Stavanger, 26 Januari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

PLUS I + TSUNAMI RIS-DEN HAAG BELANDA DAN TSUNAMI NKRI-JAKARTA
Omar Puteh
Stavanger - NORWEGIA.

 

MASIH TERUS MENYOROT AKIBAT HANTAMAN TSUNAMI RIS-DEN HAAG BELANDA DAN TSUNAMI NKRI-JAKARTA

Tetapi malangnya, mereka yang sedang bermain di pantai-pantai kedaulatan, baru menyadarinya setelah pantai-pantai kedaulatan Negara (Federasi ) Republik Indonesia Serikat atau RIS hancur dihempas gelombang besar : "Tsunami Negara Kesatuan Republik Indonesia Jawa, 15 Agustus, 1950 atau di hempas oleh Negara Kolonialis Republik Indonesia Jawa ataupun Negara Komunis Republik Indonesia Jawa atau si Belanda Hitam?!

Memang sejak awal pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia Jawa yang bermodelkan bentuk negara dongengan sejarah Jawa "sutasono", telah dapat digambarkan, bahwa NKRI itu, akan menjurus kearah bentuk negara berstruktur ke-Jawa-an dengan bentuk pemerintahan bersistimkan komunis-stalinis.
Karena:

1. Bentuk pemerintahan sentraslisasi yang kekuasaannya dipusatkan di Jawa, maka akan dikontrol oleh anak-anak Jawa Chauvinistis/Sentris, si Belanda Hitam.

2. Kepala Negara 'NKRI', Soekarno si Penipu licik adalah Jawa Chauvinistis/Sentrisseorang komunis-stalinis, yang bersembunyi disebalik kedok "pak marhen". (Kedok ini pecah tahun 1965, setelah Soekarno si Penipu licik memimpin Gestapoe Jawa)! Banyak dalam kerangka pikiran Adolf Hitler memimpin Gestapo Nazi, wujud dalam dirinya, untuk mewujudkan Jawa sebagai bangsa Aria-Nusantra, dari garis keturunan "Javamen"?!

3. Pulau Jawa yang tercatat dalam sejarah sebagai tapak pendaratan komunis USSR (stalinis) pertama di Asia, sebelum menjalar ke Tiongkok-China. Yang demikian itu telah dijejaki oleh Amerika dan negara-negara Barat, komunis-stalinis Indonesia Jawa, sebagai komunis-stalinis terbesar ketiga jumlahnya didunia, melangkahi komunis-stalinis Vietnam. Komunis-stalinis di Pulau Jawa, berkoloni dan berdominasi di Jawa Timur (Jawa Majapahit/Jawa Madura) dan di Jawa Tengah (Jawa Mataram).

4. Walaupun K.H. Muso Cs, gembongnya komunis USSR (stalinis) filial Jawa, yang baru saja dihapuskan, namun kader-kader komunis gemblengan K.H. Muso itu, sama gerak-rentaknya dengan standard gerak-rentaknya komunis di USSR (stalinis), yang juga ikut terupgrade kader-kadernya komunis-stalinis, ex-didikan Hendriks Sneevliet, Prof Baars (guru dari Soekarno si Penipu licik) dan Bransteder.

5. Struktur Komunis-Stalinis-Birokratis sama dengan struktur Jawa Chauvinistis/Sentris si Belanda Hitam:

a. Struktur Komunis-Stalinis-Birokratis:
Kelas Kominis-Stalinis-Birokratis-Elitis berkontradiksi dengan Jawa Kelas Buruh fabrik yang tidak cukup makan + Buruh tani yang miskin (marhenis-proletaris). Struktur Komunis-Stalinis-Birokratis adalah struktur yang dibentuk.

b. Struktur Jawa Chauvinistis/Sentris, si Belanda Hitam:
Kelas Elitis si Raja-Raja Jawa, si Bangsawan-Bangsawan Jawa, Jawa si Tuan-Tuan Tanah, dan Jawa si Lintah-Lintah Darat berkontradiksi dengan Jawa Kelas Buruh fabrik yang tidak cukup makan + si Buruh tani yang miskin (kelas marhenis-proletaris). Struktur Jawa Chauvinistis/Sentris, si Belanda Hitam, adalah struktur yang terbentuk oleh perjalanan historis-(bio) sosiologis.

6. Struktur Jawa Chauvinistis/Sentris, si Belanda Hitam, akan mengontrol ex-wilayah Negara(Federasi) Republik Indonesia Serikat menurut kepentingan politik bangsa Jawa Chauvinistis/Sentris, si Belanda Hitam, sebagaimana yang telah pernah diungkap dan dipaparkan kembali oleh Dr Mohammad Hatta ex-Presiden Penjajah Indonesia Jawa, si Belanda Hitam atau yang telah pernah diungkap dan diperkatakan kembali oleh Pramoedya Ananta Toer, bahwa Jawa Chauvinistis/Sentris, si Belanda Hitam, hanya bersembunyi disebalik kedok "Indonesia". (Kedok ini pecah setelah The Ecologist London, 2 Maret, 1968 menyiarkan program Jawanisasi dari Penjajah Indonesia Jawa (Jawa Cahauvinistis/Sentris) keseluruh ex-Wilayah Negara (Federasi) Republik Indonesia Serikat, sebagaimana ucapan Menteri Transmigrasi dan Koperasi Indonesia Jawa, Jenderal Martono:......................akhirnya akan lahir satu jenis manusia Jawa!):

a. Dan terbukti: 90 prosen lebih Perwira Tinggi Militer Angkatan Darat, Laut dan Udara adalah anak-anak Jawa Cahuvinistis/Sentris, si Belanda Hitam!!

b. Dan terbukti: 90 prosen lebih Perwira Tinggi Angkatan Kepolisian adalah anak-anak Jawa Chauvinistis/Sentris, si Belanda Hitam!

c. Dan terbukti: 90 prosen lebih Perwira Menengah Militer Angkatan Darat, Laut dan Udara adalah anak-anak Jawa Chauvinistis/Sentris, si Belnda Hitam!

d. Dan terbukti: 90 prosen lebih Perwira Menengah Angkatan Kepolisian adalah anak-anak Jawa Chauvinistis/Sentris, si Belanda Hitam!

e. Dan terbukti: 90 prosen lebih Perwira Pertama Militer Angkatan Darat, Laut dan Udara adalah anak-anak Jawa Chauvinistis/Sentris, si Belanda Hitam!

f. Dan terbukti 90 prosen lebih Pegawai Tinggi Sipil dan Menengah adalah anak-anak Jawa Chauvinistis/Sentris, si Belanda Hitam!

g. Dan terbukti rekrut-rekrut militer baru dari luar Pulau Jawa atau ex-wilayah Negara (Federasi) Republik Indonesia Serikat adalah diambil dari anak-anak Jawa Transmigrasi atau yang berketurunan anak-anak Jawa sebagai prioritas pertama untuk dididik menjadi si Belanda Hitam!

h. Dan demikian pula bagi seluruh kepentingan politik, ekonomi, sosial-budaya (sehingga budaya bunyi suara "jangkrik-jangkrik" diluar Pulau Jawa) pun dikontrol oleh Jawa Chauvinistis /Sentris, si Belanda Hitam!

7. Ketika Tentara Sekutu, yang mendarat di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, yang kedatangannya untuk melucutkan senjata-senjata tentra Jepang yang menyerah kalah, dibawah pimpinan Brigadir Jenderal A.W. Malaby, telahpun dibunuh oleh Pemuda-Pemuda Komunis-Stalinis dibawah pimpinan Soedarsono (saksi hidup kini, diantaranya saudara Umar Said, yang hidup dalam buangan di Paris) dan begitu juga Soempah Pemoeda 1928, digagasi dan dipelopori oleh Pemuda-Pemuda Komunis-Stalinis (baca dengan teliti apa yang telah diungkapan kembali oleh saudara Umar Said diantara serial tulisan internetnya).

Itulah bentuk-rupa Tsunami NKRI-Jakarta, Jawa Chauvinistis/Sentris, si Belnda Hitam yang pernah menghempas pantai-pantai kedaulatan Negara (Federasi) Republik Indonesia Serikat, 15 Agustus, 1950!

Kemudian marilah kita lihat bagaimana algojo Jawa Suharto Kleptokracy, ditumbangkan oleh Amien Rais, dengan bantuan kuat dan padu dari Komunis-Stalinis Jawa, yang sekarang ini, coba kembali mendominasi TNI, Agkatan Darat, Tentara Teroris Nasional Penjajah Indonesia Jawa, si Belanda Hitam?

Lihat pula, bagaimana Gus Dur Abdurrahman Wahid, yang "cacat" penglihatan itu, bisa menjadi akur seperti apa yang dikatakan oleh 30.000.000 ex-keluarga korban Peristiwa 1965 dan Pulau Buru: Kalau mereka mengatakan jadilah kamu seorang presiden maka jadilah dia seorang presiden ataupun sebaliknya.

Demikianlah jugalah bagaimana kenyataan terangkatnya si Susilo Bambang Yudhoyono yang besar badan itu dan terungkitnya si Megawati Soekarno Putri , si bibik jamu gendong yang bodoh dan bebal itu!!

Demikian kuatnya pengaruh PKI Jawa dikalangan pemimpin-pemimpin Jawa Chauvinistis/Sentris, si Belanda Hitam, dalam tubuh NKRI, ketika itu dan kini, apalagi dikalangan mereka, Jawa Komunis-Stalinis, yang mempunyai persepsi sama terhadap cita-cita pembentukan negara "indonesia jawa", yang mengarah ke-Jawa-an atau kenegaraan Jawa Kejawen, sebagaimana telah terlakar dalam The Blue Print of the Political Structure of Javanese Colonialism. Struktur Jawa Chauvinistis/Sentris, si Belanda Hitam, adalah sama dengan struktur Jawa Komunis-Stalinis!

Exploitation de l'home par l'home!

Penjajahan oleh manusia Jawa Chauvinistis/Sentris si Penjajah atau si Belanda Hitam atas manusia Jawa yang miskin dan tidak cukup makan, didalam Wilayah Kedaulatan Jawa Mataram dan Wilayah Kedaulatan Wilayah Jawa Majapahit (Jawa Madura) terus berjalan sebagaimana terjadi di luar Pulau Jawa atau ex-Wilayah Kedaulatan Negara (Federasi) Republik Indonesia Serikatatas bangsa-bangsa Melayu Nusantara hingga hari ini.

Exploitation de nation par nation!

Dan penjajahan terhadap negara-negara yang pernah berdaulat di ex-Wilayah Negara (Federasi) Republik Indonesia Serikat, di luar Pulau Jawa. Termasuk terhadap bangsa Acheh dan Negara Acheh Sumatra!

Wilayah kedaulatan Negara Acheh Sumatra sesungguhnya berada diluar ex-Wilayah Kedaulatan Negara-Negara (Federasi) Republik Indonesia Serikat, karena Negara Acheh Sumatra bukan sebagai negara anggota Negara (Federasi) Republik Indonesia Serikat, apalagi untuk dikatakan sebagai berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia Jawa atau Negara Komunis Republik Indonesia Jawa atau Negara Kolonialis Republik Indonesia Jawa, karena Belanda telah keluar dari AchŸh sejak 1942, dan tidak pernah kembali.

Itulah sebabnya sebelum Soekarno si Penipu licik itu, ketika hendak mencaplok wilayah Negara Acheh Sumatra, maka Soekarno dengan liciknya mengeluarkan Keppres No 21/14/08!1950 dan PP No 5/1950, dengan menggancu Wilayah Acheh dan kemudian "memasukkan"-nya kedalam wilayah peta Sumatra Utara sehari sebelum Negara (Federasi) Republik Indonesia Serikat di lebur kedalam Negara Kesatuan Republik Indonesia Jawa atau kedalam Negara Komunis Republik Indonesia Jawa atau kedalam Negara Kolonialis Republik Indonesia Jawa, Negara si Belanda Hitam dan kemudian mereka mewartakan sebagai bingkai wilayah kedaulatan NKRI!

Apa yang telah dilakukan oleh para "nasionalisme-etnis" Jawa Chauvisnistis (Sentris), dari RInya Jawa-Jokya yang sebelumnya sebagai anggota Negara (Federasi) Republik Indonesia Serikat adalah melawan UU-Dekolonisasi Belanda terhadap ex-wilayah penjajahan Hindia Belanda, yang telah ditelorkan di atas meja Koferensi Meja Bundar, di Den Haag, dan telah dipandang sebagai gerakan seperatis, gerakan seperatis RI-Jawa Jokya atau Jawa Chauvinistis/Sentris, si Belanda Hitam.

NKRI adalah sarang/wadah dari gerakan seperatis Jawa Chauvinistis/Sentris, si Belanda Hitam atau dengan kata lain NKRI adalah Gerakan Seperatis Jawa Chauvinistis/Sentris, si Belanda Hitam atau GSJCSBH!!!

Dan kemudian dipandang oleh Hukum International, bahwa NKRI itu sebagai sebuah negara yang tidak sah, karena wilayah kedaulatan NKRI itu, sebagai wilayah yang tidak sah.

Dan itulah sebabnya Ustadz Ahmad Sudirman seorang ahli-ahli Sejarah Ketatanegaraan Indonesia Jawa, menyebutkan Soekarno, si "broker kemerdekaan" sebagai si Penipu licik, dengan liciknya mengkutak-katikan UU-Dekolonisasi Hindia Belanda, malahanpun terhadap hukum warisan Hindia Belanda lainnya dan kemudian merekayasa atau menukangi sejarahnya, dan kemudian lagi dengan tidak malu mengatakan itulah NKRI, dengan wilayah kedaulatan dan sejarahnya!

Setelah beliau dalam membuat penelitian, apa yang sebenarnya telah dilakukan oleh Soekarno si Penipu licik, sebagai ketua Jawa Chauvinistis/Sentris, si Belanda Hitam, sebagai ketua gerakan seperatis RI Jawa-Jokya atau sebagai ketua nasionalisme-etnis (Jawa Chauvinistis/Sentris) keluar dari perikatan Negara (Federasi) Republik Indonesia Jawa dan membentuk NKRI, Negara Republik Indonesia Jawa atau Negara Komunis Republik Indonesia Jawa atau sebagai Negara Kolonialis Republik Indonesia Jawa, tanpa menumpahkan setetes darah anak-anak atau rakyat Jawapun!

Darah bangsa Jawa ditumpahkan hanya untuk memperjuangkan Republik Indonesia-Jawa Jokya saja. Itupun baru dimulai sejak tahun 1947, sejak aksi polisionil pertama!

Sebaliknya ex Wilayah Negara (Federasi) Republik Indonesia Serikat tidak termasuk (Pulau Jawa dan Pulau Madura) telah dipertahankan oleh nenek-nenek moyang bangsa-bangsa Melayu Nusantra, ketika menentang KNIL Belanda yang dibantu oleh anak-anak Jawa Majapahit (Jawa Madura) atau Jawa Mataram sebagai tentara upahannya yang ikut menyembelih ratusan ribu jiwa lebih bangsa-bangsa Melayu di luar Pulau Jawa sebelum ex-Wilayah Hindia Belanda menjadi Wilayah Negara (Federasi) Republik Indonesia Serikat.
Maka NKRInya- Joseph Soekarno sama seperti Yogoslavianya-Joseph Broz Tito sama seperti USSRnya-Joseph Stalin!

Yugoslavia yang diazaskan atas azas nasionalisme-etnis Serbia Raya-Great Serb kemudian dibentuk dengan kekuatan Komunis-Stalinis-Birokratis dari komunis struktural!

Setelah struktur komunis struktural itu, hancur, maka Crotia merdeka, Bosnia-Herzogovina merdeka dan sekarang Kosovo sedang menunggu proses kemerdekaannya. Dan hanya tinggal Serbia-Montenegro, tegak diatas puing-puing ex-komunis strukturalnya. Maka tumbanglah Serbia Raya, Great Serb!

USSR yang diazaskan atas nasionalisme-etnis Russia Raya-Great (White) Russia kemudian dibentuk dengan kekuatan Komunis-Stalinis-Birokratis dari komunis struktural!

Setelah struktur komunis struktural itu, hancur, maka Ukrina merdeka, Georgia merdeka, Uzbekistan merdeka dan banyak lagi negara-negara dulu dibawah USSR merdeka kembali.

Sekarang Russia, Belarus dan beberapa negara kecil dan lemah yang lagi tinggal dan kemudian bergabung dalam CIS dan tegak diatas puing-puing ex komunis struturalnya! Maka tumbangalah Russia Raya, Great (White) Russia!

Demikianlah pula sebenarnya NKRI diazaskan atas azas nasionalisme-etnis (Indonesia) Jawa Raya-Great Java, kemudian dibentuk dengan kekuatan Komunis-Stalinis-Birokratis dari komunis struktural!

Itu sebabnya Soekarno si Penipu licik dan Jenderal-Jenderal Komunisnya mempengaruhi dan menekan Abdul Harris Nasution yang sudah jauh terasuk hantu-jin militerisme ala Dr Sun Yat-sen, atau yang telah ditekan oleh Jenderal-Jenderal PKI, menghancurkan gerakan-gerakan Permesta di Sulawesi, PRRI di Sumatra Barat dan Selatan dan OSM-Operasi Sabang Merauke di Sumatra Utara dan begitu juga dengan gerakan DI/TII-NII di Jawa, di Sulawesi dan di Sumatra atau diluar Pulau Jawa dan Madura atau di ex-Wilayah Negara (Federasi) Negara Republik Indonesia Serikat.

Permesta, PRRI, OSM dan DI/TII-NII dihancurkan oleh Jenderal-Jenderal dari PKI dengan kekuatan komunis struktural!

Hari ini NKRI-Kolonialis-Imperialis-komunis struktural atau disifatkan sebagai Tsunami NKRI Penjajah Indoneisa Jawa 15 Agustus, 1950 dari kerangka bentuk kerja "The Blue Print of The Political Structure of Javanese Colonialisme atau dari kerangka bentuk kerja Indonesia Raya atau Jawa Raya-Great Java atau The Black Dutchmen atau si Belanda Hitam, akan hancur, insya Allah, setelah struktur komunis struktural dan Jawa Chauvinistis/Sentris, si Belanda Hitam struktural itu ikut hancur atau dihancurkan!

Maka Acheh Sumatra dengan Pan Sumatranya (yang berjuang sejak 1976), Maluku (yang telah berjuang sejak 1950) dan Papua Barat/Pan Papua (yang telah berjuang sejak sebelum 1962) sedang menunggu proses kemerdekaannya dan kemungkinan hanya Jawa dan Madura akan tinggal tegak diatas puing-puing komunis dan Jawa Chauvinsitis/Sentris, si Belanda Hitam strukturalnya!

Karena Pan Dayak Borneo, Pan Sulawesi pun akan menyusul untuk merdeka bersama, Insya Allah!

Maka patut diserukanlah pula, kepada anak-anak bangsa diluar Pulau Jawa, yang sekarang berada di Angkatan Darat, di Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Angkatan Kepolisian Negara Penjajah Indonesia Jawa atau Negara si Belanda Hitam yang dinamakan NKRI segera tinggalkan tugasmu itu dan bergabunglah kamu sekalian segera hari ini, dengan Tentara Negara Acheh/TNA atau Tentara RMS atau Tentara Papua/Pan Papua dan jangan lagi berperang dengan mereka, sebelum Tsunami NKRI menghempas habis semua kalian dan hilang dalam gelombang ke-Jawa-an!

(bersambung ke Plus II + Tsunami RIS-Den Haag Dan Tsunami NKRI-Jakarta)

Wassalam

Omar Puteh

om_puteh@hotmail.com
Norway
----------