Stockholm, 29 Oktober 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

HANTU SEKULARIS SUMITRO KACUNGNYA YUDHOYONO MULAI BANGKIT DARI KUBURNYA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

HARI INI JUMAT ITU HANTU SEKULARIS SUMITRO KACUNGNYA YUDHOYONO MULAI BANGKIT DARI KUBURNYA

"Kasihan yach GAM pimpinan Hasan Tiro. Saya yakin dech, mereka lagi pada puyeng dan pening itu kepala yang dungu karena pejabat2 RI dari Presiden dan menhankam serta menkolpolkam nya orang2 yang ditakuti oleh Hasan Tiro CS termasuk si Ahmad Sudirman sang ketua dungu karena mereka akan stress dimana perjuangan mereka semakin tak ada ujungnya." (Sumitro, mitro@kpei.co.id , Fri, 29 Oct 2004 10:12:48 +0700)

"Hallo Ahmad yang super dungu, kok repot2 amat sich kamu mempersoalkan sumpah Presiden Kami RI.? Kamu khan bukan warga Negara RI tapi Swedia.! Sebaiknya kamu persoalkan sumpah jabatan pemimpin2 kamu di Swedia dech. Enggak usah masalahin sumpah pemimpin kami. Lagia kamu itu siapa ? Dasar dungu !. Karena kamu terus2san mempersoalkan bangsa orang lain ketimbang bangsa kamu sendiri yang Swedia, maka itulah kamu saya katagorikan sebagai Provokator. Ahmad yang super dungu, sebaiknya kamu enggak usah urus negara kami lagi dech dan urus tuh negara kamu sendiri di swedia sana !" (Sumitro, mitro@kpei.co.id , Fri, 29 Oct 2004 10:11:20 +0700)

Hantu sekularis Sumitro mulai bangkit dari kuburnya di Jakarta, Indonesia.

Hari ini, Jumat, 29 Oktober 2004, bertepatan dengan tanggal 15 Ramadhan 1425 H, Ahmad Sudirman dikagetkan dengan munculnya hantu sekularis Sumitro yang mulai bangkit dari dalam kuburnya di Jakarta, setelah mencium bau kemenyan yang bermerk "Widodo bingung tidak punya cara penyelesaian konflik Acheh yang aman & damai" yang dibakar oleh Menteri Koordinator Hukum, Politik dan Keamanan Laksamana (Purn) Widodo AS atas inisiatif gombal Susilo Bambang Yudhoyono. Juga setelah mencium bau minyak wangi bermerk "Wahabiyin Hadi terjerumus dalam bid'ah & khurafat dengan sumpah Presiden Yudhoyono" yang dipercikkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono.

Rupanya hantu sekularis Sumitro yang semasa hidupnya pengekor Susilo Bambang Yuhdoyono yang ikut kemana buntut Susilo pergi, ternyata setelah hilang dari permukaan bumi Negara Pancasila, karena mencium bau kemenyan yang dibakar oleh Menteri Koordinator Hukum, Politik dan Keamanan Laksamana (Purn) Widodo AS atas inisiatif gombal Susilo Bambang Yudhoyono, bangkit kembali sambil berteriak-teriak, yang mana teriaknya hantu Sumitro ini hanya Ahmad Sudirman-lah yang mengerti, yaitu bunyinya yang berdesis-desis: "Kasihan yach GAM pimpinan Hasan Tiro. Saya yakin dech, mereka lagi pada puyeng dan pening itu kepala yang dungu karena pejabat2 RI dari Presiden dan menhankam serta menkolpolkam nya orang2 yang ditakuti oleh Hasan Tiro CS termasuk si Ahmad Sudirman sang ketua dungu karena mereka akan stress dimana perjuangan mereka semakin tak ada ujungnya."

Rupanya itu hantu sekularis Sumitro yang sudah keracunan Partai politik sekuler Demokrat, makin budek saja, dipikirnya itu Menteri Koordinator Hukum, Politik dan Keamanan Laksamana (Purn) Widodo AS bisa menakuti ASNLF atau GAM, padahal itu Widodo AS adalah tidak jauh berbeda dengan Endriartono Sutarto atau Ryamizard Ryacudu. Semuanya gombal yang pandainya hanya bersembunyi dibalik baju militernya sambil mengacung-acungkan senjata SS-1 atau Khalasnikov made in rakyatnya Putin, atau AK-46 atau M-16 buatan rakyatnya George W Bush untuk dipakai membunuh rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Panacsila.

Justru yang makin kelabakan adalah itu Menteri Koordinator Hukum, Politik dan Keamanan Laksamana (Purn) Widodo AS dan Susilo Bambang Yudhoyono yang tidak sanggup menyelesaikan konflik Acheh dengan cara aman dan damai sebagaimana yang dijanjikannya sebelum dipilih rakyat jadi Presiden Negara Pancasila.

Mereka berdualah yang gemetaran. Baru saja beberapa hari itu perahu Negara Pancasila yang dikemudikan oleh Yudhoyono melaju, sudah bergoyang-goyang dibantai ombak badai. Konyolnya itu Susilo Bambang Yudhoyono yang selalu ragu-ragu, tidak tegas, makin pusing dibuat ombak badai yang menyerang perahu dan dirinya.

Itu hantu sekularis Sumitro, bukan hanya berdesis-desis mengeluarkan bunyi seperti diatas, tetapi juga berungas-ingus mengeluarkan getaran suara hantunya yang berbunyi: "Hallo Ahmad yang super dungu, kok repot2 amat sich kamu mempersoalkan sumpah Presiden Kami RI.? Kamu khan bukan warga Negara RI tapi Swedia.! Sebaiknya kamu persoalkan sumpah jabatan pemimpin2 kamu di Swedia dech. Enggak usah masalahin sumpah pemimpin kami. Lagia kamu itu siapa ? Dasar dungu !. Karena kamu terus2san mempersoalkan bangsa orang lain ketimbang bangsa kamu sendiri yang Swedia, maka itulah kamu saya katagorikan sebagai Provokator. Ahmad yang super dungu, sebaiknya kamu enggak usah urus negara kami lagi dech dan urus tuh negara kamu sendiri di Swedia sana !"

Coba, bagamana bisa mengerti dan paham itu hantu Sumitro pengekor buntut Yudhoyono tentang sumpah yang merupakan bid'ah dan khurafat, padahal ia tidak pernah mempelajari isi sumpah presiden itu sendiri, selama hidupnya. Dipikirnya itu sumpah biasa-biasa saja. Celakanya itu wahabiyin Rokhmawan dan wahabiyin Hadi dari kaum wahabi Saudi juga tidak mengerti dan tidak paham bahwa sumpah presiden itu adalah bid'ah dan khurafat yang harus dihancurkan sehancur-hancurnya dari muka bumi. Sehingga oleh kedua wahabiyin itu sumpah presiden dianggap angin lalu saja, padahal kedua wahabiyin itu betul-betul penganut paham wahabi Saudi yang kental dan pembasmi bid'ah, khurafat dan syirik nomor satu di dunia. Tetapi ketika mencium bau sumpah presiden Yudhoyono, tidak tercium itu sumpah Yudhoyono adalah bau bid'ah dan khurafat. Mengapa kedua wahabiyin itu tidak tau itu bau khurafat dan bid'ah ? Karena kedua wahabiyin itu telah kena racun sistem thaghut pancasila hasil ramuan dan kutak-katik Soekarno penipu licik di dunia.

Hai hantu sekularis Sumitro, itu di Swedia mana Perdana Menteri disumpah dengan sumpah bid'ah seperti di Negara Pancasila. Di Swedia tidak ada main sumpah-sumpah segala macam. Setelah terpilih, mana pakai harus disumpah dengan sumpah gombal bid'ah semacam di Negara Pancasila.

Memang kelihatan itu hantu Sumitro kebingungan, karena tidak mampu lagi mempertahankan Negeri Acheh hasil rampokan dan jajahan Soekarno. Itu negeri Acheh sebentar lagi bisa lepas kepada seluruh rakyat Acheh lagi. Apalagi orang-orang model Sumitro sudah menjadi hantu. Kalau hantu mana mampu lagi mempertahankan Negeri Acheh, paling hanya bisa berdesis-desis menakut-nakuti anggota ASNLF atau GAM. Mana bisa itu anggota GAM bisa ditakuti oleh hantu sekularis Sumitro.

Hai hantu Sumitro, itu Ahmad Sudirman dijamin oleh dasar hukum internasional Pernyataan Umum Tentang Hak Hak Asasi Manusia, Pasal 2, "Setiap orang berhak atas semua hak dan kebebasan-kebebasan yang tercantum di dalam Pernyataan ini tanpa perkecualian apapun, seperti ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, politik atau pendapat yang berlainan, asal mula kebangsaan atau kemasyarakatan, hak milik, kelahiran ataupun kedudukan lain."

Jadi hantu Sumitro, apa yang dikemukakan oleh Ahmad Sudirman itu jelas dasar hukum internasionalnya, dan jelas dasar pemikirannya, dan tentu saja bukan merupakan provokasi.

Yang justru lemah dasar argumentasinya adalah dari pihak hantu Sumitro, Susilo Bambang Yudhoyono, Widodo AS, Endriartono Sutarto, dan Ryamizard Ryacudu yang menduduki dan menjajah Negeri Acheh, serta membasmi dan membunuh rakyat Acheh.

Terakhir, jadi hantu sekularis Sumitro, lebih baik, kalian kembali kedalam kubur kalian lagi, jangan ikut-ikutan nimbrung lagi di mimbar bebas ini, kalau masih saja otak hantu kalian seperti otak lembu.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>, ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas redaksi@kompas.com
Cc: ahmad@dataphone.se
Subject: si Ahmad dan Hasan Tiro CS lagi STRESS karena perjuangannya semak in tidak jelas ujungnya
Date: Fri, 29 Oct 2004 10:12:48 +0700

Ass. War. Wab.

Kasihan yach GAM pimpinan Hasan Tiro. Saya yakin dech, mereka lagi pada puyeng dan pening itu kepala yang dungu karena pejabat2 RI dari Presiden dan menhankam serta menkolpolkam nya orang2 yang ditakuti oleh Hasan Tiro CS termasuk si Ahmad Sudirman sang ketua dungu karena mereka akan stress dimana perjuangan mereka semakin tak ada ujungnya.

Terima kasih.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>, ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas <redaksi@kompas.com>, Redaksi Satu Net <redaksi@satunet.com>, Redaksi Waspada <redaksi@waspada.co.id>, Waspada <waspada@waspada.co.id>, Detik <webmaster@detik.com>, KOMPAS kompas@kompas.com
Cc: hadifm@cbn.net.id, ahmad@dataphone.se
Subject: AHMAD SUDIRMAN YANG SUPER DUNGU BISANYA NGURUSIN NEGARA ORANG DAN NEGARA SENDIRI ENGGAN DIURUS ( PROVOKATOR)
Date: Fri, 29 Oct 2004 10:11:20 +0700

Ass. War. Wab.

Hallo Ahmad yang super dungu, kok repot2 amat sich kamu mempersoalkan sumpah Presiden Kami RI.? Kamu khan bukan warga Negara RI tapi Swedia.! Sebaiknya kamu persoalkan sumpah jabatan pemimpin2 kamu di Swedia dech. Enggak usah masalahin sumpah pemimpin kami. Lagia kamu itu siapa ? Dasar dungu !. Karena kamu terus2san mempersoalkan bangsa orang lain ketimbang bangsa kamu sendiri yang Swedia, maka itulah kamu saya katagorikan sebagai Provokator.

Ahmad yang super dungu, sebaiknya kamu enggak usah urus negara kami lagi dech dan urus tuh negara kamu sendiri di swedia sana !

Terima kasih.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------