Stockholm, 18 Desember 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SYAIKH ABDUL AZIZ BIN ABDULLAH BIN BAZ ULAMA WAHABI YANG DISEMBUNYIKAN KAUM WAHHABI ATAU SALAFI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MEMANG JELAS ITU SYAIKH ABDUL AZIZ BIN ABDULLAH BIN BAZ ULAMA WAHABI YANG DISEMBUNYIKAN KAUM WAHHABI ATAU SALAFI

"Menyimak penjelasan bung Ahmad saya jadi ketawa juga karena anda menukil penjelasan Syaikh Abdul Azin bin Bazz rahimahullah yang nota bene masuk dalam tudingan dan cap yang anda berikan sebagai kaum WAHABI, pada awalnya saya kira anda akan mencatut nama Syaikh anda dari kalangan anda. Mana ulama anda bung Ahmad!!! kenapa harus menukil perkataan ulama "WAHABI" atau "SALAFY" yang anda maki habis-habisan. Jangan berlindung lempar batu sembunyi tangan bung Ahmad. Sungguh anda tidak memiliki rasa malu. Dan dari penjelasan para ulama salaf sesuai yang saya fahami bahwa penguasa negeri kita tidak bisa dihukumi "kafir" karena dia tetap menegakkan sholat dan tetap meyakini hukum yang paling utama dan paling haq adalah kitabullah dan sunnah. Tetapi dari segi pemerintahan, pemerintahan yang digunakan adalah model pemerintahan "kufar". Sedangkan negara, karena Indonesia mayoritas muslim maka negara ini adalah negara muslim. Begitu bung Ahmad dari yang saya fahami dari banyak penjelasan Ulama salaf dan tanya jawab mengenai negeri Indonesia." (Johan Pahlawan , johan_phl@yahoo.com , Sat, 18 Dec 2004 00:48:09 -0800 (PST))

Baiklah saudara Johan Pahlawan di Jakarta, Indoneisa.

Kelihatan memang saudara Johan Pahlawan ikut-ikutan wahhabiyin Rokhmawan, wahhabiyin Mazda dan wahhabiyin Hadi.

Memang sengaja itu Ahmad Sudirman tampilkan ulama wahhabi atau salafi Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz yang oleh kaum wahhabi atau salafi disembunyikan ketika memberikan penjelasan ayat QS Al Maidah, 5: 44, 45, 47.

Jadi, Ahmad Sudirman untuk membukakan kedok wahhabi atau salafi yang ada di Negara RI yang terus menerus memberikan perlindungan dan menjadi benteng kelakuan para pimpinan Eksekutif dan Legislatif yang menyangkut masalah dasar hukum yang sangat penting dan paling mendasar dalam kehidupan umat manusia didalam bermasyarakat, dan bernegara di RI.

Nah sekarang terbukti, bahwa sebenarnya, kaum wahhabi atau salafi yang ada di RI, terutama yang disuarakan oleh wahhabiyin Rokhmawan, wahhabiyin Mazda dan wahhabiyin Hadi, yang mencoba terus menerus memakai tafsir-tafsirnya ulama wahhabi lainnya, dalam hal ayat QS Al Maidah, 5: 44, ternyata itu ulama wahhabi atau salafi Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz yang memiliki pemikiran dalam hal masalah hukum dan dasar hukum negara, telah membukakan bahwa kalau mau dipelajari dan digali sampai mendalam apa yang dilakukan oleh para anggota Legislatif dan Eksekutif dalam hal pembuatan aturan, hukum, undang-undang di RI yang dengan penuh kesadaran dan penuh itikad, tetapi tidak mengikuti apa yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasul-Nya Muhammad saw, maka mereka itu divonis Allah SWT masuk kedalam orang kafir, sebagaimana yang dijelaskan dalam QS Al Maidah, 5: 44.

Sedangkan bagi Ahmad Sudirman, tidak perlu harus memakai dasar pemikiran paham wahhabi atau salafi Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz untuk memahami dan mengerti apa yang terkandung dalam QS Al Maidah, 5: 44. Tetapi, bagi kaum wahhabi atau salafi, memang keras kepala dan susah, karena mereka memang selalu taklid dan mengikuti apa yang selalu difatwakan dan diucapkan oleh para ulama wahabi atau salafi-nya dari Kerajaan Ibnu Saud. Hanya ulama wahhabi atau salafi yang satu ini yaitu Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz berbeda dengan ulama-ulama wahhabi atau salafi lainnya dalam hal melihat dan menganalisa dasar dan sumber hukum Islam yang dipakai dan diterapkan serta dilaksanakan dalam Daulah.

Dan jelas, kalau melihat dari sudut dasar dan sumber hukum yang dipakai oleh satu Daulah, maka dapat terlihat bahwa negara yang memilik dasar dan sumber hukum bukan Islam, maka negara tersebut adalah negara kafir. Contohnya, Negara RI dan negara-negara sekuler lainnya yang ada di dunia ini. Negara RI adalah masuk kedalam golongan negara kafir, karena dasar dan sumber hukum serta konstitusinya tidak diacukan kepada dasar dan sumber hukum Islam, melainkan kepada dasar dan sumber hukum pancasila hasil kutak-katik Soekarno yang dibantu oleh Panitia Sembilan.

Jadi, salah kaprah kalau ada yang mengatakan bahwa karena Indonesia mayoritas muslim maka negara RI adalah negara muslim. Itu memang alasan kaum wahabiyin atau salafiyyin yang ada di Indonesia, seperti wahhabiyin Rokhmawan, wahhabiyin Mazda dan wahhabiyin Hadi.

Memang itulah sebabnya mereka kaum wahhabiyin atau salafiyyin di RI tidak mau memakai dasar pemikiran ulama wahabbi atau salafi Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz tentang masalah dasar dan sumber hukum yang dipakai dan dijalankan dalam satu negara yang dihubungkan dengan kafir besar dan kafir kecil.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sat, 18 Dec 2004 00:48:09 -0800 (PST)
From: Johan Pahlawan johan_phl@yahoo.com
Subject: Salafy or Wahabi?
To: padhang-mbulan@egroups.com, PPDI@yahoogroups.com, oposisi-list@yahoogroups.com, mimbarbebas@egroups.com, politikmahasiswa@yahoogroups.com, fundamentalis@eGroups.com, Lantak@yahoogroups.com, kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com, acehkita@yahoogroups.com, achehnews@yahoogroups.com, communitygallery@yahoogroups.com, asnlfnorwegia@yahoo.com, Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, om_puteh@hotmail.com, acheh_karbala@yahoo.no, at_taqwa@telkom.net, Al Chaidar <alchaidar@yahoo.com>, bahtiar@gmail.com, dr_lukmanulhakim@yahoo.com, Matius Dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, editor@jawapos.com, fahri_jurnalis@yahoo.com, fahrida@rad.net.id, forum_rakyat@yahoo.com, gam_m_z@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com, info@asnlf.cjb.net, info@atjehtimes.com, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, inda_aceh@lycos.com, jkamrasyid@aol.com, mazda_ok@yahoo.com, miranda_hnf@yahoo.co.uk, media kutaraja <media_kutaraja@yahoo.com>, nacara2004@yahoo.com, rokh_mawan@yahoo.com, hadifm@cbn.net.id, sira_jaringan2000@yahoo.com, Ditya Soedarsono dityaaceh_2003@yahoo.com

Assalamu'alaikum..

Menyimak penjelasan bung Ahmad saya jadi ketawa juga karena anda menukil penjelasan Syaikh Abdul Azin bin Bazz rahimahullah yang nota bene masuk dalam tudingan dan cap yang anda berikan sebagai kaum WAHABI, pada awalnya saya kira anda akan mencatut nama Syaikh anda dari kalangan anda.

Mana ulama anda bung Ahmad!!! kenapa harus menukil perkataan ulama "WAHABI" atau "SALAFY" yang anda maki habis-habisan.

Jangan berlindung lempar batu sembunyi tangan bung Ahmad. Sungguh anda tidak memiliki rasa malu. Dan dari penjelasan para ulama salaf sesuai yang saya fahami bahwa penguasa negeri kita tidak bisa dihukumi "kafir" karena dia tetap menegakkan sholat dan tetap meyakini hukum yang paling utama dan paling haq adalah kitabullah dan sunnah. Tetapi dari segi pemerintahan, pemerintahan yang digunakan adalah model pemerintahan "kufar". Sedangkan negara, karena Indonesia mayoritas muslim maka negara ini adalah negara muslim. Begitu bung Ahmad dari yang saya fahami dari banyak penjelasan Ulama salaf dan tanya jawab mengenai negeri Indonesia.

Wallahu A'lam.
Wassalamu'alaikum.

Johan Pahlawan

johan_phl@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------