Stockholm, 4 Februari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

DHARMINTA MEMANG TIDAK PUNYA FAKTA, BUKTI, SEJARAH DAN HUKUM KUAT UNTUK PERTAHANKAN ACHEH DALAM RI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MAKIN KELIHATAN ITU MATIUS DHARMINTA MEMANG TIDAK PUNYA FAKTA, BUKTI, SEJARAH DAN HUKUM KUAT UNTUK PERTAHANKAN ACHEH DALAM RI

"Dharminta dari dulu sudah kosong & tidak ada kemampuan untuk pertahankan Acheh (Ahmad Sudirman, 4 Februari 2005). Benarkah ? bukan sebaliknya, coba anda koreksi sendiri tulisan anda dari awal hingga detik ini, sama sekali tak ada perubahan, untuk menanggapi berbagai argumen, anda hanya melingkar-lingkar ditempat, dan selalu bangga dengan cuplikan sejarah usang yang anda kramatkan. Sekarang mana yang kosong ?" (Matius Dharminta , mr_dharminta@yahoo.com , 4 februari 2005 08:57:01)

Baiklah Matius Dharminta di Surabaya, Indonesia.

Itu masalah argumen yang kalian Dharminta lambungkan dan juga Ahmad Sudirman lambungkan, ternyata kalian Dharminta hanya sampai kepada melambungkan saja. Tidak ada kemauan kalian untuk menggali lebih dalam lagi. Kalian Dharminta hanya mandeg dilangkah awal saja.

Misalnya, Ahmad Sudirman memberikan contoh. Ketika kalian Dharminta melambungkan argumentasi mengenai Timor Timur dan Acheh, dimana kalian mengatakan: "Sejarah Aceh dan Tim-Tim jauh beda, Aceh sejak RI diproklamasikan kemerdekaan pada tahun 1945 udah termasuk didalamnya, dan dunia udah mengakuinya, coba lihat peta dunia. Lain halnya dengan Tim-Tim, Timor timur masuk / Integrasi ke RI atas kemauan sebagian warga yang sedang dilanda perang saudara pada tahun 1977, kalau sekarang lepas, bukan semata karena kegagalan RI dalam menjalankan kebijakan, tapi juga karena peran besar dunia internasional, karena apa? Karena dunia internasional belum mengakui masuknya timtim ke dalam NKRI, dan didalam peta duniapun timtim belum masuk ke wilayah NKRI, jadi kalau ada yang menyimpulkan bahwa kasus Aceh sama dengan Tim Tim itu sungguh keliru." (Matius Dharminta, mr_dharminta@yahoo.com , Wed, 2 Feb 2005 22:32:31 -0800 (PST))

Nah itu argumentasi yang kalian Dharminta lambungkan. Dimana kalian tampilkan argumentasi mengenai Acheh yaitu Aceh sejak RI diproklamasikan kemerdekaan pada tahun 1945 udah termasuk didalamnya, dan dunia udah mengakuinya, coba lihat peta dunia.

Jadi, dasar argumentasi kalian untuk mempertahankan Acheh berada dalam wilayah RI yaitu, pertama, sejak RI diproklamasikan kemerdekaan pada tahun 1945 itu Acheh sudah termasuk didalamnya. Kedua, dunia sudah mengakuinya. Ketiga, lihat peta dunia.

Nah, itu argumentasi yang kalian Dharminta lambungkan.

Sekarang melihat dari apa yang dilambungkan oleh Dharminta diatas yang menyangkut argumentasi untuk mempertahankan Acheh masuk wilayah RI, ternyata setelah Ahmad Sudirman gali kembali, pelajari kembali, analisa kembali, terbukti itu Acheh tidak merupakan bagian wilayah RI dalam proses pertumbuhan dan perkembangan negara RI itu. Dan itu pengklaiman Soekarno terhadap Acheh dan wilayah-wilayah lainnya di Nusantara hanya pengklaiman diatas kertas saja. Karena menurut de-factonya itu wilayah RI yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 tidak menyangkut dari Sabang sampai Merauke, tidak juga wilayah Acheh.

Dan jawaban serta kronologisnya telah Ahmad Sudirman berpuluh kali menjelaskannya di mimbar bebas ini. Agar supaya tidak berulang-ulang menuliskannya di mimbar bebas ini cukup disini Ahmad Sudirman melinkkannya kepada tulisan yang menyangkut kronologis jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI hubungannya dengan Negeri Acheh dalam tulisan "Sudah 54 tahun Acheh diduduki & dijajah RI " ( http://www.dataphone.se/~ahmad/040817a.htm )

Nah, setelah Ahmad Sudirman menjelaskan kronologis pertumbuhan dan perkembangan Negara RI hubungannya dengan Acheh yang membuktikan itu Acheh bukan wilayah bagian RI, ternyata itu Dharminta, tidak mampu memberikan argumentasi lainnya untuk menyanggah argumentasi Ahmad Sudirman tersebut, selain menyatakan: "Aku kira justru orang-orang macan ini yang menelan sampah secara mentah-mentah cuplikan sejarah yang diambilnya dari tong sampah penjajah (belanda)." (Matius Dharminta, mr_dharminta@yahoo.com , Thu, 3 Feb 2005 20:53:15 -0800 (PST))

Dari apa yang dikemukakan oleh Dharminta tersebut menggambarkan bahwa itu Dharminta memang kosong ilmu tentang negerinya sendiri hubungannya dengan Acheh. Jadi itu Dharminta hanya berpegang kepada "sejak RI diproklamasikan kemerdekaan pada tahun 1945 itu Acheh sudah termasuk didalamnya"

Jadi bagaimana tidak Ahmad Sudirman mengatakan bahwa itu otak Dhaminta adalah otak udang yang gombal. Mengapa ?

Karena kalau memang ada fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang mengatakan bahwa itu Acheh bukan bagian wilayah de-facto dan de-jure RIS, RI, NKRI, maka sudah seharusnya itu Dharminta menggali kembali argumentasi lainnya untuk menumbangkan argumentasi Ahmad Sudirman. Tetapi, kenyataannya tidak demikian itu wartawan gombal Jawa Pos ini. Malahan balik menyatakan: "tulisan anda dari awal hingga detik ini, sama sekali tak ada perubahan, untuk menanggapi berbagai argumen, anda hanya melingkar-lingkar ditembat, dan selalu bangga dengan cuplikan sejarah usang yang anda kramatkan"

Apakah model demikian kalau seorang sarjana dan wartawan dalam memberikan argumentasi dalam perdebatan mengenai konflik Acheh dan akar utama penyebab timbulnya konflik Acheh ?.

Kemudian lagi, itu argumentasi lainnya yang dilambungkan Dharminta, yaitu "dunia udah mengakuinya, coba lihat peta dunia."

Nah, dalam hal ini Ahmad Sudirman menghubungkan dengan masalah peta dunia dalam hal Timor Timur, dimana Ahmad Sudirman pernah menyatakan: "Sama juga itu dalam gambar atlas Persada dan Dunia yang dicetak pada bulan Juli 1988 oleh pihak penerbit Ghalia Indonesia yang merupakan cetakan keenam belas, dicetaknya itu wilayah Timor Timur merupakan bagian wilayah provinsi RI. Padahal itu wilayah Timor Timur disantap dan dicaplok Jenderal Soeharto pada tanggal 8 Desember 1975." (Ahmad Sudirman, 3 Februari 2005)

Dari contoh Ahmad Sudirman diatas menunjukkan bahwa itu peta dalam atlas yang menggambarkan Timor Timur masuk wilayah RI, padahal itu Timor Timur dicaplok dan ditelan Soeharto. Jadi, peta itu tidak menjadi bukti hukum untuk menyatakan bahwa itu wilayah Timor Timur merupakan wilayah secara de-facto dan de-jure bagian RI. Melainkan merupakan sebagai keterangan saja, atau pengklaiman saja. Karena pada kenyataannya itu wilayah Timor Timur merupakan wilayah yang diduduki dan dijajah RI.

Begitupun dengan Acheh, mana itu Dharminta melambungkan peta-peta wilayah RI, dari mulai diproklamasikan 17 Agustus 1945. Kemudian sebelum dan setelah Perjanjian Linggajati 25 Maret 1947. Sebelum dan setelah perjannjian Renville 17 Januari 1948. Sebelum Perundingan Konferensi Meja Bundar (KMB). Setelah masuk kedalam RIS. Sebelum dan setelah pengakuan dan penyerahan kedaulatan Belanda kepada RIS pada tanggal 27 Desember 1949. Sebelum dan sesuah RIS dilebur kedalam RI dan menjelma menjadi NKRI. Sebelum menjadi anggota PBB ke-60.

Nah, kalau memang itu Dharminta mengatakan lihat peta dunia. Itu adalah alasan gombal. Mengapa ? Karena itu peta-peta selama proses pertumbuhan dan perkembangan RI sebagaimana yang Amad Sudirman jelaskan diatas, mana itu ditampilkan oleh Dharminta dimimbar bebas ini.

Kalau hanya Dharminta memerintahkan lihat peta dunia. Itu peta dunia, sama saja dengan contoh peta Timor Timur dalam atlas Persada dan Dunia yang dicetak pada bulan Juli 1988 oleh pihak penerbit Ghalia Indonesia, yang mencetak wilayah Timor Timur yang merupakan bagian wilayah provinsi RI, tetapi pada kenyataannya itu wilayah Timor Timur hasil santapan dan caplokan RI pada tanggal 8 Desember 1975 saja.

Kemudian soal pengakuan kepada RIS, bukan kepada RI, memang itu diakui kedaulatannya oleh Belanda pada tanggal 27 Desember 1949. Tetapi setelah RIS dilebur menjadi RI dan menjelma menjadi NKRI, kemudian Negeri Acheh dan Republik Maluku Selatan dimasukkan kedalam wilayah RIS, dan dilebur kedalam RI, dan dijelmakan menjadi NKRI, padahal itu Acheh dan Republik Maluku Selatan bukan Daerah bagian RIS dan bukan daerah wilayah de-jure dan de-facto RI negara bagian RIS, kemudian diajukan ke pihak DK PBB untuk menjadi anggota PBB.

Ternyata kalian Dharminta tidak mampu memberikan bantahan mengapa itu Soekarno sebagai Presiden RIS memasukkan Negeri Acheh kedalam wilayah RIS dan masuk kedalam RI melalui mulut Sumatera Utara pada tanggal 14 Agustus 1950.

Jadi, Dharminta itu argumentasi yang kalian lambungkan untuk mempertahankan Acheh adalah sangat lemah dan keropos. Karena itu kalau Ahmad Sudirman terus bertahan dalam argumentasi, bukan berarti Ahmad Sudirman hanya melingkar-lingkar ditempat, melainkan karena disebabkan oleh argumentasi Dharminta yang lemah. Kalian Dharminta tidak sanggup membuktikan secara kronologis itu negeri Acheh menjadi bagian RI. Kemudian kalian Dharminta tidak sanggup menunjukkan peta-peta wilayah de-facto dan de-jure RI menurut urutan kronologis proses pertumbuhan dan perkembangan RI. Seterusnya kalian Dharminta, tidak sanggup memberikan argumentasi yang kuat mengenai mengapa itu dalam peta dicetak wilayah Timor Timur masuk wilayah RI, padahal itu wilayah Timor Timur dijajah RI.

Nah terakhir, kalau kalian Dharminta ternyata kalian memang budek dan bloon tidak sanggup memberikan bantahan dan argumentasi yang jelas benar bedasarkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum mengenai Acheh adalah bagian RI, maka jangan kalian Dharminta salahkan Ahmad Sudirman dengan "hanya melingkar-lingkar ditempat, dan selalu bangga dengan cuplikan sejarah usang yang anda kramatkan."

Jadi, selama kalian Dharminta tidak sanggup melambungkan kepermukaan fakta, bukti, dasar hukum, dan sejarah yang kuat mengenai Negeri Acheh adalah bagian RI, maka selama itu Ahmad Sudirman tidak akan mundur dan tidak akan keluar dari garis pertahanan yang telah dipasang Ahmad Sudirman.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com
Date: 4 februari 2005 08:57:01
To: Ahmad Sudirman <ahmad_sudirman@hotmail.com>, padhang-mbulan@egroups.com, PPDI@yahoogroups.com, oposisi-list@yahoogroups.com, mimbarbebas@egroups.com, politikmahasiswa@yahoogroups.com, fundamentalis@eGroups.com, Lantak@yahoogroups.com, kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com, acehkita@yahoogroups.com, achehnews@yahoogroups.com, communitygallery@yahoogroups.com, asnlfnorwegia@yahoo.com
CC: mr_dharminta@yahoo.com
Subject: Re: DHARMINTA DARI DULU SUDAH KOSONG & TIDAK ADA KEMAMPUAN UNTUK PERTAHANKAN ACHEH

DHARMINTA DARI DULU SUDAH KOSONG & TIDAK ADA KEMAMPUAN UNTUK PERTAHANKAN ACHEH

Benarkah ? bukan sebaliknya, coba anda koreksi sendiri tulisan anda dari awal hingga detik ini, sama sekali tak ada perubahan, untuk menanggapi berbagai argumen, anda hanya melingkar-lingkar ditembat, dan selalu bangga dengan cuplikan sejarah usang yang anda kramatkan. Sekarang mana yang kosong ?

Matius Dharminta

mr_dharminta@yahoo.com
Surabaya, Indonesia
----------