Stockholm, 28 Januari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SDR REYZA ITU KOMISI I DPR DIBAWAH SAMBUAGA MEMANG TIDAK INGIN AMAN DAN DAMAI DI ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS SAUDARA REYZA ZAIN ITU PARA ANGGOTA KOMISI I DPR DIBAWAH KETUA THEO L SAMBUAGA DARI GOLKAR BERSAMA NOER HASSAN WIRAJUDA & M MA'RUF TIDAK INGIN MELIHAT DI ACHEH AMAN DAN DAMAI

"Pemerintah RI ternyata tidak begitu serius dalam perundingan dengan GAM, pemerintah RI tidak berkonsultasi dengan DPR dalam hal perundingan ini, anggota DPR komisi I bidang Hankam, menolak perundingan antara RI dan GAM, hal ini akan sangat berbahaya bagi pelaksanaan hasil perundingan nantinya." (Reyza Zain , warzain@yahoo.com , Thu, 27 Jan 2005 23:22:05 -0800 (PST))

Terimakasih saudara Reyza Zain di Pennsylvania, USA.

Sebenarnya perundingan antara RI-GAM di Helsinki akan terus berjalan. Itu yang melakukan penghambatan jalannya perundingan seperti yang dilancarkan oleh Ketua Komisi I DPR Theo L Sambuaga dari Golkar anak buahnya Jusuf Kalla, yang didukung oleh Menteri Luar Negeri Noer Hassan Wirajuda, dan Menteri Dalam Negeri Letjen (Purn) M Ma'ruf, jelas itu usaha dari pihak yang tidak ingin melihat di Negeri Acheh aman dan damai.

Ketua Komisi I DPR Theo L Sambuaga, Menteri Luar Negeri Noer Hassan Wirajuda, dan Menteri Dalam Negeri Letjen (Purn) M Ma'ruf adalah orang-orang munafik yang telah menutup mata dan hatinya dengan memakai topeng gombal "masalah Acheh masalah nasional dan masalah Acheh bersama ASNLF-nya bukan entitas asing"

Jelas, mereka bertiga ini, memiliki pandangan dan pikirannya yang picik tentang jalur peoses pertumbuhan dan perkembangan sejarah Negara RI hubungannya dengan Negeri Acheh, sehingga ketika adanya usaha-usaha dari pihak Eksekutif untuk melakukan perdamaian dengan cara melakukan gencatan senjata antara RI-GAM, langsung saja ditentang dan disabotasenya.

Jadi, saudara Reyza Zain, itu alasan gombal saja, kalau ada suara-suara yang menyatakan bahwa pihak Eksekutif tidak berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak Komisi I DPR dibawah Ketuanya Theo L Sambuaga orang Golkar yang telah terkena racun sejarah gombal Acheh buatan Soekarno, untuk melakukan perundingan antara RI-GAM ini.

Sudah jelas, mereka bertiga, Ketua Komisi I DPR Theo L Sambuaga, Menteri Luar Negeri Noer Hassan Wirajuda, dan Menteri Dalam Negeri Letjen (Purn) M Ma'ruf, bahkan ditambah dengan Suparlan anggota Komisi I DPR dari PDIP yang menghambat dan tidak menginginkan perdamaian muncul di bumi Acheh.

Mereka berempat itu dengan melambungkan masalah Acheh adalah masalah nasional dan tidak perlu perantara orang asing, adalah alasan gombal yang diada-adakan saja.

Seharusnya itu Ketua Komisi I DPR Theo L Sambuaga, Menteri Luar Negeri Noer Hassan Wirajuda, Menteri Dalam Negeri Letjen (Purn) M Ma'ruf, dan Suparlan anggota Komisi I DPR dari PDIP menyokong dan membantu untuk kelancaran perundingan antara RI-GAM di Helsinki, Finlandia ini, bukan menyabot dan menghantamnya dari belakang dengan alasan gombal yang didasarkan kepada racun-racun sejarah Acheh yang gombal buatan Soekarno dan para penerusnya.

Kalau itu ada inisiatif dari pihak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Koordinator Hukum, Politik dan Keamanan Laksamana (Purn) Widodo Adi Sutjipto untuk melakukan perundingan dengan pihak ASNLF di Helsinki ini, seharusnya diberikan sokongan dan tambahan pemikiran oleh pihak Komisi I DPR, bukan dihantamnya dengan cara pukulan yang penuh racun-racun sejarah gombal Acheh yang mematikan hasil kocekan Soekarno Cs.

Jadi, kalau pihak Komisi I DPR dibawah Theo L Sambuaga adalah orang-orang yang sadar dan jujur, ingin perdamaian terwujud di bumi Acheh, maka itu pikiran gombal hasil cernaan sejarah sampah Acheh buatan Soekarno harus dibuang jauh-jauh. Tampilkan dukungan dan sokongan melalui jalur perundingan yang aman dan damai. Itu mengajukan pemecahan melalui perundingan dengan dasar konsep pemikiran bahwa Acheh adalah bagian dari RI, adalah konsep pemikiran yang gombal dan ngaco yang tidak ada fakta, bukti, sejarah dan dasar hukumnya yang kuat.

Selama itu Komisi I DPR memiliki dasar pandangan dan konsepsi yang menyatakan bahwa Negeri Acheh adalah bagian dari RI dan RI telah final, maka itu pemikiran yang batul-betul sesat dan salah kaprah.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Thu, 27 Jan 2005 23:22:05 -0800 (PST)
From: Reyza Zain warzain@yahoo.com
Subject: RI tidak serius
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Pemerintah RI ternyata tidak begitu serius dalam perundingan dengan GAM, pemerintah RI tidak berkonsultasi dengan DPR dalam hal perundingan ini, anggota DPR komisi I bidang Hankam, menolak perundingan antara RI dan GAM, hal ini akan sangat berbahaya bagi pelaksanaan hasil perundingan nantinya.

Wassalam,

Reyza Zain

warzain@yahoo.com
achehcenter@yahoo.com
ACHEH CENTER
PO BOX 6356, Harrisburg, Pennsylvania 17112. USA
----------