Canberra, 29 Januari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

BANGSA ACHEH TERUS MEMPERJUANGKAN HAK ASASI, KEADILAN DAN KEBEBASAN
Muhammad Dahlan
Canberra - AUSTRALIA.

 

BANGSA ACHEH HARUS TETAP BERDO'A, BERSABAR DAN BERUSAHA

Kita sangat prihatin dan bersedih hati atas musibah yang terus menderita bangsa Acheh, tidak saja karena ketidak adilan dari pihak pemerintah tentara Indonesia, yang selama ini terus saja mendiskriditkan bangsa Acheh, juga atas datangnya musibah dari Allah SWT, dengan mengirimkan gempa bumi yang diikuti oleh tsunami.

Saya nyakin bahwa bangsa Acheh akan ada kemudahan dan keadilan setelah cobaan yang sangat berat ini, sebagaimana Allah SWT berfirman dan berjanji dalam Al-Qur'an, surat An-Nasyrah; (94); yang artinya:"(1) Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?(2) dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu (3) yang memberatkan punggungmu, (4) dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu, (5) karena sesunguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, (6) sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan......"

Selama ini bangsa Acheh sungguh disiksa oleh pemerintahan yang dhalim, dan mereka selalu menutupi, menghalangi dan memfitnah bangsa Acheh dimata dunia. Namun atas kesabaran bangsa Acheh, Allah mencobanya lagi dengan cobaan yang maha Dahsyat, untuk menguji kesabaran bangsa Acheh. Alhamdulillah, dengan ma'unah Allah yang Maha Perkakasa, sekareang bangsa Acheh, menjadi bahan pembicaraan seluruh pemimpin dunia dan bahkan tanpa diminta oleh bangsa Acheh mereka mengirimkan bala bantuan dalam bentuk apa-pun, bahkan yang paling ditakuti oleh pemerintah tentara Indonesia, yaitu masuknya tentra asing ke Wilayah Acheh.

Inilah, cara Allah untuk mengangkat derajat bangsa Acheh yang selama ini oleh pemerintah tentara Indonesia menutupinya. Tapi Allah punya caranya tersendiri dalam rangka membebaskan bangsa Acheh dari derita mereka yang sudah puluhan tahun, walaupun orang-orang menafik dari pemerintah tentara Indoensia tidak senang.

Tidak hanya disitu, sebagaimana janji Allah SWT yang diulangi dua kali dalan surat tersebut diatas;"sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan". Saya nyakin betul bahwa ayat ini berkenaan dengan situasi bangsa Acheh selama ini. Insya Allah, akan ada kemudahaan bagi bangsa Acheh setelah bebas dari cobaan yang maha dahsyat ini, namun bangsa Acheh jangan kehilangan tongkat pegangan.

Maka bagi bangsa Acheh harus terus berdo'a dalam keadaan apapun, bertahajjud dan bermunajad dimana saja kita berada, agar Allah melapangkan keadaan bangsa Acheh dalam waktu yang tak lama lagi. Tak perlu saling menghujjah sesama bangsa Acheh, sudah saatnya kita bersatu untuk selamanya, sudah saatnya kita kembali kepada garis perjuangan kita semula dalam rangkan membebaskan penderitaan bangsa kita.

Dalam situasi apapun, dalam penderitaan bagaimanapun, bahwa kita sama-sama memperjuangkan hak-hak kita yang mendasar, keadilan dan kebabebasan sebagai hamba Allah, kita selalu melawan ketidak adilan dan penindasan atas sesama ummat manusia.

Ternyata, rencana manusia tidak pernah akan berhasil kalau Allah tidak mengizinkannya, tapi seusungguhnya rencana Allah yang akan berjalan. Marilah kita terima keadaan yang Allah tetapkan kepada kita. Tak perlu dipolitisir keadaan ini, namun kita menfaatkan dalam rangka masa depan bangsa Acheh yang lebih baik.

Sesungguhnya Allah-lah yang mengirimkan balah bantuan asing langsung ke tengah-tengah bangsa Acheh, tidak seorangpun boleh menghambatnya, hatta TNI pun harus menerimanya walaupun sangat berat. Demikian juga kita mengharapkan agar Allah melepaskan derita bangsa Acheh, yang mungkin oleh pihak NKRI tidak bisa menerimanya, tapi harus memberinya. Semua ini terserah kepada Allah dan kepada keinginan dari seluruh bangsa Acheh. Usaha, Do'a dan Sabar jangan dipisahkan dari kamus kehidupan bangsa Acheh..! Isbiruu, wasabiruu, warabituu, wattaqullaha la'allakum tuflihuun !!

wassalam,

Muhammad Dahlan

tang_ce@yahoo.com
Canberra, Australia
----------