Stockholm, 8 Januari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SEKILAS MENYOROT KERAJAAN BUDDHA SYAILENDRA DI MATARAM JAWA TENGAH PADA ABAD 7 - 8
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SEDIKIT MENGGALI SEJARAH KERAJAAN BUDDHA SYAILENDRA DI MATARAM JAWA TENGAH PADA ABAD 7 - 8

"Assalammualaikum sdr Ahmad, Saya ingin tahu lebih banyak tentang kerajaan Syailendra, tetapi info yang saya dapat via google sangatlah sedikit. Dapatkah kiranya saudara memberikan link untuk mendapat data yang lebih lengkap? Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih. Wassalam" (Huisman, j.huisman3@chello.nl , Fri, 7 Jan 2005 21:01:58 +0100)

Baiklah saudara Huisman di Amsterdam, Belanda.

Memang kalau kembali membuka tabir sejarah yang ada di permukaan bumi dibelahan bumi bagian Asia Tenggara ini, jauh kealam abad ke 7 - 8, maka akan ditemukan Kerajaan Buddha Mataram yang terletak di wilayah Jawa Tengah sekarang ini.

Dimana yang menguasai Kerajaan Mataram ini adalah dua Dinasty yang satu sama lainnya saling berebut kekuasaan, yaitu Dinasty Sanjaya, dan Dinasty Syailendra.

Menurut prasasti Canggal yang ditulis dalam bahasa Sanskerta dan beraksara Pallawa pada tahun 732 M dinyatakan, bahwa bumi Jawa yang kaya hasil bumi, emas, dan tempat suci yang diperintah oleh seorang yang baik dan gagah perkasa bernama Sanna. Dimana Sanna digantikan oleh kemenakannya, Sanjaya, putra Sannaha. Mereka ini beragama hindu-syiwa. Sanjaya inilah yang dianggap pendiri Dinasty.

Sedangkan menurut prasasti Balitung yang ditulis pada tahun 907 M dinyatakan daftar nama-nama raja yang berkuasa di Mataram yang dimulai dengan nama Sanjaya sampai kepada Balitung. Ada sembilan Raja yang berkuasa di Mataram, yakni 1. Sri Maharaja Rakai Sanjaya, 2.Sri Maharaja Rakai Panamkarana, 3.Sri Maharaja Rakai Panunggalan, 4. Sri Maharaja Rakai Warak, 5. Sri Maharaja Rakai Garung, 6. Sri Maharaja Rakai Pikatan, 7. Sri Maharaja Rakai Kayuwangi, 8. Sri Maharaja Rakai Watuhumalang, 9.Sri Maharaja Rakai Watyu Kurah Dyah Balitung.

Ternyata setelah Sanjaya meninggal, yang merupakan pendiri Dinasty Sanjaya, digeser oleh Dinasty Syailendra.

Nama Syailendra ini berasal dari kata syaila yang berarti gunung, indra berarti raja. Jadi raja dari gunung.

Dimana raja-raja Syailendra ini berasal dari daerah pegunungan kemudian memperluas wilayahnya ke daerah pesisir, sesuai dengan perkembangan perdagangan waktu itu. Dimana daerah pesisir merupakan daerah tempat perdagangan.

Disini kelihatan, setelah Dinasty Syailendra ini kuat, mampu melumpuhkan Kerajaan Dinasty Sanjaya. Dimana terbukti sebagaimana tertulis dalam prasasti Kalasan, yang menuliskan, bahwa Raja Dinasty Syailendra menyuruh Panamkarana mendirikan bangunan suci untuk Dewa Tara yaitu candi Kalasan dan biara bagi pendeta-pendeta Buddha.

Setelah Dinasty Syailendra berkuasa di Mataram, maka Raja Indra mengeluarkan prasasti Kelurak pada tahun 782 M yang isinya menyatakan, bahwa pembangunan sebuah arca atau patung Manjusri yang mengandung Buddha, Dharma dan Sangga.

Setelah Raja Indra meninggal digantikan oleh Samaratungga yang berkuasa dari tahun 812 M sampai tahun 840 M. Samaratungga menikah dengan putri Raja Dharmasetu dari Sriwijaya. Dari perkawinan ini melahirkan puteri Pramodhawardhani dan Balaputra Dewa.

Dimasa kekuasaan Samaratungga inilah Dinasty Syailendra mencapai puncak kejayaan dalam agama, kebudayaan, dan ekonomi. Terbukti dengan banyaknya hasil peninggalan sejarah yang ada sampai sekarang, seperti Candi Borobudur, candi Mendut, candi Pawon, candi Sewu. Ketika Pramodhawardhani berkuasa, ia mendirikan candi Plaosan dan Sajiwan.

Menjelang akhir kekuasaan raja Samaratungga sudah kelihatan gejala-gejala mulai bangkitnya keturunan dari Dinasti Sanjaya, yaitu Pikatan. Dimana Pikatan ini berhasil bangkit kembali melalui taktik menikah dengan Pramodhawardhani.

Ketika raja Samaratungga meninggal, maka Pikatan merasa punya hak untuk berkuasa di Mataram lagi, apalagi setelah istrinya Pramodhawardhani menjadi Ratu Dinasty Syailendra.

Keadaan ini memberikan kesempatan kepada Pikatan untuk memperkuat diri dari saingannya, yaitu iparnya, Balaputra Dewa yang ingin berkuasa di Mataram juga.

Dimana persaingan antara Balaputra Dewa dengan Pikatan menimbulkan perang saudara. Pikatan menyerang Balaputra Dewa di daerah Ratu Baka pada tahun 856 M. Dari akibat serangan Pikatan ini, pasukan Balaputra Dewa dapat dikalahkan, tetapi Balaputra Dewa berhasil meloloskan diri dan melarikan diri ke Sriwijaya tempat asal daerah Ibunya. Di Sriwijaya Balaputra Dewa diterima dan bahkan diangkat menjadi raja Sriwijaya. Dasar alasan pengangkatan Balaputra Dewa jadi raja Sriwijaya adalah karena Ibunya Balaputra Dewa berasal dari Sriwijaya, yakni putrinya Raja Dharmasetu.

Setelah Balaputra Dewa lari dari Mataram menuju Sriwijaya, dan menjadi Raja di Sriwijaya. Kembali Pikatan berkuasa di Mataram membangun kembali Kerajaan yang beragama Hindu-Syiwa, meneruskan kembali Dinasty Sanjaya, tetapi tidak melarang rakyat di Mataram untuk beragama Buddha, sebagaimana yang dianut oleh raja-raja dari Dinasty Syailendra.

Jadi, dengan kembalinya keturunan Dinasty Sanjaya, Pikatan berkuasa di Mataram, akhirnya Dinasty Syailendra punah dari bumi Mataram. Yang tinggal Balaputra Dewa yang menjadi Raja di Sriwijaya pada tahun 860 M yang berpusat di Palembang sekarang.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

From: "huisman" j.huisman3@chello.nl
To: ahmad@dataphone.se
Subject: kerajaan syailendra
Date: Fri, 7 Jan 2005 21:01:58 +0100

Assalammualaikum sdr Ahmad,

Saya ingin tahu lebih banyak tentang kerajaan Syailendra, tetapi info yang saya dapat via google sangatlah sedikit. Dapatkah kiranya saudara memberikan link untuk mendapat data yang lebih lengkap?
Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih.

Wassalam

Huisman

j.huisman3@chello.nl>
Amsterdam, Belanda
----------