dari apa yang ditulis bapak sendiri untuk itu saya minta klarifikasikan tulisan anda diatas yang dihubungkan dengan candaan saya kemaren.

Justru yang sering asal main tuduh itu pak Ahmad sendiri misalnya masak bapak menuduh pak Rokhmawan, pak Hadi, pak Mazdha mendukung pembunuhan, pembantaian, pemerkosaan di Aceh oleh TNI atau menyokong pendudukan di Aceh ?. Dan ternyata atas pengakuan beliau-beliau sendiripun, mereka semua mengecam dan tidak setuju tindakan DOM oleh TNI.

Masih banyak tuduhan pak Ahmad lainnya dan tidak perlu saya sebutkan pasti anda sendiri sudah mengetahuinya.

Kemudian kenapa pak Ahmad memanggil pak Hadi dengan sebutan wahabi, kan wahabi adalah plesetan dari salafy. Sebenarnya orang-orang salafy pun tidak suka dikatakan sebagai wahabi atau wahabiyah, seperti misalnya pak Rokhmawan ketika saya minta penjelasan apa benar wahabi itu ya salafy ?. Tetapi itu juga hak bapak untuk mengatakan mereka sebagai wahabi. Ini juga kedangkalan dan kepicikan (istilah pak Ahmad) pak Ahmad yang mengatakan wahabi.

Walaupun Joko Riyanto adalah temannya pak Rokhmawan tetapi bukan berarti Joko Riyanto juga seorang salafiyin.

Pasti pak Ahmad masih ingat kan uraian pada awal perjumpaan kita dimana saya kadang juga mengikuti kajian salaf, ikwanul muslimin, tabligh dll. Dan saya lebih cenderung ke jamaah tabligh karena memang itu sesuai dengan hati nurani dan keadaan saya dimana mereka (karkun-karkun) bersikap lemah lembut, tidak mencaci firkoh lainnya, kalau dicaci atau dihina firkoh lainnya atau jamaah lainnya tetap saja istiqomah dalam dakwahnya dan tidak balas mencaci. Inilah beberapa hal yang berbeda dengan IM, Salafy, NII dll.

Sebenarnya kalau kami dan karkun-karkun mau menanggapi semua cacian itu juga dengan sangat mudah sekali. Dimana semua cacian itu hanya tuduhan belaka tanpa bukti. Untuk contohnya saja itu salafiyin menuduh jamaah tabligh mengharuskan berbai 'at, menuduh sholat di kuburan, menuduh percaya akan adanya widatul wujud (menyatunya kholik dan makhluk) dll.

Saya sudah berkecimpung dalam dunia JT puluhan tahun tepatnya sejak saya kelas 2 atau 3 SMP begitu pula dengan IM. Tetapi selama itu saya tidak pernah dimintai untuk berbai 'at dan semua tuduhan salafiyin tidak saya temukan sama sekali.

Justru setelah saya lulus kuliah dan bekerja di yayasan islam ini barulah saya mendengar kata-kata bai 'at. Nah iseng saja saya tanyakan kepada zumindar (penanggung jawab kami) maka diapun menjawab, kita berbai 'at kepada Alloh dan Rosul-Nya karena kalau pada saat sekarang kita harus berbai 'at maka yang menjadi pertanyaannya adalah kepada siapa kita harus berbai 'at ? apa kepada zumindar-zumindar di nijhamuddin sana ?, bai 'at itu harus diberikan kepada amirul mukminin bukan untuk amir jamaah atau firkoh.

Pak Ahmad cs lewat komentar-komentar bapak di mibar bebas ini baik yang ditujukan kepada saya atau yang lainnya ternyata bapak terkena penyakit hati. Kebetulan sekali tadi shubuh saya mendengar siraman rohani dari penceramah tentang penyakit hati.
Imam Ghozali dalam bukunya ihya ulumuddin menerangkan penyakit hati itu di antaranya adalah :
1. Keluh kesah. Alloh berfirman, "Sesungguhnya manusia itu diciptakan ( bersifat ) keluh kesah". (Al-Ma 'arij : 19)
2. Menadulukan ahwa atau hawa nafsu. Alloh berfirman, "Dan manusia itu ( bersifat ) terburu nafsu" (Al-Isro' : 11). 3.Suka Membantah. Alloh berfirman, "Dan manusia itu bersifat banyak membantah".(Al-Kahfi : 54)
4. Angkuh dan sombong. Alloh berfirman, "Dan Alloh tidak suka kepada orang-orang yg angkuh dan sombong" (Al-hadid : 23).
5. Suka memfitnah dan mempropaganda atau menghasut dll....termasuk suka berkata kotor (budek, tolol, dan umpatan lainnya)

Saya merinci apa-apa yang terlihat dari uraian pak Ahmad yang menunujukkan kesombongan, keangkuhan, ke ahwaan, suka membantah, suka memfitnah dan mempropaganda. Semua anggota mimbar bebas ini sudah tahu sendiri kok percuma saya terangkan yang dinantinya pasti dibantah lagi oleh pak Ahmad. Mana ada pencuri mengaku telah mencuri (istilah pak Rokhmawan).

Sudahkan pak Ahmad membaca komentar seorang warga asli aceh di NAD di bawah ini:

Kiriman Sdr.Radzi

Jika jalur itu yang anda tempuh, maka mohon, jangan kirimi lagi saya imel propaganda murahan itu. Bek sang lagei butoi droe mantong. Rakyat Aceh yang merasakan langsung imbas dari konflik di Aceh. Saya bisa mengerti dengan perjuangan yang saudara maksudkan. Tapi, bukankah Allah dan nabi juga mengajak bersopan santun dalam berpolitik. Anda mengambil sebagain dari ajaran Allah dan nabi dan meninggalkan sebagian lainnya.

Setahu saya, kalau memang anda berpegang pada ajaran Allah dan Nabi, ajaran yang disampaikan penuh dengan kesopanan. Pun, ketika nabi melawan musuh. Ingat, ketika nabi bagaimana didhalimi oleh musuh tapi nabi masih memanusiakan mereka? Bagaimana nabi menyerahkan pedang kepada musuhnya? Bukankah nabi menyerahkan gagang pedang dan nabi berpegang pada ujung pedang yang runcing? Bukankah Nabi juga berdiplomasi dengan musuh, lagi-lagi dengan penuh sopan santun?

Saya bukan mau damai dalam keadaan dipasung. Kedamaian yang saya cintai adalah kedamaian hakiki. Kedamaian tanpa darah, tanpa air mata, tanpa desingan peluru dan dentuman bom. Kedamaian tanpa teror (dari pihak manapun). Kedamaian yang dengannya saya tenang beribadah, kedamaian yang dengannya saya tenang mencari nafkah, kedamaian yang dengannya saya bisa bergaul dengan sesama manusia di Aceh tanpa ada rasa permusuhan sesama, tanpa ada kecurigaan sesama.

Apakah itu kedamaian dipasung? Kalau itu yang anda maksudkan kedamaian semu, saya mau tanya, bagaimana juga kedamaian itu sebenarnya? Rakyat Aceh sudah sangat cinta akan kedamaian? Tidak ada lagi air mata yang tertumpah! Tidak ada lagi darah! Tidak ada lagi kekerasan!

Terserah jika anda ketawa geli atau ketawa suka hati, itu adalah hak Anda. Dan dengan itu pula mungkin anda akan merasa aman dan damai.

Anda dan kaum anda selalu memandang orang ingin menikmati keuntungan dengan kedamaian yang bersemai di Aceh. Na'udzubillah... Saya juga mempunyai hak dan kewajiban untuk membuat tanah indatu saya aman dan damai!

Sekali lagi, jangan kirimi lagi saya imel Anda.

Salam damai
Radzie
radzie1@yahoo.com

Pak Ahmad komentar kiriman radzi di atas menggambarkan bahwasanya sangat sedikit sekali orang aceh yang berpihak kepada GAM pimpinan hasan tiro. Sedangkan kenapa sampai sekarang RI tidak menurunkan referendum untuk Aceh ?. Salah satunya karena ada GAM Bandit atau GAM Pengacau. Coba kalau GAM Bandit itu semuanya tidak membuat ulah pasti keadaan di Aceh yang akan di capainya adalah keamanan dan keadaan yang kondusif. Utamakan keamanan dulu baru kemerdekaan.

Wassalaam

Joko Riyanto
mas_rey_2004@yahoo.com
Solo, Jawa Tengah, Indonesia
----------