Stockholm, 30 Oktober 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

JOKO RIYANTO MASIH TETAP MENUTUP DIRI DARI AKAR UTAMA PENYEBAB KONFLIK ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MEMANG MASIH KELIHATAN ITU JOKO RIYANTO MASIH TETAP MENUTUP DIRI DARI AKAR UTAMA PENYEBAB TIMBULNYA KONFLIK ACHEH

"Saya mau bertanya kepada pak Ahmad singkat saja. Bagaimana menurut bapak cara mengganti sumber pancasila dan uud 45 menjadi sumber Al-qur 'an dan Al-hadist (ingat, kondisi umat islam yang minim iman) ? Apakah boleh kita memerangi (perang fisik) pemerintahan umat Islam karena ingin mengganti dasar uu-nya ? Apakah boleh kita mengikuti pemilu sebagai kedok untuk mengganti atau merubah pancasila dan uud 45 ? Apakah benar Hasan Tiro beristrikan seorang yahudi (non-islam) ? ingat ini puasa, jawab yang sejujurnya. Mengapa banyak Anggota GAM yang menyerah kepada RI dan mereka rata-rata beralasan karena perjuangan GAM tidak sesuai dengan syariat islam ataupun hukum islam ? informasi ini saya peroleh dari acehkita.com kemaren siang. Apa benar kita sebagai umat islam boleh berhijrah ( pindah negara ) sedangkan kondisi disekitar kita banyak maksyiat ? Hijrah Rosululloh atas perintah Alloh sedangkan Hasan Tiro atas perintah siapa ? jelas bukan atas perintah Alloh karena wahyu sudah selesai, akan tetapi apakah larinya ke Swedia juga atas persetujuan dari beberapa ulama di aceh sana ? Apakah perjuangan Hasan Tiro mendapat doa restu dari sebagian besar ulama di aceh pada saat sekarang ? Apa benar ada dua kelompok GAM, GAM pimpinan Hasan Tiro dan GAM pimpina Don Zulfahri? Mengapa banyak Anggota atau pejabat GAM yang sadar untuk tidak meneruskan perjuangan Hasan Tiro malah diburu oleh GAM Hasan Tiro bahkan disiksa dan bunuhnya ?." (Joko Riyanto , mas_rey_2004@yahoo.com , Fri, 29 Oct 2004 20:20:07 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Joko Riyanto di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Kelihatan saudara Joko Riyanto hari ini banyaknya bertanya, ketimbang membantah dan menanggapi tulisan Ahmad Sudirman.

Hal ini disebabkan setelah beberapa tanggapan dan bantahan saudara Joko Royanto yang dilambungkan kepada Ahmad Sudirman sebelumnya menemui benturan benteng yang kuat yang dipasang Ahmad Sudirman.

Nah sekarang, dari 18 pertanyaan yang dilambungkan oleh saudara Joko hari ini menggambarkan saudara Joko ingin membangun kembali benteng pertahanannya dan sekaligus akan dimonitor oleh wahabiyin Rokhmawan yang juga sekarang sedang menyuruk di Yayasan Pesantren Al Bukhori, Solo, tempat dimana saudara Joko Riyanto bekerja. Karena wahabiyin Rokhmawan sudah berjanji di mimbar bebas ini akan meninggalkan mimbar bebas ini atas saran uztad-uztad wahabinya, dan agar supaya tidak disebut orang munafik, maka wahabiyin Rokhmawan walaupun masih juga gemas ingin menembakkan senjata gombal khawarijnya, terpaksa harus menebeng saudara Joko Riyanto.

Baiklah saudara Joko Riyanto. Apa yang dipertanyakan Joko: "Bagaimana menurut bapak cara mengganti sumber pancasila dan uud 45 menjadi sumber Al-qur 'an dan Al-hadist (ingat, kondisi umat islam yang minim iman) ? Apakah boleh kita memerangi (perang fisik) pemerintahan umat Islam karena ingin mengganti dasar uu-nya ? "

Cara pertama, mengikut apa yang dicontohkan Rasulullah saw, yaitu tidak menghancurkan dasar ideologi musyrik dan kufur penguasa Mekkah langsung di Mekkah, melainkan melakukan hijrah ke Madinah, yaitu daerah yang bebas dari pengaruh kekuasaan musyrik dan kufur Mekkah. Karena daerah Madinah adalah daerah yang berdiri sendiri dan bebas dari pengaruh kekuasaan penguasa musyrik dan kufur Mekkah, maka Rasulullah saw setelah berhijrah pada tanggal 1 Hijrah atau tahun 622 M, dan mengadakan pakta perjanjian pertahanan bersama antara kaum Muhajirin, Anshar, dan Yahudi di Yatsrib diikuti oleh tokoh-tokoh dari suku Aus, suku Khazraj, bani Awf (suku Yahudi), banu Sa'idah (suku Yahudi), bani-Harts (suku Yahudi), bani tha'ifah, bani Jusyam (suku Yahudi), bani Najjar (suku Yahudi), bani 'Amrin, banu An-Nabiet, bani Aws (suku Yahudi), bani Tsa'labah (suku Yahudi), bani Syuthaibah (suku Yahudi)

Hasil dari pakta perjanjian pertahanan bersama inilah menghasilkan Konstitusi atau Undang Undang Dasar yang dinamakan Undang Undang Madinah sebagai Konstitusi Negara Islam pertama di Yatsrib atau Madinah.

Barulah setelah berdirinya Daulah Islamiyah pertama yang dibangun oleh Rasulullah saw di Yatsrib inilah, dimulai penegakkan, pelaksanaan, penerapan, dasar hukum secara kafah atau menyeluruh. Dari melalui Negara Islam pertama inilah semua usaha pemerintahan baik kedalam maupun keluar dilakukan melalui Negara Islam.

Akhirnya, ternyata Mekkah bukan hanya diganti dasar asasi Negaranya yang berada dibawah penguasa musyrik dan kufur Mekkah, melainkan Mekkah berhasil dibebaskan dan berada dibawah Negara Islam pertama yang berpusat di Yatsrib.

Jadi, menurut yang dicontohkan Rasulullah saw, menghancurkan dasar atau asas negara yang bersumberkan kepada sistem thaghut tidak dilakukan melalui jalur sistem yang dipakai dalam negara tersebut, melainkan dilakukan dari luar sistem yang dipakai dalam negara tersebut.

Kemudian cara kedua diabad modern sekarang ini, ada contoh yang hampir sejajar dengan apa yang dicontohkan Rasulullah saw yaitu berdirinya Negara Islam Iran.

Dimana Ayatollah Ruhollah Khomeini yang berhijrah ke Irak, Turki, dan Perancis selama 15 tahun. Dan setelah matang kekuatan yang dibangun oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini, baru kembali ke Iran pada tanggal 1 Februari 1979 dari Perancis untuk melakukan pembebasan Iran melalui cara penggulingan Pemerintah Kerajaan Iran dibawah Shah Reza Pahlavi pada tanggal 11 Februari 1979, dan mengembalikan hukum Islam dan melarang budaya Barat.

Sebagai Perdana Menteri diangkat Bazargan, dan partai Republik Islam didirikan. Kemudian ulama-ulama lokal membentuk sel-sel revolusi untuk menjalankan perintah dan komando dari Pemerintah dan dari Ayatollah Ruhollah Khomeini. Dimana sel-sel revolusi ini menjadi komite lokal, yang akhirnya komite lokal ini menjadi Pengawal Revolusi pada bulan Mei 1979.

Pada tanggal 1 April 1979 diproklamasikan berdirinya Republik Islam Iran. Dan pada bulan Juni 1979 dikeluarkan draft konstitusi yang menyatakan Iran menjadi Republik Islam Iran. Dimana draft konstitusi diserahkan kepada Majelis Syura Islam yang anggotanya baru terpilih, untuk diperiksa dan dikaji kembali. Konstitusi disahkan pada tanggal 3 Desember 1979. Dalam konstitusi yang baru itu dibuat satu pos dengan nama Pemimpin Tertinggi yang diberikan kepada Ayatollah Ruhollah Khomeini. Presiden dipilih 4 tahun sekali, yang mana calon Presiden harus diluluskan terlebih dahulu oleh Pemimpin Ulama Tertinggi. Kemudian Ayatollah Ruhollah Khomeini menjadi Pimpinan Tertinggi Ulama dan Pemimpin Revolusi. Dimana jumlah anggota Majelis Syura Islam menurut konstitusi baru ini adalah 270 kursi. Tetapi pada tanggal 18 Februari 2000 ketika diadakan pemilihan anggota Majelis Syura Islam baru dirubah jumlahnya menjadi 290 kursi.

Dengan diproklamasikan Iran sebagai Negara Republik Islam Iran menggambarkan bahwa secara de-jure dan de-facto kekuasaan Kerajaan Iran di bawah Shah Reza Pahlavi telah hilang digantikan dengan Negara baru Republik Islam Iran dengan konstitusinya yang baru yang disahkan pada tanggal 3 Desember 1979 oleh anggota Majelis Syura Islam yang anggotanya dipilih baru sejak Iran diproklamasikan sebagai Negara Republik Islam Iran.

Selanjutnya cara ketiga dengan contoh lainnya adalah seperti yang dilakukan oleh Mohammad Omar dari Negara Islam Afghanistan yang sejarahnya dimulai dari tahun 1978 - 1992 dimana Uni Soviet melakukan intervensi ke Afghanistan.

Setelah Nur Muhammad Taraki memegang Jabatan Presiden dan merangkap Perdana Menteri Republik Demokrasi Afghanistan, dengan partai komunis demokrasi rakyat Afghanistan telah melakukan perobahan besar-besaran, dimana mendeklarkan membebaskan riba, melarang kawin paksa, memberikan kebebasan bagi anak-anak perempuan untuk masuk sekolah umum, mengakui hak perempuan ikut pemilihan, menggantikan dasar dan sumber hukum Islam dengan dasar hukum sekular, melarang pelaksanaan hukum adat dan melarang reformasi hak tanah milik pribadi.

Pemerintah Republik Demokrasi Afghanistan mengundang Pemerintah Uni Soviet untuk membantu memoderenisasikan infra struktur ekonomi seperti menyangkut masalah eksplorasi dan penyulingan mineral dan gas alam. Pemerintah Uni Soviet mengirimkan kontraktor-kontraktor untuk membangun jalan, rumah sakit, sekolah, penyaluran air, dan melatih serta memperlengkapi perlengkapan perang angkatan bersenjata Afghanistan.

Ternyata modernisasi dan sekularisasi yang dijalankan oleh Pemerintah Republik Demokrasi Afghanistan dibawah Presiden Nur Muhammad Taraki ternyata membawa akibat negatif, dimana pihak ulama dan kaum muslimin Afghanistan sangat menentang terhadap kebijaksanaan sekularisasi yang dijalankan oleh Pemerintah yang berhaluan kepada komunis Uni Soviet ini.

Perlawanan yang digerakkan oleh kaum ulama dan mujahidin ini untuk melawan Pemerintah Nur Muhammad Taraki dan pihak pendukungnya Pemerintah Uni Soviet dengan komunisnya, terus makin gencar dijalankan.

Gerakan perlawanan kaum mujahidin Afghanistan ini berlangsung dari sejak 1979 sampai Februari 1989, dimana ketika pasukan angkatan bersenjata Uni Soviet ditarik dari Kabul. Bantuan ekonomi dan militer yang diberikan kepada kaum mujahidin Afghanistan ini diperoleh dari Kerajaan Saudi dan Amerika melalui CIA-nya.

Walaupun Uni Soviet telah menarik pasukannya dari Afghanistan, tetapi bantuan pemerintah Uni Soviet masih terus berlangsung kepada Pemerintah Republik Demokrasi Afghanistan yang dipimpin oleh Mohammad Najibullah yang menggantikan Nur Muhammad Taraki. Setelah Uni Soviet runtuh, pada tanggal 18 April 1992 Mohammad Najibullah bisa dijatuhkan.

Kemudian Abdul Rashid Dostum yang bersekutu dengan Ahmad Shah Massoud mengambil alih kekuasaan di Afghanistan, dan dideklarkan bahwa Afghanistan menjadi Negara Islam Afghanistan.

Selanjutnya dari tahun 1992, ketika Abdul Rashid Dostum dan Ahmad Shah Massoud telah mendeklarkan Afghanistan sebagai Negara Islam Afghanistan, ternyata persoalannya tidak selesai dan berhenti sampai disini, melainkan timbul konflik baru antara berbagai milisi yang sebelumnya bersama-sama berjuang dan perang menghadapi pihak Pemerintah Nur Muhammad Taraki, Mohammad Najibullah, dan pemerintah Uni Soviet.

Konflik antara milisi dan faksi ini telah melahirkan perang bersaudara. Untuk mencapai kesepakatan diantara para milisi dan faksi ini dibentuklah Dewan Jihad Islam, dimana yang pertama memimpin Dewan Jihad Islam ini adalah Sibghatullah Mojaddedi yang memimpin selama dua bulan. Kemudian diteruskan oleh Burhanuddin Rabbani. Tetapi pertentangan diantara faksi dan milisi ini tidak berhenti, malahan makin terus hebat.

Ternyata dalam konflik ini yang berhasil keluar dan menguasai konflik ini adalah pihak Mohammad Omar dan Talibannya. Dimana pada 27 September 1996 Taliban mengontrol lebih dari 90 % wilayah Afghanistan. Ketika Taliban melakukan gerakan bersenjatanya, ternyata hanya sebagian kecil yang melakukan perlawanan, terutama perlawanan yang digerakkan oleh pihak suku dari kelompok Aliansi Utara Afghanistan yang pemerintahnya dipimpin Burhanuddin Rabbani dan Ahmad Shah Massoud masih diakui oleh PBB. Sedangkan pihak Taliban dibawah pimpinan Mohammad Omar yang telah menguasai hampir seluruh Afghanistan dan memegang kekuasaan di Afghanistan sampai tahun 2001, walaupun pemerintah Taliban dibawah Mohammad Omar tidak diakui oleh PBB.

Nah, dari contoh-contoh diatas menggambarkan bahwa untuk merobah sistem yang dipakai dalam satu negara diganti dengan sistem Islam adalah melalui penguasaan dan pembebasan dari luar seperti yang dilakukan oleh Rasulullah saw, yaitu melalui Negara Islam di Yatsrib. Kemudian yang dilakukan oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini melalui cara revolusi yaitu penggulingan Shah Reza Pahlavi dengan cara dari luar dan merembet kedalam negeri Iran. Dan dilakukan selama 15 tahun. Juga yang dilakukan oleh Mohammad Omar dari Afghanistan yang merupakan perobahan dalam bentuk revolusi menghancurkan Pemerintah Republik Demokrasi Afghanistan dibawah Presiden Nur Muhammad Taraki yang menerapkan dasar hukum yang bersumberkan pada ajaran komunisi dan sekaligus bekerja sama dengan Pemerintah komunis Uni Soviet.

Selanjutnya saudara Joko menanyakan: "Apakah boleh kita mengikuti pemilu sebagai kedok untuk mengganti atau merubah pancasila dan uud 45 ?"

Tidak ada dicontohkan Rasulullah melakukan perobahan sistem kenegaraan kaum musyrik dan kufur Mekkah dengan melibatkan diri kedalam sistem thaghut Mekkah. Adalah suatu hal yang tidak mungkin untuk merobah sistem thaghut pancasila dengan turunannya melalui sistem trias politika dengan perangkatnya seperti pemilu di RI.

Seterusnya Joko menanyakan: "Apakah benar Hasan Tiro beristrikan seorang yahudi (non-islam) ? ingat ini puasa, jawab yang sejujurnya."

Memang Teungku Hasan Muhammad di Tiro beristrikan keturunan Yahudi. Tetapi sudah bertahun-tahun yang lalu Teungku Hasan bercerai. Dan dari sejak itu sampai sekarang Teungku Hasan Muhammad di Tiro tidak pernah beristri lagi. Dan istri Teungku Hasan Muhammad di Tiro setelah menikah dan sebelum bercerai telah menjadi muslimah.

Selanjutnya apa yang dinyatakan Joko: "Mengapa banyak Anggota GAM yang menyerah kepada RI dan mereka rata-rata beralasan karena perjuangan GAM tidak sesuai dengan syariat islam ataupun hukum islam ? informasi ini saya peroleh dari acehkita.com kemaren siang."

Hal itu disebabkan karena memang adanya propaganda yang salah kaprah dari pihak RI. Karena suatu hal yang tidak mungkin dan tidak dicontohkan Rasulullah menegakkan syariat Islam secara kafah sebelum berdirinya Daulah Islam pertama di Yatsrib. Kalau ada yang menyatakan bahwa dalam masa gerilya bisa ditegakkan syariat Islam secara kafah, maka orang tersebut orang yang tidak mengikuti contoh Rasulullah saw.

Contohnya para anggota DPR, Departemen Agama, Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono yang membuat dasar hukum UU No.18/2001 yang didalamnya mencampur adukkan syariat Islam dengan sistem hukum thaghut pancasila. Itulah bid'ah dan khurafat yang harus dihancurkan sehancur-hancurnya.

Seterusnya Joko menanyakan: "Apa benar kita sebagai umat islam boleh berhijrah (pindah negara) sedangkan kondisi disekitar kita banyak maksyiat ?"

Itu ketika pada tahun ke-5 Kenabian, di Mekkah penuh dengan kemaksiatan, syirik, khurafat, bid'ah, kejahilan. Justru tidak mungkin itu kemaksiatan, syirik, khurafat, bid'ah, kejahilan dihancurkan dengan sistem hukum thaghut pancasila. Dan juga tidak mungkin menghancurkan , syirik, khurafat, bid'ah, kejahilan dihancurkan dengan sistem Islam. Karena sistem islam tidak diakui di Negara RI. Kalau mau menghancurkan pakai sistem Islam, maka resikonya dianggap melanggar sistem thaghut pancasila. Contohnya seperti yang dilakukan oleh pimpinan Laskar jihad di Ambon dengan rajam zinahnya. Itu dianggap oleh pihak RI sebagai pembunuhan.

Soal hijrah yang dilakukan oleh rakyat Acheh, itu dasar utama bukannya adanya masalah kemaksiatan, syirik, khurafat, bid'ah, kejahilan di Negeri Acheh, melainkan karena pihak RI yang menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh. Dan hijrah dari pembunuhan yang dilakukan oleh TNI di Negeri Acheh atas perintah Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono, Endriartono Sutarto, Ryamizard Ryacudu itu pernah dicontohkan oleh sahabat Rasulullah saw ketika masih di Mekkah. Dimana atas izin Rasulullah saw para sahabat itu berhijrah ke Abbisynia.

Jadi apa yang dipertanyakan Joko: "Hijrah Rosululloh atas perintah Alloh sedangkan Hasan Tiro atas perintah siapa ? jelas bukan atas perintah Alloh karena wahyu sudah selesai, akan tetapi apakah larinya ke Swedia juga atas persetujuan dari beberapa ulama di aceh sana ?"

Jelas Teungku Hasan di Tiro hanya mengikuti contoh Rasulullah saw ketika masih di Mekkah, yaitu untuk menghindari penyiksaan, penganiayaan, penindasan, pembunuhan yang dilakukan oleh TNI, maka sebagaimana dicontohkan sahabat Rasulullah saw di Mekkah, itu Teungku Hasan Muhammad di Tiro berhijrah ke Swedia.

Selanjutnya, itu seperti yang dipertanyakan Joko: "Apakah perjuangan Hasan Tiro mendapat doa restu dari sebagian besar ulama di aceh pada saat sekarang ?"

Itu mana ada ulama Acheh yang tidak dicekoki hidungnya oleh Soeharto, Abdurrahman Wahid, Megawati, dan Susilo Bambang Yuhdoyono ?

Apakah masuk akal ulama Acheh yang telah dicekoki dan ditekan oleh pihak Megawati dan diteruskan oleh Susilo Bambang Yudhoyono secara terang-terangan mendukung perjuangan Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Paling para ulama ini memilih Susilo Bambang Yuhdhoyono untuk dipilih jadi Presiden dan terus menjajah Negeri Acheh. Akhirnya para ulama ini juga yang digetuk dan dipukul kepalanya oleh Susilo Bambang Yudhoyono yang telah disumpah untuk mempertahankan UUD 1945 dan menjalankan undang undang dan hukum turunan pancasilanya.

Kemudian Joko menanyakan: "Apa benar ada dua kelompok GAM, GAM pimpinan Hasan Tiro dan GAM pimpina Don Zulfahri?"

Ahmad Sudirman sudah menjelaskan sebelem ini, bahwa GAM hanya satu. Itu yang dilakukan oleh Don Zulfahri adalah perebutan kekuasaan atau kudeta dalam tubuh GAM dengan melalui perombakan radikal dalam tubuh eksekutif GAM tanpa sepengetahuan dan tanpa persetujuan pimpinan tertinggi GAM yaitu Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Seterusnya itu soal: "Mengapa banyak Anggota atau pejabat GAM yang sadar untuk tidak meneruskan perjuangan Hasan Tiro malah diburu oleh GAM Hasan Tiro bahkan disiksa dan bunuhnya."

Coba tunjukkan dan sebutkan oleh saudara Joko Riyanto di mimbar bebas ini, itu nama-nama lengkap dan kapan terjadinya "Anggota atau pejabat GAM yang sadar untuk tidak meneruskan perjuangan Hasan Tiro malah diburu oleh GAM Hasan Tiro bahkan disiksa dan bunuhnya."

Disini kelihatan itu Joko Riyanto hanya main tuduh dan menjiplak apa yang dipropagandakan oleh Susilo Bambang Yudhoyono saja.

Seterusnya Joko menyatakan: "Coba prioritaskan antara keadaan aman dengan kemerdekaan !. Duluuuu saya pernah mengatakan kalau memprioritaskan merdeka maka aceh tetap dalam keadaan mencekam."

Joko Riyanto, memang saudara tidak mau dan tetap menutup diri dari fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang menyatakan bahwa Negeri Acheh itu diduduki dan dijajah oleh pihak RI.

Nah, karena rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila ini mengetahui dan menyadari bahwa Negeri Acheh sedang dijajah RI, maka mereka tetap terus berjuang untuk mempertahankan agama, negeri dan harta mereka.

Kesalahannya sekarang adalah karena pihak RI masih tetap membudekan dirinya tidak mau menerima kenyataan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang menyatakan bahwa RI-lah yang menjajah Negeri Acheh.

Nah kalau mau damai, maka coba robah itu kebudekan para pimpinan RI, untuk mau mendengar fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang Negeri Acheh yang ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh RIS-nya Soekarno dimasukkan kedalam perut RI-Jawa-Yogya melalui Sumatera Utara pada tanggal 14 Agustus 1950 melalui dasar hukum gombal PP RIS No.21/1950 dan PERPPU No.5/1950.

Selanjutnya Joko menyinggung: "Apa benar semua rakyat aceh sebagian besar setuju dengan GAM Hasan Tiro ?"

Untuk membuktikan hal ini adalah mari kita adakan jejak pendapat dalam keadaan aman dan tidak dalam kedaan Darurat Sipil seperti sekarang. Biarkan seluruh rakyat Acheh secara bebas dan rahasia menentukan pendapat dan sikapnya dimasa depan, apakah mau bebas dari RI atau tetap dalam RI dengan disaksikan oleh PBB.

Bukan seperti mengadakan pemilu presiden dalam keadaan Darurat Sipil. Itu artinya pemilu gombal yang penuh penekanan dan penipuan, Dan pemilu itu tidak sah.

Nah, barulah setelah dilakukan jejak pendapat ini akan ketahuan dengan jelas dan pasti, berapa banyak yang mendukung dan setuju dengan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan berapa banyak yang setuju dan mendukung Susilo Bambang Yudhoyono.

Itu Susilo Bambang Yudhoyono harus berani melawan Teungku Hasan Muhammad di Tiro, jangan hanya berani melawan mbak Megawati saja.

Seterusnya Joko menulis: "Lewat informasi ternyata banyak juga rakyat aceh yang ingin merdeka tapi tidak dengan cara GAM Hasan Tiro dan juga banyak yang ingin tetap bersatu dengan NKRI. Nah mengapa bisa demikian ?"

Itu informasi yang mengeluarkan siapa, apakah pihak rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri, atau pihak Penguasa Darurat Sipil Daerah Acheh dan Pusat ?.

Ingin merdeka dengan cara bagaimana, dengan cara melibatkan kedalam sistem thaghut pancasila melalui pemilu-nya, itu cara yang demikian adalah cara yang gombal dan budek.

Saudara Joko saudara mengatakan: "Perlu di ingat, apabila perjuangan GAM Hasan Tiro mendapat dukungan dari semua umat islam di aceh tanpa terkecuali maka bolehlah kita menuntut kemerdekaan. Yang menjadi pertanyaan apakah Rosululloh ketika berhasil melepaskan madinah dan makkah dari cengkeraman kafir quraisy juga tidak mendapat dukungan 100% dari umat islam pada waktu itu ?."

Joko, kalian memang masih budek, mana bisa seluruh rakyat Acheh yang sedang berada dalam cengkraman hukum Darurat Sipil mendukung Teungku Hasan Muhammad di Tiro secara terang-terangan. Kalian itu Joko memang mimpi saja.

Kemudian itu Madinah adalah daerah yang tidak dikuasai oleh Mekkah. Madinah itu bukan milik penguasa Mekkah, jangan dicampur adukkan. Nah memang disini kelihatan itu Joko Riyanto tidak mengerti kedudukan Madinah dan Mekkah.

Memang pantas saja Joko Riyanto ini salah kaprah dalam pemikirannya, karena memang tidak tahu status dan kedudukan Mekkah dan Madinah pada saat Rasulullah saw berjuang di Mekkah.

Kemudian lagi itu soal: "Mengapa Hasan Tiro hanya berambisi ingin merdeka sedangkan dirinya tidak pernah membantu rakyat aceh yang sedang kelaparan terutama yang ada di hutan-hutan ?"

Darimana saudara Joko mengatahui bahwa Teungku Hasan Muhammad di Tiro tidak pernah membantu rakyat Acheh ?

Memangnya itu Susilo Bambang Yudhoyono akan memberikan jalan lancar kepada Teungku Hasan Muhammad di Tiro untuk menolong rakyat Acheh yang sedang berjuang di Acheh melalui cara langsung lewat Banda Acheh. Jangan mimpi saudara Joko.

Dipikirnya Joko Riyanto seperti mengantar makanan untuk menengok orang sakit di rumah sakit, sambil jalan lenggang kangkung, tanpa diperiksa.

Ini sedang perang gerilya, saudara Joko. Bukan sedang mengantar makanan ke orang sakit di rumah sakit.

Kemudian lagi itu yang dikatakan Joko: "Apakah sosok Hasan Tiro adalah sosok dari wali negeri aceh yang sesuai dengan yang tersebut dalam Al-qur 'an ? (amanah, jujur, adil dsb ?)

Fakta dan bukti yang berbicara, Teungku Hasan Muhammad di Tiro sedang menuntut keadilan kepada Susilo Bambang Yudhoyono yang Negerinya di rampok dan dijajah Soekarno dengan RIS-nya dan dipertahankan sampai detik ini oleh Susilo Bambang Yudhoyono. Kemudian, sampai detik sekarang itu Teungku Hasan Muhammad di Tiro masih jujur tetap tegar memperjuangkan negeri Acheh yang sedang dijajah oleh RI. Dan sampai detik ini tetap Teungku Hasan Muhammad memagang amanah untuk terus berjuang sampai akhir hayat memperjuangkan negeri Acheh yang telah dijajah oleh RI dibawah Susilo Bambang Yudhoyono.

Seterusnya itu masalah: "Manakah letak keadilan dan belas kasihannya ( Hasan Tiro ) ketika mendengar rakyat aceh kelaparan dan disiksa ?"

Yang membuat tidak adil bukan Teungku Hasan Muhammad di Tiro, melainkan itu Megawati dan Susilo Bambang Yuhdoyono dengan TNI-nya yang telah merampok, menjajah Negeri Acheh, sehingga rakyat Acheh menjadi sengsara, miskin, dan kelaparan. Sudahlah rakyat Acheh miskin dan kelaparan disiksa lagi, dan ditekan keinginan mereka untuk mementukan nasib sendiri dimasa depan.

Terakhir itu yang ditanyakan Joko: "Mengapa hanya bantuan spirit ( propaganda ) yang hanya di realisasikan ?"

Itu bantuan moril merupakan salah satu bantuan bagi perjuangan rakyat Acheh. Dengan mereka mengetahui bahwa memang sebenarnya Negeri Acheh diduduki dan dijajah oleh RI, itu merupakan satu sumbangan besar bagi kesadaran rakyat Acheh, yang sebelumnya hanya ditipu dan dibodohi saja oleh pihak RI.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 29 Oct 2004 20:20:07 -0700 (PDT)
From: joko riyanto mas_rey_2004@yahoo.com
Subject: Tolong Jaba Beberapa Pertanyaan ini
To: ahmad@dataphone.se
Cc: universityofwarwick@yahoo.co.uk

Assalaamu 'alaikum

Saya mau bertanya kepada pak Ahmad singkat saja.

1. Bagaimana menurut bapak cara mengganti sumber pancasila dan uud 45 menjadi sumber Al-qur 'an dan Al-hadist (ingat, kondisi umat islam yang minim iman) ?

2. Apakah boleh kita memerangi (perang fisik) pemerintahan umat Islam karena ingin mengganti dasar uu-nya ?

3. Apakah boleh kita mengikuti pemilu sebagai kedok untuk mengganti atau merubah pancasila dan uud 45 ?

4. Apakah benar Hasan Tiro beristrikan seorang yahudi (non-islam) ? ingat ini puasa, jawab yang sejujurnya.

5. Mengapa banyak Anggota GAM yang menyerah kepada RI dan mereka rata-rata beralasan karena perjuangan GAM tidak sesuai dengan syariat islam ataupun hukum islam ? informasi ini saya peroleh dari acehkita.com kemaren siang.

6. Apa benar kita sebagai umat islam boleh berhijrah ( pindah negara ) sedangkan kondisi disekitar kita banyak maksyiat ?

7. Hijrah Rosululloh atas perintah Alloh sedangkan Hasan Tiro atas perintah siapa ? jelas bukan atas perintah Alloh karena wahyu sudah selesai, akan tetapi apakah larinya ke Swedia juga atas persetujuan dari beberapa ulama di aceh sana ?

8. Apakah perjuangan Hasan Tiro mendapat doa restu dari sebagian besar ulama di aceh pada saat sekarang ?

9. Apa benar ada dua kelompok GAM, GAM pimpinan Hasan Tiro dan GAM pimpina Don Zulfahri?

10. Mengapa banyak Anggota atau pejabat GAM yang sadar untuk tidak meneruskan perjuangan Hasan Tiro malah diburu oleh GAM Hasan Tiro bahkan disiksa dan bunuhnya.

11. Coba prioritaskan antara keadaan aman dengan kemerdekaan !. Duluuuu saya pernah mengatakan kalau memprioritaskan merdeka maka aceh tetap dalam keadaan mencekam.

12. Apa benar semua rakyat aceh sebagian besar setuju dengan GAM Hasan Tiro ?
13. Lewat informasi ternyata banyak juga rakyat aceh yang ingin merdeka tapi tidak dengan cara GAM Hasan Tiro dan juga banyak yang ingin tetap bersatu dengan NKRI. Nah mengapa bisa demikian ?

14. Perlu di ingat, apabila perjuangan GAM Hasan Tiro mendapat dukungan dari semua umat islam di aceh tanpa terkecuali maka bolehlah kita menuntut kemerdekaan. Yang menjadi pertanyaan apakah Rosululloh ketika berhasil melepaskan madinah dan makkah dari cengkeraman kafir quraisy juga tidak mendapat dukungan 100% dari umat islam pada waktu itu ?.

15. Mengapa Hasan Tiro hanya berambisi ingin merdeka sedangkan dirinya tidak pernah membantu rakyat aceh yang sedang kelaparan terutama yang ada di hutan-hutan ?

16. Apakah sosok Hasan Tiro adalah sosok dari wali negeri aceh yang sesuai dengan yang tersebut dalam Al-qur 'an ? (amanah, jujur, adil dsb ?)

17. Manakah letak keadilan dan belas kasihannya ( Hasan Tiro ) ketika mendengar rakyat aceh kelaparan dan disiksa ?

18. Mengapa hanya bantuan spirit ( propaganda ) yang hanya di realisasikan ?

Sebenarnya masih ada beberapa pertanyaan dalam benak hati saya. Sekiranya dari point 1 - 18 bisa pak ahmad jawab dengan sejujur-jujurnya kami ucapkan banyak terimakasih. Untuk point 1 - 3 akan saya bandingkan dengan apa yang pernah saya tanyakan mengenainya kpd pak rokhmawan dan jawabannya sudah ada.

Wassalaam

Joko Riyanto

mas_rey_2004@yahoo.com
Solo, Jawa Tengah, Indonesia
----------