Stockholm, 18 Januari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

HEDIYANTO JALANKAN STRATEGI SEJALAN DENGAN STRATEGI YUDHOYONO
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KARENA BAMBANG HEDIYANTO KACUNGNYA SUSILO BAMBANG YUDHOYONO, MAKA STRATEGI HEDIYANTO SEJAJAR STRATEGI YUDHOYONO, BERTOLAK BELAKANG DENGAN STRATEGI RASULULLAH SAW

"Apa yang disebut sesat bukan semata - mata kita melihat Dikotomi tentang sebuah permasalahan dari sudut / kaca mata yang berbeda, sehingga dengan mudahnya saudara Ahmad Sudirman maupun Abu Kania membuat justifikasi yang terkesan terbungkus oleh kebenaran yang mutlak dengan dalil-dalil Dogma yang picik (maaf) dan justru cenderung menyesatkan secara lebih nyata, yaitu pada orientasi Manfaat atau tidak Manfaat (mudharat) pada akhirnya (hasil), sehingga layak disebut sesat atau sebaliknya. Coba pakai logika anda, sebuah sistem (DIN) itu merupakan rangkaian object-object yang saling bersinergi dimana satu dengan yang lainnya itu saling berkaitan (tidak dapat dipisahkan) untuk menghasilkan sebuah formula yang paripurna. Islam adalah sebuah DIN yang diciptakan oleh Allah dengan aturan Al-Quran untuk manusia di muka bumi. Kalo kita perjelas adalah bahwa Allah menciptakan : Al-Quran (sebagai hukum) - Tauhid Rububiyah. Bumi (sebagai tempat) - Tauhid Mulkiyah. Manusia (sebagai pelaku / umat) - Tauhid uluhiyah" (Bambang Hediyanto, heda1912@yahoo.com , Mon, 17 Jan 2005 05:35:53 -0800 (PST))

Baiklah saudara Bambang Hediyanto atau Hedaya di Jakarta, Indonesia.

Membaca apa yang dikemukakan oleh saudara Hediyanto diatas, memang kelihatan dengan jelas bahwa itu Hediyanto memang tidak memahami dan tidak mengetahui apa yang dinamakan dengan tauhid itu dan bagaimana hubungannya antara tauhid dengan Allah SWT.

Jelas, itu tauhid adalah suatu kepercayaan atau aqidah tentang ke Esa-an Allah. Tauhid mendasari keyakinan hamba, kaum muslimin kepada Allah SWT. Tauhid mengarah kepada kepercayaan pada Allah SWT, bukan percaya pada ciptaan-Nya, bukan percaya pada hamba-Nya.

Dengan adanya keyakinan dan pengakuan bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Dzat yang berhak disembah yang selanjutnya direalisasikan dalam bentuk ibadah, penyembahan, pengharapan, dan dalam doa, sebagai puncak rasa cinta dan keta'atan kepada Allah SWT, itulah yang dinamakan dengan Tauhid Uluhiyah.

Coba bandingkan dengan apa yang dikemukakan oleh Hediyanto diatas bahwa "Manusia (sebagai pelaku / umat) - Tauhid uluhiyah"

Itu kelihatan Hediyanto memang salah kaprah dan ngaco serta sesat memahami Tauhid Uluhiyah itu sendiri. Hediyanto menfasirkan menurut otak udangnya itu Tauhid Uluhiyah adalah merupakan bentuk manusia atau umat sebagai pelaku.

Jelas dari apa yang dikemukakan Hediyanto diatas tentang Tauhid Uluhiyah sudah kelihatan itu Hediyanto memang mengada-ada dan mencoba mengutak-atik menurut pikirannya yang kerdil dan salah kaprah dan menurut apa yang diajarkan oleh para pimpinannya.

Adapun adanya keyakinan dan pengakuan bahwa Allah SWT adalah satu-satunya yang menciptakan seluruh ciptaan ini dengan sendiri, dan adanya keyakinan dan pengakuan bahwa Allah SWT yang mengatur semua ciptaan ini, yang memiliki alam semesta, yang menghidupkan seluruh kehidupan dan yang mematikan seluruh kematian, maka itulah yang merupakan Tauhid Rububiyah.

Sekarang bandingkan dengan apa yang didefinisikan oleh Hediyanto tentang Tauhid Rububiyah ini. Dimana Hediyanto menuliskan: "Al-Quran (sebagai hukum) - Tauhid Rububiyah"

Begitu juga bandingkan dengan apa yang didefinisikan oleh Hediyanto tentang Tauhid Mulkiyah. Dimana Hediyanto menyatakan: "Bumi (sebagai tempat) - Tauhid Mulkiyah".

Jelas disini Hediyanto memfokuskan kepada ciptaan Allah SWT, yaitu Al-Qur'an dan bumi sebagai subjek.

Padahal yang dimaksud dengan Tauhid Rububiyah ini adalah adanya keyakinan dan kepercayaan bahwa Allah SWT yang menciptakan seluruh ciptaan ini dengan sendiri, termasuk ciptaan-Nya Al-Quran dan bumi.

Jadi, yang ditekankan dan difokuskan bukan Al-Quran dan bumi-nya (karena Al Quran dan bumi sebagai objek), melainkan Allah SWT yang menciptakan dan menurunkan Al Quran sebagai petunjuk bagi umat manusia di dunia dan sebagai alat untuk membedakan mana jalan yang sesat dan mana jalan yang lurus yang diridhai Allah SWT, dan yang telah menciptakan bumi dengan segala isinya.

Yang paling ngaco lagi itu Hediyanto menghubungkan Tauhid Rububiyah dan Tauhid Uluhiyah dengan teori pembagian kekuasaan yang dibuat oleh Montesquieu. Dimana Montesquieu membagi kekuasaan menjadi tiga bagian, yaitu kekuasaan Legislatif yaitu pembuat undang-undang. Kekuasaan Eksekutif yaitu yang mengesyahkan dan melaksanakan undang-undang. Dan kekuasaan Yudikatif yaitu badan yang menerapkan peradilan dan perundang-undangan.

Padahal kalau memang itu yang namanya Hediyanto adalah orang yang mengerti dan memahami tentang Daulah Islamiyah yang dibangun Rasulullah saw di Yatrsib, maka sudah jelas itu kelihatan dalam membangun dan menegakkan Daulah Islamiyah itu Rasulullah saw telah memenuhi syarat berdirinya satu Daulah, yaitu karena sudah adanya wilayah, yaitu di Yatrsib yang bebas dari pengaruh kekuasaan kaum Quraisy Mekkah. Adanya rakyat, yaitu kaum Muhajirin yang datang dari Mekkah dan kaum Anshor yaitu kaum yang sudah ada di Yatsrib, ditambah dengan kaum Yahudi yang ada di Yatsrib. Dan telah dibangun dan dibentuknya Undang Undang Madinah sebagai Konstitusi atau Undang Undang Dasar Daulah Islamiyah, dan adanya pemimpin yang memimpin pemerintahan Daulah Islamiyah yaitu Rasulullah saw sendiri yang dibantu oleh para sahabatnya, serta adanya dasar dan sumber hukum Daulah Islamiyah yang mengacu kepada Islam.

Itulah, kalau memang kalian Hediyanto memahami mengenai syara-syarat berdirinya Daulah. Dan itu bukan merupakan Tauhid. Tetapi merupakan sunnah Rasulullah saw dalam hal membangun Daulah Islamiyah yang pertama di Yatrsib yang harus dijadikan sebagai acuan bagi para penerusnya dan para pengikutnya sampai akhir zaman.

Nah sekarang, kalau itu pembangunan dan pembentukan Daulah Islamiyah pertama di Yatsrib dihubungkan dengan Tauhid, maka itu sebagaimana yang telah berkali-kali Ahmad Sudirman ungkapkan dalam tulisan sebelum ini bahwa membangun Daulah Islamiyah dengan menjadikan dasar dan sumber hukum yang mengacu kepada Islam dan mengembalikan semua permasalahan kepada Allah SWT (Al Quran) dan Rasulullah saw (As-Sunnah) adalah merupakan penerapan keyakinan dan kepercayaan kepada Allah SWT dan membenarkan Kerasulan Muhammad saw serta mengikuti apa yang telah dicontohkan Rasulullah saw, dan itulah yang dimasukkan kedalam Tauhid Uluhiyah.

Karena itu sekarang bisa ditaris garis kesimpulan bahwa itu yang namanya Hediyanto memang ngaco dan memang otaknya otak udang dalam melambungkan Tauhid Uluhiyah, Tauhid Rububiyah apalagi dengan mencoba mengada-ada istilah dengan panggilan Tauhid Mulkiyah dengan dihubungkan dengan Negara, dan teori pembagian kekuasaan Montesquieu (Legislatif (DPR/MPR), Eksekutif (Pemerintah), Yudikatif (Mahkamah Agung))

Memang kalian Hediyanto terus saja seperti burung beo yang mengatakan: "Jika tidak ada Tauhid Mulkiyah dapat dipastikan perjuangan mentegakkan Islam itu tidak akan berhasil, mengapa? karena Islam itu lain tidak dan hanya bisa diterapkan dalam sistim ber-negara, di mana Al-Quran itu buku tentang aturan bernegara (berdaulah / ber-kaffah)"

Hediyanto, kalau kalian tetap saja budek tanpa memakai dasar naqli (Nash Al Quran) yang jelas dan benar dan tanpa mempergunakan dalil aqli yaitu dasar yang dicontohkan Rasulullah saw dalam membangun Daulah Islamiyah pertama di Yatsrib, maka memang kalian itu sesat, artinya kalian itu ngawur dan salah kaprah dalam hal memberikan argumentasi dengan memakai istilah Tauhid Mulkiyah untuk dipakai sebagai dasar kepercayaan kepada teritorial dalam hubungannya dengan Daulah Islamiyah. Itu Rasulullah saw tidak pernah mengajarkan Tauhid Mulkiyah dalam membangun Daulah Islamiyah pertama di Yatsrib.

Kalian Hediyanto, apakah kalian itu membangun Daulah Islamiyah menurut otak udang dan menurut seenak udel sendiri atau kalian memang mencontoh dan mengikuti Rasulullah saw ?

Apakah kalian tidak pernah membaca atau memang kalian tidak paham apa yang di Firmankan Allah SW: "Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. (QS An-Nisaa, 4: 80)

Kalau kalian hanya meniru dan contoh kepada orang-orang di Negara kafir RI, bukan mencontoh kepada Rasulullah saw dalam hal membangun Daulah Islamiyah itu, maka jelas kalian itu telah sesat dan telah jauh menyimpang. Apalagi kalau memakai dasar trias politika-nya Montesquieu, dengan mengutak-atik Tauhid yang disalah kaprahkan dan diselewengkan itu.

Kalian Hediyanto memang telah sesat dengan hasil pemikiran kalian dan para pimpinan kalian. Itu bukan Daulah Islamiyah yang mencontoh dan mengacu kepada Daulah Islamiyah yang dibangun Rasulullah saw di Yatsrib yang kalian akan bangun tetapi Negara model Negara kafir RI dengan teori pembagian kekuasaan Montesquieu-nya. Dasar gombal dan budek.

Hediyanto apa yang kalian nyatakan: "Saya Apreciated terhadap perjuangan Orang Aceh untuk menentukan nasibnya sendiri. Jika saja saya tidak memahami wacana Daulah Islamiyah dan bagaimana cara mentegakkannya yaitu dengan cara mengikuti Sunatullah dengan berlapang - lapang dan tidak bersempit - sempit, tentu saya mendukung RI. Hal yang saya sampaikan ini adalah media pembelajaran kepada Saudara2 sekalian bahwa ISLAM tidak cukup hanya dengan wacana - wacana sejengkal yang emosional dan TAQLIQ semata"

Permasalahannya karena memang Bambang Hediyanto tidak memahami dan tidak mengerti bagaimana Rasulullah saw membangun dan menegakkan Daulah Islamiyah pertama di Yatsrib. Kalau kalian Hediyanto dalam membangun Negara Islam, tanpa mengikuti contoh Rasulullah saw, maka kalian akan tersesat. Itu kalau memang kalian tidak buta dan tidak budek, mau menggali, mendalami, menghayati, menyelami sampai keakar-akarnya bagaimana Rasulullah saw membangun Daulah Islamiyah pertama di Yatsrib, maka kalian tidak akan sampai salah kaprah dengan menafsirkan Tauhid yang macam-macam untuk memperkuat jalan dan jalur pemikiran kalian yang budek dan gombal itu.

Siapa yang kalian Hediayanto jadikan contoh dan yang kalian ikuti ketika membangun Negara yang berdasarkan Islam ? Adakah orang yang kalian contoh dan jadikan sebagai acuan ? Kalau kalian hanya mengandalkan jalan pikiran sendiri bersama pimpinan kalian, maka kalian akan benar-benar tersesat jauh dan kalian tidak akan berhasil menegakkan Daulah yang dasar dan sumber hukum Negaranya mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasul-Nya Muhammad saw.

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS An-Nisaa, 4: 59)

Karena memang kalian itu ngaco dan tidak mau belajar kepada apa yang telah dicontohkan Rasulullah saw, itu Negara Mekkah hancur lebur masuk kedalam naungan Daulah Islamiyah pertama di Yatsrib. Sistem thaghut kaum kafir dan musyrik Quraisy Mekkah telah hancur diganti dengan sistem Islam yang dipakai dalam Daulah Islamiyah Rasulullah saw. Begitu juga wilayah kaum kafir dan musyrik Quraisy Mekkah telah menjadi bagian wilayah de-jure dan de-facto Daulah Islamiyah Rasulullah saw. Kemudian kepercayaan kaum kafir dan musyrik Mekkah kepada thaghut telah digantikan dengan kepercayaan dan keyakinan kepada Allah SWT dan membenarkan Muhammad saw sebagai Rasul-Nya dan mengikuti apa yang telah dicontohkannya.

Hediyanto, bagaimana kalian bisa menegakkan sistem Islam, sedangkan kalian tidak mencontoh kepada apa yang dicontohkan Rasulullah saw. Kalian hanya mengada-adakan sendiri. Kalian katakan itu strategi kahfi. Tetapi kenyataannya, itu strategi tidak didasarkan kepada apa yang dicontohkan Rasulullah saw. Kalian hanya mengutak-atik dan mencari-cari untuk disesuaikan dengan keinginan dan cara kalian sendiri. Bagaimana bisa kalian menyusun kekuatan, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah saw. Cara kalian adalah sangat bertentangan dengan apa yang dicontohkan Rasulullah saw. Kalian memutar-balikkan dan mengkorek-korek Tauhid dihubungkan dengan Negara untuk dijadikan alat menipu umat Islam. Sedangkan Negara yang kalian gambarkan tidak sedikitpun mencontoh kepada apa yang telah djalankan dan dilaksanakan oleh Rasulullah saw.

Jelas Hediyanto, selama kalian hanya mengikuti jalur otak udang sendiri dan pimpinan kalian, tanpa didasarkan kepada apa yang telah dicontohkan dan diajarkan dan diterapkan oleh Rasulullah saw ketika membangun Daulah Islamiyah pertama di Yatsrib, maka selama itu kalian hanya hidup dalam mimpi saja.

Itu apa yang kalian Hediyanto katakan: "RI itu tidak usah dijelek-jelekkan. Memang sudah jelek dan bobrok, yang dibutuhkan sekarang adalah bagaimana recovery saat mana RI runtuh, dan RI pasti runtuh"

Jelas kelihatan disini itu Hediyanto tidak mau belajar dan tidak mau mencontoh Rasulullah saw. Itu Rasulullah saw ketika di Mekkah jelas telah melakukan tindakan dan sikap yang frontal yang mengarah kepada sistem yang dipakai didalam Negeri Mekkah untuk dipatahkan dan diarahkan kepada sistem yang telah digariskan Allah SWT sebagaimana yang telah diturunkan dalam Al Quran dan yang telah dicontohkan Rasul-Nya Muhammad saw.

Penguasa RI yang tetap menjalankan sistem thaghut pancasila yang didukung oleh sebagian besar rakyatnya melalui wakil-wakilnya yang ada di lembaga Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif itulah yang harus dihadapi. Bagaimana bisa kalian mengatakan itu sistem thaghut pancasila bisa runtuh kalau kalian tidak memberikan sikap yang jelas dan pasti sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah saw ketika menghadapi sistem yang dipakai di Mekkah oleh kaum Penguasa musyrik dan kafir Quraisy Mekkah ?

Dan juga itu yang dikatakan Hediyanto: "kita akan mampu menyusun kekuatan melebihi kekuatan RI, karena apa? karena kita sempat dan punya kesempatan (waktu) untuk membangun struktur dan infrastruktur yang dibutuhkan oleh siapa pun kelak di kemudian hari"

Jelas Hediyanto, itu karena memang kalian bukan memegang dan mengacu kepada Rasulullah saw dalam hal menegakkan, mengangkat, menjalankan, melaksanakan, menerapkan apa yang diturunkan Allah SWT dalam usaha membangun masyarakat, pemerintah dan negara, maka jalan kalian yang ditempuh adalah jalan yang bukan dicontohkan Rasulullah saw. Dan tentu saja, barang siapa yang tidak mencontoh dan mengikuti Rasulullah saw dalam hal membangun, menegakkan, mengangkat, menjalankan, melaksanakan, menerapkan apa yang diturunkan Allah SWT dalam usaha membangun masyarakat, pemerintah dan negara, maka jelas jalur dan arahnyapun akan menyesatkan umat Islam.

Dan terakhir apa yang disarankan Hediyanto: "saya menyarankan, orang-orang GAM / ASNLF yang di mana pun berada, kembalilah ke Aceh dengan berbagai cara, Buat sistem (Kahfi) yang berdaulat dengan daulat Allah. Buatlah struktur dan infra struktur yang terprogram dengan baik, dari Presiden (Imam) sampai dengan Kepala Desa bergiat membangun apa saja di teritorial yang perlu dibangun untuk kemajuan rakyat Aceh, asalkan saja tidak ada mengandung unsur kekerasan dan pidana yang bisa mengusik RI dari keterlenaanya dan kebodohannya, dan pasti Rakyat Aceh akan mendukung secara kahfi/ diam-diam pula, hingga akhirnya kuat di segala-galanya, bersatu dengan Daulah Islam Indonesia menghancurkan RI dengan cara yang elegan dan tidak mengusik ketenangan Dunia Luar yang bisa saja membantu RI dengan seketika"

Jelas apa yang disarankan oleh Hediyanto adalah jalan yang sangat bertolak belakang dengan apa yang dicontohkan Rasulullah saw.

Hediyanto, apa yang kalian sarankan itu adalah sama saja dengan cara kalian yang munafik yang ikut bersama-sama dengan pihak Penguasa Negara kafir RI dengan sistem thaghut pancasilanya.

Kalian Hediyanto, memang tidak menyadari itu di Acheh telah diterapkan dasar hukum gombal yang mencampur adukkan penegakkan, penerapan, pelasanaan sistem hukum Islam dengan pelaksanaan, penerapan sistem hukum thaghut pancasila sebagaimana yang tertuang dalam UU No.18/2001.

Kalian Hediyanto, memang buta dan tidak memahami apa yang telah dibuat dan dilakukan oleh pihak Eksekutif dan Legislatif ketika mereka menetapkan dan membuat dasar dan sumber hukum gombal yang menyesatkan UU No.18/2001 ini.

Itulah, memang cara kalian yang munafik yang mencontoh pimpinan kalian yang tidak mengacu dan tidak mencontoh kepada apa yang telah dicontohkan Rasulullah saw ketika menegakkan, mengangkat, melaksanakan, menjalankan, menerapkan apa yang diturunkan Alla SWT dan apa yang telah dicontohkan Rasulullah saw dalam kehidupan individu, keluarga, masyarakat, pemerintah dibawah lindungan Daulah islamiyah Rasulullah di Yatsrib.

Dan itulah negara kalian yang sedang dipersiapkan dengan memakai nama Islam tetapi mengacu kepada model Negara kafir RI, dan sekaligus kalian hidup nersama-sama membangun infrastruktur bersama pihak Susilo Bambang Yudhoyono dengan sistem thaghut pancasilanya.

Dan memang jelas itu Bambang Hediayanto adalah budak dan kacungnya Susilo Bambang Yudhoyono yang bercuap-cuap membangun Negara bersama membangun infrastrukturnya didalam wilayah de-facto dan de-jure Negara kafir RI dibawah pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono.

Dan celakanya itu Bambang Hediyanto telah mengocek-ngocek Tauhid dihubungkan dengan berdirinya Negara demi untuk melapangkan jalan, taktik dan strategi Susilo Bambang Yudhoyono untuk tetap bisa menjajah Negeri Acheh dan tetap untuk mempertahankan sistem thaghut pancasilanya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Mon, 17 Jan 2005 05:35:53 -0800 (PST)
From: Bambang Hediyanto heda1912@yahoo.com
Subject: Re: LEMBAGA NII MERUPAKAN LEMBAGA UMAT YANG MENCONTOH DAN MENERUSKAN DAULAH ISLAMIYAH YANG DIBANGUN RASULULLAH SAW
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Saudara - saudara sekalian,

Tiada orang yang layak dikatakan bersempit - sempit, melainkan dia telah menyempitkan akalnya di dalam membaca/ menganalisa/ memahami (IQRO' ) terhadap sebuah permasalahan dalam kaidah nyata berupa Logika, oleh sebab Dialektika itu harus diikuti Logika. Dalil Naqli tidak akan berarti apapun kalo Akal manusia tidak bekerja dengan semestinya. Hal ini menjadi pertimbangan mengenai hal-hal sebagai berikut :

Pertama
Apa yang disebut SESAT bukan semata - mata kita melihat Dikotomi tentang sebuah permasalahan dari sudut / kaca mata yang berbeda, sehingga dengan mudahnya saudara Ahmad Sudirman maupun Abu Kania membuat justifikasi yang terkesan terbungkus oleh kebenaran yang mutlak dengan dalil-dalil Dogma yang picik (maaf) dan justru cenderung menyesatkan secara lebih nyata, yaitu pada orientasi Manfaat atau tidak Manfaat (mudharat) pada akhirnya (hasil), sehingga layak disebut SESAT atau sebaliknya.

Kedua
Coba pakai logika anda, sebuah sistem (DIN) itu merupakan rangkaian object-object yang saling bersinergi dimana satu dengan yang lainnya itu saling berkaitan (tidak dapat dipisahkan) untuk menghasilkan sebuah formula yang paripurna. ISLAM adalah sebuah DIN yang diciptakan oleh Allah dengan aturan AL-QURAN untuk MANUSIA di muka BUMI.

Kalo kita perjelas adalah bahwa ALLAH menciptakan :
1. ALQURAN (sebagai HUKUM) - Tauhid RUBUBIYAH
2. BUMI (sebagai TEMPAT) - Tauhid MULKIYAH
3. MANUSIA (sebagai PELAKU / UMAT) - Tauhid ULUHIYAH

Ketiga hal itu bersinergi dan tidak dapat dipisahkan atau dihapus salah satunya :
1.Ada Hukum dan Tempat, harus ada Pelakunya, oleh sebab siapa yg akan melaksanakannya? 2.Ada Hukum dan Pelaku, harus ada Tempatnya, oleh sebab di mana Hukum bisa di jalankan oleh Manusia? tentu harus ada teritorialnya (Bumi/ Negara) untuk operasionalnya, agar tidak melayang-layang, sebab hukum itu harus dibumikan oleh manusia, bukan hanya wacana yang didengung-dengungkan (PROPAGANDA).
3.Ada Tempat dan Pelaku, harus ada Hukumnya, oleh sebab MANUSIA yang punya TERITORIAL itu harus ber-HUKUM.

Ketiga TAUHID tersebut menjadi dasar - dasar BERNEGARA (BERDAULAH), sebab bagaimana mungkin sebuah DAULAH itu tidak punya TERITORIAL ????????????????????? dengan pemahaman ini, MONTESQUI telah membuktikan kebenaran AL-QURAN tentang teori BERNEGARA, bukan AL-QURAN yang membenarkan teori MONTESQUI (Maaf .... tolong pakai AKAL-nya ..... dan jangan GOBLOK !!!)

Ketiga
Apa yang di sebut SESAT dalam tauhid MULKIYAH itu tidak beralasan dan berlandasan, setidaknya manakala kita melihat sisi MANFAAT dan MUDHARAT-nya. Jika tidak ada TAUHID MULKIYAH dapat DIPASTIKAN perjuangan mentegakkan ISLAM itu tidak akan berhasil, mengapa? karena ISLAM itu lain tidak dan hanya bisa diterapkan dalam sistim ber-NEGARA, di mana AL-QURAN itu buku tentang aturan BERNEGARA (BERDAULAH/ ber-KAFFAH).

Kesimpulan tentang buku yang baik (KITAB) adalah jika PEMBUKAAN (Al-Fatihah) dan PENUTUP (Annas) itu membicarakan hal yang sama, dalam hal ini adalah ditemukan kesamaan tentang ke-3 TAUHID tersebut di atas sebagai dasar-dasar ber-DAULAH. Sehingga isi AL-Quran disimpulkan sebagai aturan ber-NEGARA / BERDAULAH. Disimpulkan juga bahwa ISLAM / AL-QURAN hanya dapat TEGAK bila dijalankan dengan BERNEGARA, lain tidak !!!! sebab bila tidak dijalankan dalam ber-NEGARA, Al-QURAN hanya menjadi tuntunan moral untuk perbuatan baik atau pun anjuran untuk tidak berbuat buruk saja (agama lain juga begitu), yang pada akhirnya Manusia bebas untuk bermoral atau tidak bermoralkan AL-QURAN, dikarenakan AL-QURAN tidak punya POWER / KEKUASAAN yang menjamin dijalankannya AL-QURAN dikarenakan TIDAK DISYARIATKANNYA ISLAM dalam sistim yang nyata, yaitu ber-NEGARA / ber DINUL ISLAM/ BERDAULAH (ada HUKUM - Rububiyah, WILAYAH - Mulkiyah dan UMAT - Uluhiyah).

Kesimpulanya pernyataan saya yg ketiga ini adalah:
-Tanpa Rububiyah, Islam tidak akan tegak
-Tanpa Mulkiyah, Islam tidak akan tegak
-Tanpa Uluhiyah/ Ubudiyah, Islam juga tidak akan tegak

JADI, KETIGA - TIGANYA HARUS ADA DAN BERSINERGI !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
JADI, APAKAH PEMIKIRAN TAUHID MULKIYAH ITU SESAT ???????????????????? TAUHID MULKIYAH INILAH YANG TELAH DIHILANGKAN OLEH DR. SNOUK HORGRONYE DI ACEH, HINGGA ORANG ACEH DAPAT DITAKLUKAN BELANDA. (saya tidak perlu menjelaskan, panjang sekali sejarahnya).

Keempat
Saya Apreciated terhadap perjuangan Orang Aceh untuk menentukan nasibnya sendiri. Jika saja saya tidak memahami wacana Daulah Islamiyah dan bagaimana cara mentegakkannya yaitu dengan cara mengikuti Sunatullah dengan berlapang - lapang dan tidak bersempit - sempit, tentu saya mendukung RI. Hal yang saya sampaikan ini adalah media pembelajaran kepada Saudara2 sekalian bahwa ISLAM tidak cukup hanya dengan wacana - wacana sejengkal yang emosional dan TAQLIQ semata. Luaskan pandanganmu agar dapat memenangkan Islam. Sebab prinsipnya adalah Menangkan Islam di atas segala AGAMA / DIN / SISTEM walaupun orang musrik tidak menyukai / benci, dan cukuplah Allah sebagai saksi. QS 3:33, 61:9, 48:28. (bukan menangkan Madinnah di atas Mekah atau Aceh di atas RI), kebetulan saja kita hidup di Nusantara di mana RI berhukum THOGUT, sehingga kita arif dan bijak dalam menempatkan sebuah permasalahan, sebab yang akan kita hancurkan dari RI adalah sistem THOGUT-nya / DIN THOGUT-nya/ AQIDAH-nya, bukan fisik RI-nya. Karena Rosulullah tidak menghancurkan fisiknya Umar bin Khatab, melainkan Aqidahnya dan DIN yang dianutnya sebelum hijrah ke Daullah Islam pimpinan Rosulullah Muhammad.

Kelima
Saya tidak bermaksud mengomentari Pendapat Bung Ahmad Sudirman tentang wacana yang saya usung, namun pola wacana yang dikembangkan bertendensi sekali pada Agitasi dan Propaganda. RI itu tidak usah dijelek-jelekkan ...... MEMANG SUDAH JELEK DAN BOBROK, yang dibutuhkan sekarang adalah bagaimana recovery saat mana RI RUNTUH, dan RI pasti RUNTUH. Sebab Rakyat secara kasap mata tidak membutuhkan siapa yang berkuasa, Komunis sekalipun mereka tidak peduli saat mana mereka menghadapi masa - masa yang sangat sulit, sesulit masa peceklik yang dialami nabi YUSUF sekalipun. Jadi jangan buang-buang waktu dengan PROPAGANDA ala KAFIRIN, akan tetapi tegakan SISTIM / DIN / DAULAH yang mampu merecovery dengan sangat sebenarnya yaitu dengan KOMPETENSI dan KOMPETISI menghadapi tatanan GLOBAL yang dimotori kaum KAFIRIN BARAT dengan KEMANDIRIAN dalam mengejar semua ketertinggalan di segala bidang kehidupan. Hanya bedanya kita susun kekuatan GLOBAL ISLAM dengan cara ber-KAHFI, kenapa harus bersandiwara? karena mereka tidak akan suka kalo mereka tau SISTIM/ DIN /DAULAH ISLAM MAJU !!!!!! dan akan langsung menghancurkannya. Dengan ber-KAHFI, kita akan mampu menyusun kekuatan melebihi kekuatan RI, karena apa? karena kita sempat dan punya kesempatan (waktu) untuk membangun struktur dan infrastruktur yang dibutuhkan oleh siapa pun kelak di kemudian hari. Dan bila kita SOMBONG dengan alasan TIDAK TAKUT atau karena alasan harus terang-terangan (berhadapan fisik) dengan RI, maka yang terjadi akan terjadi BENTURAN / CHAOS, dan itu mengakibatkan Daulah tidak dapat berprogram dengan NYATA dan SUKSES yang mampu membuktikan bahwa Daulah itu memberikan SOLUSI bukan janji-janji atau propaganda saja.

Keenam
Dus dari apa yang saya sampaikan, saya menyarankan, orang-orang GAM / ASNLF yang di mana pun berada, kembalilah ke Aceh dengan berbagai cara, BUAT SISTIM (KAHFI) YANG BERDAULAT DENGAN DAULAT ALLAH. Buatlah struktur dan infra struktur yang terprogram dengan baik, dari Presiden (Imam) sampai dengan Kepala Desa bergiat membangun apa saja di TERITORIAL yang perlu dibangun untuk kemajuan rakyat Aceh, asalkan saja tidak ada mengandung unsur kekerasan dan pidana yang bisa mengusik RI dari keterlenaanya dan kebodohannya, dan pasti Rakyat Aceh akan mendukung secara kahfi/ diam-diam pula, hingga akhirnya kuat di segala-galanya, bersatu dengan Daulah Islam Indonesia menghancurkan RI dengan cara yang elegan dan tidak mengusik ketenangan Dunia Luar yang bisa saja membantu RI dengan seketika, ingat bahwa RI dan Dunia Luar pada umumnya masih Kafir, mereka bisa saja bahu membahu menghancurkan Daulah Islam, dan jangan pernah meminta tolong kepada Negara Kafir mana pun, dimana harus dibedakan mana setrategi dan mana prinsip, jangan kaburkan antara setrategi dan prinsip dengan secara kasap mata meminta pertolongan pada orang Kafir. Dan adapun berniaga/ berbisnis (dengan adil) dengan manusia apa dan dari manapun tidak ada larangan dalam Al-Quran, itu sudah sangat jelas.( dalam teritorial yang sama dengan akidah / sistim / din / daulah yang berbeda ). Sebab dengan kondisi GAM / ASNLF seperti sekarang, pasti akan menjadi bulan-bulanan kaum kafirin dimanapun, dan KITA TIDAK BERJUANG / BERJIHAD HANYA UNTUK KALAH DARI KAUM KAFIRIN.

Ketujuh
Jangan pakai ayat-ayat Allah untuk menumpulkan akal Manusia, carilah lapangnya, jangan cari sempitnya. Sejarah itu berliku-liku, mungkin bisa salah atau sebaliknya karena waktu (siapa yang bisa menjamin??), namun akal yang lurus dan mengikuti fitrahnya (fitrahnya akal), pasti Allah akan menunjukinya jalan-jalan Allah, sehingga kita juga di dalam memaknai sejarah harus bisa mengambil hikmah baiknya yang dilandasi akal kita berdasarkan Al-Quran, dan jangan pakai persepsi ananiyah dalam ber Al-quran. 1+1=2 , 2+5=7 dsb bagi orang yang menggunakan akalnya (Pendengaran, Penglihatan dan Hati)

Semoga menjadi renungan.
Dari Saudara yang kehilangan Serambinya.

Hedaya

heda1912@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------