Stockholm, 1 Januari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SDR AMAN HANYA PEGANG SEJARAH ACHEH MADE IN SOEKARNO & MENOLAK ACUAN NEGARA DIBANGUN RASULULLAH SAW
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS KELIHATAN ITU SAUDARA AMAN HANYA PANDAI MEMEGANG SEJARAH ACHEH MADE IN SOEKARNO & MENOLAK ACUAN NEGARA YANG DIBANGUN RASULULLAH SAW

"Sesuatu yang membingungkan!! Bukan karena bodoh tetapi kebiasaan mereka membeda-bedakan antara negara Kafir dan negara Islam selalu berpatokan pada dasar hukum negara harus bersumber pada ajaran Islam. Kalau dicermati lebih jauh ini hanya sebuah akal-akalan nafsu serakah manusia untuk mendapatkan kekuasaan atas nama agama. Atau alasan bapak karena RI menjajah Aceh? setahu saya, pada jaman penjajahan Belanda dan ibu kota negara sudah dikuasai, malah di Aceh berkibar merah putih dan itu suatu yang membanggakan sekali. Alasan yang mendekati tepat sebenarnya bahwa rakyat Aceh dizhalimi dan bapak merasa bertanggung jawab untuk menolak kezhaliman itu." (Aman, kinana@gmail.com , Sat, 01 Jan 2005 11:25:58 +0900)

"Memang nampak sebisanya bapak memutar-mutar sejarah yang bapak tafsirkan sendiri untuk melegitimasi apa yang bapak impikan. Dalam komentar ini misalnya, banyak pertanyaan yang perlu diajukan dan membutuhkan jawaban bapak dengan segala impian bapak. Siapa rakyat Aceh yang bapak maksud? apakah rakyat yang diteror kalau tidak mendukung GAM? Bapak mengatakan jalan pertama adalah hijrah dari negri kafir Quraisy menuju Yastrib yang bebas, bukankah Yastrib sebenarnya juga negri kafir? ataukah bapak katakan ini untuk melegitimasi keberadaan bapak di Swedia yang juga negri kafir menurut definisi bapak? bapak mengatakan "Itu penguasa di Negara kafir RI terus melakukan perang melawan ummat Islam yang sedang berjuang menegakkan Daulah Islamiyahnya dan tegaknya syariat Islam." (Aman, kinana@gmail.com , Sat, 01 Jan 2005 11:54:39 +0900)

Baiklah saudara Aman.

Makin jelas saja bahwa sebagian rakyat di Negara RI memang buta dan tidak memahami secara mendalam sejarah Negeri Acheh yang dihubungkan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan Negara RI, kecuali hanya menelan mentah-mentah apa yang telah dipropagandakan dan dijalankan oleh Soekarno dan para penerusnya sampai detik sekarang ini.

Di mimbar bebas ini telah berpuluh kali Ahmad Sudirman mengungkapkan sejarah proses pertumbuhan dan perkembangan Negeri Acheh dihubungkan dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Negara RI. Dimana itu sampai detik sekarang ini tidak ada satupun alasan yang bisa membuktikan secara fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum bahwa Negeri Acheh adalah merupakan bagian dari Negara RI.

Itu kalau hanya alasan seperti yang dilontarkan oleh saudara Aman: "setahu saya, pada jaman penjajahan Belanda dan ibu kota negara sudah dikuasai, malah di Aceh berkibar merah putih dan itu suatu yang membanggakan sekali. Alasan yang mendekati tepat sebenarnya bahwa rakyat Aceh dizhalimi dan bapak merasa bertanggung jawab untuk menolak kezhaliman itu." (Aman, kinana@gmail.com , Sat, 01 Jan 2005 11:25:58 +0900)

Itu alasan gombal yang telah berpuluh kali dikemukakan oleh para peserta diskusi di mimbar bebas ini dan di www.ahmad-sudirman.com atau di www.dataphone.se/~ahmad/opini.htm . Coba buka sedikit dan baca itu sejarah tentang jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Negeri Acheh dihubungkan dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Negara RI yang ada di www.dataphone.se/~ahmad/opini.htm sebelum terjun di mimbar bebas ini, agar supaya tidak berulang balik saja.

Sejarah yang kalian baca di RI tentang Negeri Acheh yang dihubungkan dengan Negara RI adalah sejarah buatan Soekarno dan para penerusnya yang penuh kebohongan. Terbukti sampai detik sekarang ini tidak ada seorangpun yang menampilkan alasan yang benar dan jujur berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang menggambarkan bahwa memang benar Negeri Acheh adalah bagian RI.

Setelah dibongkar sampai keakar-akarnya apa yang digembar-gemborkan oleh pihak RI tentang Negeri Acheh, adalah hanya merupakan propaganda gombal yang penuh penipuan saja.

Ahmad Sudirman telah membuktikan secara mendalam bahwa memang benar itu pihak Soekarno dan para penerusnya termasuk Susilo Bambang Yudhoyono yang menelan, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh.

Coba bongkar lagi apa yang telah diungkap berpuluh kali ole Ahmad Sudirman tentang Negeri Acheh dihubungkan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan Negara RI ini yang disimpan dengan rapi dan terjaga di www.dataphone.se/~ahmad/opini.htm , sebelum bercuap di mimbar bebas ini.

Kemudian kalau saudara Aman menyatakan: "Sesuatu yang membingungkan!! Bukan karena bodoh tetapi kebiasaan mereka membeda-bedakan antara negara Kafir dan negara Islam selalu berpatokan pada dasar hukum negara harus bersumber pada ajaran Islam. Kalau dicermati lebih jauh ini hanya sebuah akal-akalan nafsu serakah manusia untuk mendapatkan kekuasaan atas nama agama."

Nah, makin kelihatan dengan jelas bahwa saudara Aman memang tidak punya pegangan dan dasar acuan apa yang dinamakan Negara yang telah dibangun dan dikembangkan oleh Rasulullah saw di Yatsrib dan diteruskan oleh para Khalifah Khulafaur Rasyidin dan Khalifah-khalifah penerusnya.

Jelas, kalau itu saudara Aman tidak mengakui dan tidak menerima bahwa Rasulullah saw membangun Negara Islam pertama di Yatsrib, bagaimana bisa itu saudara Aman mau menerima adanya Negara Islam dan adanya Negara kafir.

Sebenarnya, kalian tidak perlu bingung kalau memang kalian memahami dan mengerti bahwa Negara yang dibangun oleh Rasulullah saw di Yatsrib tahun 1 H / 622 M itu adalah Negara Islam pertama yang dasar dan sumber hukum serta konstitusinya mengacu kepada apa yang telah diturunkan Allah SWT.

Tetapi karena kalian memang dari sejak awal sudah tidak mau menerima Negara Islam pertama yang dibangun oleh Rasulullah saw yang dasar dan sumber hukum serta konstitusi Negaranya mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT, maka kalian dengan seenak udel menyatakan bahwa "ini hanya sebuah akal-akalan nafsu serakah manusia untuk mendapatkan kekuasaan atas nama agama."

Nah disinilah kelihatan itu saudara Aman adalah salah seorang dari jutaan orang-orang sekuler yang banyak bertebaran di Negara RI dan menguasai gelanggang politik dan pemerintahan serta dewan perwakilan.

Kemudian dengan berkedok kemanusian saudara Aman menampilkan pemikirannya: "Kita mengakui bahwa ada tatanan yang ideal itu, tapi bukankah kita juga bisa memperjuangkannya dengan bijak tanpa menumpahkan darah. Anggapan bapak terhadap RI sebagai negara kafir pun tidak bisa menjadi alasan untuk perang, dan itu bisa baca kembali dalam al-Qur'an itu sendiri."

Nah kelihatan makin jelas bahwa itu saudara Aman telah banyak diracuni oleh pengaruh sejarah gombal tentang Acheh yang diolah Soekarno dan para penerusnya.

Jelas yang menumpahkan darah itu di bumi Acheh pertama kali adalah pihak Soekarno dengan RIS-nya yang diteruskan oleh pihak NKRI dan dilanjutkan oleh RI dengan TNI/Polri-nya sejak 14 Agustus 1950 sampai detik sekarang ini.

Tetapi karena saudara Aman ini memang otaknya telah kena racun gombal sejarah Acheh buatan Soekarno, maka jelas ia tidak bisa mengerti dan tidak bisa memahami akar masalah utama konflik Acheh yang sebenarnya.

Itu masalah yang kalian ungkapkan: "bahwa rakyat Aceh dizhalimi" adalah alasan gombal yang tidak ditunjang oleh dasar hukum dan sejarah serta fakta dan bukti yang benar.

Yang benar dan jelas serta ditunjang oleh fakta, bukti, dasar hukum dan sejarah adalah Negeri Acheh ditelan, diduduki dan dijajah oleh RIS yang diteruskan oleh NKRI dan disambung oleh RI sampai detik sekarang ini.

Jadi bukan sekedar dengan alasan bahwa "rakyat Aceh dizhalimi". Karena alasan yang kalian ungkapkan ini adalah alasan gombal alias kosong untuk mengalihkan permasalahan yang sebenarnya.

Kembali ke masalah dasar dan sumber hukum serta konstitusi yang mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw.

Saudara Aman menyatakan: "Coba perhatikan sekarang, dasar hukum bagian mana yang harus berdasarkan ajaran Islam? atau apakah harus ayat-ayat itu disebutkan dalam Anggaran Dasar atau KUHP? apakah menghukum pencuri bukan ajaran Islam, apakah sidang-sidang pengadilan untuk mengungkap dan menghukum kejahatan bukan ajaran Islam?"

Kalian memang buta dan tuli. Itu yang kalian jadikan dasar dan sumber hukum yang berbentuk Instruksi Presiden, Keputusan Presiden, Peraturan Presiden, undang-undang, Ketetapan MPR. KHUPidana dan KUHPerdata, semuanya mengacu kepada dasar dan sumber hukum pancasila bukan kepada dasar dan sumber hukum Islam.

Itu sumber hukum pancasila dijabarkan dalam bentuk UUD 1945, Tap-Tap MPR, UU, Inpres, Keppres, Perppu, PP, KUHPidana, KUHPerdata.

Nah, apakah dasar dan sumber hukum Islam diakui secara syah dan berlaku diseluruh bumi RI ?.

Jelas jawabannya adalah tidak diakui itu dasar dan sumber hukum Islam. Kalau ada orang yang mengatakan bahwa dasar dan sumber hukum Islam diakui syah dipakai dalam lembaga peradilan di RI, maka orang itu adalah orang gila.

Jadi sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah saw dalam Negara Islam pertamanya di Yatsrib itu bahwa dasar dan sumber serta konstitusi Negara adalah yang paling utama dan mendasar yang membedakan bahwa Negara tersebut dianamakan Negara Islam. Sedangkan Negara yang dasar dan sumber hukum serta konstitusinya tidak mengacu kepada dasar dan sumber hukum Islam maka Negara itu adalah Negara kafir.

Tetapi tentu saja, bagi kalian yang sekuler, hal ini tidak bisa diterima, apalagi ditambah dengan kalian memang tidak yakin sepenuh hati bahwa Rasulullah saw telah membangun Negara Islam pertama di Yatsrib.

Jadi selama kalian memegang paham sekuler dan membutakan diri melihat Negara Islam pertama yang dibangun Rasulullah saw, maka selama itu kalian akan tetap menolak dan tidak mau mengakui adanya Negara Islam dan Negara kafir.

Seterusnya kalau memang ada dan terbukti secara hukum Khalifah atau pembantu Khalifah dalam Khilafah Islamiyah melakukan tindakan yang menyimpang dalam menjalankan kebijaksanaan politik pemerintahannya dari garis yang telah ditentukan oleh dasar dan sumber hukum Islam, serta contoh Rasulullah saw, maka mereka harus dikenakan sangsi hukum dan dianggap menyimpang. Tetapi, penyimpangan pelaksana hukum tersebut tidak menjadikan batal dan tidak idealnya dasar dan sumber hukum Islam yang diterapkan dalam Khilafah Islamiyah yang dipimpinnya itu.

Jadi jangan kalian nyatakan bahwa dengan adanya perbedaan dan pertentangan kebijaksanaan politik dan pengaruh kekuasaan dalam Khilafah Islamiyah dibawah Khalifah dari Umayyah dan Abbasiyah kemudian disimpulkan bahwa Khilafah Islamiyah menjadi tidak ideal.

Nah disinilah kesalahan fatal dalam melihat dan menganalisa jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Daulah Islamiyah pertama yang dibangun Rasulullah saw sejak 1 H / 622 M sampai pada tahun 1341 H / 1924 M . Dimana hampir lebih dari seribu tiga ratus tahun Islam menguasai dunia.

Tetapi kalian dari kelompok sekuler melihat dikeroyoknya Khilafah Islamiyah terakhir ini justru bergembira dengan paham sekularisme kalian itu.

Jadi, kalian hanya membesar-besarkan adanya perbedaan kebijaksaan politik, pengaruh kekuasaan diantara para Khalifah penerus Khilafah Islamiyah untuk dijadikan dasar argumentasi menolak dasar dan sumber hukum serta konstitusi Negara yang mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.

Kalian hanya menampilkan timbulnya konflik perang tanpa melihat alasan dasar utama mengapa timbulnya perang diantara para Khalifah itu sendiri dan dengan pihak negara-negara non Islam lainnya.

Kalian hanyalah memakai kedok yang bermerk kemanusian melalui jalan damai, padahal yang sebenarnya hanyalah alasan gombal untuk menutupi penolakan terhadap berdirinya kembali Daulah Islamiyah atau Khilafah Islamiyah di muka bumi ini, yang telah dihancurkan oleh kalian bersama kaum kafir dari Negara-Negara sekuler seperti yang dipelopori oleh Kerajaan Inggris, Negara Perancis, Negara Italia dan lainnya ketika mereka semua mengeroyok Khilafah Islamiyah dibawah pimpinan Utsmani.
 

Kalian jangan pergi jauh-jauh, itu Soekarno dengan RIS dan RI-nya telah menghancur luluhkan Negara Islam Indonesia. Kemudian kalian dari kaum sekuler berteriak tidak perlu berdiri Negara Islam di Indonesia, cukup negara sekuler pancasila alias negara kafir RI.

Nah inilah mengapa Ahmad Sudirman menyatakan sebelum ini: "Itu penguasa di Negara kafir RI terus melakukan perang melawan ummat Islam yang sedang berjuang menegakkan Daulah Islamiyahnya dan tegaknya syariat Islam." (Ahmad Sudirman, 31 Desember 2004)

Kalian memang tidak sadar bahwa pihak Penjajah RI bukan hanya menduduki dan menjajah Negeri Acheh, melainkan juga melenyapkan ummat Islam yang berada dalam naungan Negara Islam Indonesia yang secara de-jure masih wujud, juga menghancurkan ummat Islam yang berjuang untuk tegaknya syariat Islam.

Itu yang saudara Aman pertanyakan: "Apakah orang Islam yang dengan bebas shalat, puasa, bayar zakat dan ritual agama lainnya bukan menegakkan syariah? Mungkin yang bapak maksud adalah formalisasi syariah sehingga perintah shalat juga harus dimaktubkan dalam UUD?"

Nah disinilah kalian saudara Aman terperosok kedalam jaringan paham sekularisme dan paham Islam yang sempit.

Itu Syariat Islam berlaku secara menyeluruh, bukan hanya masalah ibadah saja melainkan masyalah kehidupan keluarga, masyarakat, pemerintah dan negara.

Jadi kalau kalian hanya menyatakan bahwa penegakkan syariat Islam cukup hanya dengan "shalat, puasa, bayar zakat dan ritual agama lainnya". Itu namanya ummat Islam yang mundur dan ditipu oleh pembodohan yang dilakukan oleh kaum sekuler dan kaum kafir saja. Seperti kalian di Negara sekuler pancasila atau negara kafir RI. Dibodohi oleh kaum sekuler dan kaum yang tidak ridha dan rela berdirinya kembali Daulah Islamiyah di muka bumi ini.

Soal hijrah ke Negara kafir adalah telah dicontohkan oleh Rasulullah saw ketika Rasulullah saw masih berada di Mekkah. Ketika penguasa Quraisy terus-menerus melakukan penyiksaan sampai tak tertahankan oleh para pemeluk Islam yang baru, maka mereka datang menemui Rasulullah saw memohon izin untuk pergi ke negeri tetangga menyebrangi Laut Merah yakni ke Abyssinia (Ethiopia kini). Rasulullah saw mengabulkan permohonan izin, pada bulan Rajab tahun ke lima kenabian, 15 orang (11 lelaki, 4 perempuan) berangkat ke Abyssinia.

Kemudian itu mengenai masalah mereka yang menegakkan, menerapkan, melaksanakan aturan, hukum, undang-undang dengan sepenuh hati dan sepenuh kesadaran tetapi tidak menurut aturan, hukum yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw dalam satu Negara, maka mereka itu divonis atau dihukum Allah sebagai golongan kafir, sebagaimana tertuang dalam dasar hukum QS Al Maidah, 5: 44, 45, 47, 48. Hal ini telah berpuluh kali dijelaskan oleh Ahmad Sudirman dalam mimbar diskusi bebas ini.

Kembali lagi ke masalah Acheh, dimana saudara Aman mempertanyakan tentang: "Siapa rakyat Aceh yang bapak maksud? apakah rakyat yang diteror kalau tidak mendukung GAM?"

Kalian saudara Aman makin bingung saja dan memang tidak pernah membaca apa yang ditulis di mimbar bebas ini, yaitu di www.dataphone.se/~ahmad/opini.htm sebelum kalian terjun berdebat di mimbar bebas ini. Itu kalau Ahmad Sudirman menyatakan rakyat Acheh adalah rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila.

Nah rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila inilah yang dihancur luluhkan oleh pihak penjajah RI dibawah Susilo Bambang Yudhoyono bersama TNI/polri-nya di Negeri Acheh.

Dan itu rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila terus bangkit untuk mempertahankan Negeri, Agama dan hartanya dari penjarahan, perampasan, pendudukan dan penjajahan yang dilakukan oleh pihak RI yang telah dilakukan sejak Soekarno sampai sekarang dibawah Susilo Bambang Yudhoyono dengan TNI/Polri-nya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sat, 01 Jan 2005 11:25:58 +0900
To: ahmad@dataphone.se
From: kinana@gmail.com
Subject: Site Posting: Dasar, sumber hukum & konstitusi yang jadi ukuran apakah itu negara Islam atau negara kafir

Sesuatu yang membingungkan!! Bukan karena bodoh tetapi kebiasaan mereka membeda-bedakan antara negara Kafir dan negara Islam selalu berpatokan pada dasar hukum negara harus bersumber pada ajaran Islam. Kalau dicermati lebih jauh ini hanya sebuah akal-akalan nafsu serakah manusia untuk mendapatkan kekuasaan atas nama agama.

Coba perhatikan sekarang, dasar hukum bagian mana yang harus berdasarkan ajaran Islam? atau apakah harus ayat-ayat itu disebutkan dalam Anggaran Dasar atau KUHP? apakah menghukum pencuri bukan ajaran Islam, apakah sidang-sidang pengadilan untuk mengungkap dan menghukum kejahatan bukan ajaran Islam?

Kalau Indonesia disebut negara kafir sesuai dengan kriteria pak Sudirman, maka negara sistem khilafah yang bapak sanjung itu juga masih belum mencapai kriteria yang ideal.

Silahkan bapak baca kembali bagaimana Umawiyah berdiri, bagaimana Abbasiyah berdiri dan tentu saya yakin bapak juga tidak lupa siapa yang bergelar al-Saffah aliah penjagal di dinasti Umawiyah itu.

Jadi menurut saya, jawaban bapak selama ini hanya semata-mata untuk mengejar sesuatu entah apapun namanya. Sebut saja sesuatu yang ideal menurut pandangan bapak dan juga menurut pandangan ajaran Islam, tapi apakah dengan berperang dan menyebabkan kematian manusia?

Kita mengakui bahwa ada tatanan yang ideal itu, tapi bukankah kita juga bisa memperjuangkannya dengan bijak tanpa menumpahkan darah. Anggapan bapak terhadap RI sebagai negara kafir pun tidak bisa menjadi alasan untuk perang, dan itu bisa baca kembali dalam al-Qur'an itu sendiri.

Atau alasan bapak karena RI menjajah Aceh? setahu saya, pada jaman penjajahan Belanda dan ibu kota negara sudah dikuasai, malah di Aceh berkibar merah putih dan itu suatu yang membanggakan sekali. Alasan yang mendekati tepat sebenarnya bahwa rakyat Aceh dizhalimi dan bapak merasa bertanggung jawab untuk menolak kezhaliman itu.

Saya kira itu tidak hanya Aceh tapi hampir seluruh wilayah RI juga merasakan kezhaliman itu tapi banyak orang bergerak untuk memperbaikinya dengan bahasa "kita" bukan dengan bahasa "saya" apalagi mengangkat senjata sehingga mengorbankan rakyat yang tidak berdosa.

Bagi saya, kejahatan bukanlah figur kecuali pada setan dan Iblis dan jangan lupa nafsu syahwat yang tidak terkendali juga adalah pacuan Iblis dalam aliran darah manusia (hadits).

Dan bahkan mereka yang non-muslim sekalipun bukanlah figur kejahatan sehingga harus dilawan. Siapa di antara kita yang bisa menentukan apakah seseorang akan menjadi muslim atau tidak? Tidak ada!! dan orang yang seringkali bapak kecam itu pun masih memiliki kemungkinan untuk berubah.

Lalu bagaimana bapak dengan begitu mudahnya mencap orang-orang tertentu dengan sebutan kafir dan segala macam? Lupakah bapak dengan hadits Nabi, man sabba musliman.. al-hadits? Sekarang Aceh berduka dan kita merasakan duka yang sama dengan segala usaha dan doa semoga penderitaan itu segera berakhir.

Aman

kinana@gmail.com
----------

Date: Sat, 01 Jan 2005 11:54:39 +0900
To: ahmad@dataphone.se
From: kinana@gmail.com
Subject: Site Posting: Husaini Daud: Hikmah dibalik gempa tektonik dan gelombang tsunami 26 Desember 2004

Memang nampak sebisanya bapak memutar-mutar sejarah yang bapak tafsirkan sendiri untuk melegitimasi apa yang bapak impikan. Dalam komentar ini misalnya, banyak pertanyaan yang perlu diajukan dan membutuhkan jawaban bapak dengan segala impian bapak. Siapa rakyat Aceh yang bapak maksud? apakah rakyat yang diteror kalau tidak mendukung GAM? Bapak mengatakan jalan pertama adalah hijrah dari negri kafir Quraisy menuju Yastrib yang bebas, bukankah Yastrib sebenarnya juga negri kafir? ataukah bapak katakan ini untuk melegitimasi keberadaan bapak di Swedia yang juga negri kafir menurut definisi bapak? bapak mengatakan "Itu penguasa di Negara kafir RI terus melakukan perang melawan ummat Islam yang sedang berjuang menegakkan Daulah Islamiyahnya dan tegaknya syariat Islam."

Apakah orang Islam yang dengan bebas shalat, puasa, bayar zakat dan ritual agama lainnya bukan menegakkan syariah? Mungkin yang bapak maksud adalah formalisasi syariah sehingga perintah shalat juga harus dimaktubkan dalam UUD?

Bapak juga seringkali mengemukakan sejarah kekhalifahan Islam, semestinya bapak beberkan juga bagaimana peperangan Ali dan Mu'awiyah sehingga berdiri Dinasti Umawiyah, begitu juga bagaimana gerakan bawah tanah kelompok Syiah yang bekerja sama dengan Bani Abbas untuk menguasai kekhalifahan dan ketika berhasil, Syiah kembali dilibas dan berdirilah dinasti Abbasiyah dengan trio pendekarnya.

Lalu bagaimana Bani Buwaih dan Bani Saljuk menguasai kekhalifahan sampai berdirinya Turki Ustmani. Apakah cara bunuh membunuh ini yang ingin bapak adopsi untuk mendirikan Aceh Merdeka dan mengatakan bahwa itu adalah sah dengan berbagai dalil-dalil agama?

Saya melihat selama ini agama dijadikan komoditi untuk melegitimasi pandangan dengan cara monopoli penafsiran sesuai nafsu masing-masing.

Aman

kinana@gmail.com
----------