Stockholm, 17 Januari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SDR ARDIANSYAH ITU AMNESTI ADALAH RACUN YUDHOYONO YANG BERISIKAN UU NO.18/2001
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KALAU MATA BUTA MANA BISA MELIHAT APA YANG TERKANDUNG DALAM ISI AMNESTI YANG DILAMBUNGKAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

"Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih atas balasan dari saudara Ahmad Sudirman, kalau dikatakan buta, memang kami yg baru dalam mempelajari masalah Agama, Sejarah & Hukum, memang perlu pandangan yang lebih jernih mengenai hal itu, mohon maaf kalau pandangan saya selama ini salah tentang Acheh. Kami yang hidup dialam hindunesia yang kental ini memang terus dipaksakan menerima doktrin - doktin Pancasila serta sejarah RI yang sarat dengan Politik dan tipu daya, tapi apa daya, kalau kami tidak bisa menerima, bisa dikatakan penghianat, pemberontak atau lebih sadis lagi kami bisa - bisa disebut Komunis !" (Muhammad Ardiansyah , Muhammad.Ardiansyah@hm.com , Mon, 17 januari 2005 11:48:08)

Baiklah saudara Muhammad Ardiansyah di Indonesia.

Setelah membaca tanggapan saudara Ardiansyah, Ahmad Sudirman melihat sudah ada kemajuan yang mengarah kepada jurusan yang benar tentang masalah jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Negara RI hubungannya dengan Negeri Acheh.

Nah disini, saudara Ardiansyah tidak perlu kecil hati, kalau itu pihak Susilo Bambang Yudhoyono dengan TNI/Polri-nya akan menyudutkan dan memojokkan dengan sebutan "penghianat, pemberontak atau Komunis".

Itu istilah penghianat dan pemberontak yang dilambungkan oleh pihak Susilo Bambang Yudhoyono, karena memang mereka itu hanyalah membeo dan mengikuti apa yang dipropagandakan oleh Soekarno dengan jalur sejarah RI-nya yang penuh dengan kegombalan dan kebohongan yang dihubungkan dengan Negeri Acheh.

Kemudian itu kalau juga disudutkan dengan sebutan komunis, jangan khawatir. Itu komunis sudah hampir punah. Mana ada lagi yang namanya komunis sebagai suatu wadah perjuangan, yang ada hanyalah sebagai ideologi yang tertuang dalam buku-buku yang masih bisa dipelajari di Universitas-universitas sebagai kajian ilmiah saja. Sedangkan dalam bentuk prakteknya sudah hampir lenyap, contohnya seperti di China dan Rusia. Paling masih hidup di Kuba. Itupun selama Fidel Castro masih hidup. Jadi soal sebutan atau kutukan sebagai komunis yang dilambungkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono dan TNI/Polri-nya, itu hanyalah sebagai alat gombal untuk menakut-nakuti saja. Komunis sebagai gerakan tidak perlu ditakuti lagi. Yang justru kejam dan membuat kerusakan di bumi RI adalah itu gerakan dan sepak terjang TNI/Polri yang terselubung membela RI, padahal sebenarnya sebagai alat untuk mengekang dan mencengkram wilayah-wilayah yang disantap Soekarno untuk tetap berada dalam kurungan sangkar RI.

Kemudian itu kalau saudara Ardiansyah menyatakan: "Ambil Amnesti yg ditawarkan si Yudhoyono agar kita bisa berkumpul kembali, semakin hari semakin kuat Penjajah RI mencengkram negri Acheh."

Untuk berkumpul tidak perlu memakan umpan racun amnesti Susilo Bambang Yudhoyono. Banyak jalan untuk berkumpul. Masalahnya, kalau itu pihak rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila menyantok dan melahap racun amnesti yang dilambungkan Susilo Bambang Yudhoyono, itu sama saja dengan menelan sistem thaghut pancasila dengan gumpalan-gumpalan gombal jaringan UU No.18/2001-nya.

Yang terbaik adalah dalam suasana perang modern ini adalah bagaimana untuk mendobrak dan membuka jaringan-jaringan gombal yang dilambungkan pihak Susilo Bambang Yudhoyono dengan TNI/Polri-nya agar rakyat di Acheh khususnya menyadari bahwa yang menjadi penyebab hancurnya negeri Acheh dan rakyat Acheh termasuk para pendatang yang datang dari luar Acheh adalah akibat dari kelakuan sesat dan seenak udel pihak Penguasa di Pusat yang didukung oleh pihak anggota Legislatif seperti DPR dan MPR yang telah membuat dasar dan sumber hukum gombal yang mencatut dengan memakai merk Islam untuk diberikan dan disuapkan ke mulut-mulut rakyat muslim Acheh. Contohnya UU No.18/2001.

Nah, coba saja tanyakan berapa banyak rakyat di Acheh dan juga di RI yang menyadari bahwa itu dasar dan sumber hukum UU No.18/2001 adalah dasar dan sumber hukum gombal yang isinya penuh kesesatan dan merupakan penyebab timbulnya murka Allah SWT di wilayah Negeri Acheh.

Nah disinilah, yang harus ditampilkan dan dikemukakan dalam perang modern ini. Itu perang modern memang yang ditakuti oleh KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu.

Itu KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu gemetar kalau mendengar nama perang modern dibangkit-bangkit.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

From: Muhammad.Ardiansyah@hm.com
Date: 17 januari 2005 11:48:08
To: ahmad_sudirman@hotmail.com
Subject: RE: ARDIANSYAH ITU KARENA OTAK SUDAH TERACUNI SOEKARNO & YUDHOYONO AKHIRNYA MATA....

Assalamu'alaikum,

Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih atas balasan dari saudara Ahmad Sudirman, kalau dikatakan buta, memang kami yg baru dalam mempelajari masalah Agama, Sejarah & Hukum, memang perlu pandangan yang lebih jernih mengenai hal itu, mohon maaf kalau pandangan saya selama ini salah tentang Acheh.

Kami yang hidup dialam hindunesia yang kental ini memang terus dipaksakan menerima doktrin - doktin Pancasila serta sejarah RI yang sarat dengan Politik dan tipu daya, tapi apa daya, kalau kami tidak bisa menerima, bisa dikatakan penghianat, pemberontak atau lebih sadis lagi kami bisa - bisa disebut Komunis !

Tapi mata kami tidak bisa dibutakan, saat kami melihat dengan mudahnya suatu Undang - Undang dibuat kemudian diganti, seolah - olah negeri ini memang sudah milik para politikus & konglomerat, lihat saja praktek suap menyuap, mulai dari membuat Surat izin mengemudi sampai masuk menjadi tentara atau polisi.

Melihat krisis moral yang dikatakan orang kalo hindunesia tengah mengalami krisis multi dimensi seharusnya menjadikan hal yang mudah bagi kita yang menginginkan tegaknya syariat Islam berdiri di bumi pertiwi dan pencapaian kemerdekaan bagi rakyat Acheh.

Saya setuju dengan pendapat Ahmad sudirman "Seharusnya itu rakyat di RI mendukung perjuangan pembebasan negeri Acheh yang dijajah RI, setelah itu membangun Acheh. Setelah Acheh berdiri, baru kuasai itu RI. Nah, cara itulah yang dicontohkan Rasulullah saw"

Sekali lagi, terima kasih atas pencerahan yang saudara berikan, Semoga Allah mentakdirkan suatu saat rakyat Acheh mendapat kemerdekaannya..teruslah berjuang, hindarkan pertumpahan darah !!

Saran saya buat perjuangan rakyat Acheh, bersikaplah seolah - olah perlawanan telah reda, tapi terus jaga negri Acheh dari masuknya orang - orang kafir di semua sektor (terutama orang cina keturunan !), lindungi rakyat Acheh dari dalam, Setelah seluruh kekuatan kita terkumpul, bukan mustahil serdadu RI yg berasal dari Acheh akan membuat suatu gerakan yg membebaskan negeri Acheh dari penjajahan RI, saya yakin, saat itu akan tiba, seperti saatnya Hindunesia memproklamasikan diri setelah Jepang di Bom Atom oleh Amerika. Ambil Amnesti yg ditawarkan si Yudhoyono agar kita bisa berkumpul kembali, semakin hari semakin kuat Penjajah RI mencengkram negri Acheh.

Hanya kepada Allah lah kita mohon petunjuk .. Ya Allah selamatkanlah ummat Islam dan Bangsa Acheh........Amiin..

Wassalam

Ardiansyah

Muhammad.Ardiansyah@hm.com
Indonesia.
----------