Stockholm, 14 Januari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ARDIANSYAH ITU KARENA OTAK SUDAH TERACUNI SOEKARNO & YUDHOYONO AKHIRNYA MATA BUTA MELIHAT ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SUDAH JELAS ITU KELIHATAN KARENA OTAK SUDAH TERACUNI SOEKARNO & SUSILO BAMBANG YUDHOYONO AKHIRNYA MATA BUTA MELIHAT ACHEH

"Saudara Ahmad yang jauh di Swedia sana. Menanggapi tulisan tulisan anda memang terlihat ada benarnya, namun disini ternyata setelah dikaji tulisan - tulisan tsb hanyalah barisan kata - kata tanpa makna. Perlu saudara ketahui, kalau yg tidak senang & menentang pemerintahan RI bukan hanya saudara - saudara dari Acheh saja, yang ingin berdirinya syariat Islam bukan GAM saja, tapi banyak dari saudara Muslim yang menginginkan hal itu. Pertanyaan saya, kenapa melihat kenyataan tersebut pihak GAM tidak menyatukan semua kehendak akan berdirinya Syariat Islam, malah menonjolkan ke Acheh - an saja. Hal ini akan semakin membuat RI didukung oleh pihak Internassional. Kalau mau berjuang, berjuanglah untuk saudara Muslim kita diseluruh Indonesia yg lebih pantas disebut Hindunesia. Kalau tujuannya demikian, saya yakin akan banyak pendukung saudara, mari kita buang rasa kedaerahan dan kita bangun Ukhwah Islamiyah, sudah saatnya Anda dan kawan - kawan kembali ke Hindunesia dengan memanfaatkan amnesti yang dijanjikan si - Yudhoyono. Apa GAM tidak punya cita - cita seperti itu ? berjuanglah dengan sembunyi - sembunyi sampai seluruh kekuatan kita terkumpul." (Muhammad Ardiansyah , Muhammad.Ardiansyah@hm.com ,Fri, 14 Jan 2005 13:15:39 +0700)

Baiklah saudara Muhammad Ardiansyah di Indonesia.

Memang kalau saudara Ardiansyah mengkaji tulisan-tulisan Ahmad Sudirman dengan hati tertutup dan pikiran yang sempit, maka jelas, ketika saudara membaca dan menkaji tulisan-tulisan Ahmad Sudirman, yang tergambar hanyalah bayangan NKRI hasil penipuan licik Soekarno dengan buntelan Negeri Acheh yang telah dimasukkan kedalam perut RI Assat yang merupakan Negara bagian RIS yang menjelma menjadi NKRI dan tidak lama kemudian menjelma menjadi RI seperti sekarang dengan ramuan pancasilanya hasil kocokan Soekarno yang dibantu oleh Panitia Sembilan.

Nah, kalau saudara membaca apa yang Ahmad Sudirman sodorkan diatas, jelas saudara Ardiansyah akan pusing tujuh keliling, karena memang otak saudara Ardiansyah sudah penuh diisi oleh racun sejarah mematikan tentang Negeri Acheh yang dibuat oleh Soekarno.

Walaupun saudara Ardiansyah mengaku punya kakek pejuang Acheh pada tahun 1940-an, dan darah telah bercampur dengan darah orang Jawa, sedangkan ayah dan ibu saudara berasal dari Padangsidempuan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, tetapi karena saudara Ardiansyah tidak memahami dan tidak mengerti bahwa itu yang namanya Soekarno telah menipu mentah-mentah seluruh rakyat Acheh dan seluruh rakyat di RI dengan taktik dan akal bulus penyulapan Negeri Acheh masuk kedalam mulut Sumatera Utara, tempat daerah ayah dan ibu saudara berasal, maka ketika membaca tulisan-tulisan Ahmad Sudirman tentang Acheh jadi ngaco dan salah kaprah.

Itu rakyat Acheh sampai detik sekarang ini sedang berjuang untuk membebaskan negerinya dari tindakan pendudukan dan penjajahan RI. Perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila, tidak sama dengan orang-orang di RI yang tidak memiliki visi dan misi tentang negeri Acheh hubungannya dengan RI.

Perjuangan rakyat Acheh membebaskan negeri, agama, harta yang telah dirampas, dijarah, diduduki, dan dijajah RI. Sedangkan orang-orang di RI, mereka hanya meneriakkan syariat Islam di RI, untuk diterapkan di RI, melalui jalur legislatif, yaitu melalui perjuangan di dalam ruang sidang MPR dan DPR.

Jadi, kelihatan sangat berbeda. Itu perjuangan menegakkan syariat Islam di RI melalui jalur legislatif adalah tidak dicontohkan Rasulullah saw. Dan itu sudah pasti jalan yang ditempuh orang-orang itu salah kaprah, sesat dan ngaco.

Lain seperti yang diperjuangkan oleh NII SM Imam Kartoseowirjo yang masih wujud secara de-jure sampai detik sekarang ini. NII memang satu bentuk pemerintahan dan negara, walaupun wilayah de-facto negara-nya sedang diduduki dan dijajah pihak RI.

Memang ada juga kelompok-kelompok yang mengatasnamakan NII dalam perjuangannya sekarang ini di Negara RI. Hanya jelas, dengan mudah dapat dibedakan mana itu kelompok yang mengatasnamakan NII Imam SM Kartosoewirjo, dan mana kelompok yang memang benar meneruskan perjuangan NII yang diproklamasikan oleh Imam SM Kartosoewirjo 7 Agustus 1949.

Nah sekarang, kalau itu orang-orang yang meneriakkan tegakkan syariat Islam di RI melalui lembaga MPR dan DPR, tetapi otak mereka masih teracuni racun Soekarno yang telah menduduki dan menjajah Negeri Acheh, maka sudah jelas dan pasti, itu orang-orang tersebut akan menganggap pada rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara panacasila sebagai pemberontak atau separatis.

Lihat saja buktinya, itu sebagian besar rakyat di RI, menganggap perjuangan yang dijalankan oleh rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara panacasila adalah perjuangan pemberontakan.

Jelas itu pandangan timbul dari rakyat karena memang rakyat itu telah dicekoki dan dijejali dengan cerita dan sejarah gombal alias kosong tentang Negeri Acheh. Itu pihak RI mempropagandakan bahwa Negeri Acheh adalah bagian dan milik mbah Soekarno. Karena itu mbh Soekarno yang memasukkan Negeri Acheh secara ilegal kedalam mulut Sumatera Utara tempat ayah dan ibu saudara Ardiansyah berasal melalui dasar hukum gombal PP RIS No.21/1950 dan PERPPU No.5/1950.

Justru yang harus disadari oleh rakyat di RI sekarang tentang Negeri Acheh ini adalah bahwa apa yang ditulis dalam sejarah Acheh hubungannya dengan RI yang ada sekarang dan dipelajari disekolah-sekolah dan di universitas itu sebagian besar adalah salah kaprah dan ngaco.

Karena itulah Ahmad Sudirman meluruskan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan sejarah RI hubungannya dengan Acheh.

Karena kalau tidak diluruskan, itu rakyat di RI akan terus saja ditipu dengan racun gombal sejarah yang dibuat oleh Soekarno dan para penerusnya tentang Negeri Acheh ini, sehingga itu rakyat di RI menjadi buta dan beku kalau mendengar dan membaca tentang Negeri Acheh dan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila.

Contohnya saudara Ardiansyah sendiri, yang walaupun kakeknya pejuang Acheh, tetapi karena otak saudara Ardiansyah sudah dipenuhi racun mematikan sejarah gombal Soekarno tentang Acheh, maka jelas, akan sulit untuk melihat dan membaca tentang sejarah Acheh yang benar dihubungkan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan negara RI.

Karena itu wajar kalau rakyat di RI yang berteriak-teriak menegakkan syariat Islam di Negara kafir RI, tetapi buta tentang sejarah Negeri Acheh, maka itu rakyat RI yang berteriak syariat Islam, justru menentang kepada perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila.

Seharusnya itu rakyat di RI mendukung perjuangan pembebasan negeri Acheh yang dijajah RI, setelah itu membangun Acheh. Setelah Acheh berdiri, baru kuasai itu RI. Nah, cara itulah yang dicontohkan Rasulullah saw.

Tetapi sekarang yang dilakukan oleh rakyat di RI adalah salah kaprah. Mana itu dicontohkan Rasulullah saw membangun dan menegakkan syariat Islam di Negara kafir Mekkah. Itu Negara Mekkah jatuh, setelah Negara Madinah berdiri. Jadi sekarang, tinggal memilih, apakah rakyat di RI akan mengikuti jalan yang salah kaprah, ataukah ingin mengikuti jalan Rasulullah saw ketika menegakkan syariat Islam. Itu kalian sendiri yang menjawabnya. Ahmad Sudirman hanya memberikan jalan keluar dan pemecahannya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 14 Jan 2005 13:15:39 +0700
From: Muhammad.Ardiansyah@hm.com
To: ahmad@dataphone.se
Subject: RE: Assalamu'alikum

Assalamu'alaikum,

Saudara Ahmad yang jauh di Swedia sana.

Menanggapi tulisan tulisan anda memang terlihat ada benarnya, namun disini ternyata setelah dikaji tulisan - tulisan tsb hanyalah barisan kata - kata tanpa makna.

Perlu saudara ketahui, kalau yg tidak senang & menentang pemerintahan RI bukan hanya saudara - saudara dari Acheh saja, yang ingin berdirinya syariat Islam bukan GAM saja, tapi banyak dari saudara Muslim yang menginginkan hal itu.

Pertanyaan saya, kenapa melihat kenyataan tersebut pihak GAM tidak menyatukan semua kehendak akan berdirinya Syariat Islam, malah menonjolkan ke Acheh - an saja.

Hal ini akan semakin membuat RI didukung oleh pihak Internassional. Kalau mau berjuang, berjuanglah untuk saudara Muslim kita diseluruh Indonesia yg lebih pantas disebut Hindunesia. Kalau tujuannya demikian, saya yakin akan banyak pendukung saudara, mari kita buang rasa kedaerahan dan kita bangun Ukhwah Islamiyah, sudah saatnya Anda dan kawan - kawan kembali ke Hindunesia dengan memanfaatkan amnesti yang dijanjikan si - Yudhoyono.

Apa GAM tidak punya cita - cita seperti itu ? berjuanglah dengan sembunyi - sembunyi sampai seluruh kekuatan kita terkumpul.

Hanya kepada Allah lah kita memohon petunjuk.

Wassalam

Ardiansyah

Muhammad.Ardiansyah@hm.com
Indonesia.
----------