Stockholm, 5 November 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

JOKO RIYANTO KARKUN JAMAAH TABLIGH MASIH TETAP PICIK & RABUN MELIHAT ACHEH, RI & HIJRAH SAHABAT RASULULLAH SAW
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MEMANG ITU JOKO RIYANTO KARKUN JAMAAH TABLIGH MASIH TETAP PICIK & RABUN MELIHAT PERJUANGAN RAKYAT ACHEH DAN MASIH DANGKAL TENTANG PENGETAHUAN HIJRAH PARA SAHABAT RASULULLAH SAW SEWAKTU DI MEKKAH

"Kemudian ternyata memang pak Ahmad ini senangnya hanya main pukul rata. Pak ahmad, kemaksyiatan, khurofat, syirik yg dilakukan penduduk Makkah sebelum Rosululloh hijrah ke Madinah adalah dilakukan oleh semua orang kafir, yahudi, nasrani bukan dilakukan oleh umat Islam pd saat itu. Kalau di Indonesia jelas yg melakukannya terdiri dari umat Islam awam dan lemah iman, jadi apakah benar kita boleh meninggalkan mereka semua (umat Islam awam dan lemah iman) ?. Berati bapak Ahmad sangat keterlaluan jika menyamakan keadaan dan orang-orang di Indonesia sama seperti keadaan dan orang-orang kafir Quraisy pada masa sebelum hijrahnya Rosululloh ke Madinnah. Secara tegas saya katakan bahwasanya Hasan Tiro cs meninggalkan tugas yg sangat mulia yaitu berdakwah di Aceh dan di Indonesia. Dakwah tidak bisa hanya dilakukan dengan via internet atau media lainnya, pak." (Joko Riyanto , mas_rey_2004@yahoo.com , Wed, 3 Nov 2004 21:47:58 -0800 (PST))

Baiklah Joko Riyanto di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Joko Riyanto karkun Jamaah Tabligh yang berpusat di India, makin lama makin melantur dalam berdebat dengan Ahmad Sudirman di mimbar bebas ini. Mengapa ?

Karena itu karkun Joko Riyanto yang juga jelmaan wahabiyin Rokhmawan dari Yayasan Pesantren Bukhori, Solo, tetap budek tidak mau mendengar dan tidak mau mengerti tentang fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum bagaimana itu Soekarno melalui RIS-nya menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh pada tanggal 14 Agustus 1950 memakai dasar hukum gombal PP RIS No.21/1950 dan PERPPU No.5/1950.

Akhirnya karena memang karkun Joko Riyanto tetap budek, maka ketika berbicara Acheh, isinya gombal dan melantur tidak tentu ujung pangkalnya.

Coba saja perhatikan apa yang dikatakan karkun Joko: "bahwasanya pak Ahmad hanya melihat dari satu sisi saja yaitu Hasan Tiro, nah kalau begini repot jadinya dan akhirnya pak Ahmad hanya bisa menyalahkan NKRI sebagaimana tulisan di atas. Coba seandainya pak ahmad berada dipihat NKRI pastilah bapak juga akan menyalahkan GAM Hasan Tiro. Memang NKRI telah berbuat dzalim kepada rakyat Aceh sebagaimana yang anda tuliskan di atas tetapi inipun tidak bisa semuanya disalahkan kepada NKRI saja dengan kata lain GAM juga bersalah baik kepada rakyat Aceh yg tidak pro dengan GAM dan orang Jawa NKRI. Jadi bukan semata-mata ini semua kesalahan dari NKRI jika anda tetap berbuat dan beranggapan begitu dengan sikap keras membabi buta menyalahkan RI habis-habisan berarti anda hanya ingin mencari menangnya saja (kalau tidak begini yaa tidak) ini khan saklek namanya."

Wahai karkun Joko Riyanto, itu Ahmad Sudirman bukan melihat dari sisi Tengku Hasan Muhammad di Tiro, melainkan Ahmad Sudirman melihat dari sisi fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang Negeri Acheh yang ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh RIS, diteruskan oleh RI yang menjelma menjadi NKRI, dan diterukan oleh RI jelmaan NKRI hasil Dekrit Presiden 5 Juli 1959.

Dan memang berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum menunjukkan bahwa benar itu pihak RI yang terus menjajah Negeri Acheh, dan melakukan pen-dzaliman terhadap rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Nah, itulah kesalahan dari pihak RI.

Sekarang, kalau pihak RI tidak mau disalahkan berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang kuat ini, coba tampilkan alasan kalian wahai karkun Joko Riyanto bahwa apa yang dilakukan oleh Soekarno sebagai Presiden RIS itu bukan sebagai suatu tindakan perampokan, penjarahan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan di Negeri Acheh yang sangat bertentangan dengan dasar hukum Internasional dan dasar hukum Nasional.

Kemudian, kalau Ahmad Sudirman mengatakan: "benteng yang kuat yang dipasang Ahmad Sudirman." (Ahmad Sudirman, 30 Oktober 2004), itu bukan menunjukkan kesombongan seperti yang dikatakan oleh karkun Joko Riyanto, melainkan itu menggambarkan suatu dasar argumentasi yang berupa fakta dan bukti yang telah dituliskan oleh Ahmad Sudirman yang oleh kalian karkun Joko tidak bisa dipatahkan. Kalau kalian memang mau mematahkan dasar argumentasi Ahmad Sudirman, coba buat dan cari alasan kalian berdasarkan referensi yang kuat, jangan hanya asal bercuap dimimbar bebas ini saja.

Memang Ahmad Sudirman selalu diakhir tulisan menuliskan: "Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk". Itu menandakan bahwa Ahmad Sudirman tidak memohon pertolongan dan meminta petunjuk kepada yang lain selain kepada Allah SWT.

Jadi apa yang telah ditampilkan dalam tulisan Ahmad Sudirman yang didalamnya termasuk argumentasi, itu semuanya merupakan hasil pikiran Ahmad Sudirman yang hanya selalu memohon pertolongan dan petunjuk Allah SWT.

Seterusnya itu tuduhan wahabiyin Rokhmawan terhadap Ahmad Sudirman dengan sebutan "Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid 'ah", jelas itu hanyalah tuduhan gombal yang tidak punya dasar kekuatan aqli dan naqli yang kuat. Itu Wahabiyin Rokhmawan memang karena sudah tidak mampu lagi mempertahankan argumentasinya, maka keluarlah tuduhan sebutan "Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid 'ah" terhadap Ahmad Sudirman.

Wahai karkun Joko, itu Ahmad Sudirman sudah beberapa kali mengatakan bahwa kata-kata "budek, dungu, buta, bodoh" adalah bukan kata-kata kotor. Kalian memang karkun Joko picik atau sempit pikiran kalian, terutama dalam hal penguasaan bahasa Indonesia, yang sebenarnya sudah kalian pelajari di sekolah dasar. Itu budek artinya tidak mendengar. Dungu artinya kurang cerdas. Buta artinya tidak melihat. Bodoh artinya kurang cerdas. Coba dimana itu letaknya kekotoran kata-kata budek, dungu, buta, bodoh ?.

Kalau itu Wahabiyin Rokhmawan tidak marah-marah ketika ia mengetahui bahwa bahwasanya Muhammad bin Abdul Wahab bersama ibnu Saud termasuk khowarij, jelas karena ia telah terbuka matanya, yang sebelumnya ditutup-tutupi oleh kaum wahabi Saudi. Jadi bagaimana bisa ia marah, kalau memang fakta, bukti, sejarahnya benar. Dengan wahabiyin Rokhmawan menyatakan bahwa keluarga Muhammad bin Abdul Wahab dan ibnu Saud tidak bisa disalahkan 100 % dll. Itu menandakan bahwa memang secara fakta dan bukti serta sejarah menunjukkan keluarga Muhammad bin Abdul Wahab dan ibnu Saud bisa digolongkan kepada kaum khawarij.

Selanjutnya itu karkun Joko masih mengulangi pertanyaannya yang terdahulu: "Apakah boleh kita memerangi (perang fisik) pemerintahan umat Islam karena ingin mengganti dasar uu-nya?"

Karkun Joko Riyanto, itu Pemerintahan Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati, dan Susilo Bambang Yudhoyono bukan pemerintahan umat Islam. Adalah suatu kesalahan besar kalau mengatakan bahwa Pemerintahan Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abndurrahman Wahid, Megawati, dan Susilo Bambang Yudhoyono adalah pemerintahan umat Islam. Mengapa ?

Karena yang dinamakan pemerintahan itu adalah cara atau proses atau perbuatan memerintah dalam satu negara. Misalnya pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Artinya cara Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden dalam memerintah RI berdasarkan dasar hukum yang berlaku di Negara RI. Apalagi itu Susilo membawa kendaraan Partai Demokrat yang sekuler.

Nah sekarang karena dasar hukum yang dipakai oleh Susilo adalah dasar hukum yang tidak mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT, maka sudah jelas itu Susilo memerintah Negara RI berdasarkan aturan, hukum, undang-undang yang bukan aturan, hukum yang diturunkan Allah SWT. Negara yang dasar dan sumber hukumnya bukan mengacu kepada apa yang diturunkan Allah, maka Negara itu adalah Negara kafir. Jadi Negara RI adalah Negara kafir RI.

Jadi Negara kafir RI tidak jauh berbeda dengan Negara Mekkah sewaktu Rasulullah saw masih berada di Mekkah.

Kemudian itu soal hijrah para sahabat Rasulullah saw pada tahun ke 5 Kenabian adalah bukan berhijrah ke Yatsrib atau Madinah, melainkan ke Abyssinia (Ethiopia sekarang). Karena para sahabat Nabi di Mekkah banyak yang ditindas, disiksa, dihina oleh Penguasa Quraisy dari Mekkah, maka para sahabat Nabi tersebut berhijrah ke Abyssinia. Dimana para sahabat Nabi yang berhijrah pertama ke Abyssinia adalah Utsman bin Affan dan istrinya, Abu Hudzaifah bin 'Utbah dan istrinya, sahlah, Zubair bin 'Awwam sepupu Nabi, Mush'ab bin 'Umair, 'Abdurrahman bin 'Auf, Abu Salmah al Makhzum dan istrinya, 'Utsman bin Ma'zhun, 'Amir bin Rabi'ah dan istrinya, Abu Sabrah bin Abi Rahm, Hathib bin 'Amr dan Suhail bin Baidha. Disusul dengan rombongan muhajirin kedua. Dalam rombongan muhajirin kedua ini termasuk didalamnya Ja'far bin Abu Thalib, sepupu Rasulullah saw. Dimana orang orang muhajirin tersebut diterima masuk di Abyssinia dan dianggap sebagai orang-orang yang mendapat perlindungan politik oleh Raja Negus yang beragama Kristen. (Ibnu Hisyam, As-Sirah an-Nabawiyyah, Buku I, hal. 323, Majid Ali Khan, Muhammad the final Messenger, Idarah-i Adabiyat-i Delhi, 1980, Hal. 70)

Nah kita bandingkan dengan di Acheh, karena rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir RI telah ratusan ribu dibunuh dan Negeri Acheh dijajah, tetapi tetap semangat perjuangan rakyat Acheh terus menggelora dan bangkit untuk terus menuntut dikembalikannya Negeri Acheh yang telah dijajah oleh Soekarno ini.

Dalam periode perjuangan menghadapi kaum penjajah dari Negara kafir RI inilah ada rakyat Acheh yang melakukan hijrah keluar dari Negeri Acheh dalam rangka mengatur taktik dan strategi perjuangan untuk menghadapi penjajah dari Negeri kafir RI atau Negeri kafir Pancasila. Dan hijrah yang telah dilakukan oleh rakyat Acheh ini telah juga dicontohkan oleh para sahabat Rasulullah saw dan diijinkan oleh Rasulullah ketika masih di Mekkah.

Jadi karkun Joko Riyanto, apa yang telah dilakukan oleh Rakyat Acheh yang keluar dan berhijrah ke Swedia dan ke Negara-Negara lain itu telah dicontohkan oleh para Sahabat Rasulullah saw ketika masih di Mekkah untuk meneruskan perjuangan pembebasan dan pembelaan Agama, negeri, dan rakyat dari penjajahan Negara kafir RI atau Negara kafir Pancasila dibawah pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono.

Nah disinilah karkun Joko Riyanto yang picik dalam pengetahuan sejarah Rasulullah saw, sehingga ketika berbicara masalah hijrah jadi bingung. Karena itu wajarlah kalau karkun Joko mengatakan: "Kemudian alasan pak Ahmad adalah Hasan Tiro ke Swedia untuk berdakwah. Maka yang menjadi pertanyaannya dakwah yg mana ? dakwah dalam mempropaganda muslim di Swedia agar mendukungnya kah ?. Coba terangkan yang jelas. Kemudian sebelum Rosululloh membebaskan Makkah dari kekuasaan kafir maka daerah hijrah beliau yaitu Madinnah terlebih dahulu berhasil menjadi Daulah Islam. Jadi seharusnya Hasan Tiro cs sebelum membebaskan Aceh dari kekuasaan RI maka terlebih dahulu harus berhasil membentuk daulah Islam di Swedia (untuk yg satu ini pasti anda cs dan HT pusing tujuh keliling sambil garuk-garuk kelapa eeh kepala)."

Mana itu pernah Ahmad Sudirman mengatakan: "Hasan Tiro ke Swedia untuk berdakwah", melainkan yang pernah ditulis oleh Ahmad Sudirman adalah: "apa yang telah dilakukan oleh Rakyat Acheh yang keluar dan berhijrah ke Swedia dan ke Negara-Negara lain itu telah dicontohkan oleh para Sahabat Rasulullah saw ketika masih di Mekkah untuk meneruskan perjuangan pembebasan dan pembelaan Agama, negeri, dan rakyat dari penjajahan Negara kafir RI atau Negara kafir Pancasila dibawah pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono."

Kemudian itu cerita tentang perjuangan Rasulullah saw sewaktu di Mekkah yang ditulis oleh wahabiyin Rokhmawan adalah cerita karangannya sendiri yang dicaplok dari tempah sampah di internet. Dan apa yang dikemukakan oleh karkun Joko: "bagaimana cara mendirikan negara Islam menurut versi pak Rokhmawan cs. Yang pertama dakwah lemah lembut dan bijaksana serta hikamah (sunnah), semua penduduk atau sebagian besar darinya mempunyai keimanan yg mantap, dengan perjanjian." Jelas itu cerita gombal wahabiyin Rokhmawan hanya mengarang-ngarang sendiri.

Kemudian itu soal pemilu di Negara kafir RI, tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah saw.

Itu alasan yang dikemukakan oleh karkun Joko yang menyatakan: "Nah jikalau kita dihadapkan dengan pemilu maka sebagai umat Islam yg berilmu dan faham maka tidak dibenarkan mengikutinya mengingat di dalamnya ada demokrasi yg tidak sesuai dengan Rosululloh. Adapun rosululloh demokrasinya jelas berdasarkan umat Islam pilihan (iman dan amalnya mantap dan teruji). Dengan kita (umat Islam) semuanya tanpa terkecuali untuk tidak mengikuti pemilu berarti pemilu hanyalah diikuti oleh orang non-Islam dengan demikian sudah pasti orang-orang yang duduk dalam pemerintahan nanti adalah bukan orang Islam. Nah apabila keadaan ini benar-benar terjadi maka sudah saatnya umat Islam berperang kepada pemerintahan yg semua pejabatnya bukan Islam, tapi perlu di ingat kita harus memiliki angkatan perang yg tangguh."

Itu Rasulullah saw tidak pernah menyinggung demokrasi. Demokrasi muncul jauh setelah Rasulullah saw mendirikan Daulah Islamiyah di Yatsrib. Itu artinya demokrasi adalah kekuasaan ditangan rakyat. Mana itu diajarkan oleh Rasulullah saw kekuasaaan ditangan rakyat dalam hal bernegara. Yang diajarkan Rasulullah saw dalam Daulah Islamiyah di Yatsrib adalah kekuasaan ditangan Allah SWT. Artinya segala sesuatu perkara harus dikembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya, yaitu dikembalikan kepada Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw.

Kalaupun ada pemilihan umum itu dilaksanakan dalam rangka memilih pimpinan atau Khalifah. Dan hal itu dilakukan pada masa Khulafaur Rasyidin. Tentang pemilihan Khalifah ini telah Ahmad Sudirman jelaskan berulang kali di mimbar bebas ini. Bukan untuk memilih anggota legislatif dan eksekutif yang memiliki fungsi dan tugasnya membuat aturan, hukum, undang-undang yang tidak mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT.

Wahai karkun Joko Riyanto, karena memang kalian itu tidak mau mengerti dan tidak mau belajar tentang penyebab timbulnya konflik Acheh, maka kalian dengan seenak udel kalian sendiri mengatakan: "Secara tegas saya katakan bahwasanya Hasan Tiro cs meninggalkan tugas yg sangat mulia yaitu berdakwah di Aceh dan di Indonesia. Dakwah tidak bisa hanya dilakukan dengan via internet atau media lainnya, pak."

Memangnya apakah Teungku Hasan Muhammad adalah seorang karkun dari Jamaah Tabligh ?. Kalian karkun Jamaah Tabligh memang mengikut kemana arah angin. Mana itu karkun Jamaah Tabligh diajarkan tentang masalah ketatanegaraan Islam yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Paling kalian hanyalah bercerita masalah yang tidak bertentangan dengan sistem yang diterapkan dalam negara. Misalnya kalian dakhwah di Negara kafir RI, mana berani kalian dari kaum karkun Jamaah Tabligh mengrikitik bahwa itu sistem hukum yang dipakai di Negara RI adalah sistem thaghut yang penuh kemusyrikan, khurafat, dan bid'ah.

Apalagi sampai kalian berani bercerita masalah hijrah Rasulullah saw untuk membangun Daulah Islamiyah di Yatsrib. Itu tidak pernah diajarkan oleh para pimpinan kaum karkun Jamaah Tabligh yang berpusat di India itu.

Jadi karkun Joko Riyanto, tidak perlu kalian ikut-ikutan bercerita tentang Daulah Islamiyah yang dibangun Rasulullah saw di Yatsrib. Karena memang dasar pengetahuan kalian tentang Daulah Islamiyah yang dibangun Rasulullah saw di Yatsrib adalah sangat minim.

Itu Teungku Hasan Muhammad di Tiro bukan melakukan dakhwah seperti kalian karkun Jamaah Tabligh, yang ikut kemana arah angin. Teungku Hasan Muhammad di Tiro adalah sedang memperjuangkan pembebasan negeri, agama, dan harta yang telah dan sedang dijajah oleh pihak RI. Itu pihak pemerintah RI bukan didakhwahi dengan dakhwah model karkun Jamaah Tabligh, melainkan itu pemerintah RI memang harus diperingatkan, dihadapi bahwa apa yang telah dilakukan oleh Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati, dan Susilo Bambang Yudhoyono adalah suatu tindakan penjajahan yang dikutuk oleh dunia dan sangat bertentangan dengan dasar hukum internasional dan dasar hukum nasional.

Jadi itu Teungku Hasan Muhammad di Tiro jangan disamakan dengan para karkun Jamaah Tabligh.

Hai karkun Joko, kalau Ahmad Sudirman mengatakan : "Itu mana ada ulama Acheh yang tidak dicekoki hidungnya oleh Soeharto, Abdurrahman Wahid, Megawati, dan Susilo Bambang Yuhdoyono ? Apakah masuk akal ulama Acheh yang telah dicekoki dan ditekan oleh pihak Megawati dan diteruskan oleh Susilo Bambang Yudhoyono secara terang-terangan mendukung perjuangan Teungku Hasan Muhammad di Tiro." (Ahmad Sudirman, 30 Oktober 2004).

Memang benar. Nah, kalau memang mau secara jujur, adil, dan bijaksana, maka coba itu cabut dasar hukum Keppres No.43/2004 dan Keppres No.43/2003, serta berikan kebebasan seluruh rakyat Acheh untuk mengemukakan pendapat dan sikapnya, kalau memang kalian ingin mendapat dan ingin mendengar para ulama memberikan dukungan kepada Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Kalau sekarang, dimana di Negeri Acheh diberlakukan dasar hukum Darurat Sipil dengan Keppres No.43/2004, mana itu para ulama Acheh berani secara terang-terangan mendukung perjuangan Rakyat Acheh yang telah sadar, dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro, untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negaera Pancasila ?.

Jadi, karkun Joko Riyanto, kalau tidak tahu apa itu dasar hukum Keppres No.43/2004 dan Keppres No.43/2003 janganlah berbicara banyak tentang Negeri Acheh dan rakyat Acheh, karena kalian akan tersesat dan salah kaprah.

Kalian karkun Joko Riyanto, tidak perlu kalian mengatakan: "Apa dikirain ilmu agama Hasan Tiro cs bisa menyamai dengan ilmu agamanya para ulama. Ngaco saja anda paaak dan inikan telah dijelaskan pak Rokhmawan salah satu penyebab runtuhnya atau perpecahan umat Islam yaitu umat Islam menjauhkan diri dari ulama. Hijrah seenak dewe tanpa doa restu ulama ini khan namanya sama saja dengan melepaskan diri dengan ulama."

Itu apa yang dikatakan oleh wahabiyin Rokhmawan sebagian besar tentang Negeri Acheh memang gombal, karena wahabiyin Rokhmawan budek dan tidak mau belajar dan tidak mau mengerti tentang akar masalah penyebab konflik Acheh. Yang bisanya itu wahabiyin Rokhmawan hanyalah membawa paham wahabi Saudi saja.

Selanjutnya itu mengenai cerita yang dimuat oleh Acehkita.com bukanlah didasarkan kepada dasar perjuangan dan cita-cita untuk pembebasan Negeri Acheh dari kungkungan dan penjajahan RI, melainkan hanyalah hasil pemikiran yang sebagian besar sumber beritanya dari pihak Penguasa Darurat Sipil Daerah Acheh.

Itu sama saja kalau membaca artikel Acehkita.com dengan membaca sebagian besar cerita yang dipropagandakan oleh pihak Penguasa Darurat Sipil Daerah Acheh dan Pusat. Mana bisa Ahmad Sudirman ditipu dengan cerita model Susilo Bambang Yudhoyono.

Ahmad Sudirman baru percaya terhadap cerita yang dimuat Acehkita.com kalau itu di Acheh dicabut Keppres No.43/2004 dan Keppres No.43/2003, serta seluruh rakyat Acheh diberikan kebebasan untuk mengemukakan pendapat dan sikapnya, tanpa harus ditekan dan siksa. Kemudian itu para tahanan rakyat Acheh baik yang ada di Jawa dan di Acheh sendiri harus dibebaskan. Sebelum itu terjadi, mana bisa Ahmad Sudirman percaya dengan cerita gombal yang penuh propaganda pihak Susilo Bambang Yudhoyono.

Seterusnya itu karkun Joko Riyanto menyinggung: "Coba sudahkah anda membaca komentar Abu Pase dan Apha Mhaop di mana mereka mengatakan baik secara langsung atau tidak, Kami ingin merdeka tetapi bukan dibawah Kaki Hasan Tiro, itupun seandainya RI tidak bisa memberi keadilan dan kebebasan bersyariat kepada rakyat Aceh."

Itu Abu Pase alias Lamkaruna Putra adalah seorang yang giat mau terus memperjuangkan Republik Islam Acheh. Tetapi sayang, itu RIA sudah digencot dan dibungkam oleh Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati dan sekarang oleh SusiloBambang Yudhoyono.

Adapun Apha MAOP yang beralamat di awakaway@telkom.net dan pertama kali muncul di mimbar bebas pada hari Kamis, 1 Januari 2004 adalah yang setuju referendum di Acheh, tidak suka kekejaman TNI, tetapi siap untuk dipersenjatai oleh pihak Penguasa Darurat Sipil Daerah Acheh kalau dibenarkan untuk menghabiskan para pejuang rakyat Acheh dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Jadi itu Apha MAOP memang orang Acheh yang bisa dipakai oleh Susilo Bambang Yudhoyono, walaupun kebijaksanaan politik kekerasan senjata TNI yang dijalankan oleh Susilo tidak didukung oleh Apha MAOP. Hanya ada kesamaan antara Susilo Bambang Yudhoyono dengan Apha MAOP yaitu mereka berdua sama-sama tidak setuju dengan Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Wahai karkun Joko Riyanto, kalau kalian tidak mengetahui perjuangan Teungku Muhammad Daud Beureueh, jangan sok bicara dimimbar bebas ini dengan mengatakan: "Karena ternyata ada tokoh GAM seperti Don Zulfahri yang perjuangannya benar-benar selaras dengan Daud Beureh maka kemungkinan besar tokoh inilah (Don Zulfahri) yang dimaksudkannya untuk memimpin perjuangan Aceh, sayang seribu sayang beliau dibunuh dengan rahasia oleh GAM atas instruksi dari Hasan Tiro."

Coba buktikan berdasarkan fakta, bukti, dasar hukum, dan sejarah yang dibuat oleh Don Zulfahri perjuangannya benar-benar selaras dengan Teungku Muhammad Daud Beureueh ? Dan buktikan berdasarkan fakta dan bukti secara hukum bukan hanya pandangan politis saja bahwa Don Zulfahri dibunuh dengan rahasia oleh GAM atas instruksi dari Hasan Tiro.

Memang kelihatan itu karkun Joko hanyalah seorang kacung yang kalau berbicara tentang GAM asal cuap. Sedangkan Pemerintah Kerajaan Malaysia khususnya bagian Kepolisian dan Kejaksaan Kerajaan Malaysia saja tidak bisa membuktikan secara hukum siapa yang membunuh Don Zulfahri. Kalau hanya main tuduh politik anak kecil juga pandai, wahai karkun Joko Riyanto.

Wahai karkun Joko Riyanto, Ahmad Sudirman telah berpuluh kali mengatakan di mimbar bebas ini bahwa selama itu dasar hukum Keppres No.43/2004 dan Keppres No.43/2003 tidak dicabut dari bumi Acheh, dan rakyat Acheh tidak diberikan kebebasan untuk mengemukakan sikap dan pendapatnya, maka tidak ada gunanya menanyakan kepada kepada rakyat Acheh satu persatu tentang referendum.

Kalian karkun Joko memang budek, mana mengerti itu Keppres No.43/2004 dan keppres No.43/2003. Jadi, memang asal cuap saja ketika berbicara masalah konflik Acheh ini.

Terakhir tentang apa yang dikatakan oleh karkun Joko Riyanto: "hampir lupa pak, percuma saja anda berdoa agar amal ibadah anda terutama di bulan Romadlon ini diterima Alloh sedangkan tingkah laku anda lewat mimbar bebas ini sangat tidak memungkinkan untuk terkabul doanya."

Jelas itu karkun Joko karena memang sempit pikiran dan pengetahuannya tentang Acheh, Rasulullah saw, Daulah Islamiyah di Yatsrib, bahasa Indonesia, maka tanpa pikir panjang lagi langsung saja menyatakan: "tingkah laku anda lewat mimbar bebas ini sangat tidak memungkinkan untuk terkabul doanya.".

Nah, padahal yang sebenarnya karena karkun Joko Riyanto memang sempit pikiran dan pengetahuannya tentang Acheh, Rasulullah saw, Daulah Islamiyah di Yatsrib, bahasa Indonesia, maka tidak memahami apa yang dijelaskan dan diterangkan oleh Ahmad Sudirman di mimbar bebas ini.

Belajar yang benar dan sungguh-sungguh karkun Joko, jangan hanya taklid buta dan ikut-ikutan pimpinan karkun Jamaah Tabligh dan apa yang dicelotehkan oleh wahabiyin Rokhmawan dari kaum wahabi Saudi saja.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Wed, 3 Nov 2004 21:47:58 -0800 (PST)
From: joko riyanto mas_rey_2004@yahoo.com
Subject: Pak Ahmad Terutama Kawan-Kawannya Terjebak Dalam Beberapa Pertanyaan Joko Riyanto
To: ahmad@dataphone.se
Cc: husaini54daud@yahoo.com

Assalamu 'alaikum

Pak Ahmad Terutama Kawan-Kawannya Terjebak Dalam Beberapa Pertanyaan Joko Riyanto. Al-hamdulillah di bulan yang penuh barokah, maghfiroh dan dijauhkan dari api neraka ini kita masih diberi kekuatan untuk menunaikan ibadah shoum dll. Ini semua adalah kekuatan dan hidayah yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita maka dari itu marilah kita perbanyak rasa syukur atas nikmat-nikmat-Nya.

Untuk sekian kalinya Joko Riyanto hadir di tengah-tengah mimbar bebas ini walaupun muncul tenggelam dan kelihatannya di milist ini sudah mulai sepi (ada apa ya ?) dan beberapa pertanyaan kemaren yg saya ajukan ke pak Ahmad bukan untuk mengolok-olok seperti yang di tuduhkan oleh kalau tidak salah beliau pak Husaini Daud atau pak M.Qubro. Ini adalah fitnah namanya dan asal main sikat saja, namun Al-hamdulillah hari ini Joko Riyanto diberi kekuatan untuk menjelaskannya semua baik kepada Pak Ahmad terlebih lagi kepada kawan-kawannya seperti Warwick, Husaini Daud, M.Al-Qubro dll.

Pak Qubro, atas dasar apa anda memfitnah saya demikan tadi yaitu dengan beberapa pertanyaan dari saya hanyalah untuk mengolok-olok ?. Nah...ternyata inilah jiwa orang-orang yang menjadi Anggota GAM atau yg bersimpati kepadanya yang berambisi merdeka yaitu asal main tuduh, fitnah dan propaganda dll dan inilah menurut imam Ghozali dalam buku ihya ulumuddin yang dinamakan penyakit hati sebagaimana yang telah saya tuliskan sebelumnya.

Memang saya akui sebenarnya beberapa pertanyaan itu hanyalah untuk memancing reaksi dari para pengikut taklid buta Hasan Tiro (istilah pak Rokhmawan ) dan atas jawaban dari pak Ahmad saya sampaikan banyak terimakasih walaupun bukan berarti saya setuju dan akan saya tanggapi setelah ini.

Ungkapan yang tidak manusiawi yg dilontarkan kd saya adalah yang dilontarkan Warwick kepala batu dengan kata-kata atau judul MUDAH-MUDAHAN LOUTUNG JOKO RIYANTO......

Nah inilah salah satu karakter orang-orang yang katanya ingin merdeka dan memberlakukan syariat Islam di Aceh (GAM Pengacau/ GAM Hasan Tiro) yaitu penuh dengan cacian maki, fitnah, kata-kata kotor, panggil memanggil seenak dewe dll yang dimana semuanya tidak mencerminkan pribadi seorang muslim yang mukmin.

Warwick cs bukalah terjemahan al-Hujurot sekitar ayat 12. Dan ternyata inilah menurut imam al-Ghozali dlm bukunya ihya ulumuddin, yaitu penyakit hati sebagaimana yang telah saya tuliskan sebelumnya. Warwick kepala batu memangnya anda ini seorang alim ulama atau seorang auliya atau seorang kasyaf mata ? mengapa anda mengatakan demikian tadi di atas ? dan atas dasar apa anda menghina saya dimana pangilan yang rendah adalah setelah iman, maksudnya sesuatu panggilan yang mencerminkan bukan seorang yang beriman seperti Ahlul Ahwa, Ahlul Bid 'ah, pendusta dll. Sedangkan anda mengatakan saya sebagai luotung itu jika memang saya patut dikatakan demikian maka sayapun terima dengan lapang dada tentunya disertai dengan dasar, bukti dan penjelasan mengapa bias demikian. Saya termasuk orang baru di mimbar bebas ini dimana saya tidak pernah menghina, mengolok-olok tidak berkata kasar melainkan mungkin hanya sedikit sekali dan itupun meminjam istilah seseorang. Coba buktikan kalau saya seorang anak jawa yang menjadi lutung. Pak Warwick si mulut kotor janganlah anda memanggil dengan panggilan yg tidak lazim (hewan).

Untuk pak Qubro yang gelap mata tidak bisa membedakan baik-buruk, tidak bisa membedakan muslim, munasfik, dholimun, dengan terpaksa akan saya jawab pertanyan balik anda tentunya sesuai dengan nurani dan keimanan saya atas hidayah Alloh SWT.

1 & 2. Coba anda jabarkan terlebih dahulu apa yang dimaksud orang-orang yg bersekongkol dg toghut RI ?. Kalau yang dimaksud adalah orang-orang yang secara tegas menyetujui pembunuhan di Aceh baik yg dilakukan oleh TNI maupun GAM terdadap masyarakat atau orang Islam sipil maka cenderung termasuk dalam golongan dhalim bukan munafikun, coba bapak bahas apa yang dinamakan munafiq itu ?. Kalau seandainya yang bapak maksud adalah orang yang bersekongkol dalam kepemiluan tetapi tetap menolak pembantaian di Aceh maka ini bukan golongan dhalimun, munafikun tetapi hanyalah dhoif imannya. Pak Qubro, dholimun, munafikun bukan termasuk mukminun melainkan hanyalah seorang yang muslim. Makanya, pak Ahmad kadang-kadang juga mengatakan seorang muslim yg mukmin.

3. InsyaAlloh saya bukanlah dari golongan munafikun dan dlolimun apalagi kafirun dan kenyataannya memang saya tidak pernah menyetujui peperangan dan pembantaian di Aceh juga saya tidak pernah mengikuti pemilu yang menurut Pak Rokhmawan cs, pemilu adalah haram atau dilarang.

4. Orang yang terlibat dalam penjajahan, penganiayaan, pembunuhan di aceh baik itu yang dilakukan oleh TNI atau GAM Pengacau adalah lebih cenderung dikatakan sebagai kafirun. Hanya saja kafirnya seorang Islam pengertiannya menurut pak Rokhmawan cs atau Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah orang Islam yang dengan perbuatan, perkataan dan tingkah lakunya menyebabkan dirinya kafir yg mengeluarkan dari Islam (murtad) dan kafir yang tidak mengeluarkan dirinya dari Islam sebagaimana Al-maidah ayat 44 dimana menurut tafsiran Imam Ahmad Bin Hambal yaitu orang Islam yang memutuskan perkara dengan selain hukum Islam termasuk kafir yang tidak mengeluarkan dirinya dari Islam. Sedangkan seandainya ada seseorang yang mengklaim bahwasanya kafir itu ya kafir (non-Islam) maka perkataan ini adalah perkataan yang tidak ada dasarnya sama sekali.

Coba anda pikirkan lebih hebat mana imannya antara Imam Ahmad Bin Hambal dengan ulama (baik ulama rusdi maupun su'u) masa kini atau dengan ustadz modern saat ini ?. Sebenarnya saya merasa heran mengapa ada ustadz atau orang Islam awam yang mengatakan kalau setiap orang Islam yang tidak berhukumkan kepada hokum Alloh berarti kafir (murtad).

5. Anda bertanya atau maido (apabila dijawab tidak percaya) ?. Al-hamdulillah di Indonesia banyak ulama dan sebagian ulama atau bahkan kebanyakan ulama tersebut tidak mendukung penjajahan, pemabantaian, penganiayaan baik yang dilakukan TNI atau GAM Pengacau. Pak Qubro coba anda cari info di situs Koran yang ada di Indonesia. Jangankan ulama, masyarakat awam saja banyak yg mengecam tindakan DOM tersebut. Atas dasar apa anda mengatakan dengan kerja tersebut mereka mendapat sedekah ?. Pak Qubro anda sendiri ternyata sama dengan pak Ahmad yang terkena penyakit hati.

6. Adapun pemimpin atau presiden di Indonesia termasuk pemimpin yang dzalim sama seperti dengan kezdaliman pimpinan/presiden GAM di Swedia. Sedangkan SBY belum saatnya dikatakan sbg pemimpin yg dzalim karena baru saja diangkat dan dilantik menjadi presiden. Pak Qubro cs anda semua harus tahu kezdaliman pemimpin itu dikarenakan kondisi warga negaranya yang lemah iman dan banyak bermaksyiat. Khan ada itu hadist Rosululloh mengenainya dimana keadaan pemimpin itu sesuai dengan keadaan masyarakatnya (pak Ahmad tolong, sampaikan terjemahan komplitnya). Kalau dalam bayan oleh kalangan kami (Jamaah Tabligh) mengatakan jika masyarakat Islam di suatu negara tersebut iman, amal dan keyakinannya benar maka Alloh akan mendatangkan seorang pemimpin yang bijak, adil dll atau kebalikannya walaupun pemimpin di suatu negara tersebut termasuk kuat imannya tetapi keadaan masyarakatnya banyak yang ingkar maka lambat laut pemimpin tersebut akan mengikuti kedzaliman warganya.

Contoh bagaimana itu Indonesia yang dipimpin seorang ulama NU, tetapi karena memang warganya banyak yg ingkar (kufur) maka pemimpin tersebut akhirnya salah langkah dalam mengemban amanah. Begitu pula seandainya di Indonesia dipimpin oleh seorang ulama rabbani dan memberlakukan hukum Islam tetapi manakala di negara tersebut warganya banyak yg berbuat maksyiat seperti akhlaq buruk dll maka bukannya rahmat Alloh yg didapat tetapi adzab Alloh yang menimpa negara tersebut, untuk contohnya bagaimana itu kondisi khilafah Utsmani di Turki yang menurut pak Rokhmawan cs di dalam pemerintahan tersebut baik dari masyarakat bawah sampai ke pejabat hampir semua terlanda khurofat, bid 'ah dan syirik.

Nah kenyataannya bukannya khilafah Utsmani semakin berkembang melainkan tinggal namanya dimana pada saat itu berhasil ditumbangkan oleh keluarga Muhammad bin Abdul Wahab dengan ibnu Saud maka setelah tumbang jadilah kerajaan Saudi Arabia yang dulunya jazirah Arab. Dan menurut pemahaman Pak Ahmad, mereka termasuk kaum khowarij. Lhoh, padahal disitu ada beberapa ulama rabbani, kok berani-beraninya pak Ahmad merendahkan mereka. Tetapi tidak usah dipermasalahkan yang penting salafy saat ini tidak pernah memerangi dengan fisik kepada pemerintahanya kecuali hanya sebatas dakwah.

Nah sedangkan untuk NII atau GAM/TNA tetap sama saja, dari dulu hingga kini masih saja mengadakan perang fisik dengan pemerintah atau RI. Jadi kalau seandainya mereka semua baik keluarga Muhammad bin Abdul Wahab, GAM/GSA, NII dikategorikan sebagai kaum khowarij maka masih lebih baik keluarga Muhammad bin Abdul Wahab dan ibnu Saud dari pada NII, GAM//GSA. Dimana keluarga tersebut bersama ibnu Saud berhasil mendirikan kerajaan Saudi Arabia dan juga bisa memberlakukan syariat Islam beserta hukum-hukumnya, sedangkan yang terjadi pada NII dan GAM/GSA, sangat menyedihkan sekali, dimana sampai saat ini NII, GAM/GSA belum juga berhasil merebut kekuasaan dari RI atau merdeka dan malah mengakibatkan beribu-ribu umat Islam baik dari RI maupun dari Aceh yang mati karena ulah mereka bertiga. Dan yang jelas dari prilakunya mereka tidak mencerminkan seorang Islam yang ta'at kpd Alloh dan Rosul-Nya di mana contoh dan faktanya sudah saya sampaikan awal-awal perjumpaan kita. Saya yakin suatu saat NII akan benar-benar angkat senjata melawan TNI. Jadi menurut saya antara TNI, NII, GAM/GSA tidak ada yg benar, semuanya berambisi kepada kekuasaan.

7. Pak Qubro anda perlu menjabarkan kedzaliman TNI yang dimaksud. Jikalau TNI membantai GAM/GSA maka memang sudah menjadi tugas TNI untuk memberantas habis sampai akar-akarnya atas instruksi panglima dan presidennya. Namun apabila TNI yang menyiksa, membunuh masyarakat sipil yang bukan GAM/GSA maka inilah kedaliman yang dilakukan oleh TNI bukan presidennya. Kami sebagai manusia biasa menyadari bahwasanya TNI juga membuat ulah kepada masyarakat sipil akan tetapi yang perlu di herankan mengapa Hasan Tiro cs, pak Ahmad cs tidak menyadarinya bahwasanya anak buahnya juga bertindak sebagaimana TNI (menyiksa, membunuh masyarakat sipil) bahkan membakar gedung SD dll.

8. Pak Qubro yang sok alim ulama dan kasyaf mata, tidak ada beritanya bahwasanya Alloh menganggap mereka binatang, memangnya anda dapat info darimana ?. Kalau hanya dari al-Qur'an, maka anda salah besar menilai orang. Anda dengan orang-orang yg bersekongkol dalam pemerintahan RI sama saja tidak ada baiknya. Anda bisa saja mengelak dengan mengatakan, lho saya khan bertujuan untuk menentukan nasib sendiri dst..nah..ketika anda tanyakan kepada orang-orang RI maka merekapun akan menjawab, lho kami khan tidak ingin menjaga kesatuan rakyat dan bangsa di Indonesia dll. Memang benar kok, apa ada maling ngaku maling (istilah pak Rokhmawan). Tetapi yang bisa melihat baik-benarnya diantara mereka adalah orang yg diluar mereka semua. Seperti Ahlus Sunnah wal jamaah, pak Rokhmawan cs, Joko Riyanto cs, tentunya yg paling berhak menentukannya adalah Alloh SWT. Dan ternyata diantara mereka tidak ada kebaikannya sama sekali.

9. Anda lagi-lagi mau bertanya apa mau maido ?. Insya Alloh saya bukan termasuk orang-orang yg tolol. Orang yang tolol itu misalnya seperti saling berkelahi untuk memecahkan persoalan. Anda pak Qubro jika anda termasuk orang yang menginginkan peperangan sesama muslim untuk memecahkan suatu masalah walaupun dengan alasan hanya bertahan tetap saja anda seperti yang anda tanyakan kepada saya. Sejak saya memasuki bangku SMA klas 3, hati saya menolak dan mengecam tindakan TNI atau GAM yang tidak mencerminkan seorang muslim sejati. Dengan kata saya tidak setuju dengan bentuk kedzaliman dan hukum Islampun melarangnya.

Dan untuk yang terakhir adalah perkataan anda, Sebetulnya masih banyak pertanyaan yang akan kuajukan buat kalian, namun saya khawatir kalian akan jantungan dan mati. Pernyataan tersebut jelas-jelas pernyataan orang yang tidak yakin akan kebesaran Alloh bahwasanya hanya Dialah yang bisa memberikan manfaat dan mahdlorot dan yg berkuasa sedangkan makhluk-Nya sedikitpun tidak bias memberikan manfaat maupun mahdlorot tanpa seijin-Nya. Pak Qubro yang imannya mulai luntur (semoga tidak) yang namanya mati, rezki, nasib, jodoh itu adalah kehendak Alloh (manusia hanya berusaha sedangkan yang menentukan adalah Alloh). Sangat meragukan sekali keimanan anda yang mengatakan, Sebenarnya, namun saya khawatir kalian akan jantungan dan mati. Ini jikalau dilakukan dengan kesadaran maka bisa membatalkan syahadat pak Qubro dan amal bapak bisa hilang semua dan tinggallah amal kejelekan anda hingga bersyahadat lagi dengan disaksikan di depan orang-orang Islam yg berilmu (ustadz, mubaligh, ulama).

Kemudian untuk pak Ahmad yang juga terjebak dengan beberapa pertanyaan dari saya, pak sudahlah bapak akui saja kalau anda terkena penyakit hati.

Dari komentar kemaren saja sangat jelas kalau pak Ahmad terkena penyakit hati, apa mau dibuktikan ? ok-lah, siapa takut, tapi jangan membantah. Pak Ahmad yang terjebak dalam pertanyaan menuliskan: "Kelihatan saudara Joko Riyanto hari ini banyaknya bertanya, ketimbang membantah dan menanggapi tulisan Ahmad Sudirman. Hal ini disebabkan setelah beberapa tanggapan dan bantahan saudara Joko Riyanto yang dilambungkan kepada Ahmad Sudirman sebelumnya menemui benturan benteng yang kuat yang dipasang Ahmad Sudirman." (Ahmad Sudirman, 30 Oktober 2004).

Nah kalimat yg bergaris miring (benteng yang kuat yang dipasang Ahmad Sudirman) dan berhuruf tebal ini menunjukkan kesombongan dan keangkuhan bapak Ahmad.

Yang namanya kekuatan itu datangnya dari Alloh bukan kekuatan obral janji dan propaganda makhluk-Nya. Dengan demikian pak Ahmad pun sudah mulai luntur imannya. Kalau setelah ini bapak membantah padahal sudah jelas keterangannya maka bapakpun terkena penyakit hati yaitu suka membantah kepada hal-hal yg terang. Ambil contoh ketika pak rokhmawan cs menggelari anda sebagai Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid 'ah padah sudah jelas diterangkan beliau akan keahwaan dan kebid 'ahan anda, tetap saja anda cs membantahnya, mana ada maling ngaku maling (istilah pak Rokhmawan ).

Lihat pak Rokhmawan yg ketika anda katakan bahwasanya Muhammad bin Abdul Wahab bersama ibnu Saud termasuk khowarij, tetapi beliau tidak marah-marah dengan perkataan yg kotor sebagaimana anda (budek, dungu, buta, bodooh dsb). Paling yang dikatakan beliau hanya sekitar keluarga Muhammad bin Abdul Wahab dan ibnu Saud tidak bisa disalahkan 100 % dll.

Pak Ahmad anda mulai tidak menjawab dengan tegas atas pertanyaan saya kemaren, "Apakah boleh kita memerangi (perang fisik) pemerintahan umat Islam karena ingin mengganti dasar uu-nya?" Malah anda memberikan contoh yang jauh lebih baik (iman dan amalnya) dari kehidupan umat Islam saat sekarang. Kalau pada saat Rosul khan yang diperanginya adalah kaum kafir. Apa kita juga memerangi orang kafir ? orang kafir yg mana ?. Dari jawab pak Ahmad kemaren bisa ditebak anda menyamakan keadaan Indonesia dengan keadaan Mekkah pada masa jahiliyah dan sebelum Rosululloh hijrah.

Baiklah pak, uraian anda kemaren tentang pembebasan Makkah dari pengaruh kekuasaan kafir Quraisy, insya Alloh sudah saya fahami. Yaitu untuk melepaskan kekuasaan kafir maka kita harus hijrah dulu ke daerah yg bukan kekuasaannya. Nah yang menjadi pertanyaan bukankah Swedia juga sama saja dengan kekuasaan kafir dan yahudi ?. Kalau Hasan Tiro cs ingin mencontoh jejak hijra Rosululloh seharusnya mereka berhijrah bukan ke Swedia atau kekuasaan kafir lainnya melainkan kepada kekuasaan atau pemerintahan dan negara Islam yang ada. Kemudian alasan pak Ahmad adalah Hasan Tiro ke Swedia untuk berdakwah. Maka yang menjadi pertanyaannya dakwah yg mana ? dakwah dalam mempropaganda muslim di Swedia agar mendukungnya kah ?. Coba terangkan yang jelas. Kemudian sebelum Rosululloh membebaskan Makkah dari kekuasaan kafir maka daerah hijrah beliau yaitu Madinnah terlebih dahulu berhasil menjadi Daulah Islam. Jadi seharusnya Hasan Tiro cs sebelum membebaskan Aceh dari kekuasaan RI maka terlebih dahulu harus berhasil membentuk daulah Islam di Swedia (untuk yg satu ini pasti anda cs dan HT pusing tujuh keliling sambil garuk-garuk kelapa eeh kepala).

Baiklah, akan saya sampaikan jawaban pertanyaan saya dari pak Rokhmawan. Sebelumnya pasti lewat tulisan beliau anda semua semua sudah tahu bagaimana cara mendirikan negara Islam menurut versi pak Rokhmawan cs. Yang pertama dakwah lemah lembut dan bijaksana serta hikamah (sunnah), semua penduduk atau sebagian besar darinya mempunyai keimanan yg mantap, dengan perjanjian. Nah itu jika kita tidak membahas soal kerancuan pemilu.

Nah jikalau kita dihadapkan dengan pemilu maka sebagai umat Islam yg berilmu dan faham maka tidak dibenarkan mengikutinya mengingat di dalamnya ada demokrasi yg tidak sesuai dengan Rosululloh. Adapun rosululloh demokrasinya jelas berdasarkan umat Islam pilihan (iman dan amalnya mantap dan teruji). Dengan kita (umat Islam) semuanya tanpa terkecuali untuk tidak mengikuti pemilu berarti pemilu hanyalah diikuti oleh orang non-Islam dengan demikian sudah pasti orang-orang yang duduk dalam pemerintahan nanti adalah bukan orang Islam.

Nah apabila keadaan ini benar-benar terjadi maka sudah saatnya umat Islam berperang kepada pemerintahan yg semua pejabatnya bukan Islam, tapi perlu di ingat kita harus memiliki angkatan perang yg tangguh.

Jangan samakan dengan perjuangan Rosululloh dimana kekuatan beliau hanya sekitar 300 orang melawan 1000 orang kafir Quraisy ketika perang Badar berlangsung dan dimenangkan oleh pihak islam. Itu mengapa bisa demikian ? jelas beliau dan sahabat-sahabatnya benar-benar sudah terbentuk keyakinannya kepada Alloh SWT tanpa adanya rasa sombong (spt keangkuhan dan kesombongan selalu yg di acungkan pak Ahmad ), rasa syirik, cacian maki, suka memfitnah dan mempropaganda dll.

Kemudian ternyata memang pak Ahmad ini senangnya hanya main pukul rata. Pak ahmad, kemaksyiatan, khurofat, syirik yg dilakukan penduduk Makkah sebelum Rosululloh hijrah ke Madinah adalah dilakukan oleh semua orang kafir, yahudi, nasrani bukan dilakukan oleh umat Islam pd saat itu.

Kalau di Indonesia jelas yg melakukannya terdiri dari umat Islam awam dan lemah iman, jadi apakah benar kita boleh meninggalkan mereka semua (umat Islam awam dan lemah iman) ?. Berati bapak Ahmad sangat keterlaluan jika menyamakan keadaan dan orang-orang di Indonesia sama seperti keadaan dan orang-orang kafir Quraisy pada masa sebelum hijrahnya Rosululloh ke Madinnah. Secara tegas saya katakan bahwasanya Hasan Tiro cs meninggalkan tugas yg sangat mulia yaitu berdakwah di Aceh dan di Indonesia. Dakwah tidak bisa hanya dilakukan dengan via internet atau media lainnya, pak.

Kemudian pak Ahmad terjebak dengan pertanyaan saya kemaren yg dijawabnya dengan, "Itu mana ada ulama Acheh yang tidak dicekoki hidungnya oleh Soeharto, Abdurrahman Wahid, Megawati, dan Susilo Bambang Yuhdoyono ? Apakah masuk akal ulama Acheh yang telah dicekoki dan ditekan oleh pihak Megawati dan diteruskan oleh Susilo Bambang Yudhoyono secara terang-terangan mendukung perjuangan Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Paling para ulama ini memilih Susilo Bambang Yuhdhoyono untuk dipilih jadi Presiden dan terus menjajah Negeri Acheh. Akhirnya para ulama ini juga yang digetuk dan dipukul kepalanya oleh Susilo Bambang Yudhoyono yang telah disumpah untuk mempertahankan UUD 1945 dan menjalankan undang undang dan hukum turunan pancasilanya." (Ahmad Sudirman, 30 Oktober 2004)

Dengan demikian di atas, bagaimana kita bisa melangkah tanpa bimbingan dan doa restu dari ulama ?. Maka pasti kita akan terjerumus kepada jurang kebinasaan dan menuruti hawa nafsu. Apa dikirain ilmu agama Hasan Tiro cs bisa menyamai dengan ilmu agamanya para ulama. Ngaco saja anda paaak dan inikan telah dijelaskan pak Rokhmawan salah satu penyebab runtuhnya atau perpecahan umat Islam yaitu umat Islam menjauhkan diri dari ulama. Hijrah seenak dewe tanpa doa restu ulama ini khan namanya sama saja dengan melepaskan diri dengan ulama.

Pak Ahmad ternyata anda juga sama dengan ucapan kotor anda (budek, tuli dll) dengan bukti tulisan anda demikian ini, "Coba tunjukkan dan sebutkan oleh saudara Joko Riyanto di mimbar bebas ini, itu nama-nama lengkap dan kapan terjadinya "Anggota atau pejabat GAM yang sadar untuk tidak meneruskan perjuangan Hasan Tiro malah diburu oleh GAM Hasan Tiro bahkan disiksa dan bunuhnya." (Ahmad Sudirman, 30 Oktober 2004)

Pak Ahmad memangnya anda tidak membaca pada awal-awal surat saya yang mengatakan informasi ini saya dapatkan dari acehkita.com. Itu khan korannya wong Aceh masak membohongin publik sendiri. Coba bapak buka dan baca saja serta obrak-abrik acehkita.com pasti akan ditemukan ada beberapa GAM yg sadar malah di bunuh GAM dan hal ini atas pengakuan warga Aceh sendiri. Wah memang benar pak, maling tidak bakal mau mengaku terus terang dech...

Lagi-lagi pak Ahmad tidak mau membaca info dari acehkita.com ataupun milis di mimbar bebas ini dari setiap komentar orang Aceh asli, sehingga menulis seenake dewe: "Itu informasi yang mengeluarkan siapa, apakah pihak rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri, atau pihak Penguasa Darurat Sipil Daerah Acheh dan Pusat ?. Ingin merdeka dengan cara bagaimana, dengan cara melibatkan kedalam sistem thaghut pancasila melalui pemilu-nya, itu cara yang demikian adalah cara yang gombal dan budek." (Ahmad Sudirman, 30 Oktober 2004)

Coba sudahkah anda membaca komentar Abu Pase dan Apha Mhaop di mana mereka mengatakan baik secara langsung atau tidak, Kami ingin merdeka tetapi bukan dibawah Kaki Hasan Tiro, itupun seandainya RI tidak bisa memberi keadilan dan kebebasan bersyariat kepada rakyat Aceh.

Pak Ahmad jadi dengan pernyataan tersebut menunjukkan sebenarnya rakyat Aceh ingin tetap berada dalam naungan NKRI dengan syarat RI bisa memberi keadilan dan kebebasan menentukan hukum yg berlaku di Aceh sana dan jika tidak bisa maka Aceh menginginkan kemerdekaan dari RI dengan tidak dibawah pimpinan Hasan Tiro. Karena ternyata ada tokoh GAM seperti Don Zulfahri yang perjuangannya benar-benar selaras dengan Daud Beureh maka kemungkinan besar tokoh inilah (Don Zulfahri) yang dimaksudkannya untuk memimpin perjuangan Aceh, sayang seribu sayang beliau dibunuh dengan rahasia oleh GAM atas instruksi dari Hasan Tiro.

Kemudian justru yang tidak tahu perjuangan Rosululloh di makkah dan di Madinnah itu anda pak Ahmad, karena jelas sekali kalau yang diperangi oleh Rosululloh pada waktu itu adalah kaum kafir sedangkan sekarang bagaimana dengan GAM Hasan Tiro ? apa mereka juga memerangi orang kafir? khan tidak. Dari sini saja menunjukkan kalau anda terkena penyakit hati lagi yaitu angkuh sombong, mentang-mentang hafal diluar kepala sejarah perjuangan Rosululloh akan tetapi dengan pemahaman yang jahil (istilah pak Rokhmawan).

Kemudian dengan rasa percaya diri yang terlalu besar pak Ahmad menulis: "Nah, karena rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila ini mengetahui dan menyadari bahwa Negeri Acheh sedang dijajah RI, maka mereka tetap terus berjuang untuk mempertahankan agama, negeri dan harta mereka." (Ahmad Sudirman, 30 Oktober 2004)

Dengan tulisan anda kemarin yang seperti di atas menunjukkan kalau anda sendiri seperti yang anda ucapkan kepada lawan debat (budek, buta dll).

Coba pak Ahmad silakan datangi ke Aceh dan tanya satu persatu, apakah benar mereka semua ingin menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekukasaan NKRI atau tidak, jangan hanya mendapat informasi dari Anggota GAM saja. Seharusnya kata-kata rakyat Aceh di atas adalah dihapus dengan tulisan GAM. Anggota GAM jelas rakyat Aceh sedangkan rakyat Aceh belum tentu GAM atau simpati semuanya.

Kemudian komentar pak Ahmad: "Yang membuat tidak adil bukan Teungku Hasan Muhammad di Tiro, melainkan itu Megawati dan Susilo Bambang Yuhdoyono dengan TNI-nya yang telah merampok, menjajah Negeri Acheh, sehingga rakyat Acheh menjadi sengsara, miskin, dan kelaparan. Sudahlah rakyat Acheh miskin dan kelaparan disiksa lagi, dan ditekan keinginan mereka untuk mementukan nasib sendiri dimasa depan." (Ahmad Sudirman, 30 oktober 2004)

Komentar pak Ahmad di atas menunjukkan bahwasanya pak Ahmad hanya melihat dari satu sisi saja yaitu Hasan Tiro, nah kalau begini repot jadinya dan akhirnya pak Ahmad hanya bisa menyalahkan NKRI sebagaimana tulisan di atas. Coba seandainya pak ahmad berada dipihat NKRI pastilah bapak juga akan menyalahkan GAM Hasan Tiro. Memang NKRI telah berbuat dzalim kepada rakyat Aceh sebagaimana yang anda tuliskan di atas tetapi inipun tidak bisa semuanya disalahkan kepada NKRI saja dengan kata lain GAM juga bersalah baik kepada rakyat Aceh yg tidak pro dengan GAM dan orang Jawa NKRI. Jadi bukan semata-mata ini semua kesalahan dari NKRI jika anda tetap berbuat dan beranggapan begitu dengan sikap keras membabi buta menyalahkan RI habis-habisan berarti anda hanya ingin mencari menangnya saja (kalau tidak begini yaa tidak) ini khan saklek namanya. Dan memang itu sifat kebanyakan dari manusia itu merasa dirinya paling benar, semuanya yang tidak sependapat dengannya salah terutama yang dilakukan musuhnya.

O yaa tadi malem juga ada penceramah di masiji kami yang mengatakan bahwasanya kebanyakan manusia itu sesat tentunya dengan menampilkan firman Alloh yang menguatkan argumennya, hanya saja Joko Riyanto lupa (pak Ahmad pasti tahu firman yg berkenaan dengannya).

Untuk sementara cukup sekian dulu, eeeh hampir lupa pak, percuma saja anda berdoa agar amal ibadah anda terutama di bulan Romadlon ini diterima Alloh sedangkan tingkah laku anda lewat mimbar bebas ini sangat tidak memungkinkan untuk terkabul doanya.

Wassalam

Joko Riyanto

mas_rey_2004@yahoo.com
Solo, Jawa Tengah, Indonesia

Nb : Siapakah sebenarnya Apha Maop dll ? Jelas dia adalah orang Aceh asli dan sedang berada di daerah Aceh sana. Pak Ahmad sudah sampaikah email Apha Maop. Ini baca yang baik2 dan benar. Mewakili Pak Ahmad Sudirman, saya (Apha Maop) akan mencoba menjawab. Nama saya Asu Pungo Singkatan dan artinya di sebelah (Ahmad Sudirman Gila). Pungo bahasa Aceh artinya gila.
----------

Date: Fri, 29 Oct 2004 20:30:53 -0700 (PDT)
From: "joko riyanto" <mas_rey_2004@yahoo.com> Add to Address Book
Subject: Tolong Jaba Beberapa Pertanyaan ini
To: achehmerdeka@yahoo.com
CC: husaini54daud@yahoo.com

Assalaamu 'alaikum

-Wa alaikum Salam

Saya mau bertanya kepada pak Ahmad singkat saja.
Si ASu Pungo tidak akan menjawab dengan benar, untuk itu saya coba prediksi jawabannya se-objektif mungkin

1. Bagaimana menurut bapak cara mengganti sumber pancasila dan uud 45 menjadi sumber Al-qur 'an dan Al-hadist ( ingat, kondisi umat islam yang minim iman ) ?
-Emangnya siapa yang mau ganti UUD 45 dengan Quran. GAM Cuma pake falsafah setan. Siapa saja salah dan bisa disikat kecuali HT.

2. Apakah boleh kita memerangi ( perang fisik ) pemerintahan umat islam karena ingin mengganti dasar uu-nya ?
-Kenapa tidak ? Toh yang benar Cuma HT dan Pasukan GAM Bajingannya.

3. Apakah boleh kita mengikuti pemilu sebagai kedok untuk mengganti atau merubah pancasila dan uud 45 ?
-Boleh, asal opsi nya Cuma atu, yaitu pilih HT sebagai presidennya. Ini cita-citanya lho.

4. Apakah benar Hasan tiro beristrikan seorang yahudi (non-islam) ? ingat ini puasa, jawab yang sejujurnya.
-Jangankan istrinya, HT nya sendiri aja udah lama jadi bajingan zionis israel. Maklum kalo gak mau jadi yahudi gak dapat jatah dari si yahudi betina. Liat aja tingkah anak buahnya GAM di Aceh, mereka membunuh, menyiksa dan merampok rakyat aceh. Coba anda nilai sendiri, bukankan ini tingkah yahudi.

5. Mengapa banyak Anggota GAM yang menyerah kepada RI dan mereka rata-rata beralasan karena perjuangan GAM tidak sesuai dengan syariat islam ataupun hukum islam ? informasi ini saya peroleh dari acehkita.com kemaren siang.
-Dari pada mati konyol dengan mimpi gila si HT, mendingan insaf dan kembali ke anak istri dan hidup dengan damai. Emangnya ngerampok rakyat adalah syariat islam apa ? Itu seh syariat Yahudi HT.

6. Apa benar kita sebagai umat islam boleh berhijrah ( pindah negara ) sedangkan kondisi disekitar kita banyak maksyiat ?
-Pindah aja semuanya, pokonya yang boleh tinggal di Indo Cuma si zionis HT dan Bajingan GAM nya. Itu Ambisinya lho. Dan supaya anda tau, maksiat yang sekarag sedang terjadi di indo belum seberapa. Tunggu kepulangan HT maka maksiat akan tambah meraja lela. Lihat aja, dia belum pulang aja, anak buahnya GAM setan udah pada bikin maksiat dengan merampok rakyat sipil.
Ayo, apa disini ada orang yang lebih gila dari si ASU mau mengatakan bahwa merampok bukan perbuatan maksiat.

7. Hijrah Rosululloh atas perintah Alloh sedangkan hasan tiro atas perintah siapa ? jelas bukan atas perintah Alloh karena wahyu sudah selesai, akan tetapi apakah larinya ke swedia juga atas persetujuan dari beberapa ulama di aceh sana ?
-Alloh, haaa, siapa alloh, emangnya HT kenal Alloh. Ngucap bang. Yahudi gak kenal ama alloh. Alloh nya si HT itu nama Rupiah. Walaupun bencinya gak ketulungan pada Indo, tapi anak buahnya kalau menculik orang selalu minta tebusan rupiah. Bukannya dia udah mentuhankan uang. Jadi mohon bang jangan debat kusir masalah agama dengan kelompok setan ini. Mereka tak ngerti apapun masalah agama.

8. Apakah perjuangan Hasan Tiro mendapat doa restu dari sebagian besar ulama di aceh pada saat sekarang ?
-Yaa, semua setan mendoakan si HT semoga sukses. Kan setan adalah teman-temannya. Kalaupun ada ulama, pasti ulama sesat atau ulama seperti si ASU PUNGO, dan ulama-ulama kelompok mereka yang selama ini berdebat kusir di milis ini. Pake akal sehat, nilai siapa ulama-ulama ini. Mungkin mereka lebih tepat kita panggil RABBI. Itu lho ulamanya yahudi. Ya enggak RABBI ASU PUNGO ?!?!?!?

9. Apa benar ada dua kelompok GAM, GAM pimpinan Hasan Tiro dan GAM pimpina Don Zulfahri?
-Berapa pun kelompok gam ini yang penting yang paling benar adalah kelompok HT dengan RABBI ASU PUNGONYA.

10. Mengapa banyak Anggota atau pejabat GAM yang sadar untuk tidak meneruskan perjuangan hasan tiro malah diburu oleh GAM Hasan Tiro bahkan disiksa dan bunuhnya.
-Biasalah takut terbongkar perbuatan maksiatnya atau takut ketahuan syariat setan yang sedang di jalankannya di Aceh.

11. Coba prioritaskan antara keadaan aman dengan kemerdekaan !. Duluuuu saya pernah mengatakan kalau memprioritaskan merdeka maka aceh tetap dalam keadaan mencekam.
-Yangperlu di prioritaskan adalah bagaimana HT dan kelompok setannya bisa berkuasa di Aceh. Sehingga bisa mengeruk harta sebanyak-banyaknya dari rakyat.

12. Apa benar semua rakyat aceh sebagian besar setuju dengan GAM Hasan Tiro ?
-Apaaaaaaaaaaaa, untuk yang satu ini Cuma si ASU PUNGO yang mengatakannya.

13. Lewat informasi ternyata banyak juga rakyat aceh yang ingin merdeka tapi tidak dengan cara GAM Hasan Tiro dan juga banyak yang ingin tetap bersatu dengan NKRI. Nah mengapa bisa demikian ?
-Pemerintah indo memang tidak adil, dan memperlakukan rakyat aceh dengan tidak pantas. Indo besar dari SDA yang di keruk dari Aceh salah satunya. Tapi apa yang di dapat rakyat aceh. Minggu lalu ada berita kalau TNI memukuli rakyat sipil di Aceh Timur. Apakah itu balasan yang di berikan TNI setelah kenyang dengan gajinya yang dibayar dari SDA Aceh. Kalau disini masih ada para petinggi TNI, mana janjimu untuk menegakkan Hukum di aceh, Hukum itu anak buahmu yang telah melakukan kekacauan di Aceh. Kalau tidak, maka rasanya sudah benar kalo kami rakyat aceh menginginkan kemerdekaan. OOOPPSSS tapi tunggu dulu, tidak di bawah kelompok HT dan ASU PUNGOnya. Karena kelompok ini lebih bajingan dari perbuatan sebagian TNI indo.

14. Perlu di ingat, apabila perjuangan GAM Hasan Tiro mendapat dukungan dari semua umat islam di aceh tanpa terkecuali maka bolehlah kita menuntut kemerdekaan. Yang menjadi pertanyaan apakah Rosululloh ketika berhasil melepaskan madinah dan makkah dari cengkeraman kafir quraisy juga tidak mendapat dukungan 100% dari umat islam pada waktu itu ?.
-Jangan mimpi si HT dan ASU PUNGOnya bakal dapat dukungan. Muke Loe Jaaaaauuuuuuhhhhh.

15. Mengapa Hasan Tiro hanya berambisi ingin merdeka sedangkan dirinya tidak pernah membantu rakyat aceh yang sedang kelaparan terutama yang ada di hutan-hutan ?
-Emang gue pikirin ape yang lagi kelaparan. Yang penting gue hidup nyaman di negeri kafir sini.

16. Apakah sosok Hasan Tiro adalah sosok dari wali negeri aceh yang sesuai dengan yang tersebut dalam Al-qur 'an ? ( amanah, jujur, adil dsb ? )
-Ya HT memang wali seperti yang di sebutkan di kitab zionis israel. Si HT juga AHLI. Ahli neraka maksudnyeee. Dalam quran dia juga termasuk wali, wali jin aprit kali yeee.

17. Manakah letak keadilan dan belas kasihannya (Hasan Tiro) ketika mendengar rakyat aceh kelaparan dan disiksa ?
-"Kasihan", maap om tolong jelaskan apa artinya itu. Seumur hidup saya gak pernah tau apa artinya itu "KASIHAN".KASIAN DEH LOE.

18. Mengapa hanya bantuan spirit ( propaganda ) yang hanya di realisasikan ?
-Kelompok ini kan Cuma pengecut murahan. Emangnya mereka berani perang apa. Biar aja orang bodo yang berperang dan mati, yang penting HT dan ASU PUNGO-nya tetap menerima setoran dari hasil rompak dan hidup nyaman disini. Sambil pencet keyboard membuat propaganda.
----------