Stockholm, 10 Desember 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SILAHKAN TAMPILKAN FAKTA, BUKTI, SEJARAH VERSI WAHHABI ATAU SALAFI TENTANG BERDIRINYA KERAJAAN IBNU SAUD
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SILAHKAN BAGI KAUM WAHHABIYIN ATAU SALAFIYYIN UNTUK MENAMPILKAN FAKTA, BUKTI, SEJARAH VERSI WAHHABI ATAU SALAFI TENTANG BERDIRINYA KERAJAAN IBNU SAUD YANG MENGHANCURKAN KHILAFAH ISLAMIYAH UTSMANI

"Dalam informasi tentang gerakan Muhammad Bin 'Abdul Wahhab seperti yang telah Pak Ahmad lontarkan hanya berdasarkan dari satu sisi saja yaitu informasi dari orang-orang kafir. Lalu apakah sebenarnya yang membuat Pak Ahmad lebih mempercayai informasi dari orang-orang kafir tersebut ? Mungkin Pak Ahmad dapat memberikan kepada saya bukti-bukti apa sehingga membuat Pak Ahmad lebih menguatkan atau mempercayai informasi dari orang-orang kafir tersebut ? Atau apakah informasi yang Pak Ahmad lontarkan hanya sekedar masukan yang mungkin dapat dijadikan evaluasi sehingga mereka harus memerangi informasi tersebut agar tidak menjadi kabur mana yang benar dan mana yang salah ? Saya hanya sekedar memberikan masukan kepada Pak Ahmad karena saya merasa bahwa informasi yang Pak Ahmad sampaikan tentang sejarah Syaikh Muhammad Bin 'Abdul Wahhab tersebut juga dipercaya penuh oleh Pak Ahmad sendiri tapi itu semua menurut pemahaman yang saya tangkap setelah membaca tulisan Pak Ahmad." (Anggoro Setiawan , anggoro5@indosat.net.id , Fri, 10 Dec 2004 16:10:56 +0700)

Baiklah saudara Anggoro Setiawan di Jakarta, Indonesia.

Setelah Ahmad Sudirman membaca seluruh isi tanggapan yang dilontarkan oleh saudara Anggoro, ternyata tidak satu patah katapun yang isinya mengarah kepada dasar argumentasi untuk menyanggah dan mematahkan fakta, bukti dan sejarah yang menyatakan gerakan wahhabiyah atau salafiyyah dan barisan muwahhidinnya yang dikembangkan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang bersekutu dengan Amir Muhammad bin Saud dan dibantu oleh Pemerintah Kerajaan kafir Inggris dengan bantuan uang dan perlengkapan senjata untuk meluaskan daerah kekuasaan wilayah Dar'iyah di Najd ke wilayah Hejaz (Mekkah, Madinah, Jeddah) yang merupakan wilayah provinsi kekuasaan Khilafah Islamiyah Utsmani yang berkuasa dari tahun 679 H - 1341 H / 1281 M - 1924 M atau selama 643 tahun. Selain saudara Anggoro melambungkan kata-kata : "Dalam informasi tentang gerakan Muhammad Bin 'Abdul Wahhab seperti yang telah Pak Ahmad lontarkan hanya berdasarkan dari satu sisi saja yaitu informasi dari orang-orang kafir". Dimana ternyata isinya tidak ada hubungannya dengan fakta, bukti dan sejarah menyangkut jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Kerajaan Dinasti Ibnu Saud yang bersekutu dengan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dengan barisan muwahhidin dan gerakan wahhabiyah atau salafiyyah-nya yang disokong penuh oleh Kerajaan kafir Inggris dengan uang dan persenjataan untuk menghancurkan Khilafah Islamiyah Utsmani.

Nah fakta, bukti dan sejarah yang menyangkut jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Kerajaan Dinasti Ibnu Saud dari mulai Dar'iyah di Najd kemudian dicaplok dan ditelannya wilayah Hejaz (Mekkah, Madinah, Jeddah) dari tangan Khilafah Islamiyah Utsmani dengan memakai kekuatan barisan muwahhidin yang merupakan gerakan wahhabiyah atau salafiyyahnya adalah fakta, bukti dan sejarah yang jelas dan benar berdasarkan dalil aqli.

Dan secara sepintas perjuangan barisan muwahhidin dengan gerakan wahhabiyah atau salafiyyahnya ini disinggung juga oleh salah seorang ulama wahabi atau salafi Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz yang menyatakan bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berjihad hampir 50 tahun dari tahun 1158 H / 1745 M sampai meninggal tahun 1206 H / 1792 M. ( http://www.ahya.org/amm/modules.php?name=Sections&op=viewarticle&artid=180 ).

Dimana dari tahun 1745 M sampai tahun 1792 M itu wilayah kekuasaan Amir Muhammad bin Saud telah meluas dari wilayah Dar'iyah meluas ke wilayah Riyadh. Dengan didudukinya Riyadh, berarti sebagian besar wilayah Najd dikuasainya. Setelah Amir Muhammad bin Saud meninggal pada tahun 1765, digantikan oleh putranya Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud yang juga menantu Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, yang berkuasa dari tahun 1765 sampai tahun 1803.

Disini terlihat bagaimana itu jihad perang untuk menguasai wilayah Riyadh yang telah dilancarkan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bersama Amir Muhammad bin Saud dan juga diteruskan bersama Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud yang memakan waktu hampir 50 tahun ini. Dan jihad Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab inilah yang selintas dilontarkan oleh ulama wahhabi atau salafi Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz diatas.

Sepeninggal Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab pada tahun 1206 H / 1792 M, perjuangan barisan muwahhidin dengan gerakan wahhabiyah atau salafiyyahnya tidak berhenti, malahan makin gencar dan makin meluas. Seperti diteruskan oleh putra-putra Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, diantaranya Syaikh Imam Abdullah bin Muhammad, Syaikh Husin bin Muhammad, Syaikh Ibrahim bin Muhammad, Syaikh Ali bin Muhammad. Juga oleh cucu-cucu Syaikh, seperti Syaikh Abdurrahman bin Hasan, Syaikh Ali bin Husin, Syaikh Sulaiman bin Abdullah bin Muhammad. Termasuk murid-murid Syaikh, diantaranya Syaikh Hamad bin Nasir bin Mu'ammar.

Dibawah pimpinan Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud itu barisan muwahhidin dengan gerakan wahhabiyah atau salafiyyahnya pergi ke Najaf di Irak untuk menghancurkan bangunan makam Khalifah Ali bin Abi Thalib, juga diteruskan ke Karbala di Iraq untuk menghancurkan bangunan makam Imam Hussein bin Ali bin Abi Thalib yang dilakukan pada tahun 1802, satu tahun sebelum Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud turun dari kekuasaannya.

Ketika Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud turun, digantikan oleh Saud bin Abdul Aziz bin Muhammad Al Saud yang memerintah dari tahun 1803 sampai meninggalnya pada tahun 1814. Dibawah pimpinan Saud bin Abdul Aziz bin Muhammad Al Saud barisan muwahhidin dengan gerakan wahhabiyah atau salafiyyahnya menyerang Hejaz, dan bisa menduduki Mekkah dan Madinah. Tetapi, Khilafah Islamiyah Utsmani, melalui Raja Muda Muhammad Ali dari Mesir bisa merebut kembali Mekkah dan Madinah, dimana pasukan barisan muwahhidin dengan gerakan wahhabiyah atau salafiyyahnya dipaksa mundur kembali ke Najd. Ketika Saud bin Abdul Aziz bin Muhammad Al Saud meninggal digantikan oleh Abdullah bin Saud yang berkuasa dari tahun 1814 sampai tahun 1818. Tetapi pasukan muwahhidin dengan gerakan wahhabiyah atau salafiyyahnya dibawah pimpinan Abdullah bin Saud tidak mampu melawan pasukan perang Muhammad Ali dari Mesir, sehingga akhirnya Riyadh jatuh ketangan pasukan Muhammad Ali dan Abdullah bin Saud dipaksa mundur ke Dar'iyah. Tetapi, Dar'iyah inipun akhirnya jatuh ketangan pasukan Raja Muda Muhammad Ali dari Mesir.

Ketika Muhammad Ali menguasai kembali Hejaz dan Najd termasuk Dar'iyah, dinasti Saud masih hidup walaupun tidak mempunyai kekuasaan dan wilayah de-facto, dimana penerus Abdullah bin Saud adalah Turki bin Abdullah, dan setelah Turki bin Abdullah turun digantikan oleh Faisal bin Turki bin Abdullah Al Saud. Ketika Faisal bin Turki bin Abdullah Al Saud turun digantikan oleh Abdul Rahman bin Faisal (1850 - 1928), yang berkuasa dari tahun 1889 sampai tahun 1891. Pada tahun 1889 Abdul Rahman bin Faisal bisa memegang kembali kendali pemerintahan secara de-jure dan de-facto dan melakukan serangan ke Riyadh dan berhasil mendudukinya. Tetapi Abdul Rahman bin Faisal tidak mampu bertahan ketika timbul pertentangan melawan Ibnu Rashid yang berkuasa diwilayah yang berada dibawah kekuasaan Khilafah Islamiyah Utsmani. Pada tahun 1891 Abdul Rahman bin Faisal dipaksa keluar dari Riyadh dan mendapat asilum di Kuwait. Walaupun Abdul Rahman bin Faisal berada di exil di Kuwait, tetapi ia tetap dianggap sebagai Imam sampai meninggalnya pada tahun 1928.

Ketika Abdul Rahman bin Faisal dipaksa keluar dari Riyadh dan mendapat asilum di Kuwait, diangkat Abdul Aziz bin Abdul Rahman bin Faisal Al Saud (1880 M - 9 November 1953 M) pada tahun 1901 dalam usia 21 tahun sebagai pemimpin Dinasti Saud dengan gelar Sultan Najd. Setahun kemudian, pada tahun 1902, Sultan Abdul Aziz bin Abdul Rahman bin Faisal Al Saud atau yang dipanggil dengan panggilan Ibnu Saud bersama pasukan barisan muwahhidin dengan gerakan wahhabiyah atau salafiyyahnya melakukan serangan ke Riyadh dan berhasil menduduki Riyadh dan membunuh Gubernur Riyadh yang berasal dari keluarga Ibnu Rashid. Dengan didudukinya Riyadh, wilayah kekuasaan de-jure dan de-facto Ibnu Saud kembali meluas. Tetapi, Ibnu Rashid bersama pasukan Khilafah Islamiyah Utsmani kembali menyerang pasukan muwahhidin dengan gerakan wahhabiyah atau salafiyyahnya, sehingga pasukan muwahhidin dengan gerakan wahhabiyah atau salafiyyahnya dibawah Ibnu Saud bisa dipukul mundur dan dikalahkan pada tanggal 15 Juni 1904.

Ternyata, pasukan muwahhidin dengan gerakan wahhabiyah atau salafiyyahnya yang telah dipukul mundur oleh pasukan Ibnu Rashid bersama pasukan perang Khilafah Islamiyah Utsmani, bisa dibangun kembali dengan bantuan dan latihan dari pihak pasukan Kerajaan kafir Inggris yang sedang terlibat dalam Perang Dunia Pertama (1914 - 1918).

Dimana Pemerintah Kerajaan kafir Inggris melakukan perjanjian dengan Ibnu Saud pada bulan Desember 1915 yang menjadikan wilayah Najd yaitu wilayah kekuasaan de-facto dan de-jure Ibnu Saud sebagai wilayah protektorat Inggris. Sedangkan dari pihak Ibnu Saud memberikan janji akan melakukan perang melawan Ibnu Rashid yang menguasai Provinsi Hejaz dibawah wilayah kekuasaan Khilafah Islamiyah Utsmani. Dengan bantuan uang sebanyak 5000 Pound Sterling setiap bulan ditambah dengan bantuan alat persenjataan dari Kerajaan kafir Inggris, akhirnya pada tahun 1922 Ibnu Saud yang didukung oleh barisan muwahhidin dengan gerakan salafiyyah alias wahhabiyahnya bisa mengalahkan pasukan Ibnu Rashid dari Khilafah Islamiyah Utsmani untuk Provinsi Hejaz. Setelah Hejaz dikuasai oleh Ibnu Saud beserta pasukan barisan muwahhidin dengan gerakan salafiyyah alias wahhabiyahnya, pada tanggal 23 September 1932 dinyatakan berdiri Kerajaan Saudi dan diakui langsung oleh Kerajaan kafir Inggris, dengan paham wahhabi dinyatakan sebagai paham atau ideologi Kerajaan Saudi.

Nah sekarang, dari fakta, bukti, dan sejarah proses pertumbuhan dan perkembangan Kerajaan Saudi dari mulai di Dar'iyah sampai ke Mekkah, Madinah, Jeddah inilah bisa dilihat dan dibaca bagaimana sebenarnya perjuangan dan sepak terjang Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bersama Amir Dar'iyah Muhammad bin Saud membangun Dinasti Saud yang bermula di Dar'iyah dan meluas dengan menduduki wilayah Hejaz yang dikuasai oleh Khilafah Islamiyah Utsmani dan akhirnya menjadi Kerajaan Saudi dengan menerapkan paham wahhabi atau salafinya.

Nah inilah fakta, bukti, dan sejarah berdirinya Kerajaan Saudi Arabia yang dibangun oleh keluarga Muhammad bin Saud dan Keluarga Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dengan barisan muwahhidin dan gerakan wahhabiyah atau salafiyyahnya.

Selama fakta, bukti, dan sejarah berdasarkan dalil aqli ini tidak bisa dipatahkan dan dihancurkan, maka selama itu Ahmad Sudirman tetap memegang fakta, bukti, dan sejarah berdasarkan dalil aqli ini, tanpa memandang pihak mana yang melontarkan dan menuliskan fakta, bukti dan sejarah berdirinya Kerajaan Dinasti Ibnu Saud ini.

Dan dipersilahkan dari pihak kaum wahhabiyin atau salafiyyin dengan barisan muwahhidinnya menampilkan fakta, bukti, dan sejarah versi wahhabi atau salafi mengenai jalur proses berdirinya Kerajaan Saudi ini.

Kita kaji bersama di mimbar bebas ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 10 Dec 2004 16:10:56 +0700
From: Anggoro Setiawan anggoro5@indosat.net.id
Subject: Re: PIHAK WAHHABIYAH ATAU SALAFIYYAH HARUS MEMBUKA DIRI DARI KRITIKAN LUAR
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

BismilLaahir Rahmaanir Rahiym
As Salaamu 'Alaykum.

Betul sekali Pak Ahmad bahwa setiap orang bukan hanya Salafiyyiiin saja, harus terbuka menerima kritikan dari saudaranya, apalagi sebagai saudara seaqidah kita baru dikatakan "tidak merugi" apabila beriman, ber'amal shaalih, dan saling menasihati dengan al Haqq dan ash Shabru. Sebab itulah ketika kita sudah menyatakan beriman dan kemudian ber'amal shaalih, kita mempunyai kewajiban untuk menasihati dan hak untuk mendapatkan nasihat. Atau dengan kata lain seorang Muslim berhak mendapatkan nasihat dari saudaranya akan tetapi dia wajib untuk mendengarkan nasihat tersebut dan apabila sesuai dengan al Qur'aan dan as Sunnah (tentunya al Qur'aan dan as Sunnah yang dipahami oleh para sahabat, tabi'in dan tabi'atut tabi'in bukan semata-mata akal masing-masing manusia) maka wajib baginya untuk mengambil nasihat tersebut dan membuang jauh-jauh kesalahannya.

Sayangnya informasi yang Pak Ahmad berikan tentang "sisi gelap" sejarah Syaikh Muhammad Bin 'Abdul Wahhab seluruhnya bersumber dari kaum kafir yang "notabene" sulit untuk dipercaya apalagi ketika membicarakan tentang pergerakan Islam atau sejarah Islam. Saya mengibaratkan dengan informasi tentang mujahidin Afghanistan yang katanya (lagi-lagi dari pihak kaum kafir) disokong oleh CIA atau AS tetapi kenyataannya mujahidin Afghanistan umumnya bersenjatakan kalashnikov yang merupakan hasil rampasan perang dan tidak nampak sedikitpun bentuk-bentuk fisik dari informasi yang menyatakan mereka didukung oleh CIA atau AS. Lalu manakah yang harus kita percaya, apakah sumber informasi orang Kafir ataukah orang Muslim sebagai saudara seaqidah ?

Begitu juga dalam informasi tentang gerakan Muhammad Bin 'Abdul Wahhab seperti yang telah Pak Ahmad lontarkan hanya berdasarkan dari satu sisi saja yaitu informasi dari orang-orang kafir. Lalu apakah sebenarnya yang membuat Pak Ahmad lebih mempercayai informasi dari orang-orang kafir tersebut ?

Mungkin Pak Ahmad dapat memberikan kepada saya bukti-bukti apa sehingga membuat Pak Ahmad lebih menguatkan atau mempercayai informasi dari orang-orang kafir tersebut ? Atau apakah informasi yang Pak Ahmad lontarkan hanya sekedar masukan yang mungkin dapat dijadikan evaluasi sehingga mereka harus memerangi informasi tersebut agar tidak menjadi kabur mana yang benar dan mana yang salah ?

Saya hanya sekedar memberikan masukan kepada Pak Ahmad karena saya merasa bahwa informasi yang Pak Ahmad sampaikan tentang sejarah Syaikh Muhammad Bin 'Abdul Wahhab tersebut juga dipercaya penuh oleh Pak Ahmad sendiri tapi itu semua menurut pemahaman yang saya tangkap setelah membaca tulisan Pak Ahmad.

JazaakaLlaah Khayran Katsiyran.
Was Salaamu 'Alaykum.

Anggoro Setiawan

anggoro5@indosat.net.id
Jakarta, Indonesia
----------