Stockholm, 4 Februari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

DHARMINTA DARI DULU SUDAH KOSONG & TIDAK ADA KEMAMPUAN UNTUK PERTAHANKAN ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

ITU MATIUS DHARMINTA MEMANG DARI DULU SUDAH KOSONG & TIDAK ADA KEMAMPUAN UNTUK PERTAHANKAN ACHEH

"Aku kira justru orang-orang macan ini yang menelan sampah secara mentah-mentah cuplikan sejarah yang diambilnya dari tong sampah penjajah (belanda). Lihat aja tiap celotehnya yang sama sekali tidak bermakna, karena hanya bertumpu pada cuplikan sejarah yang diambilnya dari tong sampah. Untaian / susunan kata, tulisan, yang panjang bak kerta api boleh juga, tapi sayang karena hasil pemikiran yang ngawur hingga terkesan bagaikan sampah yang tak ada manfaatnya. Namun begitu siempunya gagasan tak ada bosannya mengemukakannya di setiap tulisannya. Dari awal hingga sekarang hanya itu-itu aja yang di utarakan." (Matius Dharminta, mr_dharminta@yahoo.com , Thu, 3 Feb 2005 20:53:15 -0800 (PST))

Baiklah Matius Dharminta di Surabaya, Indonesia.

Memang setelah itu Matius Dharminta melambungkan tanggapan dan sanggahannya, dan Ahmad Sudirman telah memberikan jawabannya, ternyata setelah Ahmad Sudirman bongkar, seperti itu Soekarno setelah menelan dan melahap Negeri Acheh dan Republik Maluku Selatan, lalu melaporkan sambil membawa gembolan RI yang telah menjelma menjadi NKRI kepada pihak DK PBB untuk diakui dan diterima sebagai anggota PBB. Kemudian Ahmad Sudirman menyatakan bahwa itu "Dharminta hanya telan sejarah gombal Soekarno yang mencaplok Acheh tetapi disembunyikan didepan DK PBB 1950"

Rupanya itu Dharminta memang karena tidak punya alasan lain dan dasar argumentasi lain, selain sejarah Acheh gombal made in Soekarno, maka langsung saja melambungkan pikirannya: "Lihat aja tiap celotehnya yang sama sekali tidak bermakna, karena hanya bertumpu pada cuplikan sejarah yang diambilnya dari tong sampah. Untaian / susunan kata, tulisan, yang panjang bak kerta api boleh juga, tapi sayang karena hasil pemikiran yang ngawur hingga terkesan bagaikan sampah yang tak ada manfaatnya."

Nah kan kelihatan, kalau memang itu Dharminta memang otaknya smart tidak bloon dan budek, jelas akan memberikan tanggapan dan sanggahannya terhadap masalah pencaplokan Timor Timur dan Negeri Acheh yang dibeberkan Ahmad Sudirman.

Tetapi karena memang otak Dharminta memang otak udang, maka ia hanya mampu memberikan sanggahan: "tiap celotehnya yang sama sekali tidak bermakna, karena hanya bertumpu pada cuplikan sejarah yang diambilnya dari tong sampah".

Itu Dharminta bukan menampilkan argumentasi dan alasannya yang berupa fakta, bukti, dasar hukum dan sejarah, melainkan hanyalah omelan gombal yang tidak memiliki kekuatan dasar hukum dan sejarah yang benar.

Bagaimana bisa dianggap sebagai dasar argumentasi yang kuat dan benar yang bertopangkan kepada dasar hukum dan sejarah, kalau itu Dharminta kalau memberikan tanggapan hanyalah menyatakan: "pemikiran yang ngawur" titik.

Kan, jadi salah kaprah dan ngaco itu Dharminta untuk tampil mempertahankan Negeri Acheh. Maka memang wajar itu orang-orang model Dharminta yang dipakai oleh Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla untuk mempertahankan Acheh akan kebobolan. Karena memang otak mereka otak udang.

Terakhir, itu Dharminta setelah tidak mampu lagi untuk memberikan dasar argumentasi bedasarkan fakta, bukti, sejarah dan hukum yang kuat tentang Negeri Acheh yang diakuinya sebagi bagian wilayah negaranya Mbah Soekarno, melambungkan hasil sampah otaknya dengan menyatakan: "Udah dulu ya ! aku cari / baca menu lain yang lebih bermanfaat, entar sambung lagi ok."

Itu alasan gombal dari orang-orang yang hanya pandainya menjilat dan melalap sejarah gombal Acheh yang dikucak-kocek Soekarno dan dipertahankan oleh Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla saja.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Thu, 3 Feb 2005 20:53:15 -0800 (PST)
From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com
Subject: Re: DHARMINTA HANYA TELAN SEJARAH GOMBAL SOEKARNO YANG MENCAPLOK ACHEH TETAPI DISEMBUNYIKAN DIDEPAN DK PBB 1950
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Padmanaba <Padmanaba@uboot.com>, Solo Pos <solopos@bumi.net.id>, SEA <sea@swipnet.se>, Hidajat Sjarif <siliwangi27@hotmail.com>, Suparmo <suparmo@tjp.toshiba.co.jp>, MT Dharminta editor@jawapos.co.id ,Habe Arifin habearifin@yahoo.com

DHARMINTA HANYA TELAN SEJARAH GOMBAL SOEKARNO YANG MENCAPLOK ACHEH TETAPI DISEMBUNYIKAN DIDEPAN DK PBB 1950

Orang ini makin tidak lucu deh, komentar macam di atas, apa kagak kebalikanya?. Aku kira justru orang-orang macan ini yang menelan sampah secara mentah-mentah cuplikan sejarah yang diambilnya dari tong sampah penjajah (belanda). Lihat aja tiap celotehnya yang sama sekali tidak bermakna, karena hanya bertumpu pada cuplikan sejarah yang diambilnya dari tong sampah.

Untaian / susunan kata, tulisan, yang panjang bak kerta api boleh juga, tapi sayang karena hasil pemikiran yang ngawur hingga terkesan bagaikan sampah yang tak ada manfaatnya.

Namun begitu siempunya gagasan tak ada bosannya mengemukakannya di setiap tulisannya. Dari awal hingga sekarang hanya itu-itu aja yang di utarakan. "Udah dulu ya..! aku cari / baca menu lain yang lebih bermanfaat, entar sambung lagi ok."

Matius Dharminta

mr_dharminta@yahoo.com
Surabaya, Indonesia
----------