Stavanger, 28 Januari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

FINLANDIA MENDAULATKAN KEMBALI NEGARA ACHEH SUMATRA
Omar Puteh
Stavanger - NORWEGIA.

 

MANTAN PRESIDEN FINLANDIA MARTTI AHTISAARI DAN MENTERI LUAR NEGERI FINLANDIA ERKKI TUOMIOJA MENDAULATKAN KEMBALI NEGARA ACHEH SUMATRA

Yth. Tuan Martti Ahtisaari,
Crisis Management Initiative,
Helsinki, Finlandia.

Tolong Tuan sampaikan kepada semua peserta sidang damai Helsinki, Finlandia, yang sekarang ini sedang Tuan tangani, baik mereka dari Negara Acheh Sumatra maupun dari NKRI, bahwa bangsa Acheh hari ini, maukan Tentara Amerika Serikat, Uni Eropah, Finlandia, Swedia, Norwegia, Denmark, Jepang, Malaysia, Thailand, Philipina dan Australia terus berada di Acheh, hingga bangsa Acheh menggapai kembali kemerdekaan mereka !

Selamat Datang, Tuan-Tuan dari Amerika, Uni Eropah, Finlandia, Swedia, Norwegia, Denmark, Jepang, Malaysia, Thailand, Philipina dan Australia ke Negara Acheh Sumatra.

Silakan terus duduk-berdiri dibumi Acheh ini, hingga kami, bangsa Acheh akan memberitahukan kelak.

Mengapakah kami katakan demikian kepada Tuan?

Karena Perdana Menteri Tengku Malik Mahmud dan Menteri Luar Negeri Tengku Dr Zaini Abdullah MD telah menyatakan dengan jelas dan tegas bahwa hasrat kuat bangsa Acheh adalah untuk bebas-merdeka, walaupun akan berhadapan dengan segala konsekuensinya dari Penjajah Indonesia Jawa-NKRI di meja sidang damai Tokyo, yang berlangsung pada 18 Mei, 2003.

Tuan Martti Ahtisaari, nah, Tuan sudah melihat konsekuensinya hari ini: Setelah mereka menciptakan undang-undang dan peraturannya menurut kehendak mereka sendiri untuk memproduce: Darurat Militer dan Darurat Sipil, sebuah "tirai hitam" penutup tabir "secret war"nya di Acheh: Menangkap, menyiksa, memperkosa, memenjarakan, menyembelih dan menghilangkan tangkapan: Akhirnya semua nasionalis-nasionalis Acheh itu dipusarakan di lembah-lembah bukit atau didasar sungai atau didasar laut atau dalam perut-perut buaya ditaman pemeliharaan buaya di Sunggal-Medan atau ditanam ditempat-tempat perkuburan rahasia atau dibakar hangus !

Apa yang saya paparkan disini, diatas ini, kemudiannya akan menjadi hak dan kewajiban bagi pihak Tuan Martti Ahtisaari untuk menginvestigasikannya sekarang juga! Tentu Tuan akan dibantu oleh Tentara Amerika Serikat, Uni Eropah, Finlandia, Swedia, Norwegia, Denmark, Jepang , Malaysia,Thailand, Philipina dan Australia !

Karena Tuan, akan dapat membaca dan Tuan akan tahu, bahwa masalah yang sedang kami, bangsa Acheh hadapi hari ini adalah masalah kehadiran ABRI-TNI/POLRI,Tentara Teroris Nasional Penjajah Indonesia Jawa, si Belanda Hitam yang biadab itu dan dengan senjata-senjata di tangan mereka, bukan kehadiran tentara masyarakat dunia, seperti sekarang ini.
Mengapakah tentara dunia tidak bersenjata ditangan ?

Tentara masyakat dunia itulah sebenarnya yang sedang menyelamatkan kami dari gerakan genocide yang terus dilakukan oleh Kolonialis-Imperialis Indonesia Jawa yang tidak pernah berhenti, walaupun tragedi dahsyat Tsunami baru menimpa kami.

Tuan Martti Ahtisaari, lebih 20.000 jiwa bangsa Acheh telah disembelih selama dalam "war secret", sejak 20 Mei, 2003-hingga hari ini, selama dalam Darurat Militer dan Darurat Sipil yang dilakukan oleh Mayor Jenderal Endang Suwarya Cs salah seorang manusia yang paling biadab dan tidak berprikemanusiaan.

Sama seperti Susilo Bambang Yudhoyono, Jendral Endriartono Sutarto dan Jenderal Ryamizard Ryacudu arsitek-arsitek utama DM dan DS ! Mereka-mereka ini lebih kejam dari Pol Pot, lebih kejam dari Ratko Mladic, lebih kejam dari Adolf Eichmann ! Mereka-mereka semua ini adalah penjahat perang !

Sebenarnya bangsa Acheh tahu, duniapun tahu dan pihak Tuanpun tahu, bahwa Negara Acheh Sumatra bersidang dengan NKRI sama seperti Bosnia Herzegovina bersidang dengan Serb Bosnia atau sama seperti Alija Izetbegovic dengan Radovan Karadzic.

Kami, bangsa Acheh ingin tanyakan kepada pihak Tuan, mengapakah tentara masyarakat dunia sekarang mencari untuk menangkap Radko Mladic dan Radovan sebagai penjahat perang ?

Dan mengapakah tentara masyarakat dunia, masih memberikan kesempatan kepada Radko Mladic-Radko Mladic dan Radovan Karadzic-Radovan Karadzic Penjajah Indonesia Jawa, yang masih terus berkeliaran dan kini sedang menghadiri sidang, seperti dihari-hari Radko Mladic dan Radovan Karadzic menghadiri sidang dengan Alija Izebegovic ?

Tangkap segera Susilo Bambang Yudhoyono, Endriartono Sutarto, Ryamizard Ryacudu, Endang Suwarya dan lain-lain penjahat perang yang tangan mereka berlumuran darah bangsa Acheh !

Tuan Martti Ahtisaari, janganlah lagi susahkan kami bangsa Acheh, untuk menangkap mereka Penjahat-Penjahat Perang Penjajah Indonesia Jawa, seperti susahnya bangsa Kampuchea menangkap Pol Pot mencari-cari di hutan-rimba, seperti susahnya bangsa Israel menangkap Kolonel Adolf Eichmann, mencari-cari diperkampungan-perkampungan Brazilia !

Maka sehubungan dengan itu, dalam perjanjian damai ini, maka dikehendaki hanya kepada penekanan agar seluruh jajaran ABRI-TNI/POLRI, Tentara Teroris Nasional Penjajah Indonesia Jawa atau si Belanda Hitam, musti angkat kaki dan segera tinggalkan bumi-Wilayah Kedaulatan Negara Acheh Sumatra dan tidak seekorpun dari mereka masih berdiri-tegak disana !

Tuan Martti Ahtisaari, sebagaimana Tuan telah ketahui, bahwa bumi bangsa Acheh ini, adalah milik bangsa Acheh, bukan milik Indonesia Jawa, bukan milik NKRI, bukan milik Penjajah Indonesia Jawa !

Bumi bangsa Acheh itu, telah diserahkan oleh Penjajah Belanda kepada Penjajah Indonesia Jawa, di Jakarta seperti Namibia pernah diserahkan oleh Penjajah Jerman kepada Penjajah South Afrika, di Yohanesburg.

Dengan alasan apapun, penjajah Belanda tidak mempunjai hak untuk menyerahkan Acheh kepada Penjajah Jawa, karena Acheh bukan kepunyaan penjajah Belanda. Acheh kepunyaan bangsa Acheh, hak-warisan nenek moyang bangsa Acheh, sama seperti Finlandia kepunyaan bangsa Finlandia, hak-warisan nenek moyang bangsa Finlandia.

Demikianlah sama halnya seperti Jerman, dengan alasan apapun, tidak mempunyai hak untuk menyerahkan Namibia kepada Penjajah South Afrika, karena Namibia bukan kepunyaan Jerman. Namibia kepunyaan bangsa Namibia, warisan nenek moyang bangsa Namibia, sama seperti Finlandia kepunyaan bangsa Finlandia, hak warisan nenek moyang bangsa Finlandia.
Ex injuria jus non oritur. Right cannot originate from wrong !

Bangsa Namibia terpaksa berperang, berjuang menuntut kemerdekaan bangsa dan kedaulatan negaranya kembali, kepada pemerintah Penjajah South Afrika, di Johanesburg, maka demikianlah nasib bangsa Acheh hari ini, terpaksa berperang berjuang menuntut kemerdekaan bangsa dan kedaulatan negaranya kembali kepada pemerintah Penjajah Indonesia Jawa, di Jakarta.

Tuan Martti Ahtisaari, dulu, bumi bangsa Acheh telah dipertahankan kemerdekaannya dengan pengorbanan 100.000 jiwa lebih nyawa nenek moyang mereka dari peperangan yang terlalu lama dengan segala penderitaan melawan penjajah Belanda, yang ketika itu dibantu oleh tentara upahannya: Anak-anak Jawa Madura, si Belanda Hitam, yang kini anak-anak cucunya sedang memerintah NKRI warisan dari Penjajah Belanda, tidak seperti kita: Acheh, Finlandia atau Namibia, warisan dari nennek moyang kita ,masing-masing !

Kini, dibumi bangsa Acheh itu, dari masa Daerah Operasi Militer, di tahun 1989 hingga 1998 ABRI-TNI/POLRI, Tentara Teroris Nasional Penjajah Indonesia, si Belanda telah menyembelih 50.000 jiwa lebih bangsa Acheh dan kemudian dilanjutkan ditahun-tahun berikutnya, sebelum Darurat Militer, 18 Mei, 2003 hingga hari ini, dimasa Darurat Sipil, bangsa Acheh terus menjadi korban, gugur berjatuhan, dan telah terjumlah mencapai 70.000 jiwa lebih !

Kemudian pada 26 Desember, 2004 bangsa Acheh lagi telah terkorban sejumlah 173.987 jiwa dan lebih ditelan Tsunami Acheh/Asian mengikut laporan hingga 23 January, 2005.

Alangkah biadabnya Trio: Susilo Bambang Yudhoyono, Endriartono Sutarto dan Ryamizard Ryacudu anak-anak Belanda Hitam ini, ketika dunia sedang berkabung dan menggerek bendera setengah tiang, malahan di Eropah mereka serentak bertafakur selama 3 menit mengenang korban-korban Tsunami Acheh/Asian itu, tetapi mereka bertiga sebaliknya, terus mengarahi ABRI-TNI POLRI, Tentara Teroris Nasional Penjajah Indonesia Jawa, meragut 215 jiwa nyawa bangsa Acheh yang sedang ikut berkabung, walaupun secara sepihak TNA. Tentara Negara Acheh, melaksanakan cease fire.

Mengapakah kami katakan demikian kepada Tuan ?

1. Karena: ABRI-TNI/POLRI, Tentara Teroris Nasional Penjajah Indonesia Jawa tetap mengingat bahwa Acheh itu bukan bangsanaya, walupun dulu mereka kami beri makan dan minum. Malahan macam Soekarno si Penipu lick itu uang dalam sakunyapun kami kantong dan anaknya Mega Soekarno Putri itupun dibesarkan dengan uang bangsa Acheh, yang sekarang ini coba mereka hendak lupakan.

2. Karena: NKRI coba menkampanyekan, bahwa rakyat Acheh yang disembelih itu adalah mereka-mereka yang coba membuat kesulitan keatas tentara dan relawan sipil yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan. Walaupun sebenarnya, sebagaimana umum telah mengetahui, bahwa sebahagian besar logistik bekalan sandang-pangan dan obat-obatan, yang diberikan oleh masyarakat dunia untuk bangsa Acheh dan korban-korban Tsunami Acheh/Asian telah digudangkan oleh militer sebagai logistik baru mereka untuk persiapan menyerang kembali Nasionalis-Nasionalis Acheh dan TNA, Tentara Negara Acheh yang sedang mematuhi arahan cease fire, sepihak yang sedang berjalan itu.

Mungkin dunia tidak percaya, jika CNN melaporkan sekitar 200.000 rakyat Acheh mungkin kebuluran karena persedian makan tidak cukup lagi dan dilain berita pernah dikabarkan: Persiapan makanan hanya cukup untuk 2 hari saja lagi dll.

Malahan telah banyak dilaporkan sebelum Tsunami Acheh/Asian atau sebelum kedatangan bantuan bekalan masyarakat dunia, ABRI-TNI/POLRI, Tenatra Teroris Nasional Penjajah Indonesia Jawa, selalu menjarah/merampas lembu-kambing dan ayam-itik dari rakyat Acheh yang miskin.

Mayor Jenderal Endang Suwarya pun memberi makan anak bininya dari jarahan/rampasan harta rakyat Acheh yang sedang ketakutan dan terus ditakut-takuti ! Demikianlah budaya hidup mereka anak-anak si Belanda Hitam !

Tuan Martti Ahtisaari, jadi sebagaimana perkara krisis Namibia yang pihak Tuan pernah selesaikan hingga bangsa Namibia mengecapi kemerdekaan maka nampaknya demikian juga hendaknya pihak Tuan lakukan untuk bangsa Acheh !

(bersambung Plus I + Finlandia Mendaulatkan Kembali Negara Acheh Sumatra)

Wassalam

Omar Puteh

om_puteh@hotmail.com
Norway
----------