Stockholm, 10 November 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

BELANDA DIGEMPARKAN DENGAN DITIKAMNYA PROVOKATOR SUTRADARA & KOLUMNIS THEO VAN GOGH YANG KONTROVERSIAL
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

UNTUK KEDUA KALINYA BELANDA DIGEMPARKAN DENGAN PENIKAMAN BERMOTIF POLITIK TERHADAP PROVOKATOR SUTRADARA & KOLUMNIS THEO VAN GOGH YANG KONTROVERSIAL

"Pak Ahmad yang insya Allah senantiasa dirahmati oleh Allah swt. Kemarin saya baca di surat kabar bahwa ada pambantaian kaum muslimin di Belanda akibat tindak balas dendam masyarakat kafir atas terbunuhnya seorang kafir yang bernama van Gogh oleh seorang muslim Belanda. Apakah berita itu benar adanya? Bagaimana kejadian yang sesungguhnya? Bagaimana kita, sebagai saudara seiman se-Islam, harus menyikapinya? Atas informasinya saya ucapkan jazzakumullahi khairan katsiran." (Teguh Harjito, teguh.harjito@mas-dna.com ,Wed, 10 Nov 2004 09:28:19 +0700)

Baiklah saudara Teguh Harjito di Jakarta, Nusantara.

Belanda dengan jumlah penduduk sekitar 16 318 199 orang yang terdiri dari 83 % atau 13 544 105 orang Belanda asli dan 17 % atau 2 774 094 orang pendatang, yaitu dari Marokko, Turki, Indonesia, Suriname dan dari Antilleansia. Dimana 5,5 % atau 897 501 orang muslim, 31 % atau 5 058 642 orang katolik, 21 % atau 3 426 822 orang protestan, 3,6 % atau 587 455 orang agama lain, 38,9 % atau 6 347 779 tidak diketahui agamanya.

Pada hari Selasa, 2 November 2004 sebelum pukul sembilan pagi Belanda digemparkan dengan ditikamnya sampai mati sutradara dan kolumnis Theo van Gogh yang ada hubungan darah kekeluargaan dengan pelukis terkenal tahun 1800-an, Vincent van Gogh, ketika ia sedang naik sepeda menuju kekantornya di Linneausstraat di Ibu kota Amsterdam yang dihuni oleh tidak lebih dari 170 berbagai nasionalitas dan lebih dari 120 000 orang muslim, yang telah membuat film yang isinya penuh kontroversial tentang tindakan kekerasan terhadap perempuan muslimah yang dipaksa untuk menikah dan setelah menikah disiksa oleh suami dan pihak keluarga suaminya.

Dalam pembuatan film yang bernama "penyerahan diri" ini Theo van Gogh bekerja sama dengan seorang politikus perempuan berkewarganegaraan Belanda asal Somalia, Ayaan Hirsi Ali, yang datang ke Belanda sebagai pengungsi. Dimana politikus perempuan Ayaan Hirsi Ali inilah yang menulis isi cerita film tersebut. Didalam cerita film tersebut Islam dituduh pembangkit penyiksaan terhadap perempuan. Tidak lama setelah kejadian penikaman tersebut, dua orang, satu orang berkewarganegaraan Belanda dan seorang lagi berkewarganegaraan Marokko berusia 26 tahun ditangkap polisi. Ditubuh Theo van Gogh ditemukan secarik kertas yang melekat karena tikaman pisau yang sebagian isinya berisikan ancaman terhadap politikus Ayaan Hirsi Ali.

Memang setelah selesai pembuatan film dan setelah dipertunjukkan film tersebut , Theo van Gogh dan Ayaan Hirsi Ali mendapat ancaman. Tetapi Theo van Gogh menganggap sepi ancaman-ancaman tersebut, seperti yang diungkapkan oleh teman dekatnya van Gogh kepada pihak kepolisian.

Theo van Gogh terkenal seorang yang kontroversial di Belanda, tulisan-tulisannya di surat kabar Belanda dan debatnya di tv Belanda menimbulkan sikap dan pandangan yang kontroversi, terutama tentang Islam dan masalah integrasi di masyarakat Belanda. Sehingga menimbulkan suasana hangat dan panas dalam kehidupan politik di Belanda.

Dengan kejadian penikaman terhadap Theo van Gogh, pihak Organisasi Islam di Belanda menyatakan tidak bertanggung jawab atas kejadian penikaman mematikan tersebut. Sedangkan dari pihak organisasi Islam Marokko disamping menyatakan tidak bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut, juga berusaha untuk meredam suasana hangat akibat terlibatnya salah seorang masyarakat Marokko dalam pembunuhan Theo van Gogh ini.

Dimana penikaman terhadap Theo van Gogh ini hampir mirip dengan penembakan bermotif politik yang menimpa politikus Pim Fortuyn yang juga sangat kontroversial pada tahun 2002 sebelum diadakannya pemilihan umum legislatif Belanda.

Tiga hari setelah kejadian penikaman terhadap Theo van Gogh, tujuh orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut telah ditangkap Polisi. Orang Marokko yang berusia 26 tahun pada hari Jumat, 5 November 2004 resmi dianggap sebagai tertuduh dalam pembunuhan terhadap Theo van Gogh oleh Jaksa Penuntut Umum Belanda Leo de Wit.

Akibat dari dibunuhnya Theo van Gogh, pengganti Pim Fortuyn, Geert Wilders merencanakan akan membuat partai politik kanan baru yang visi dan misinya menghantam umat muslim ekstrim di Belanda, disamping berusaha untuk menggolkan undang undang tentang imigrasi terutama terhadap orang yang datang dari Turki dan Marokko.

Akibat lainnya dari dibunuhnya Theo van Gogh adalah pintu masuk ke sekolah Islam di Eidhoven dihancurkan pada malam Senin, 8 November 2004. Disamping beberapa masjid dicoba untuk dirusakkan dan dibakar. Seperti masjid An-Nasr di kota Huizen dicoba untuk dirusakkan dan dibakar, tetapi sempat tiga orang yang dicurigai untuk membakar masjid ditangkap. Begitu juga masjid di Breda karena bunyi alat bahaya kebakaran, maka sempat datang orang yang memadamkan api. Juga masjid Maulana di Rotterdam sempat dibakar papan masjidnya tetapi api tidak sempat menjalar karena terburu mati. Dipintu masuk Masjid lainnya di Rotterdam dipajang kepala babi dengan dilampiri secarik kertas dengan kata-kata kotor dan ancaman. Sedangkan pada hari minggunya, 7 November 2004 di Amsterdam bangunan milik organisasi orang Marokko di penuhi dengan cat merah.

Pada hari Senin sore, 8 November 2004, bukan masjid yang dibakar, tetapi gereja di Utrecht, Amersfoort, dan di Rotterdam. Dimana dari pihak Tawhid Brigade telah memberikan peringatan kepada mereka yang telah merusakkan masjid dan membakar masjid dengan bunyi peringatan: "Untuk terakhir kali, kami mengingatkan kepada anda semua agar supaya mengakhiri pengrusakan terhadap masjid dan sekolah Islam, karena kalau tidak anda akan membayar dengan harga yang mahal".

Tetapi pada hari Selasa sore, 9 November 2004, sekolah Islam di daerah Uden di Belanda bagian Selatan dibakar dengan meninggalkan pesan yang berhubungan dengan penikaman terhadap Theo van Gogh pada hari Selasa, 2 November 2004. Dalam pembakaran sekolah Islam di Uden ini tidak ada manusia yang celaka.

Dari apa yang terjadi di Belanda ini, dapat ditarik satu garis lurus, bahwa timbulnya konflik sosial dan politik ini disebabkan oleh adanya sikap negatif dalam bentuk provokasi yang ditebarkan oleh orang Islam Sendiri seperti politikus perempuan muslim Ayaan Hirsi Ali yang bekerjasama dengan seorang Belanda yang kontroversial guna membakar kehidupan beragama dan kehidupan kemasyarakat di Belanda melalui film yang isinya membangkitkan rasa benci dalam kehidupan masyarakat Belanda terhadap masyarakat muslim.

Sebenarnya masalah kehidupan dalam masyarakat Islam, seperti masalah perkawinan dalam Islam, masalah perempuan dalam Islam kalau didiskusikan secara terbuka dan baik dengan menampilkan dari berbagai kelompok muslimah di Belanda, baik melalui tv atau surat kabar tanpa adanya sikap prijudis dan provokasi, maka diskusi masalah perkawinan dalam Islam dan masalah kehidupan perempuan dalam Islam tidak akan menimbulkan akibat yang negatif seperti pembunuhan.

Contohnya di Swedia melalui tv pernah didiskusikan masalah perkawinan dalam Islam dan kehidupan perempuan dalam keluarga muslim dengan menampilkan dari beberapa wakil perempuan muslimah dari berbagai organisasi Islam yang ada di Swedia, begitu juga dari wakil organisasi perempuan Swedia, ternyata hasil diskusi tersebut walaupun sangat hangat dan panas, tetapi tidak menimbulkan sikap negatif dari pihak kelompok Islam lainnya. Mengapa ? Karena dalam diskusi tersebut dilibatkan secara adil dari pihak perempuan muslimah dari berbagai kelompok masyarakat Muslim yang ada di Swedia.

Kalau juga di Belanda ditampilkan perdebatan secara terbuka baik melalui tv atau surat kabar tentang masalah kehidupan perkawinan dalam Islam dan kehidupan wanita muslimah dalam masyarakat Islam dengan menampilkan kaum muslimah dari berbagai oraganisasi Islam di Belanda untuk memperdebatkan dan mendiskusikannya, maka tidak akan sampai timbul efek yang sangat merugikan seperti pembunuhan.

Tetapi, karena di Belanda yang menampilkan orang Belanda yang kontroversial dibantu oleh seorang plitikus muslimah yang menuliskan isi cerita film yang penuh dengan pertentangan tersebut, tanpa didiskusikan terlebih dahulu dalam masyarakat muslim yang ada di Belanda, dan isi dari film tersebut penuh dengan provokasi yang menyudutkan pihak muslim. Jelas akibat dari dipertontonkan film tersebut mengundang sikap negatif dari pihak masyarakat muslim yang merasa diinjak-injak tanpa terlebih dahulu dimintakan untuk mempertahankan cara-cara dalam perkawinan Islam dan perlakuan Islam terhadap kaum wanita.

Sebenarnya pihak politikus dan pihak Pemerintah Belanda perlu menyadari bahwa kebebasan untuk mengungkapkan aspirasi dan kebebasan pers adalah tidak selalu positif, melainkan justru bisa menimbulkan akibat negatif. Contohnya dengan dibunuhnya Theo van Gogh yang dengan film-nya yang telah membangkitkan sikap negatif dan penuh dengan provokasi terhadap masyarakat Islam yang ada di Belanda khususnya dan yang ada diluar Belanda pada umumnya.

Diharapkan pihak Pemerintah Belanda dan para politikus Belanda dengan kejadian ini harus sadar dan terbuka matanya, bahwa tanpa adanya dialog sebelumnya tentang masalah-masalah yang menyangkut kehidupan keluarga muslim dan masalah perempuan dalam Islam antara pihak-pihak tertentu dengan pihak masyarakat Muslim yang ada di Belanda, maka sudah bisa ditebak akibatnya.

Tetapi, kalau pihak Pemerintah Belanda dan para politikus Belanda mau belajar dari kejadian terbunuhnya Theo van Gogh ini, maka untuk dikemudian hari, kejadian yang menggetirkan ini tidak akan terulang kembali.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

From: "teguh H" teguh.harjito@mas-dna.com
To: "Ahmad Sudirman" ahmad@dataphone.se
Subject: berita pembantaian kaum muslim di Belanda, benarkah?
Date: Wed, 10 Nov 2004 09:28:19 +0700

Assalamu 'alaikum wr. wb.

Pak Ahmad yang insya Allah senantiasa dirahmati oleh Allah swt.

Kemarin saya baca di surat kabar bahwa ada pambantaian kaum muslimin di Belanda akibat tindak balas dendam masyarakat kafir atas terbunuhnya seorang kafir yang bernama van Gogh oleh seorang muslim Belanda. Apakah berita itu benar adanya? Bagaimana kejadian yang sesungguhnya? Bagaimana kita, sebagai saudara seiman seislam, harus menyikapinya?
Atas informasinya saya ucapkan jazzakumullahi khairan katsiran.

Wassalamu 'alaikum wr. wb.

Teguh Harjito

teguh.harjito@mas-dna.com
Jakarta, Nusantara
----------