Stockholm, 4 Februari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

DHARMINTA COBA TAMPILKAN ITU REFERENSI KURIKULUM TENTANG ACHEH DI MIMBAR BEBAS UNTUK DIBAHAS
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MATIUS DHARMINTA COBA TAMPILKAN ITU REFERENSI KURIKULUM TENTANG ACHEH DI MIMBAR BEBAS UNTUK DIBAHAS BERSAMA

"Dimata anda (Muhammad Ardiansyah) yang bisa diterima dan masuk akal, itu memang betul karena memang anda sejalan / sekelompok denganya, jadi wajar dong. Soal mengetahuan umum dari buku kurikulum berapa ? mungkin anda tidak akan pernah tahu, karena anda cuma mengacu pada pemikiran dan pandangan sdr Ahmad yang anda anggap paling masuk akal dan bisa anda terima. Jadi percuma aja ngasik tahu orang yang tidak mau tahu" (Matius Dharminta , mr_dharminta@yahoo.com ,Thu, 3 Feb 2005 23:30:45 -0800 (PST))

Baiklah Matius Dharminta di Surabaya, Indonesia.

Makin jelas saja itu Dharminta yang ngaku wartawan Jawa Pos makin budek. Coba saja perhatikan, itu saudara Muhammad Ardiansyah menanyakan kepada Matius Dharminta: "Coba anda tampilkan pengetahuan umum tsb di mimbar bebas ini kalo anda benar ? kalau dikatakan pengetahuan umum, dari buku kurikulum berapa nih ? karena sekarang tiap tahun bukunya diganti sih" (Muhammad Radiansyah, 4 Februari 2005)

Nah, kemudian apa itu jawaban wartawan gombal Jawa Pos Dharminta: "Dimata anda yang bisa diterima dan masuk akal, itu memang betul karena memang anda sejalan / sekelompok denganya, jadi wajar dong. Soal mengetahuan umum dari buku kurikulum berapa ? mungkin anda tidak akan pernah tahu, karena anda cuma mengacu pada pemikiran dan pandangan sdr Ahmad yang anda anggap paling masuk akal dan bisa anda terima. Jadi percuma aja ngasik tahu orang yang tidak mau tahu."

Kan jelas kelihatan itu jawaban Dharminta memang jawaban hasil olahan otak udang. Mengapa ?

Karena kalau itu Dharminta paham dan mengerti untuk mengadakan penelitian, penggalian, pemahaman, penganalisaan akar utama timbulnya konflik Acheh, maka sudah jelas dan memang harus itu ditampilkan sumber buku kurikulum yang dijadikan acuan bagi para guru atau dosen untuk mengajarkan tentang masalah sejarah Acheh dan jalur proses pertumbuhan negara RI ini.

Kemudian setelah ditampilkan dan dikemukakan di mimbar bebas ini, kita secara bersama-sama membahasnya. Kita bandingkan, kita gali, kita pelajari sampai keakar-akar. Lalu kita ambil kesimpulannya. Sehingga kita mengetahui dengan jelas dan benar bahwa apa yang menjadi sumber utama penyebab timbulnya konflik Acheh ini.

Jadi Dharminta, kalau kalian hanya masih terbelenggu dengan pemikiran sampah yang picik dan gombal dari cara berpikir kalian di Negara RI ini, terutama dalam hal konflik Acheh, maka cobalah buka itu otak kalian yang beku itu, panaskan biar mencair dan tidak bloon dan budek begitu. Sehingga ketika dimintakan untuk memberikan daftar referensi buku-buku yang dipakai dan dipergunakan di sekolah-sekolah dan universitas-universitas dalam hal Acheh dan RI, tidak mau menampilkannnya. Dengan alasan: "karena anda (Muhammad Ardiansyah) cuma mengacu pada pemikiran dan pandangan sdr Ahmad yang anda anggap paling masuk akal dan bisa anda terima. Jadi percuma aja ngasik tahu orang yang tidak mau tahu."

Itu Dharminta, betul-betul jawaban yang gombal dan konyol. Masa sebagai seorang sarjana dan wartawan lagi, tidak mengerti dan tidak memahami maksud dari pertanyaan saudara Muhammad Ardiansyah itu.

Dharminta, selama kalian masih budek dan bloon, maka selama itu kalian memang tidak akan berhasil mempertahankan itu Negeri Acheh dalam dekapan selimut gombal Susilo Bambang Yudhoyono dengan PP No.2/2004, Keppres No.43/2003, dan UU No.18/2001-nya.

Bagaimana bisa berhasil mempertahankan Acheh, sedangkan untuk menampilkan sumber referensi buku tentang mata pelajar dan kurikulum pelajaran sejarah dan tata negara RI yang dihubungkan dengan Acheh ini saja masih juga terus ditutup-tutupi. Dasar budek.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Thu, 3 Feb 2005 23:30:45 -0800 (PST)
From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com
Subject: RE: ARDIANSYAH ITU KALAU NEGERI ACHEH BERDIRI HARUS JELAS PIJAKAN DASAR HUKUMNYA
To: Muhammad.Ardiansyah@hm.com, bambang_hw@rekayasa.co.id, ahmad@dataphone.se, serambi_indonesia@yahoo.com, balipost@indo.net.id, newsletter@waspada.co.id, redaksi@pikiran-rakyat.com, editor@pontianak.wasantara.net.id, hudoyo@cbn.net.id, jktpost2@cbn.net.id, redaksi@kompas.com, redaksi@satunet.com, redaksi@waspada.co.id, waspada@waspada.co.id, webmaster@detik.com, kompas@kompas.com

Dimata anda yang bisa diterima dan masuk akal, itu memang betul karena memang anda sejalan / sekelompok denganya, jadi wajar dong. Soal mengetahuan umum dari buku kurikulum berapa ? mungkin anda tidak akan pernah tahu, karena anda cuma mengacu pada pemikiran dan pandangan sdr Ahmad yang anda anggap paling masuk akal dan bisa anda terima. Jadi percuma aja ngasik tahu orang yang tidak mau tahu.

Muhammad.Ardiansyah@hm.com wrote:
Coba anda tampilkan pengetahuan umum tsb di mimbar bebas ini kalo anda benar ? kalau dikatakan pengetahuan umum, dari buku kurikulum berapa nih ? karena sekarang tiap tahun bukunya diganti sih . Di mata saya saat ini pendapat yang bisa diterima dan masuk akal adalah pendapat dari Saudara Ahmad Sudirman , sedangkan anda hanya bercuap - cuap tak tentu arah tapi ingin smpai tujuan , bagaimana bisa anda menjelaskan ? apa anda cuma bisa ngompol aja di koran yah (Muhammad Ardiansyah, 4 Februari 2005)

Matius Dharminta

mr_dharminta@yahoo.com
Surabaya, Indonesia
----------