Stavanger, 23 November 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

PLUS I + T. DON ZULFAHRI DAN "MP GAM" MALINDONYA DIJADIKAN ISU OLEH SUMITRO
Omar Puteh
Stavanger - NORWEGIA.

 

SUMITRO SEBELUM MENGHILANG COBA MENYERET T. DON ZULFAHRI DAN "MP GAM" MALINDONYA GUNA DIJADIKAN ISU

Komentar dari peserta milis diskusi kelolaan Ustadz Ahmad Sudirman:

Mungkinkah tepat pengambilan sebuah misalan, kalau Sumitro Kopiko dengan percobaannya untuk "menyamakan" dirinya seperti kaum Kawarij, sekumpulan pengikut yang dulunya setia kepada Saidina Ali bin Abi Thalib r.a, kemudian balik menentangngnya?

Tentu saja jawabannya tidak!

Karena sebagaimana kita telah spontan maklum, dari percobaan Sumitro Kopiko untuk menyamakan Saidina Ali bin Abi Thalib r.a, dengan Susilo Bambang Yudhoyono saja sudah nampak bahwa Sumitro Kopiko itu sememangnya bodoh!

Atau sememangnya Sumitro Kopiko tidak pernah mempelajari seluruh struktur sejarah kehidupan dan perjuangan Saidina Ali bin Abi Thalib r.a. yang agung itu?

Malahan Sumitro Kopikopun tidak bisa menyamakan Susilo Bambang Yudhoyono itu sendiri sebagai ketua kaum kawarij yang menentang Megawati Soekarno Putri, orang yang pernah mengutipnya yang sedang terlunta-lunta nasib dirinya, setelah diusir oleh si Gus Dur Abdurrahman Wahid.

Salah seorang pengikut kaum kawarijpun tidak bisa coba dipersamakan dengan Susilo Bambang Yudhoyono, begitu juga dengan si Megawati Soekarno Putri ataupun si Gus Dur Abdurrahman Wahid, kesemua monyong-monyong Algojo Indonesia Jawa, anak-anak si Belanda Hitam itu, yang telah ikut menyembelih bangsa Acheh, Poso, Maluku dan Papua!

Begitu juga kalau Sumitro Kopiko yang menyeret T. Don Zulfahri (yang in memoriam, yang sudah mati) dan "MP GAM Malindonya" untuk dijadikan isu tidak bisa coba menyamakan dr Husaini Hasan (T.Don Zulfahri, Sekjen MP GAM) si Ketua MP GAM dan Syahbuddin Abdurrauf (Yusuf Daud Paneuk anak Daud Paneuk, Sekjen MB GAM) si Ketua MB GAM sebagai sang Ketua-Ketua Kawarij Kampung Fitya, Swedia, yang dulunya pernah "setia" kepada Tengku Hasan di Tiro, tetapi kembali menentangnya.

Dari percobaan Sumitro Kopiko untuk menyamakan pemisalan seperti diatas itu, maka tentunya kamipun coba dengan mengambil pemisalan dari Sumitro Kopiko dari Jakarta itu sebagai Yusufo Daudo dari Kampung Fityo, Swedio, melihat respon pertamanya dari Sumitro Kopiko terhadap tulisan Omar Puteh, 15 Agustus, 2004: T. Don Zulfahri dan "MP GAM" Malindonya dijadikan isu dan juga ada kesamaan lenggang-lenggok bahasanya dengan Apha Maop, aneuk Kaphe Penjajah Jawa, sekalipun dia coba mengutip beberapa potong tulisan dari penulis di Pulau Jawa atau dengan potongan bahasa gaya Jakarta yang ikut cara-gaya omelan Betawi, yang dari "sana" mereka meneriaki: Ustadz Ahmad Sudirman, sebagai Provokator GAM dan seterusnya terhadap Hasan di Tiro dan Omar Puteh dengan macam-macam labelan, seenak perutnya, sebagai pengikut kaum "kawarij fitya-swedia, dengan kitab sucinya: Dokumen Negara Peukara Bitjah-blah Bangsa Atjeh di Eropah, yang diterbitkan: Stockholm, 10 Oktober, 1997 dan dengan Kata Pengantarnya: Stockholm, 30 November, 1998 atau setahun+satu bulan+20 hari (macamana bisa masuk menyelinap kata pengantar dari pengarangnya kedalam kitab suci itu?), yang anehnya sama seperti Yusuf Daud Paneuk anak Daud Paneuk menjadi Sumitro Dji Sam Soe atau Sumitro Bentoel Rawit ataupun Sumitro Kopiko!

Yang anehnya lagi, mengapakah Sumitro Kopiko itu tidak mau meneriaki seperti teriakan Prof Jeffrey Winters dari Northwestern University, bahwa Indonesian Military are Terrorist!, sebagaimana respon dari pada para Senator-Senator Amerika.

Sebenarnya apa yang dikatakan oleh Prof Jeffrey Winters dari Northwestern University itu yang perlu didiskusikan, sebagaimana misi milis diskusi Ustadz Ahmad Sudirman itu.

Atau paling kurang sebutkanlah bahwa: Susilo Bambang Yudhoyono adalah Presiden dari Negara Kolonialis Republik Indonesia Jawa, sebagai Presiden dari Negara Teroris-Terrorist State.

Disini teringat saya kepada sesuatu seperti Asnawi Ali yang mengatakan dirinya anak Sira?, yang garamnya pernah sibuk dipasarkan oleh Zainal Afif (uddin), seorang komunis celupan (celupan?) Juru Bicara Utama MB GAM/MP GAM yang baru-baru ini telah mati sebelum sempat menghadiri Sumpah Pemuda 28 Oktober 2004, sebagai mengikut jejak Soempah Pemoeda 28 Oktober 1928 dulu, yang disponsori oleh pemuda-pemuda dari Partai Komunis Hindia, kemudian menjadi Partai Komunis Indonesia?, tetapi ternyata pada kenyataannya bahwa Asnawi Ali itu sebagai anak Sira Batee Madura, sebagai anak Garam Briket Madura! Asnawi Ali sianak Garam Briket Madura!

Sama seperti Kautsar Cs dengan Sagir Alvanya atau Kolonel (Laut) Ditya Soedarono dengan Kecoa Jermannya atau Nizar Win denga Kecoa Jakartanya!

Don Zulfahri ketika hendak menepung tawari syarikatnya Malindo (Malaysia Indonesia) Sdn Bhd mengundang beberapa orang anak-anak Acheh di Kuala Lumpur dan sekitarnya. Turut terundang Yusuf Daud Paneuk anak Daud Paneuk alias Sumitro Kopiko?, tetapi anak ini, berharap kehadirannya disana, tidaklah mau diketahui oleh sesiapapun. Maka duduklah Yusuf Daud Paneuk anak Daud Paneuk alias Sumitro Kopiko? dalam kumpulan rakan-rakan "bisnis" Don Zulfahri: Anak-anak Acheh yang satu macam: Si Penjual pil Penenang (Roche), si Penjual Ganja, si Producer Jamu Jawa Tiruan dan lain-lain macam lagi.

Begitupun, saya, Omar Puteh, agak terasing dari yang lain dan diajak duduk bersama dengan Don Zulfahri , sebagaimana maunya Don Zulfahri sendiri yang ketika itu sedang ditemani oleh Fadlullah Wilmot dan T. Hadi Usman Sampoe Niet (yang duduk sedikit agak jauh dari kami bertiga). T. Hadi Usman ini adalah sebagai "Imamnya" wirit Yasin ala Don Malindo itu. Sebaik saja mula hendak duduk, sekonyong-konyong datanglah sebuah pertanyaan dari Don Zulfahri kepada kami: Tengku Omar! Kami kan bukan Acheh Merdeka? Karena kami ini tidak pergi ke Libya.

Spontan kami jawab sambil menyempurnakan duduk: Untuk menjadi Acheh Medeka bukan mustinya pergi ke Libya, tetapi telah memadai dengan keberanian yang tulus untuk mengikrarkan (memproklamasikan) diri kita sendiri sebagai: Ulon bangsa Acheh (Aku bangsa Acheh! Itu saja dulu sudah berarti kita sesungguhnya mengakui diri kita ini, sebagai bangsa Acheh. Maka dengan itu, secara otomatis pula, kita telah menolak diri kita sebagai bangsa Indonesia Jawa. Dan itulah isyarat yang menyatakan diri kita secara spontan dan otomatis pula sebagi AM-Acheh Merdeka (sekarang ini dipopulerkan dengan GAM).

Sebab GAM atau Gerakan Acheh Merdeka nakeuh saboh gerakan peunjoe Acheh njan sebagoe saboh bangsa dan tulak Indonesia Jawanjan! (GAM atau Gerakan Acheh Merdeka adalah sebuah gerakan yang membela dan memperjuangkan Acheh itu sebagai sebuah bangsa dan menolak Indonesia Jawa itu!

Jadi bukan TNA, Tentara Negara Acheh yang indentik dengan AM/GAM! Atau dengan kata lain bukanlah karena seseorang telah pergi ke Lybia, lantas dilatih menjadi TNA, Tentara Negara Acheh maka baru kita menjadi GAM. Bukan! GAM adalah sebuah organisasi perjuangan bangsa Acheh!

Jadi yang indentik dengan GAM adalah sesiapun baik secara pribadi ataupun secara komunitas-kumpulan yang menyatakan diri mereka sebagai bangsa Acheh. Atau dengan kata lain GAM pada waktu tertentu akan berasimilasi sebagai rakyat Acheh, sebagai bangsa Acheh, dalam penulisan sejarahnya! GAM adalah baju seragamnya Nasionalis Acheh hari ini!

Dan begitu juga TNA, Tentara Negara Acheh, bukan sebagai sayap militer GAM. Lagi-lagi bukan, sebagaimana yang dituduh oleh Yusuf Daud anak Daud Paneuk alias Sumitro Kopiko Cs. Tetapi TNA, Tentara Negara Acheh adalah tentara reguler Negara Acheh Sumatra, yang telah dilahirkan sejak 1873, sejak 131 tahun yang lalu. TNA, Tentara Negara Acheh dilahirkan dari dari kandungan GAM atau dari kandungan rakyat Acheh atau bangsa Acheh.

Maka yang hanya punya "sayap militer" itulah MB GAM atau MP GAM yang pernah coba menghancurkan TNA, Tentara Negara Acheh dari belakang sebagaimana telah kita ceritakan dalam: T. Don Zulfahri dan "MP GAM" Malindonya dijadikan isu. Sajeup milite den den!

MB GAM atau MP GAM pernah disamakan oleh rakyat-bangsa Acheh seperti kelompok Teuku Hanafiah Cs masa DI/TII-NII yang diantaranya turunan mereka kita lihat seperti Teuku Yusuf Daud Paneuk anak Daud Paneuk alias Raden Sumitro Kopiko atau seperti Teuku Don Zulfahri atau seperti Teuku Mirza Qadiani!

Lantas mengapakah Soeharto Kleptokracy, Abdurrahman Wahid, Megawati plus Susilo Bambang Yudhoyono anak-anak Jawa si Belanda Hitam yang telah memperoklamirkan diri mereka sebagai bangsa Indonesia Jawa, memerintahkan ABRI-TNI/POLRI, Tentara Teroris Nasional Pernjajah Indonesia Jawa, sianak Belanda Hitam menyembelih GAM, meyembelih rakyat atau bangsa Acheh yang memproklamirkan dirinya sebagai sebuah bangsa sejak DOM, DM dan DS hingga akhir 2004 ini telah mencapai melebihi 70.000 jiwa bangsa Acheh?

Sedangkan nama (bangsa) Indonesia itu adalah nama kedok dari Jawa Sentris, sebagaimana yang telah pernah diungkapkan oleh Pramoedya Ananta Toer, Seniornya Lekra atau oleh Dr Mohammad Hatta bekas Wakil Presiden Indonesia Jawa atau tanyakan kembali kepada Dr Meutia Hatta!

Tanggal 1 Juni, 1945 Soekarno si Penipu licik itupun belum punya indentas apa itu yang dinamakan bangsa Indonesia Jawa (silakan baca Pidatonya pada Hari Lahirnya Panca Sila).

Bagaimana pendapat kamu Ibrahim Isa Bilmijer ketika menanggapi masalah penyembelihan di Acheh, Maluku dan Papua, dengan membandingkan dengan "Korban Peristiwa 65 dan Pulau Buru (Ibrahim Isa Bilmijer, istilah inikan saya yang tulis pertama sekali. Bukan kamu atau rakan-rakanmu).

Kami tahu tulisannya Saudara Aguswandi itu, sememangnya perlu sedikit review dan bukan banyak, tetapi mirip tulisannya saudara itu telah banyak dikupas-ludes oleh sejarahwan dan ahli ketatanegaraan: Ustadz Ahmad Sudirman.

Menanggapi mengapakah Don Zulfahri tidak pernah ada dalam kalangan masyarakat Acheh Merdeka atau GAM, sehingga bisa menjadi Instant GAM atau GAM Segera atau GAM Pasang Siap memang banyak sekali orang yang tidak tahu. MB GAM atau MP GAM adalah GAM Pasang Siap!

Saudara Yusra Habib Abdul Gani, selaku Ketua Biro Penerangan, selaku Kepala Kantor Acheh Merdeka (GAM) di Kuala Lumpur, selaku anggota Komitte Pelindung Pelarian Acheh di Malaysia yang dilantik langsung oleh Wali Negarapun tidak pernah mengenal siapa Don Zulfahri itu dan baru kami beritahukan siapa sebenarnya Don Zulfari itu adalah sekitar tahun 2000-an.

Ataupun dapat dikatakan tepatnya atau praktisnya Don Zulfari baru muncul dan menampilkankan dirinya setelah (As-syahid) Ishak Daud ditangkap oleh Polisi Malaysia dan diserahkan kepada ABRI-TNI/POLRI, Tentara Teroris Nasional Penjajah Indonesia Jawa atau kepada anak-anak si Belanda Hitam untuk menghadiri drama dipentas mahkamah Penjajah Indonesia Jawa di Acheh. Razali Abdullah dan Yusra Habib Abdul Gani ditangkap dan dipenjarakan di Markas Besar Kepolisian Malaysia dan kemudian ditempatkan oleh UNCHR Kuala Lumpur masing-masing di Norwegia dan Denmark. Ataupun mungkin karena Don Zulfahri telah dijadikan isu utama sendiri dari kalangan-kalangan mereka: Orang-orang yang anti AM atau GAM, yang telah mengkhianati perjuangan bangsa Acheh!

Kemudian melihat kepada cuplikan sebuah sejarah bagaimana Soekarno si Penipu licik, sianak komunis-Leninis jebolan Prof Baars tiba-tiba muncul dan menampilkan dirinya setelah Gerakan Komunis Leon Trotskys (atau dikenal sebagai Komunis Tan Malaka atau kemudian dikenal sebagai Komunis-Murbais Adam Malik) gagal dengan gerakannya di Banten dan di Sumatra Barat pada atahun 1926 dan 1927. Dia, Soekarno si Penipu licik atau Soekarno Gigolo (Gigolonya Inggit Gunarsih) menjadikan anak-anak dari Partai Komunis Hindia atau kemudian menukar namanya menjadi Partai Komunis Indonesia, sebagai kuda tunggangan berladam kayunya mendirikan Partai Nasional Indonesia dari sunglapan nama sebuah organisasi pelajar Pendidikan Nasional Indonesia, sebagai nama partainya.

Demikianlah agaknya kemunculan dan penampilan Don Zulfahri atau Don Gigolo anak didikan Abdullah Puteh si Bao Dai Penjajah Indonesia Jawa, telah lakukan dengan menunggangi anak-anak Acheh di Kuala Lumpur khususnya termasuk TLT, Tengku Lukman Thaib (bernarkah Lukman Thaib pernah menghadiri sebuah undangan MB GAM atau MP GAM di Swedia?) dan THU, Tengku Hadi Usman dengan rintisan awal isu wirit yasin ala Don Malindonya.

Yang secara praktisnya pula telah menunggangi Daud Paneuk, Yusuf Daud Paneuak anak Daud Paneuk dan dr Hussaini Hasan sekaligus, sehingga ketiga mereka ini menyanggupi mengirim si Arjuna, Ilyas Pasie 'Lhok dan Rahman Guree untuk mengorganisir medan prang Acheh untuk membuat gerak tanding dengan TNA, Tentara Negara Acheh untuk membuat gerakan senyap-silence movement menghancurkan TNA, Tentara Negara Acheh dan GAM dari dalam, walaupun Trio terakhir ini telah menamakan kumpulannya di Fitya -Swedia sebagai MB GAM, sebagai kedoknya Badan Intelijen Indonesia (BIN)!

Ingat! Setiap tahun pada tiap-tiap 1Mei, mereka MB GAM atau MP GAM Pasang Siap akan mengibarkan Alam Acheh, bendera resmi Negara Acheh, sebagai bendera organisasi kumpulannya? MB GAM.atawa MP GAM hana malee!

Wassalam

Omar Puteh

om_puteh@hotmail.com
Norway
----------