Stockholm, 2 Januari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

KARKUN JAMAAH TABLIGH JOKO RIYANTO MASIH TETAP BERLINDUNG DIBAWAH KETIAK YUDHOYONO
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS KELIHATAN ITU KARKUN JAMAAH TABLIGH JOKO RIYANTO MASIH TETAP BERLINDUNG DIBAWAH KETIAK YUDHOYONO

"Bagaimana sih pak Ahmad ini ? katanya Aceh itu bukan termasuk wilayah Indonesia tetapi mengapa ketika Aceh terkena adzab dan teguran dari Alloh berupa gempa tsunami kok malah dikatakan ini adzab untuk Indonesia ?. Yang serius bener saja pak Ahmad kalo ngomong tuh. Untuk sekian kalinya pak Ahmad cs lagi-lagi terkena penyakit hati seperti apa yg ditulis imam Ghozali dalam buku ihya ulumuddin, baca lagi komentar 2 hari kemaren jelas pemerintahan Indonesia dan warganya tulus ikhlas memberikan sumbangan kpd korban tsunami, ee la kok malah pak Ahmad cs negatif thinking dan malah mempropaganda rakyat Aceh agar tidak mudah percaya dengannya. Sudahlah Aceh tidak akan lebih baik bila dipimpin orang-orang seperti Hasan Tiro, bahkan akan semakin sengsara dan memprihatinkan dan kemungkinan akan mendapat adzan manakala ditempuh dengan jalan peperangan sesama muslim." (Joko Riyanto , mas_rey_2004@yahoo.com , Thu, 30 Dec 2004 19:56:28 -0800 (PST))

Baiklah saudara Joko Riyanto di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Memang karkun Jamaah Tabligh Joko Riyanto ini masih tidak mau paham dan tidak mau mengerti tentang Negeri Acheh hubungannya dengan pihak Penguasa RI.

Itu 80.000 rakyat muslim yang korban meninggal di Acheh adalah akibat dari perilaku maksiat dan kesesatan yang dilakukan oleh pihak Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, TNI/Polri, DPR dan MPR dalam bentuk pembuatan, penetapan, pemutusan, pelaksanaan peraturan, hukum, undang-undang, ketetapan MPR yang tidak didasarkan dan tidak disumberkan kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan Rasul-Nya Muhammad saw. Dan merupakan akibat dari perbuatan dan perilaku yang penuh kesesatan dan kemaksiatan yang berlangsung dengan pesatnya di bumi RI dengan pembenaran dan legalisasi pihak Pemerintah RI dibawah Susilo Bambang Yudhoyono dan TNI/Polri-nya, yang didukung penuh oleh DPR dan MPR.

Kembali menyinggung masalah bantuan bagi korban gempa tektonik dan gelombang tsunami di Acheh 26 Desember 2004 telah Ahmad Sudirman nyatakan sebelum ini bahwa pihak Susilo Bambang Yudhoyono dengan adanya gempa tektonik dan gelombang tsunami di Acheh ini adalah dijadikan alasan untuk mengelabui dan menipu rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila. Sebagaimana yang dikatakan Susilo Bambang Yudhoyono: "Saya atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, menyerukan kepada yang masih mengangkat senjata untuk keluar dari keluarga besarnya, bangsa Indonesia, marilah kita jadikan momentum yang bersejarah ini untuk segera bergabung, bersatu kembali membangun Aceh" (Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Jakarta, Kamis, 30 Desember 2004). Tetapi jelas bagi rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila tidak mungkin bisa tertipu oleh akal bulus Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Jadi, bagaimana pihak rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila bisa percaya kepada Susilo Bambang Yudhoyono kalau pihak Susilo telah berusaha menutupi kelakuan jahat yang telah dilakukan oleh Soekarno dengan RIS-nya yang telah menelan, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh dari sejak 14 Agustus 1950 sampai detik sekarang ini.

Kemudian itu karkun Jamaah Tabligh Joko Riyanto mengatakan: "Aceh tidak akan lebih baik bila dipimpin orang-orang seperti Hasan Tiro, bahkan akan semakin sengsara dan memprihatinkan dan kemungkinan akan mendapat adzan manakala ditempuh dengan jalan peperangan sesama muslim."

Kalian memang hanya bermimpi saja saudara Joko, yang bisanya hanya menduga-duga saja tanpa ilmu pengetahuan yang jelas dan benar. Atas dasar apa kalian Joko Riyanto memberikan kesimpulan yang gombal diatas itu.

Kemudian itu soal perang, itu yang memulai perang adalah pihak Soekarno dan para penerusnya sampai kepada Susilo Bambang Yudhoyono dengan TNI/Polri-nya. Dan perang ini bukan perang sesama muslim, melainkan perang antara pihak RI bersama TNI/Polrinya melawan pihak rakyat Acheh dibawah TNA yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Kalian karkun Jamaah Tabligh Joko Riyanto hanya bercuap asal saja. Mana ada dalam kamus TNI/Polri itu mereka dinamakan pasukan Islam, melainkan pasukan pembela negara kafir RI. Yang namanya pasukan pembela negara kafir RI namanya bukan pasukan Islam, melainkan pasukan sekuler.

Jadi jangan seenak udel karkun Jamaah Tabligh Joko Riyanto menyebut perang sesama muslim. Kalian memang salah kaprah.

Persoalannya sekarang itu daerah wilayah gempa adalah wilayah yang sedang diduduki dan dijajah oleh pihak RI dibawah Susilo Bambang Yudhoyono. Memang tidak bisa ditipu itu Teungku Hasan Muhammad di Tiro oleh pihak Susilo. Apakah itu pihak Susilo Bambang Yudhoyono akan membiarkan Teungku Hasan Muhammad di Tiro lenggang kangkung masuk Bandara Polonia, Medan kemudian masuk ke Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Acheh ?

Jadi janganlah karkun Jamaah Tabligh Joko Riyanto menerka-nerka seperti yang kalian terkakan: "jelas itu Hasan Tiro cs inginnya memperkaya diri sendiri tanpa memikirkan penderitaan orang lain. Buktinya mana, jelas sangat-sangat terbukti di Aceh saja disaat konflik , banyak rakyat yang menderita akibat ulah kedua pihak , ee malah Hasan Tiro cs duduk ongkang-ongkang sambil menonton televisi (menyaksikan kondisi Aceh ) dan makan enak."

Itu yang membuat rakyat Acheh sengsara adalah akibat pendudukan dan penjajahan yang dilakukan oleh pihak RI terhadap Negeri Acheh. Jadi, kalian Joko Riyanto, janganlah seperti orang yang mempunyai otak lembu. Kalian memang tidak mau mengerti dan tetap saja mata kalian memelototi sejarah gombal Soekarno tentang Negeri Acheh yang dihubungkan dengan Negara RI. Akhirnya kalian jadi ngawur dan seenak udel kalau berbicara masalah konflik Acheh.

Dan kalian karkun Jamaah Tabligh Joko Riyanto karena memang kalian buta, maka kalian bandingkan Khalifah Umar bin Khattab yang memimpih Khilafah Islamiyah secara de-facto dan de-jure dengan Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang Negerinya Negeri Acheh masih dijajah oleh pihak RI dibawah pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono.

Jadi, tidak akan nyambung kalau kalian bandingkan Khalifah Umar bin Khattab dengan Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Kemudian itu soal membantu korban gempa tektonik dan gelombang tsunami di Acheh, jelas pihak rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila membantu tidak melalui jalur Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, dan TNI/Polri-nya, melainkan melalui jalur dan kanal tersendiri. Jadi kalian Joko Riyanto tidak perlu bingung dan pusing.

Terakhir, itu himbauan kalian karkun Jamaah Tabligh Joko Riyanto terhadap rakyat Acheh: "saya menghimbau kepada rakyat Aceh jangan mau diperdaya Hasan Tiro cs atau GAM Pengacau. Lihatlah saat sekarang ini apa yang mereka ( Hasan Tiro cs ) bisa perbuat untuk penderitaan di Aceh ?"

Memangnya rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila bisa dipengaruhi dan ditipu oleh orang model karkun Jamaah Tabligh Joko Riyanto.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Thu, 30 Dec 2004 19:56:28 -0800 (PST)
From: joko riyanto <mas_rey_2004@yahoo.com>
Subject: ACEH AKAN LEBIH SENGSARA DIBAWAH PIMPINAN HASAN TIRO CS ( GAM )
To: ahmad@dataphone.se

Assalaamu'alaikum

ACEH AKAN LEBIH SENGSARA DIBAWAH PIMPINAN HASAN TIRO CS (GAM )

Bagaimana sih pak Ahmad ini ? katanya Aceh itu bukan termasuk wilayah Indonesia tetapi mengapa ketika Aceh terkena adzab dan teguran dari Alloh berupa gempa tsunami kok malah dikatakan ini adzab untuk Indonesia ?. Yang serius bener saja pak Ahmad kalo ngomong tuh.

Untuk sekian kaklinya pak Ahmad cs lagi-lagi terkena penyakit hati seperti apa yg ditulis imam Ghozali dalam buku ihya ulumuddin, baca lagi komentar 2 hari kemaren jelas pemerintahan Indonesia dan warganya tulus ikhlas memberikan sumbangan kpd korban tsunami, ee la kok malah pak Ahmad cs negatif thinking dan malah mempropaganda rakyat Aceh agar tidak mudah percaya dengannya.

Pak Ahmad yang merasa sok punya ilmu kebatinan bisa menebak niat baik orang, jika seseorang hamba mendapat bantuan dari saudaranya yang muslim maka seharusnya berterimakasih bukan mencaci maki seperti anda dan Anggota GAM Pengacau lainnya.

Kalau memang anda cs demikian adanya berarti sama saja dengan prilaku orang-orang kafir (abu Jahal ) dimana ketika dia ditengok Rosululloh ketika sedang sakit, ee malah membuat perangkap untuk mencelakakan Rosululloh. Inilah watak asli dari pak Ahmad , Hasan Tiro cs dan GAM Pengacau lainnya.

Sudahlah Aceh tidak akan lebih baik bila dipimpin orang-orang seperti Hasan Tiro, bahkan akan semakin sengsara dan memprihatinkan dan kemungkinan akan mendapat adzan manakala ditempuh dengan jalan peperangan sesama muslim.

Lihat saja seharusnya itu Hasan Tiro atau yang lainnya tidak enak-enakan tinggal di Swedia sana tetapi yaa beri jugala bantuan untuk rakyat Aceh, aaah mana mungkin pak? kan jelas itu Hasan Tiro cs inginnya memperkaya diri sendiri tanpa memikirkan penderitaan orang lain. Buktinya mana, jelas sangat-sangat terbukti di Aceh saja disaat konflik , banyak rakyat yang menderita akibat ulah kedua pihak , ee malah Hasan Tiro cs duduk ongkang-ongkang sambil menonton televisi (menyaksikan kondisi Aceh ) dan makan enak.

Apakah ini juga diajarkan Rosululloh dan para sabatnya, kan tidak. Khlifah Umar Bin Khotob berkata Apabila negara ku kelaparan maka aku yang pertama kali merasakannya tetapi kalo negaraku kenyang maka aku orang terakhir kali merasakannya.

Nah kalo untuk pemerintahan Indonesia masih mending mungkin mereka dalam kenyataannya seperti ini, Indonesia kenyang maka pejabat terlebih dahulu merasakannya baru rakyatnya, tetapi apabila Indonesia lapar maka hanya sebagian pejabat yang mau merasakannya.

Itu masih lebih mendingan dari pada yang ada pada Hasan Tiro cs dimana kenyatannya demikian jika negaraku ( Aceh ) kenyang maka aku ( Hasan Tiro ) cs lah yang menikmatinya tetapi manakala negaraku ( Aceh ) lapar maka saya tidak perduli dengan mereka.

Lihat saja sekarang ini mana itu bentuk solidaritas dari Hasan Tiro cs atau GAM Pengacau untuk Aceh ? belum apa-apa saja pak Ahmad sudah buruk sangka ( penyakit hati ). Paling yang bisa disampaikannya hanya ucapan bela sungkawa saja itupun bukan dari pak Ahmad atau petinggi GAM tetapi dari beberapa Anggota GAM saja.

Jadi saya menghimbau kepada rakyat Aceh jangan mau diperdaya Hasan Tiro cs atau GAM Pengacau. Lihatlah saat sekarang ini apa yang mereka ( Hasan Tiro cs ) bisa perbuat untuk penderitaan di Aceh ?

Kemudian untuk pak Husaini Daud, anda berkata yang tidak ada dasarnya sama sekali dimana seolah-olah itu adalah dari Rosululloh.

Coba simak lagi tulisan dibawah ini:

Karena mereka itu tidak mengenal pemimpin/imam yang "haq" diikuti/ditaati, dan "pemimpin/imam" itu paling menentukan disisi Allah.

Ini adalah perkataan siapa ? Al-quran jelas buka hadist juga bukan, ulama pun tidak pernah mengatakan yang demikan kecuali hanyalah dari seorang Ahlul Ahwa dan Ahlul Bid 'ah ( istilah orang-orang salaf jika menghadapinya ).

Ayo pak Husaini jawab pertanyaan saya diatas dasar apa yang anda pakai untuk mengatakan kalau pemimpin atau imamah adalah yang menentukan disisi Alloh ?

Sampai nyawa anda hilang dari raga dan terbang entah kemanapun tidak akan ditemukan dalil naqli maupun aqlinya.

Wassalam.

Joko Riyanto

mas_rey_2004@yahoo.com
Solo, Jawa Tengah, Indonesia
----------
Informasi Tambahan : Hampir semua masjid di daerah kami dan lainnya telah berusaha mengumpulkan dana peduli untuk rakyat aceh.
----------