Stockholm, 28 Januari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SDR SAGIR ITU ORANG YANG MENGHAMBAT PERUNDINGAN HELSINKI, ORANG YANG TETAP INGIN MENGHANCURKAN ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SAUDARA SAGIR ALVA ITU ORANG-ORANG YANG MENGHAMBAT PERUNDINGAN HELSINKI ADALAH ORANG-ORANG YANG TETAP INGIN MENGHANCURKAN ACHEH

"Pak Ahmad, setelah sekian lama perundingan antara RI dan GAM terhenti, sekarang pintu dialog itu telah dibuka kembali dan perundingan tersebut juga diperkirakan akan alot, karena memang sejak dari awal lagi beberapa kalangan politikus RI tidak menyetujui langkah yang diambil pemerintah RI untuk berunding kembali, karena mereka menganggap perundingan hanya akan memberikan keuntungan bagi pihak GAM/ASNLF. Terlepas dari sikap pro kontra tersebut, saya melihat hasil perundingan yang akan dicapai hanya bersifat sementara, karena kemungkinan hasil kesepaktan gencatan senjata dan pembangunan kembali Aceh pasca tsunami akan bubar kembali jika sudah pada tahap perundingan yang lebih jauh, yaitu apa Aceh mesti merdeka atau tidak, karena persoalan Aceh mesti merdeka atau tidak, baik RI atau GAM mempunyai sikap yang sangat jauh berbeda, dimana RI tetap ingin Aceh dalam NKRI tapi GAM tetap ngotot untuk merdeka. Tapi walopun begitu saya berharap perundingan Helsinki ini dapat membuahkan hasil yang lebih positif untuk masa depan Aceh, walopun mungkin hanya untuk sementara waktu saja." (Sagir Alva , melpone2002@yahoo.com , Fri, 28 Jan 2005 00:16:19 -0800 (PST))

Baiklah saudara Sagir Alva di Selangor, Malaysia.

Sebagaimana yang telah Ahmad Sudirman jelaskan dalam tulisan-tulisan sebelum ini yang menyangkut masalah perundingan antara RI-GAM di Helsinki, Finlandia ini, adalah merupakan langkah positif untuk membukakan diri masing-masing dalam upaya guna mencapai perdamaian yang aman dan damai di Negeri Acheh.

Memang diantara para anggota DPR terutama yang tergabung dalam Komisi I DPR yang menangani masalah Pertahanan, Luar Negeri, dan Informasi yang diketuai oleh Theo L Sambuaga dari Golkar, ditambah dari pihak Menteri Luar Negeri Noer Hassan Wirajuda, juga dari pihak Menteri Dalam Negeri Letjen (Purn) M Ma'ruf, yang mana mereka itu telah secara terang-terangan melakukan tindakan yang mengarah kepada pertentangan terhadap jalannya perundingan antara RI-GAM di Helsinki ini.

Kalau kita mau jujur dan mau berbuat adil, itu perundingan di Helsinki ini adalah dalam rangka usaha untuk melakukan gencatan senjata yang dinyatakan, diakui dan ditandatangani secara resmi oleh kedua belah pihak yang disaksikan oleh pihak ketiga dalam usaha memberikan kebebasan dan melindungi para relawan militer dan sipil asing dan nasional untuk melakukan penyelamatan, pemulihan, rehabilitasi korban gempa dan tsunami 26 Desember 2004. Tentang waktu yang diberikan kepada para relawan militer dan sipil asing ditentukan berdasarkan telah pulihnya kembali korban tsunami dan telah baiknya kembali infrastruktur yang dibutuhkan. Untuk membantu kelancaran para relawan militer dan sipil asing dalam usaha pemulihan dan rehabilitasi korban tsunami, perlu dicabut Keppres No.43/2003 dan PP No.2/2004. Kemudian pihak TNI dan TNA menahan diri dari saling menyerang satu sama lain selama proses pemulihan dan rehabilitasi korban gempa dan tsunami dan pemulihan infrastruktur masih berjalan.

Adapun langkah selanjutnya, adalah itu dilihat, dipelajari, ditentukan dan diputuskan setelah hasil perundingan di Helsinki ini bisa dijalankan dengan baik, jujur, dan adil di Negeri Acheh.

Jadi, dalam usaha mencapai perdamaian di Acheh yang aman dan damai harus melalui tahapan-tahapan dan jalur proses politik melalui perundingan dengan didasari oleh adanya keinginan dan motivasi untuk perdamaian bagi seluruh rakyat Acheh di Negeri Acheh.

Karena itu kalau ada orang-orang yang menghambat jalan dan usaha kearah terciptanya perdamaian yang adil dan jujur di Negeri Acheh ini, maka orang-orang itulah yang munafik dan yang ingin terus menumpahkan darah di bumi Acheh ini.

Nah inilah saudara Sagir Alva, yang perlu dipahami dan dimengerti dalam usaha mencapai perdamaian di Negeri Acheh sehingga situasi aman dan damai bisa tercipta bagi seluruh rakyat Acheh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 28 Jan 2005 00:16:19 -0800 (PST)
From: sagir alva melpone2002@yahoo.com
Subject: Perundingan Helsinki
To: ahmad@dataphone.se
Cc: melpone2002@yahoo.com

Ass.Wr.Wb.

Selamat petang Pak Ahmad:) bagaimana kabar anda sekeluarga? Semoga anda sekeluarga tetap sehat selalu serta senantiasa dalam perlindungan Allah SWT.

Pak Ahmad, setelah sekian lama perundingan antara RI dan GAM terhenti, sekarang pintu dialog itu telah dibuka kembali dan perundingan tersebut juga diperkirakan akan alot, karena memang sejak dari awal lagi beberapa kalangan politikus RI tidak menyetujui langkah yang diambil pemerintah RI untuk berunding kembali, karena mereka menganggap perundingan hanya akan memberikan keuntungan bagi pihak GAM/ASNLF.

Terlepas dari sikap pro kontra tersebut, saya melihat hasil perundingan yang akan dicapai hanya bersifat sementara, karena kemungkinan hasil kesepaktan gencatan senjata dan pembangunan kembali Aceh pasca tsunami akan bubar kembali jika sudah pada tahap perundingan yang lebih jauh, yaitu apa Aceh mesti merdeka atau tidak, karena persoalan Aceh mesti merdeka atau tidak, baik RI atau GAM mempunyai sikap yang sangat jauh berbeda, dimana RI tetap ingin Aceh dalam NKRI tapi GAM tetap ngotot untuk merdeka. Tapi walopun begitu saya berharap perundingan Helsinki ini dapat membuahkan hasil yang lebih positif untuk masa depan Aceh, walopun mungkin hanya untuk sementara waktu saja.

Saya kira ini saja yang dapat saya sampaikan. Dan saya mengucapkan terima kasih terhadap tanggapan yang diberikan terhadap saya selama mengikuti milis ini.

Wassalam

Sagir Alva

melpone2002@yahoo.com
Universitas Kebangsaan Malaysia
Selangor, Malaysia
----------