Stockholm, 2 Februari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

AGOOSH ITU KEPALA & TUBUH ASNLF HANYA SATU DIBAWAH PIMPINAN TERTINGGI TEUNGKU HASAN MUHAMMAD DI TIRO
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SAUDARA AGOOSH YOOSRAN ITU KEPALA & TUBUH ASNLF HANYA SATU DIBAWAH PIMPINAN TERTINGGI TEUNGKU HASAN MUHAMMAD DI TIRO

"Jangan melihat persoalan dari sejarah terus, saya pribadi dari ulasan pak Ahmad sudah terbuka matanya, bahwa memang akar permasalahan di Aceh adalah karena adanya perbedaan dasar sejarah (entah mana yang merekayasa, karena memang saya pribadi tidak tahu). Dan saya pribdadi juga setuju jika sebaiknya untuk menyelesaikan permasalahan di Aceh itu dilakukan plebisit/jajak pendapat untuk menentukan nasib sendiri daripada rakyat Aceh tersebut" (Agoosh Yoosran, a_yoosran@yahoo.com , Wed, 2 Feb 2005 00:28:57 -0800 (PST))

"Salut buat sdr. Ardiansyah dengan pemikiran-pemikirannya. Buat pak Ahmad Sudirman, tidak mungkinlah dasar pijakan dengan membuat undang-undang yang dibuat oleh ASNLF dan seluruh rakyat Aceh. Be realistic, mana mungkin sih pembuatan undang-undang/peraturan dibuat secara keroyokan begitu. Paling yang akan merumuskan undang-undang/peraturan (jika akhirnya ASNLF menjadi sebuah negara) ujung-ujungnya ya para elit di Swedia sana kan? Mungkin juga termasuk pak Ahmad sendiri" (Agoosh Yoosran, a_yoosran@yahoo.com , Wed, 2 Feb 2005 01:15:11 -0800 (PST))

"Kalau menurut saya pribadi, yang paling kongkrit adalah 1. Melakukan gencatan senjata.2. Lakukan perundingan langsung dengan TNA-GAM Aceh. 3. Lakukan jajak pendapat untuk menentukan nasib sendiri. 4. Buat zona aman untuk mengamankan "orang-orang wni, TNI, asset-asset NKRI, dll yang berkaitan dengan kepentingan RI di Aceh". Jika hasil jajak pendapat, rakyat Aceh menginginkan memisahkan diri dari NKRI atau 5. Buat Zona aman untuk mengamankan "orang-orang GAM-TNA yang berperang di Aceh". (Agoosh Yoosran, a_yoosran@yahoo.com ,Wed, 2 Feb 2005 02:05:14 -0800 (PST))

Baiklah saudara Agoosh Yoosran di Jakarta, Indonesia.

Itu kalau Ahmad Sudirman memberikan komentar dan tanggapan dengan menyatakan: "milis GAM gadungan made in Ryamizard Ryacudu" terhadap tulisan saudara Matius Dharminta yang menyatakan: "Caranya, undang tokoh GAM yang ada di Aceh dan ajak mereka berunding. Jadi berunding dengan tokoh GAM yang ada di Aceh, bukan berunding dengan orang yang tinggal di luar negeri yang tidak jelas kewargaannya." (Matius Dharminta, 2 Februari 2005).

Jelas, alasannya adalah ASNLF atau GAM dan TNA itu hanya satu tubuh dan satu kepala. Tidak ada dua kepala dan dua tubuh. ASNLF atau GAM dengan TNAnya berada dibawah pimpinan tertinggi Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan stafnya.

Jadi, siapa yang diutus oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro untuk berunding, itu diserahkan keputusannya kepada pimpinan tertinggi ASNLF atau GAM dan TNA. Bukan ditentukan oleh pihak Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla dan Widodo Adi Sutjipto di Jakarta.

Dimanapun anggota ASNLF atau GAM dan TNA berada itu semuanya berada dibawah satu kepala dan satu pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Jadi, ASNLF atau GAM dan TNA tidak terbagi-bagi sebagaimana yang disangkakan oleh pihak Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, Endriartono Sutarto, Ryamizard Ryacudu, Da'i Bahtiar, M Ma'ruf, Noer Hassan Wirajuda, Theo L Sambuaga dan Suparlan, termasuk juga itu Matius Dharminta.

Nah, dengan alasan itulah, mengapa Ahmad Sudirman memberikan komentar dan tanggapan terhadap saudara Matius Dharminta dengan menyatakan: "Matius Dharminta mau berunding dengan milisi GAM gadungan made in Ryamizard Ryacudu".

Jadi, kalau Ahmad Sudirman menyatakan "milisi GAM gadungan made in Ryamizard Ryacudu" itu bukan berarti mengada-ada. Memang benar adanya. Artinya, kalau ada anggota ASNLF atau GAM dan TNA diluar pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Pimpinan Panglima TNA Muzzakir Manaf, maka itulah yang dinamakan anggota milisi GAM dan TNA gadungan made in Ryamizard Ryacudu.

Selanjutnya itu bagus bahwa saudara Agoosh Yoosran telah menyadari dan memahami bahwa setelah membaca sejarah Acheh hubungannya dengan RI yang bukan versi Soekarno sampai kepada kesimpulan adanya perbedaan dasar sejarah. Sehingga untuk penyelesaian konflik Acheh ini perlu adanya plebisit atau jajak pendapat dalam rangka usaha untuk penentuan nasib sendiri rakyat Acheh.

Dimana dalam tanggapan saudara Agoosh selanjutnya mengajukan beberapa poin dalam usaha ikut menyelesaikan konflik Acheh dengan cara aman dan damai. Dimana saudara Agoosh mengajukan: "Kalau menurut saya pribadi, yang paling kongkrit adalah 1. Melakukan gencatan senjata.2. Lakukan perundingan langsung dengan TNA-GAM Aceh. 3. Lakukan jajak pendapat untuk menentukan nasib sendiri. 4. Buat zona aman untuk mengamankan "orang-orang wni, TNI, asset-asset NKRI, dll yang berkaitan dengan kepentingan RI di Aceh". Jika hasil jajak pendapat, rakyat Aceh menginginkan memisahkan diri dari NKRI atau 5. Buat Zona aman untuk mengamankan "orang-orang GAM-TNA yang berperang di Aceh".

Memang kelihatannya apa yang disodorkan saudara Agoosh ini ada kemajuan dibandingkan dengan apa yang disodorkan oleh saudara Ardiansyah. Karena disini saudara Agoosh menyodorkan adanya plebisit atau jajak pendapat untuk penentuan nasib sendiri rakyat Acheh. Adapun masalah perundingan langsung antara RI-GAM Acheh itu saudara Agoosh masih belum memahami dan mengerti apa itu ASNLF atau GAM dan TNA. Tetapi, diatas Ahmad Sudirman telah menjelaskan bahwa ASNLF atau GAM dan TNA itu satu tubuh dengan kepalanya dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Jadi, siapa yang akan menjadi juru runding ASNLF atau GAM itu kebijaksanaannya ada ditangan pimpinan tertinggi ASNLF atau GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Kemudian soal kapan dan tempatnya itu harus disepakati oleh kedua pihak, RI dan ASNLF.

Dan tentu saja yang paling penting dan mendesak sekarang adalah perundingan RI-ASNLF untuk melakukan gencatan senjata dalam rangka memberikan keamanan dan kebebasan bagi para relawan militer dan sipil asing dan dalam negeri agar mereka bebas dalam usaha pemulihan, rehabilitasi para korban gempa dan tsunami ditempat-tempat yang perlu didatangi dan tempat-tempat dimana para korban gempa dan tsunami membutuhkan pertolongan.

Terakhir, itu ketika Ahmad Sudirman menyatakan: "dasar hukum baru tersebut harus dibuat dan ditetapkan terlebih dahulu oleh pihak pemerintahan baru ASNLF dengan seluruh rakyat Acheh. Artinya disini adalah seluruh rakyat Acheh yang terlebih dahulu menentukan sikap dan suaranya untuk menetapkan apakah Negeri Acheh berdiri sendiri dengan dasar hukum barunya" (Ahmad Sudirman, 2 Februari 2005)

Itu artinya bahwa dasar hukum yang dijadikan pijakan oleh ASNLF adalah pertama adanya plebisit dan hasil plebisit itu sendiri. Jadi yang dimaksud dengan seluruh rakyat Acheh disini adalah plebisit itu sendiri yang hasilnya nanti merupakan dasar hukum bagi tegaknya bangunan Negeri Acheh dengan aturan, undang-undang, hukumnya, apabila hasil plebisit itu menyatakan sebagian besar rakyat Acheh mau berpisah dari RI. Kemudian dalam langkah berikutnya setelah dilakukan pemindahan kekuasaan dari pihak RI kepada pihak pemerintahan Negeri Acheh, baru dibangun perangkat lembaga kenegaraan sementara di Negeri Acheh sebagai wadah dan alat untuk membentuk perangkat lembaga kenegaraan yang tetap dengan melibatkan seluruh rakyat Acheh atau melalui wakil-wakilnya dan partai-partainya untuk membangun Negeri Acheh yang berdiri sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan asing.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Wed, 2 Feb 2005 02:05:14 -0800 (PST)
From: Agoosh Yoosran a_yoosran@yahoo.com
Subject: Re: MATIUS DHARMINTA MAU BERUNDING DENGAN MILISI GAM GADUNGAN MADE IN RYAMIZARD RYACUDU
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Cc: mr_dharminta@yahoo.com

PAK AHMAD, DI BARIS MANA SIH DARI PENDAPAT SDR MATIUS YANG MENGATAKAN BAHWA ADA "GAM GADUNGAN MADE IN KASAD"? BUKANNYA ITU TAMBAHAN KATA-KATA YANG ANDA BUAT SENDIRI?

KALAU YANG SAYA TANGKAP DARI TULISAN SDR MATIUS, PEMERINTAH RI ITU JANGAN BERUNDING DENGAN ELIT-ELIT ASNLF YANG TINGGAL DAN SUDAH MENJADI WARGA NEGARA SWEDIA, TAPI PEMERINTAH RI SEBAIKNYA BERUNDING DENGAN GAM YANG SAAT INI BENAR-BENAR BERJUANG DAN BERPERANG MELAWAN TNI DI ACEH.

KALAU PILIHAN TEMPATNYA DI ACEH, KARENA TNA-GAM YANG ADA DI ACEH KAN TIDAK MUNGKIN BISA KE LUAR NEGERI, ORANG PASSPORT AJA PASTI MEREKA TIDAK PUNYA KAN? JADI YA TEMPATNYA DI ACEH SAJA. DENGAN JAMINAN KEAMANAN DARI TNI ATAU KALAU TIDAK PERCAYA KALAU PERLU TNA-GAM YANG BERGERILYA DI ACEH ITU DIKAWAL OLEH PASUKAN PERDAMAIAN DARI PBB. FAIR ENOUGH I GUESS.

KARENA YANG TAHU PERSOALAN DI ACEH ITU YA GAM YANG BERPERANG DI ACEH DAN RAKYAT ACEH ITU SENDIRI, BUKAN ELIT-ELIT GAM YANG ADA DI SWEDIA. APA ORANG ACEH YANG ADA DI LUAR NEGERI ITU BISA MERASAKAN PENDERITAAN RAKYAT ACEH YANG SEBENARNYA.

KALAU MENURUT SAYA PRIBADI, PENDERITAAN RAKYAT ACEH YANG PALING RIIL ADALAH GANGGUAN RASA AMAN. KARENA MEREKA SERBA SALAH. DUKUNG GAM BISA KENA CAP PENGKHIANAT RI DAN KENA DAMPAK KEKERASAN TNI, TAPI JIKA MENDUKUNG NKRI BISA KENA CAP PENGKHIANAT JUGA DARI GAM DAN DAMPAKNYA, KENA KEKERASAN JUGA DARI TNA-GAM

JADI YANG PALING KONGKRIT ADALAH:

1.LAKUKAN GENCATAN SENJATA;
2.LAKUKAN PERUNDINGAN LANGSUNG DENGAN TNA-GAM ACEH;
3.LAKUKAN JAJAK PENDAPAT UNTUK MENENTUKAN NASIB SENDIRI;
4.BUAT ZONA AMAN UNTUK MENGAMANKAN "ORANG-ORANG WNI, TNI, ASSET-ASSET NKRI, DLL YANG BERKAITAN DENGAN KEPENTINGAN RI DI ACEH" JIKA HASIL JAJAK PENDAPAT, RAKYAT ACEH MENGINGINKAN MEMISAHKAN DIRI DARI NKRI ATAU;
5.BUAT ZONA AMAN UNTUK MENGAMANKAN "ORANG-ORANG GAM-TNA YANG BERPERANG DI ACEH"

JIKA HASIL JAJAK PENDAPAT , RAKYAT ACEH MENGINGINKAN TETAP DI BAWAH NAUNGAN NKRI DAN MEMBERIKAN PILIHAN BEBAS KEPADA PIHAK TNA-GAM, MAU TETAP TINGGAL DI ACEH DAN MENJADI WNI ATAU KELUAR ACEH DAN MENJADI WARGA NEGARA LAIN YANG BERSEDIA MENAMPUNG ORANG-ORANG EX TNA-GAM ACEH TERSEBUT. MUNGKIN HASAN TIRO BISA BANTU ORANG-ORANG TERSEBUT UNTUK MENDAPAT KEWARGANEGARAAN SWEDIA.

GITU PAK AHMAD DAN BANG MATIUS.
SEKIAN.

Agoosh Yoosran

a_yoosran@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------

Date: Wed, 2 Feb 2005 00:28:57 -0800 (PST)
From: Agoosh Yoosran a_yoosran@yahoo.com
Subject: Re: MATIUS DHARMINTA EKORNYA YUDHOYONO MEMANG TIDAK PUNYA JALAN KELUAR DARI KONFLIK ACHEH
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

PAK AHMAD SUDIRMAN, APAKAH ANDA JUGA BISA MENJAMIN BAHWA PLEBISIT TERSEBUT BISA DILAKUKAN DENGAN SANGAT FAIR TANPA TEKANAN DARI PIHAK GAM DAN PIHAK ASING?

JANGAN MELIHAT PERSOALAN DARI SEJARAH TERUS, SAYA PRIBADI DARI ULASAN PAK AHMAD SUDAH TERBUKA MATANYA, BAHWA MEMANG AKAR PERMASALAHAN DI ACEH ADALAH KARENA ADANYA PERBEDAAN DASAR SEJARAH (ENTAH MANA YANG MEREKAYASA, KARENA MEMANG SAYA PRIBADI TIDAK TAHU).

DAN SAYA PRIBADI JUGA SETUJU JIKA SEBAIKNYA UNTUK MENYELESAIKAN PERMASALAHAN DI ACEH ITU DILAKUKAN PLEBISIT/ JAJAK PENDAPAT UNTUK MENENTUKAN NASIB SENDIRI DARIPADA RAKYAT ACEH TERSEBUT.

JADI JANGAN BAWA-BAWA AGAMA LAH. GA USAH LAH BILANG-BILANG BAHWA SDR MATIUS DHARMINTA ORANG KRISTEN SEGALA JADI PENDAPATNYA DEMIKIAN.

SAYA YAKIN, ORANG-ORANG TNA-GAM PASTI JUGA AKAN MELAKUKAN INTIMIDASI TERHADAP RAKYAT ACEH SUPAYA MEMILIH MERDEKA. KARENA YANG AKAN MENIKMATI KEMERDEKAAN ITU HANYA SEGELINTIR ELIT DI SWEDIA SAJA SAYA RASA TERMASUK BAPAK KEMUNGKINAN BESAR (KARENA TELAH MENYOKONG PERJUANGAN GAM).

BUKTINYA JUGA, SETELAH DILAKUKANNYA DARURAT MILITER SELAMA 2 PERIODE DAN SEKARANG DILANJUTKAN DENGAN DARURAT SIPIL, KONDISI KEAMANAN DI ACEH LEBIH HIDUP. JUSTRU RAKYAT ACEH YANG MEMANG TINGGAL DI ACEH MERASA LEBIH AMAN DENGAN ADANYA DARURAT MILITER/ DARURAT SIPIL SEPERTI SAAT INI. YG MERASA DARURAT MILITER/ DARURAT SIPIL MEMBUAT MEREKA MENJADI KETAKUTAN MEMANG ADA JUGA, TAPI ITU LEBIH KEPADA MEREKA TAKUT DIANGGAP MEMIHAK SALAH SATU PIHAK. MACAM BUAH SIMALAKAMA, BELA GAM HABIS OLEH TNI, BELA NKRI HABIS OLEH TNA.

MASALAH PEMERATAAN EKONOMI, KESEJAHTERAAN DSB ITU DILAKUKAN DENGAN CARA GRADUAL PAK. TIDAK ADA YANG INSTAN. TENTU BAPAK TAHU JUGA KAN, BANGSA EROPA-AMERIKA BISA MAKMUR SEJAHTERA SEPERTI SEKARANG INI SUDAH BERAPA RATUS TAHUN MEREKA MENGENYAM KEMERDEKAAN. SUDAH BANYAK PAHIT-MANISNYA MEMBANGUN SEBUAH NEGARA MEREKA LALUI.

DEMIKIAN, SEKIAN.

Agoosh Yoosran

a_yoosran@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------

Date: Wed, 2 Feb 2005 01:15:11 -0800 (PST)
From: Agoosh Yoosran a_yoosran@yahoo.com
Subject: Re: ARDIANSYAH ITU KALAU NEGERI ACHEH BERDIRI HARUS JELAS PIJAKAN DASAR HUKUMNYA
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Cc: Muhammad.Ardiansyah@hm.com

SALUT BUAT SDR. ARDIANSYAH DENGAN PEMIKIRAN-PEMIKIRANNYA.

BUAT PAK AHMAD SUDIRMAN, TIDAK MUNGKINLAH DASAR PIJAKAN DENGAN MEMBUAT UNDANG-UNDANG YANG DIBUAT OLEH ASNLF DAN SELURUH RAKYAT ACEH. BE REALISTIC, MANA MUNGKIN SIH PEMBUATAN UNDANG-UNDANG/ PERATURAN DIBUAT SECARA KEROYOKAN BEGITU. PALING YANG AKAN MERUMUSKAN UNDANG-UNDANG/ PERATURAN (JIKA AKHIRNYA ASNLF MENJADI SEBUAH NEGARA) UJUNG-UJUNGNYA YA PARA ELIT DI SWEDIA SANA KAN? MUNGKIN JUGA TERMASUK PAK AHMAD SENDIRI.

JANGAN JUGALAH MEMBERIKAN HARAPAN-HARAPAN KOSONG KEPADA RAKYAT ACEH. KALO MEMANG SETELAH JAJAK PENDAPAT MAYORITAS RAKYAT ACEH MEMILIH MERDEKA DAN MENJADI NEGARA SENDIRI, BUATLAH TATA NEGARA YANG REALISTIS. MASA SETIAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN HARUS MELIBATKAN "SELURUH RAKYAT ACEH". KEBURU KELAPARAN RAKYATNYA PAK!

Agoosh Yoosran

a_yoosran@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------