Stockholm, 7 Januari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SDR ZIKRY ITU PIHAK RI TELAH DIBONGKAR KELICIKANNYA KETIKA MENELAN ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS SDR ZIKRY ITU BUKAN AHMAD SUDIRMAN TERSERET DALAM ASNLF TETAPI AHMAD SUDIRMAN TELAH MEMBONGKAR KEDOK RI YANG MENELAN DAN MENJAJAH ACHEH

"Terima kasih banyak atas tanggapan saudara Ahmad Sudirman. Dalam email yang kemarin, anda menyatakan anda juga orang Sunda, namun kenapa anda memperjuangkan bangsa yang bukan bangsa anda sendiri ?. Kenapa hanya Aceh yang anda perjuangkan ? Kenapa Pasundan tidak anda perjuangkan ? Maluku, Papua, dan semua yang seideologi dengan anda. Bahkan kalau perlu seluruh Indonesia anda bebaskan. Dengan turut membebaskan daerah-daerah yang dulunya 'dicaplok RI' (mengambil istilah anda), bukankah itu akan menjadi justifikasi terhadap perjuangan anda, bahwa anda memang memperjuangkan daerah-daerah yang telah ditipu Sukarno. Satu lagi, saya merasa aneh, mengapa anda sampai bisa terseret dalam memperjuangkan pergerakan ini ? Bisa diceritakan sejarahnya, sampai anda bisa bergabung dengan GAM ?" (Zikry Z, zikry@cbn.net.id , Thu, 6 Jan 2005 07:39:38 +0700)

Baiklah saudara Zikry Z di Jakarta, Indonesia.

Memperjuangkan pembebasan negeri, agama, dan harta yang telah dirampas, diduduki dan dijajah oleh kekuasaan asing adalah tidak terbatas dan tidak terhalangi oleh jalur atau batas etnik atau suku, atau bangsa.

Mengenai hal Negeri Acheh, dimana rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila, dan Ahmad Sudirman setelah mempelajari, menggali, mendalami, menganalisa, membandingkan, menyimpulkan, tentang fakta, bukti, sejarah, dan dasar hukum tentang proses jalur pertumbuhan Negara RI dihubungkan dengan Negeri Acheh, ternyata terbongkarlah bahwa memang benar Negeri Acheh ini telah ditelan, diduduki, dijajah oleh Soekarno melalui jalur RIS dengan cara menciptakan dasar hukum sepihak yang dinamakan dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Serikat Nomor 21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi oleh Presiden RIS Soekarno yang membagi Negara RI hasil pencaplokan Negara-Negara dan Daerah-Daerah Bagian RIS menjadi 10 daerah propinsi yaitu, 1.Jawa - Barat, 2.Jawa - Tengah, 3.Jawa - Timur, 4.Sumatera - Utara, 5.Sumatera - Tengah, 6.Sumatera - Selatan, 7.Kalimantan, 8.Sulawesi, 9.Maluku, 10.Sunda - Kecil apabila RIS telah dilebur menjadi menjadi Negara Kesatuan RI pada tanggal 15 Agustus 1950.

Dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.5 tahun 1950 tentang pembentukan Propinsi Sumatera-Utara, yang termasuk didalamnya wilayah daerah Aceh yang melingkungi Kabupaten-Kabupaten 1. Aceh Besar, 2. Pidie, 3. Aceh-Utara, 4. Aceh-Timur, 5. Aceh-Tengah, 6. Aceh-Barat, 7. Aceh-Selatan dan Kota Besar Kutaraja masuk kedalam lingkungan daerah otonom Propinsi Sumatera-Utara, tanpa mendapat kerelaan, persetujuan, keikhlasan dari seluruh rakyat Acheh dan pemimpin rakyat Acheh.

Nah berdasarkan dasar fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum itulah Ahmad Sudirman menyatakan mendukung dan menyokong penuh perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila, walaupun Ahmad Sudirman bukan seorang ASNLF atau GAM.

Mendukung, menyokong, membela rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila adalah hak setiap individu yang dijamin dalam Pernyataan Umum Tentang Hak Hak Asasi Manusia.

Begitu juga tentang perjuangan rakyat Papua yang telah banyak dikupas dan dibongkar sejarahnya oleh Ahmad Sudirman, bagaimana sebenarnya itu Soekarno menelan, mencaplok, menduduki dan menjajah Negeri Papua milik rakyat Papua. Di Mimbar bebas ini telah beberapa kali Ahmad Sudirman tampilkan mengenai sejarah jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Negri Papua dihubungkan dengan proses jalur pertumbuhan dan perkembangan Negara RI ini. (Papua dan Aceh sama-sama dicaplok Soekarno Cs masuk kedalam RI-Jawa-Yogya
http://www.dataphone.se/~ahmad/040127c.htm )

Tidak itu saja, kelicikan Soekarno dan penipuan Soekarno yang telah dilancarkan kepada pihak Dr.CH. R. Soumokil mantan Jaksa Agung Negara Indonesia Timur. Dimana sebulan setengah dari sejak dasar hukum Undang-Undang Darurat No 11 tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS ditetapkan pada tanggal 8 Maret 1950, Soumokil di Ambon pada tanggal 25 April 1950 memproklamasikan berdirinya Republik Maluku Selatan yang lepas dari Negara Indonesia Timur Negara Bagian RIS. Dalam hal ini pihak Soumokil dari Maluku Selatan sudah mencium dan melihat gelagat tidak baik dan penuh licik dari pihak Soekarno dengan Negara RI-nya untuk menelan Negara-Negara Bagian RIS lainnya dimasukkan kedalam perut Negara RI. Dan memang benar akhirnya Negara Indonesia Timur dimasukkan kedalam mulut Negara RI pada tanggal 19 Mei 1950. Dimana penelanan dan pencaplokan NIT ini terjadi setelah dilangsungkan perundingan antara NIT bersama-sama dengan Negara Sumatera Timur (NST) yang diwakilkan kepada pihak Pemerintah Federal RIS untuk melawan pihak Pemerintah RI dimeja perundingan.

Jadi disini terlihat, bahwa sebelum pencaplokan NIT oleh RI terjadi, Soumokil pada tanggal 25 April 1950 memerdekakan Maluku Selatan menjadi Negara Republik Maluku Selatan yang merdeka dari Negara NIT Negara bagian RIS. Tetapi ternyata oleh pihak Soekarno dari RI dan dari RIS, sebelum RIS dilebur menjadi NKRI, pada tanggal 14 Juli 1950, telah mengirimkan pasukan APRI/TNI untuk didaratkan di Laha, Pulau Buru, Tanimbar, Kepulauan Kei dan Aru guna menggempur pasukan Soumokil. Pada permulaan bulan November 1950 Ambon jatuh ketangan APRI/TNI dibawah perintah Soekarno dari RIS dan RI. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1950-1964, Sekretariat Negara RI, 1986, hal. 38). ( Melihat Soumokil dengan RMS-nya dari sudut fakta & bukti, dasar hukum & sejarah
http://www.dataphone.se/~ahmad/040322a.htm )

Begitu juga mengenai Negara Islam Indonesia Imam SM Kartosoewirjo telah berpuluh kali dibicarakan dimimbar bebas ini.

Kalau saudara Zikry mempertanyakan: "saya merasa aneh, mengapa anda sampai bisa terseret dalam memperjuangkan pergerakan ini ? Bisa diceritakan sejarahnya, sampai anda bisa bergabung dengan GAM ?"

Ahmad Sudirman tidak terseret oleh pihak ASNLF, tetapi Ahmad Sudirman telah membongkar kelicikan dan keserakahan pihak Soekarno dengan RIS, NKRI, dan RI-nya dalam menjerat seluruh wilayah daerah de-facto dan de-jure Negara-Negara dan Daerah-Daerah diluar wilayah de-facto dan de-jure Negara RI melalui jalur RIS.

Kemudian, kalau itu istilah saudara Zikry yang menyatakan bahwa "urang Sunda sangat kooperatif dengan pemerintah." Ya itu hak setiap orang Sunda. Tidak perlu dipertanyakan.

Adapun yang perlu diluruskan disini adalah apa yang dinyatakan oleh saudara Zikry: "Kan bisa saja, secara konstitusi memang sekuler namun pelaksanaan di tingkat individu masyarakatnya sangat Islami. Apalagi ditambah dengan otonomi daerah, tiap daerah bikin saja perda tentang syariat Islam."

Nah, disinilah, saudara Zikry memang tidak paham dan tidak mengerti bahwa dasar dan sumber hukum Islam tidak bisa dicampur adukkan dengan dasar dan sumber hukum yang mengacu kepada yang bukan Islam. Atau dengan kata lain sistem perundang-undangan Islam tidak bisa dicampur adukkan dalam pengangkatan, pelaksanaan, penerapannya dengan sistem perundang-undangan non Islam seperti sistem thaghut pancasila yang sekuler ini.

Contohnya itu sistem pencampuradukkan dasar hukum Islam dengan sistem perundang-undangan sistem thaghut pancasila adalah seperti yang tertuang dalam UU No.18 Tahun 2001 tentang otonomi khusus bagi provinsi daerah istimewa Aceh sebagai provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang disyahkan pada tanggal 9 Agustus 2001 oleh Presiden Megawati dan diundangkan diundangkan pada tanggal 9 Agustus 2001 oleh Sekretaris Negara Muhammad M. Basyuni.

Jelas, itu dasar hukum UU No.18/2001 adalah dasar hukum gombal yang salah kaprah dan menyesatkan. Jadi dasar hukum model demikian yang dimaui oleh saudara Zikry, dan itulah dasar hukum sesat dan mencelakan ummat Islam di Negeri Acheh sekarang ini.

Terakhir mengenai apa yang diingatkan oleh saudara Zikry: "Namun saya ingin mengingatkan lagi, perpecahan itu akan membuat kita rapuh, tidak berpecah saja sudah rapuh apalagi kalau berpecah belah. Yah tapi saya tahu, anda-anda sekalian memiliki keyakinan tersendiri akan apa yang anda perjuangkan, dan saya menghormati keyakinan anda-anda sekalian, dan saya juga kagum akan keteguhan anda-anda sekalian."

Nah disini, masalahnya adalah karena itu yang dinamakan dengan negara RI yang ada sekarang ini adalah merupakan hasil dari penelanan, pencaplokan, pendudukan, yang dibuat oleh Soekarno dengan RIS-nya melalui pembentukan dan pengesyahan dasar hukum gombal Undang-Undang Darurat No 11 tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS yang dikeluarkan pada tanggal 8 Maret 1950.

Jadi sebenarnya, bagaimana bisa disebut negara RI itu kuat dan satu, kalau asalnya memang dari hasil penelanan melalui cara penipuan terselebung memakai UU Darurat No.11/1950.

Yang tentu saja akhirnya lambat atau cepat itu Negara-Negara dan Daerah-Daerah yang ditelan RI Soekarno atau RI Asaat yang sebelumnya merupakan Negara dan Daerah Bagian RIS akan keluar dan menggeliat dari dekapan dan ikatan tali gombal pancasila hasil olahan Soekarno dengan Negara RI-nya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

From: "Zikry Z" <zikry@cbn.net.id>
To: <ahmad@dataphone.se>
Subject: Terima Kasih Tanggapannya
Date: Thu, 6 Jan 2005 07:39:38 +0700

Assalamu'alaikum wr. wb.

Terima kasih banyak atas tanggapan saudara Ahmad Sudirman. Dalam email yang kemarin, anda menyatakan anda juga orang Sunda, namun kenapa anda memperjuangkan bangsa yang bukan bangsa anda sendiri ?.

Kenapa hanya Aceh yang anda perjuangkan ? Kenapa Pasundan tidak anda perjuangkan ? Maluku, Papua, dan semua yang seideologi dengan anda. Bahkan kalau perlu seluruh Indonesia anda bebaskan.

Dengan turut membebaskan daerah-daerah yang dulunya 'dicaplok RI' (mengambil istilah anda), bukankah itu akan menjadi justifikasi terhadap perjuangan anda, bahwa anda memang memperjuangkan daerah-daerah yang telah ditipu Sukarno.

Satu lagi, saya merasa aneh, mengapa anda sampai bisa terseret dalam memperjuangkan pergerakan ini ? Bisa diceritakan sejarahnya, sampai anda bisa bergabung dengan GAM ?

Yang saya tau dan saya lihat dan alami, zaman sekarang ini 'urang Sunda' mah sangat kooperatif dengan pemerintah. Kan bisa saja, secara konstitusi memang sekuler namun pelaksanaan di tingkat individu masyarakatnya sangat Islami. Apalagi ditambah dengan otonomi daerah, tiap daerah bikin saja perda tentang syariat Islam.

Mungkin anda-anda semua sudah muak yah dengan solusi-solusi seperti ini, yang dengan istilah anda solusi gombal, tidak akan berhasil, karena pemerintah juga belum tentu konsisten, mengingat pengalaman-pengalaman yang telah lalu.

Namun saya ingin mengingatkan lagi, perpecahan itu akan membuat kita rapuh, tidak berpecah saja sudah rapuh apalagi kalau berpecah belah. Yah tapi saya tahu, anda-anda sekalian memiliki keyakinan tersendiri akan apa yang anda perjuangkan, dan saya menghormati keyakinan anda-anda sekalian, dan saya juga kagum akan keteguhan anda-anda sekalian.

Dan mengenai jawaban saudara yang kemarin, bahwa otak saya teracuni 'Sukarno', mungkin anda benar. Sehingga saya berinisiatif untuk akan lebih banyak lagi membaca buku dari berbagai sudut pandang dan berusaha mencari 'kebenaran', setidaknya untuk diri saya sendiri. Terima kasih atas tanggapan-tanggapannya.

Sekali lagi saya mohon maaf bila ada pernyataan-pernyataan yang sangat dangkal dari diri saya, dan terima kasih.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Zikry Z.

zikry@cbn.net.id
Jakarta, Indonesia

NB : teu sono kitu ka lembur nyalira ? bangsa urang ge aya 42 juta jiwa anu kudu dimerdekakeun tina penyakit 'bodo' jeung 'apatis'. Nuhun sateuacanna.
----------