Stockholm, 13 Desember 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

APAKAH PERJANJIAN INGGRIS DENGAN IBNU SAUD 26 DESEMBER 1915 TIDAK KELIHATAN OLEH WAHHABIYIN ATAU SALAFIYYIN ?
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

APAKAH ITU PERJANJIAN INGGRIS DENGAN IBNU SAUD 26 DESEMBER 1915 TIDAK KELIHATAN OLEH BARISAN MUWAHHIDIN DENGAN GERAKAN WAHHABIYAH ATAU SALAFIYYAHNYA ?

"Saya tidak akan menuliskan sejarah dari Muhammad Bin 'Abdul Wahhab karena hal tersebut akan membutuhkan waktu dan halaman yang sangat panjang, akan tetapi saya hanya bisa menyatakan bahwa berita-berita tentang bantuan dana, pelatihan militer serta perjanjian dari Inggris dan keikutsertaan dalam meruntuhkan Daulah 'Utsmaniyah merupakan berita-berita yang sengaja dihembuskan oleh kaum kafir agar umat Islam terpengaruh dan memandang da'wah Muhammad Bin 'Abdul Wahhab Rhm dengan negatif dan kemudian menjauh darinya yang ujung-ujungnya adalah menjauh dari al Qur'aan dan as Sunnah. Semua buku-buku di atas tidak sedikitpun menginformasikan sejarah Muhammad Bin 'Abdul Wahhab Rhm seperti yang dinyatakan oleh Pak Ahmad. Bahkan buku nomor 4 (empat) disusun berdasarkan metode penelitian ilmiah karena merupakan disertasi doktoral pada Universitas Ummul Quraa'. Oleh karena itu, saya menanyakan referensi dari tulisan Pak Ahmad yang menyatakan Muhammad Bin 'Abdul Wahhab Rhm mendapatkan bantuan dari Inggris dan ikut dalam meruntuhkan Daulah 'Utsmaniya karena berdasarkan pengetahuan saya, tulisan Pak Ahmad berlawanan dengan isi dari buku-buku tersebut." (Anggoro Setiawan , anggoro5@indosat.net.id , Sat, 11 Dec 2004 21:36:26 +0700)

Baiklah saudara Anggoro Setiawan di Jakarta, Indonesia.

Ternyata memang tidak ada tanggapan dan sanggahan dari kaum wahhabiyin atau salafiyyin tentang fakta, bukti, dan sejarah versi wahhabi atau salafi mengenai jalur proses berdirinya Kerajaan Saudi ini yang melibatkan didalamnya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan keturunannya bersama Amir Muhammad bin Saud dan keturunannya yang bersekutu dengan Kerajaan kafir Inggris melalui Perjanjian Qatif 26 Desember 1915 yang sebagian perjanjiannya ialah mengakui wilayah de-facto Najd sebagai wilayah kekuasaan Abdul Aziz bin Abdul Rahman bin Faisal Al Saud (1880 M - 9 November 1953 M) atau dikenal dengan panggilan Ibnu Saud yang bergelar Sultan Najd, dan merupakan wilayah protektorat Inggris , serta mendapat subsidi sebesar 5000 pound Sterling perbulannya ditambah dengan perlengkapan persenjataan.

Dimana perjanjian Qatif atau Treaty of Qatif 26 Desember 1915 ini telah banyak ditulis oleh sejarawan-sejawaran dunia dan ditulis dalam buku-buku sejarah dunia yang menyangkut sejarah pertumbuhan dan perkembangan Kerajaan Dinasti Ibnu Saud, sebagaimana yang ditulis juga oleh seorang akhli sejarah Arnold J Toynbee dalam bukunya Survey of International Affairs tahun 1925, Vol. 1, halaman 273.

Memang Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab sendiri tidak menuliskan dan tidak mengikuti ketika dilangsungkannya perjanjian Qatif ini, karena memang Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab telah meninggal pada tahun 1206 H / 1792 M. Tetapi para penerus perjuangan dan pergerakan hawahhabiyah atau salafiyyahnya dengan gerakan muwahhidinnya atau gerakan ikhwannya terus melekat didada-dada kaum wahhabi atau salafi ini termasuk para keluarga Ibnu Saud ini. Seperti Abdul Aziz bin Abdul Rahman bin Faisal Al Saud yang bergelar Sultan Najd menandatangani perjanjian Qatif atau Treaty of Qatif tanggal 26 Desember 1915 ini dengan pihak Kerajaan kafir Inggris.

Dimana dengan ditandatanganinya Perjanjian Qatif ini, maka itu pihak Ibnu Saud bisa mengalahkan Ibnu Rashid yang menguasai Provinsi Hejaz dibawah wilayah kekuasaan Khilafah Islamiyah Utsmani pada tahun 1922. Begitu juga Hussain bin Ali al-Hashimi Amir Mekkah bisa dijatuhkan oleh Ibnu Saud pada tahun 1925. Setelah Mekkah jatuh ketangan Ibnu Saud dengan barisan muwahhidin atau ikhwannya ini, langsung Inggris pada tahun1927 mengakui kekuasaan dan wilayah Ibnu Saud yang meliputi Hejaz ini. Dan setelah Hejaz dikuasa, maka pada tanggal 23 September 1932 dinyatakan Kerajaan Saudi berdiri dan diakui langsung oleh Kerajaan kafir Inggris, dengan paham wahhabi dinyatakan sebagai paham atau ideologi Kerajaan Saudi.

Nah sekarang, apakah memang pihak barisan muwahhidin atau ikhwan dengan gerakan wahhabiyah atau salafiyyahnya ini tidak mengakui isi perjanjian Qatif 26 Desember 1915 yang ditandatangani oleh Ibnu Saud yang nota bene adalah Sultan Najad atau Sultannya kaum barisan muwahhidin atau ikhwan ini ?.

Ataukah memang itu kaum wahabi atau salafi dengan barisan muwahhidin atau ikhwannya ini setelah Kerajaan Dinasti Ibnu Saud berdiri tidak lagi mau mengikuti sepenuh hati Raja-Raja mereka dari keturunan Ibnu Saud ini ? Sehingga kaum wahhabi atau salafi ini menafikan dan menutup mata dari fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum berdirinya Kerajaan Dinasti Ibnu Saud dengan bantuan dan kerjasama Kerajaan kafir Inggris melalui Perjanjian Qatif 26 Desember 1915 untuk menguasai dan menduduki wilayah kekuasaan Khilafah Islamiyah Utsmani yakni wilayah Hejaz (Madinah, Mekkah, Jeddah)

Ataukah memang setelah meninggalnya Raja Abdul Aziz bin Abdul Rahman bin Faisal Al Saud, yang digantikan oleh putranya Raja Saud bin Abdul Aziz tahun 1953 yang kerjanya poya-poya dengan menghambur-hamburkan uang minyaknya dan sangat dekat dengan Penguasa Negara kafir federasi Amerika, sehingga Kerajaan Saud hampir bangkrut, kalau tidak segera digantikan oleh Faisal bin Abdul Aziz pada tanggal 2 November 1964, dan Raja Saud bin Abdul Aziz dipaksa untuk hidup di exil di Yunani. Juga ternyata Raja Faisal bin Abdul Aziz inipun tidak sepenuh hati didukung oleh kaum wahhabi atau salafi dari gerakan muwahhidin atau ikhwannya ini, sehingga Raja Faisal bin Abdul Aziz dibunuh dengan cara ditembak oleh keponakannya, Faisali bin Musad bin Abdul Aziz pada tanggal 25 Maret 1975. Kemudian muncul Khalid bin Abdul Aziz sebagai Raja tetapi tidak lama karena tahun 1982 meninggal dunia karena serangan jantung. Sehingga tahta Kerajaan Ibnu Saud jatuh ke tangan Fahd bin Abdul Aziz, tetapi karena Fahd ini terkena serangan strok, maka yang berkuasa secara de-facto adalah Putra Mahkota Abdullah bin Abdul Aziz al Saud.

Kelihatannya itu kaum wahhabiyin atau salafiyyin dengan barisan muwahhidin atau ikhwannya ini yang telah ikut bersama-sama dari sejak awal perjuangan di Dar'iyah dibawah pimpinan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, Amir Muhammad bin Saud, diteruskan oleh Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud menantunya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, Saud bin Abdul Aziz bin Muhammad al Saud, Abdullah bin Saud, Turki bin Abdullah, Faisal bin Turki, Abdul Rahman bin Faisal, Abdul Aziz bin Abdul Rahman bin Faisal Al Saud, Saud bin Abdul Aziz, Faisal bin Abdul Aziz, Khalid bin Abdul Aziz, Fahd bin Abdul Aziz, berusaha untuk menghilangkan sejarah hitam yang melekat dalam tubuh dinasti Ibnu Saud dengan Perjanjian Qatif-nya tanggal 26 Desember 1915 dengan Pemerintah Kerajaan kafir Inggris untuk menghancurkan wilayah kekuasaan Khilafah Islamiyah Utsmani di Hejaz (Mekkah, Madinah, jeddah).

Dimana kaum wahhabiyin atau salafiyyin dengan gerakan muwahhidin atau ikhwannya ini kalau bisa ingin menghapuskan jalur hitam dari proses lajunya pertumbuhan dan perkembangan Dinasti Ibnu saud dengan kerajaan Saudi-nya yang didalamnya mengandung Perjanjian Qatif 26 Desember 1915.

Sehingga memang bisa dimengerti mengapa itu kaum wahhabiyin atau salafiyyin tidak ada yang terang-terangan menuliskan kronologis proses pertumbuhan dan perkembangan Kerajaan Dinasti Ibnu Saud ini dalam situs-situs wahhabi atau salafi-nya.

Walaupun memang Kerajaan Dinasti Ibnu Saud ini memakai paham wahhabi atau salafi sebagai ideologi negaranya, tetapi, karena kaum wahhabiyin atau salafiyyin dengan barisan muwahhidin atau ikhwannya ini melihat tingkah laku Raja-Raja Ibnu saud ini sudah dianggap menyimpang dari garis-garis Islam, seperti contohnya Raja Saud bin Abdul Aziz dipaksa untuk turun karena kerjanya minum-minum, menghamburkan uang Kerajaan dan uang sakunya sendiri, ditambah begitu eratnya dengan Presiden Amerika, terutama Presiden Dwight D. Esinhower yang berkuasa dari tahun 1953 sampai tahun 1961.

Terakhir, Ahmad Sudirman mengajak kepada kaum wahhabiyin atau salafiyyin untuk membukakan dan menampilkan kronologis tentang jalur proses pertumbuhan dan perkembangan berdirinya Kerajaan Dinasti Ibnu Saud dari mulai di Dar'iyah sampai berdirinya di Najad dan Hejaz.

Coba, apakah itu sejarah yang dijalankan oleh Abdul Aziz bin Abdul Rahman bin Faisal Al Saud dengan Perjanjian Qatif-nya 26 Desember 1915 dimasukkan dalam jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Kerajaan Dinasti Ibnu saud ini atau tidak ?

Karena yang ditampilkan oleh saudara Anggoro Setiawan bukan merupakan alasan fakta, bukti, dan sejarah mengenai proses pertumbuhan dan perkembangan berdirinya Kerajaan Dinasti Ibnu Saud, maka dipersilahkan dari kaum wahhabiyin atau salafiyyin lainnya untuk tampil dengan argumentasi model wahhabi atau salafi-nya.

Ahmad Sudirman menunggu di mimbar bebas ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

From: "Anggoro Setiawan" anggoro5@indosat.net.id
To: "Ahmad Sudirman" ahmad@dataphone.se
Subject: Re: SILAHKAN TAMPILKAN FAKTA, BUKTI, SEJARAH VERSI WAHHABI ATAU SALAFI TENTANG BERDIRINYA KERAJAAN IBNU SAUD
Date: Sat, 11 Dec 2004 21:36:26 +0700

BismiLlaahir Rahmaanir Rahiym.
As Salaamu 'Alaykum.

Pada waktu pertama kali membaca tulisan Pak Ahmad tentang sejarah Muhammad Bin 'Abdul Wahhab RahimahuLlaah saya langsung menggarisbawahi 2 (dua) hal, yaitu :

1.Pak Ahmad menyatakan bahwa Muhammad Bin 'Abdul Wahhab Rhm mendapatkan dukungan dari Inggris dalam bentuk dana dan pelatihan militer,
2.Pak Ahmad menyatakan bahwa Muhammad Bin 'Abdul Wahhab Rhm ikut menghancurkan Daulah 'Utsmaniyah.

Kedua hal tersebut tentu saja membuat saya heran, namun saya tetap berhusnuzhan kepaad Pak Ahmad atas informasi tersebut. Keheranan menyebabkan saya berkeinginan untuk mengetahui referensi apa dan darimana yang dijadikan oleh Pak Ahmad sebagai sandaran dari tulisan tersebut. Lalu saya memberikan tanggapan atas tulisan tersebut dengan menanyakan referensi atau rujukan yang dimaksud kepada Pak Ahmad.

Kemudian Pak Ahmad memberikan daftar rujukan yang saya maksud, namun ternyata setelah membaca referensi tersebut saya semakin heran karena ternyata dari 7 (tujuh) rujukan yang Pak Ahmad sebutkan, 5 (lima) diantaranya berasal dari tulisan orang-orang kafir atau dapat kita sebut sebagai fasiq (Ma'af sebelumnya saya sebutkan 6 (enam) bukan 5 (lima)).
Berikut akan saya sebutkan kembali rujukan yang Pak Ahmad berikan dibawah ini :
 

1.Munjid fillughatil wal alaam, Darul Masyriq, Ath-Thab'atuts tsaniyah wal 'isyruun, 1986, sh. 744.
2.Shaikh Abdul Aziz Ibn Abdullah Ibn Baz , Imaam Muhammad Ibn Abdul Wahhab - His Life and Mission
3.islamicweb.com/beliefs/creed/wahhab.htm
4.Wikipedia the free encyclopedia,
en.wikipedia.org/wiki/House_of_Saud , en.wikipedia.org/wiki/Wahhabism , en.wikipedia.org/wiki/Muhammad_ibn_Abd_al_Wahhab , en.wikipedia.org/wiki/Saudi_Arabia
5.Britannica Concise Encyclopedia,
concise.britannica.com/ebc/article?tocId=9382215 ,
6.The 1911 edition Encyclopedia,
www.1911encyclopedia.org/W/WA/WAHHABIS.htm ,
7.GolabalSecurity.org ,
www.globalsecurity.org/military/world/gulf/wahhabi.htm

Rujukan nomor 1 dan 4 - 7 berasal dari buku atau tulisan orang kafir sedangkan sisanya yang berasal dari tulisan orang Islam. Dari 2 (dua) rujukan yang berasal dari orang Islam tidak satupun yang menyatakan bahwa Muhammad Bin 'Abdul Wahhab Rhm didukung oleh Inggris berupa uang dan pelatihan militer serta ikut meruntuhkan Daulah 'Utsmaniyah. Sedangkan rujukan yang menyatakan tentang bantuan dari Inggris serta ikut meruntuhkan Daulah 'Utsmaniyah semuanya berasal dari tulisan orang kafir tersebut. Bahkan rujukan nomor 1 yaitu kamus al Munjid (Sayangnya al Munjid yang saya baca merupakan cetakan terbaru) tidak sedikitpun yang menyatakan bahwa Muhammad Bin 'Abdul Wahhab Rhm mendapatkan bantuan dari Inggris (apalagi membuat perjanjian dengan mereka) dan ikut meruntuhkan Daulah 'Utsmaniyah.

Itulah sebabnya saya memberikan tanggapan yang berikutnya atas tulisan Pak Ahmad berupa saran atau nasihat agar lebih berhati-hati dalam memilah informasi terlebih lagi informasi yang diberikan oleh orang-orang kafir yang merupakan musuh ALlaah dan Rasul-Nya. Bahkan saya menanyakan lebih lanjut kepada Pak Ahmad tentang bukti atau alasan apa yang membuat Pak Ahmad lebih mempercayai informasi dari orang-orang kafir tersebut daripada informasi dari saudara-saudaranya seaqidah.

Saya tidak akan menuliskan sejarah dari Muhammad Bin 'Abdul Wahhab karena hal tersebut akan membutuhkan waktu dan halaman yang sangat panjang, akan tetapi saya hanya bisa menyatakan bahwa berita-berita tentang bantuan dana, pelatihan militer serta perjanjian dari Inggris dan keikutsertaan dalam meruntuhkan Daulah 'Utsmaniyah merupakan berita-berita yang sengaja dihembuskan oleh kaum kafir agar umat Islam terpengaruh dan memandang da'wah Muhammad Bin 'Abdul Wahhab Rhm dengan negatif dan kemudian menjauh darinya
yang ujung-ujungnya adalah menjauh dari al Qur'aan dan as Sunnah.

Saya akan menyebutkan beberapa rujukan yang mungkin dapat dibaca dan ditelaah untuk lebih mengetahui tentang sejarah dari da'wah Muhammad Bin 'Abdul Wahhab Rhm, namun hampir semuanya belum diterjemahkan ke bahasa Indonesia jadi saya mohon ma'af kepada Pak Ahmad dan rekan-rekan sekalian yang mungkin membaca tulisan saya ini. Berikut adalah daftar rujukannya :

1."Asy Syaykh Muhammad Bin 'Abdul Wahhab" oleh Ahmad Bin Hajar,
2."An Atsaarid Da'watul Wahhabiyah" oleh Muhammad Hamid al Faqqiy,
3."Muhammad Rasyid Ridhaa' Fiyl Mukaddimah Shiyaanatul Insaan 'An Waswasatisy Syaikh Dakhlan" oleh Muhammad al Basyir as Sahsawaniy al Hindiy,
4."Da'watusy Syaykh Muhammad Bin 'Abdul Wahhab Wa Atsruha Fiy 'Alamil Islamiy oleh Dr. Ahmad Bin 'Athiyah az Zahraniy,
5."Al Harakatul Ba'tsil Islaamiy oleh Dr. Hafizh Muhammad al Ja'bary,
6."Aqidatuhus Salaafiyah" oleh Syaykh Muhammad Bin 'Abdul Wahhab,
7."Maadza Khasiyral 'Aalam" oleh Abul Hasan an Nadawiy,
8."Siraatul Imaam Muhammad Bin 'Abdul Wahhab" oleh Amin Sa'id.

Semua buku-buku di atas tidak sedikitpun menginformasikan sejarah Muhammad Bin 'Abdul Wahhab Rhm seperti yang dinyatakan oleh Pak Ahmad. Bahkan buku nomor 4 (empat) disusun berdasarkan metode penelitian ilmiah karena merupakan disertasi doktoral pada Universitas Ummul Quraa'. Oleh karena itu, saya menanyakan referensi dari tulisan Pak Ahmad yang menyatakan Muhammad Bin 'Abdul Wahhab Rhm mendapatkan bantuan dari Inggris dan ikut dalam meruntuhkan Daulah 'Utsmaniya karena berdasarkan pengetahuan saya, tulisan Pak Ahmad berlawanan dengan isi dari buku-buku tersebut.

Namun kembali lagi saya hanya bisa menyatakan bahwa "agama itu adalah nasihat" karena semuanya berpaling sepenuhnya kepada diri Pak Ahmad dalam mempertimbangkan dan memilah semua informasi-informasi tersebut. Terakhir kalinya saya juga mengingatkan kepada Pak Ahmad bahwa Islam selalu dan dimanapun akan mendapatkan stigma negatif dari kaum kafir, mungkin Pak Ahmad juga mengetahui bahwa mujahidin Afghan ketika melawan kafir Rusia juga diberitakan mendapatkan sokongan dan bantuan (dana, senjata dan pelatihan militer) dari CIA atau Amerika Serikat melalui Pakistan padahal kenyataannyaPresiden Zia'ul Haq yang pada waktu itu memang membantu sepenuhnya mujahidin berdasarkan intima'nya kepada Islam dibunuh oleh kaum kafir.

Begitulah kenyataan yang terjadi dalam dunia Islam atau bagi umat Islam manapun yang mengumandangkan kalimat tauhid dan jihad akan mendapatkan stigma negatif dari kaum kafir.

Saya mohon ma'af apabila terdapat kesalahan dari kata-kata yang telah dituliskan karena sesungguhnya kesalahan datangnya dari saya dan kebenaran datang dari ALlaah Rabbul 'Izzatiy. Semoga ALlaah 'Azza Wa Jalla' memberikan petunjuk kepada Pak Ahmad serta kekuatan untuk mengikutinya. WaLlaah A'lam Bi Shawaab.

JazaakaLlaah Khayrul Jazaa'
Was Salaamu 'Alaykum.

Anggoro Setiawan

anggoro5@indosat.net.id
Jakarta, Indonesia
----------