Stockholm, 8 Desember 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

BIN MEMANG BADAN BESAR TENAGA LEMAH APALAGI SEKARANG DIPEGANG SYAMSIR SIREGAR
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

AHMAD JUPRI ITU BADAN INTELIJEN NEGARA YANG KEDODORAN MEMANG BADAN BESAR TENAGA LEMAH TIDAK UBAH SEPERTI SARANG LABAH-LABAH

"Bapak Ahmad Hakim Sudirman. Kenapa BIN sebuah lembaga negara yang kuat, oleh pak Ahmad disebutnya sarang labah-labah BIN, saya jadi ingat QS. 29:41 adakah korelasinya pak ?"(Ahmad Jupri, ahmedjpr@yahoo.com , Tue, 7 Dec 2004 22:48:12 -0800 (PST))

Baiklah saudara Ahmad Jupri di Jakarta.

Sebenarnya kalau diperhatikan dan dikorek sedikit apa itu fungsi dari Badan Intelijen Negara (BIN) RI, jelas sudah tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu yang berfungsi melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, yang dijabarkan dalam bentuk tugas mengkoordinasikan perencanaan umum dan pelaksanaan operasional kegiatan intelijen diantara instansi-instansi lainnya yang memiliki fungsi intelijen dan mendukung penyelenggaraan tugas pokok intelijen masing-masing instansi. Memberikan keterangan-keterangan rahasia yang akurat dan tepat waktu kepada presiden dan kabinet. Mengumpulkan keterangan rahasia luar negeri, keterangan rahasia dalam negeri, melakukan analisa, melaklukan kontra-spionase, dan melakukan kontra-terorisme.

Juga kalau ditelaah sedikit kedalam akan terkuak itu BIN merupakan jelmaan atau kelanjutan dari jalur proses pertumbuhan dan perkembangan intelijen di RI yang mulai tumbuh setelah RIS dilebur menjadi RI dan menjelma menjadi NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950. Dimana Soekarno pada bulan Desember 1958 membentuk Badan Koordinasi Intelijen (BKI), tetapi pada bulan November 1959, Badan Koordinasi Intelijen (BKI) dirubah namanya menjadi Badan Pusat Intelijen (BPI). Dimana yang ditugasi dan diberi tanggung jawab oleh Soekarno untuk mengurus dan menjalankan Badan Pusat Intelijen (BPI) adalah Menteri Luar Negeri Subandrio.

Ketika terjadi kudeta militer yang digerakkan oleh Jenderal Soeharto, itu Badan Pusat Intelijen (BPI) dibubarkan pada tanggal 22 Agustus 1966, digantikan oleh Komando Intelijen Negara (KIN) yang langsung dibawah komando Jenderal Soeharto. Kemudian pada tanggal 22 Mei 1967, Komando Intelijen Negara (KIN) berganti nama menjadi Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin). Dan pimpinan atas Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) dipegang oleh kaum militer. Ketika Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) dipegang oleh Jenderal Ali Moertopo banyak jaringan Operasi Khusus yang dilancarkannya. Disamping melakukan tugas mengatur Badan Koordinasi Masalah Cina, terutama membantu menyelesaikan masalah kewarganegaraan ganda yang banyak dialami warga negara Indonesia keturunan Cina.

Begitu juga setelah Jenderal Ali Moertopo pada tanggal 28 Januari 1974 digantikan oleh Jenderal Yoga Sugomo, itu Operasi Khusus yang dilancarkan Jenderal Ali Moertopo terus berlangsung selama 15 tahun. Seperti Operasi khusus di Acheh dengan DOM-nya.

Ketika Jenderal Soeharto digulingkan pada tanggal 22 Mei 1998, ikut pula Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) menjali lemah dan mundur. Sehingga ketika Abdurrahman Wahid terpilih jadi Presiden RI, dirombaknya itu Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) menjadi Badan Intelijen negara (BIN) pada tanggal 22 Januari 2001, dimana agar supaya dalam tubuh bagian atas BIN bisa dimasukkan unsur-unsur sipil, yang sebelumnya hanya didominasi oleh kaum militer.

Ketika Abdurrahman Wahid dijungkirkan dari kursi presiden, dan digantikan oleh Megawati, maka pada tanggal 22 Oktober 2002 Megawati mengeluarkan Inspres No.5/2002 yang menginstruksikan kepada Kepala Badan Intelijen Negara, Letjen (Purn) AM Hendropriyono untuk melakukan pengkoordinasian penyusunan perencanaan umum dan pengkoordinasian pelaksanaan operasional kegiatan intelijen seluruh instansi lainnya, yang menyelenggarakan fungsi tersebut sebagai bagian atau untuk mendukung penyelenggaraan tugas masing-masing. Dan mengambil langkah-langkah yang perlu untuk mewujudkan, membina, dan menjaga keutuhan dan keterpaduan rencana dan gerak operasional intelijen, baik dalam kerangka institusi maupun diantara aparatnya, sehingga seluruh instansi tersebut dapat merupakan satu kesatuan masyarakat intelijen Indonesia yang secara sendiri-sendiri ataupun bersama-sama mampu bekerja secara efisien dan efektif. (Inspres No.5/2002)

Nah sekarang, itu BIN jelmaan BAKIN, yang memang tubuh dan perutnya buncit karena kebanyakan minum air, sehingga tidak bisa banyak bergerak, kecuali hanya nguping dari sana-sini, terutama dari suara-suara nyaring yang dipancarkan oleh kaum CIA, Center for the Study on Intelligence US, ditambah dari National Security Bureau Taiwan.

Dan memang bisa diibaratkan tubuh BIN jelmaan BAKIN ini seperti sarang labah-labah, tubuh besar tenaga lemah kebanyakan minum air sehingga melahirkan jaring-jaring yang rapuh.

Disamping itu BIN jelmaan BAKIN ini memang banyak menyimpan fakta, bukti yang tidak benar dan salah kaprah hasil peninggalan Soekarno dulu. Seperti masalah konflik Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat. Itu fakta, bukti, sejarah dan dasar hukumnya yang benar dan jelas tentang Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat tidak pernah ada digoreskan dalam database yang mereka simpan, kecuali hanya cerita sejarah penuh tipuan belaka hasil kocekan dan olahan Soekarno dan para penerusnya. Sehingga itu konflik Acheh, Maluku Selatan dan Papua terus berlangsung. Mana ada disimpan dalam database BIN jelmaan BAKIN ini yang memuat cerita yang menyatakan bahwa Negeri Acheh memang ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah Soekarno dengan RIS-nya. Sampai kiamat tidak akan digoreskan dalam database milik BIN jelmaan BAKIN ini masalah pendudukan dan penjajahan RI di Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat. Mengapa ? Karena itu BIN jelmaan BAKIN ini memang tidak mampu dan tidak memiliki sikap yang bebas dan independen dalam hal masalah fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang menyangkut masalah Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat.

Karena itu wajar saja kalau sebelumnya itu Soeharto, Megawati, dan sekarang Susilo Bambang Yudhoyono mendapat laporan intelijen salah kaprah dari BIN jelmaan BAKIN tentang konflik di negeri Acheh ini. Persis seperti CIA melaporkan fakta dan bukti gombal tentang senjata pemusnah di Irak kepada George W. Bush.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------
Date: Tue, 7 Dec 2004 22:48:12 -0800 (PST)
From: ahmad jupri <ahmedjpr@yahoo.com>
Subject: sarang labah-labah
To: ahmad@dataphone.se

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Yth. Bapak Ahmad Hakim Sudirman

Kenapa BIN sebuah lembaga negara yang kuat, oleh pak Ahmad disebutnya sarang labah-labah BIN, saya jadi ingat QS. 29:41 adakah korelasinya pak ?

Wassalamu'alikum Wr. Wb.

Ahmad Jupri

ahmedjpr@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------