Stockholm, 29 Oktober 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

WIDODO BINGUNG TIDAK PUNYA CARA PENYELESAIAN KONFLIK ACHEH YANG AMAN & DAMAI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

ITU SUSILO BAMBANG YUDHOYONO HANYA DIMULUT & DIKERTAS SAJA UNTUK MENYELESAIKAN KONFLIK ACHEH YANG AMAN DAN DAMAI SEHINGGA WIDODO AS KEBINGUNGAN

Memang betul saja, karena itu Susilo Bambang Yudhoyono tidak mempunyai program yang jelas dan terang tentang bagaimana cara penyelesaian konflik Acheh yang aman dan damai, maka itu Menteri Koordinator Hukum, Politik dan Keamanan Laksamana (Purn) Widodo AS menjadi kebingungan bagaimana untuk menangani dan menghadapi Keppres No.43/2004 yang usianya akan berakhir pada tanggal 18 November 2004.

Terbukti, itu Menteri Koordinator Hukum, Politik dan Keamanan Laksamana (Purn) Widodo AS sulit untuk memutuskan tentang bagaimana seharusnya bertindak dalam penyelesaian konflik Acheh yang sekarang masih diberlakukan Darurat Sipil di Daerah Acheh dibawah pimpinan Kapolda Acheh Irjen Bachrumsyah Kasman sebagai pelaksana harian PDSD dikarenakan Gubernur Abdullah Puteh telah ditetapkan sebagai tersangka koruptor oleh KPK.

Itu Menteri Koordinator Hukum, Politik dan Keamanan Laksamana (Purn) Widodo AS memang bingung, apakah Darurat Sipil diperpanjang 6 bulan lagi, ataukah hanya 3 bulan lagi, ataukah diberlakukan hanya ditempat yang masih dianggap rawan, sebagaimana idenya Abdullah Puteh.

Disini memang itu Menteri Koordinator Hukum, Politik dan Keamanan Laksamana (Purn) Widodo AS kelihatan susah untuk menentukan sikap karena memang itu Susilo Bambang Yudhoyono tidak mempunyai program pemecahan konflik Acheh yang jelas dan terang yang mengarah kepada pemecahan yang aman dan damai.

Kalau hanya sekedar memberikan amnesty bagi anggota GAM yang menyerah, itu bukan cara penyelesaian aman dan damai. Itu hanya memberikan umpan tetapi isinya pahit. Tidak ada bedanya dengan umpan gombal.

Kalau memang itu Susilo Bambang Yudhoyono dan Widodo AS ingin menyelesaikan konflik Acheh dengan cara aman dan damai, maka terlebih dahulu harus diketahui secara bersama penyebab akar utama timbulnya konflik Acheh yang sudah berlangsung sejak lebih dari setengah abad ini.

Selama masih belum adanya kesamaan pandangan dan pengertian tentang penyebab utama timbulnya konflik Acheh ini, maka selama itu tetap saja, penyelesaian konflik Acheh tidak akan selesai secara aman dan damai.

Dilihat dari sudut sejarah, hukum, fakta dan bukti, ternyata bahwa memang benar itu Negeri Acheh diduduki dan dijajah oleh pihak RI. Dan hal ini telah beratus kali Ahmad Sudirman kemukakan di mimbar bebas ini.

Nah sekarang, kalau memang dari pihak RI atau dari pihak Susilo Bambang Yudhoyono dan Widodo AS menganggap bahwa Negeri Acheh merupakan bagian wilayah RI, maka coba buktikan berdasarkan tinjauan dari sudut sejarah, hukum, fakta dan bukti.

Kalau memang dari pihak RI atau dari pihak Susilo Bambang Yudhoyono dan Widodo AS memiliki fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang kuat yang menyatakan bahwa memang benar Negeri Acheh itu adalah dari sejak RI diproklamasikan telah menjadi wilayah integral RI, coba tunjukkan dan jelaskan semuanya dimimbar bebas ini.

Kita bicarakan, analisa, dalami, dan simpulkan semua fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tersebut.

Dimana hasilnya nanti yang akan menjadi titik tolak untuk bergerak dalam upaya membuat jalan keluar bagi penyelesaian konflik Acheh yang aman dan damai ini.

Karena kalau tidak ada kesamaan tempat melihat dan sudut pandang tentang konflik Acheh ini, maka akan selamanya mendapatkan kesulitan dalam pemecahannya.

Bagaimana mungkin bisa diselesaikan konflik Acheh yang sudah berlangsung lebih dari setengah abad ini, kalau dari pihak RI atau dari pihak Susilo Bambang Yudhoyono dan Widodo AS tetap mengotot bahwa NKRI itu sudah final. Sedangkan dari pihak rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila bahwa Negara Pancasila atau yang disebut NKRI masih belum final, masih banyak masalah yang menyangkut kedaulatan atau hak kekuasaan yang masih belum bisa diselesaikan, dari sejak RIS dilebur menjadi RI dan RI dijelmakan menjadi NKRI dan NKRI dijelmakan kembali menjadi RI.

Coba selesaikan masalah mendasar ini dahulu, sebelum berkoar-koar menyatakan untuk penyelesaian konflik Acheh yang aman dan damai.

Masih ada dua pilihan cara penyelesaian yang aman dan damai bagi konflik Acheh ini, yaitu pilihan pertama, melalui cara penentuan pendapat atau referendum dengan dua opsi, yaitu opsi bebas dari RI dan opsi tidak bebas dari RI. Kemudian pilihan kedua adalah melalui jalur lembaga peradilan internasional, yaitu melalui Mahkamah Internasional. Dimana pihak RI menyiapkan semua argumentasi yang berupa fakta, bukti, sejarah, dan dasar hukumnya. Begitu juga dari pihak ASNLF atau GAM menyiapkan semua argumentasi yang berupa fakta, bukti, sejarah, dan dasar hukumnya. Kemudian serahkan kepada tim hakim yang akan memutuskan fakta, bukti, sejarah, dan dasar hukum dari pihak mana yang kuat yang berhak untuk mendapatkan kedaulatan di Negeri Acheh.

Nah, itulah dua cara penyelesaian konflik Acheh yang aman dan damai.

Tidak perlu mengerahkan pasukan TNI/POLRI sampai lebih dari 50 000 ribu pasukan hanya sekedar untuk mempertahankan Negeri Acheh yang status kedaulatannya masih dipertanyakan dan dipersoalkan, akibat tindakan Soekarno yang menerapkan kebijaksanaan ekspansi wilayah keluar dari wilayah de-facto dan de-jure Negara RI- Jawa-Yogya.

Hanya sekarang, kalau ternyata dari pihak RI atau dari pihak Susilo Bambang Yudhoyono dan Widodo AS tidak mau dan tidak berani untuk menyiapkan sebagaimana yang dijelaskan Ahmad Sudirman diatas, maka sudah bisa dipastikan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono dan Widodo AS tidak mau dan tidak ingin menyelesaikan konflik Acheh secara aman dan damai. Artinya Susilo Bambang Yudhoyono dan Widodo AS hanya cerita dimulut dan diatas kertas saja ketika berbicara penyelesaian konflik Acheh yang aman dan damai.

Kalau sudah demikian, maka apa yang dijanjikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono dalam kampanye pilpres yang lalu dan yang tertuang dalam visi dan misi Susilo Bambang Yudhoyono adalah merupakan visi dan misi gombal yang tidak ada artinya, alias omong kosong yang penuh penipuan dan akal bulus saja guna dijadikan alat tangga untuk naik dan duduk diatas kursi Presiden RI.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------