Stockholm, 27 Januari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MENDRISON ITU SOAL BANTUAN TIDAK PERLU DIGEMBAR-GEMBORKAN, YANG PENTING KETERIMA OLEH RAKYAT ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS SDR MENDRISON ITU SOAL BANTUAN TIDAK PERLU DIGEMBAR-GEMBORKAN, YANG PENTING KETERIMA OLEH RAKYAT ACHEH, JANGAN SAMPAI DIPERJUAL-BELIKAN DAN DITUMPUK UNTUK KEUNTUNGAN SENDIRI ATAU KELOMPOK.

"Pak Ahmad Sudirman berdasarkan apa Bapak kok mengatakan saya kaum Evangelis bingung terhadap saudara. Nach 1 lagi berita di mas media mengatakan bahwa saudara2 kita di Aceh mendapat bantuan sebanyak 50 unit motor kok di beritain gitu lo. Sedangkan sodara2 kita yg dari negara Arab sesama muslim yg juga terang2an membantu dgn uang cast yang langsung di bagikan ke penduduk Aceh kok nggak terlalu di beritain? Kenapa ? Dan juga saya belum pernah dengar Ahmad Sudirman menyumbang sekian rupiah/dolar untuk rakyat Aceh. Hanya itu pertanyaan dari saya mohon maaf kalau tidak berkenan di hati Bapak"(Mendrison Doank, mendrison@yahoo.com , 27 januari 2005 07:24:50)

Baiklah saudara Mendrison di Jakarta, Indonesia.

Saudara Mendrison kalau membaca bahasa Indonesia itu harus mengerti tatabahasanya. Itu ketika Ahmad Sudirman memberikan judul tulisan yang berbunyi: "Mendrison itu kaum Evangelis Amerika akan coba bina anak-anak Acheh korban tsunami tapi gagal" artinya bukan saudara Mendrison yang kaum evangelis.

Kalau saudara Mendrison mengartikan saudara adalah kaum Evangelis, itu namanya saudara masih dangkal dalam memahami tatabahasa Indonesia ini.

Itu, kata "Mendrison" dalam judul tulisan Ahmad Sudirman tersebut, menunjukkan kepada kata peringatan atau penjelasan. Jadi sama dengan mengatakan, "wahai saudara Mendrison".

Selanjutnya, kata "itu" merupakan kata penunjuk kepada kata-kata "kaum Envangelis Amerika" yang merupakan subjek.

Sedangkan kata-kata "akan coba bina" atau "akan mencoba membina" merupakan predikat atau kata kerja.

Adapun kata-kata "anak-anak Acheh" merupakan objek.
Lalu kata-kata "korban tsunami tapi gagal" menerangkan kata keterangan.

Jadi, saudara Mendrison, kalau saudara membaca judul tulisan "Mendrison itu kaum Evangelis Amerika akan coba bina anak-anak Acheh korban tsunami tapi gagal" adalah bukan saudara Mendrison yang kaum Evangelis, melainkan dicantumkannya nama saudara Mendrison dalam judul itu adalah menunjukkan kepada kata peringatan atau kata penjelasan. Sebagaimana yang Ahmad Sudirman contohkan diatas dengan contoh: "wahai saudara Mendrison".

Nah sekarang, kalau Ahmad Sudirman jelaskan judul tulisan itu, menjadi bunyinya begini, wahai saudara Mendrison, itu kaum Evangelis Amerika, berusaha untuk mencoba membina anak-anak Acheh korban gempa dan tsunami, tetapi sayang usaha mereka itu gagal.

Jadi saudara Mendrison, sebelum saudara memberikan tanggapan balik kepada Ahmad Sudirman, coba terlebih dahulu, baca berulang kali bunyi judul tulisan Ahmad Sudirman itu, kemudian baca isinya juga, apakah nyambung judul tulisan dengan isi tulisannya ?.

Jangan sampai salah kaprah dalam memahami judul tulisan sehingga ngaco ketika membaca isi tulisannya.

Kemudian itu soal dipublikasikan cerita sumbangan ke Acheh di media massa, itu soal sekunder, bukan soal primer. Yang penting, kalau sanggup seseorang memberikan sumbangan semampunya, tidak perlu digembar-gemborkan seperti orang-orang politikus dari berbagai partai politik, atau dari beberapa organisasi masyarakat untuk mencari popularitas.

Kalau ada beberapa Negara Arab yang menyumbang, seperti Saudi, Uni Arab Emirat, Mesir, Tunisia, dan lainnya tidak digembar-gemborkan di media massa Indonesia, ya, tidak perlu digaris bawahi. Toh, mereka dari Saudi dan negara lainnya, bukan mencari popularitas membantu rakyat korban gempa dan tsunami ini.

Bagi Ahmad Sudirman soal dimasukkan atau tidaknya itu sumbangan oleh media massa, bukan soal yang penting, yang penting, itu sumbangan sampai kepada yang berhak menerimanya. Bukan menumpuk di satu atau beberapa tempat saja, sehingga tidak sampai kepada orang yang memerlukannya.

Jelas Ahmad Sudirman telah memberikan juga bantuan sesuai dengan kemampuan Ahmad Sudirman, dan langsung diberikan kepada yang berhak menerimanya, bukan melalui rekening bank milik Alwi Sihab atau Jusuf Kalla. Tidak perlu digembar gemborkan. Yang penting keterima oleh orang yang memerlukan bantuan.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

From: Mendrison Doank mendrison@yahoo.com
Date: 27 januari 2005 07:24:50
To: Ahmad Sudirman ahmad_sudirman@hotmail.com
Subject: Re: MENDRISON ITU KAUM EVANGELIS AMERIKA AKAN COBA BINA ANAK-ANAK ACHEH KORBAN......

Assalamu'alaikum Wr Wb
Dengan hormat,

Pak Ahmad Sudirman berdasarkan apa Bapak kok mengatakan saya kaum EVANGELIS saya bingung terhadap saudara.

Nach 1 lagi berita di mas media mengatakan bahwa saudara2 kita di Aceh mendapat bantuan sebanyak 50 unit motor kok di beritain gitu lo. Sedangkan sodara2 kita yg dari negara Arab sesama muslim yg juga terang2an membantu dgn uang cast yang langsung di bagikan ke penduduk Aceh kok nggak terlalu di beritain? Kenapa ?

Dan juga saya belum pernah dengar Ahmad Sudirman menyumbang sekian rupiah/dolar untuk rakyat Aceh.

Hanya itu pertanyaan dari saya mohon maaf kalau tidak berkenan di hati Bapak

Wassalam,

Mendrison
urang awak juo

mendrison@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------