Stockholm, 6 Februari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

FAUZAN ITU CINA JUSTRU MEMANFAATKAN DASAR HUKUM UUD 1945 YANG TELAH DIAMANDEMEN
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SAUDARA FAUZAN ITU KESALAHAN TERLETAK PADA DASAR HUKUM UUD 1945 BAB XI AGAMA Pasal 29 (2) YANG DIMANFAATKAN OLEH PARA CINA

"Segelintir Cina menjajah seluruh Indonesia dan menjajah 200 juta muslim Indonesia. Para muslim ribut soal kristenisasi yang sebenarnya tidak ada dan tidak sadar akan penjajahan nyata dinegeri sendiri oleh Cina. Ini puncak kekalahan muslim kata Mahathir Mohammad mantan perdana menteri Malaysia." (Zan, fzn_1@yahoo.com , Sun, 06 Feb 2005 08:16:48 +0900)

Terimakasih saudara Fauzan di Indonesia.

Setelah membaca apa yang ditampilkan oleh sauadara Zan atau Fauzan dari Indonesia ini dengan mengutip tulisan yang ditulis oleh saudara Mujahindo yang menghasilkan kesimpulan bahwa diantara "tanda-tanda kekalahan 200 juta Muslim Indonesia adalah "Segelintir Cina menjajah seluruh Indonesia dan menjajah 200 juta muslim Indonesia. Para muslim ribut soal kristenisasi yang sebenarnya tidak ada dan tidak sadar akan penjajahan nyata dinegeri sendiri oleh Cina. Ini puncak kekalahan muslim kata Mahathir Mohammad mantan perdana menteri Malaysia".

Ternyata Ahmad Sudirman menemukan sesuatu hal kesimpulan yang dipaksakan dari hasil pengambilan dari permasalahan yang timbul dan bisa dilihat secara fenomena, yaitu dalam bentuk pendirian menara Jakarta, pendirian gereja-gereja, pusat pembangunan peribatan bagi orang-orang Cina, dan pusat penjualan dan perumahan untuk pihak Cina.

Mengapa adanya kesimpulan yang dipaksanakan dengan mendasarkan kepada adanya fenomena yang nampai terlihat oleh mata kepala ?

Karena, kalau ditelusuri lebih kedalam dan sampai keakar-akarnya, ternyata terkuak, bahwa sebenarnya yang merupakan akar utama timbulnya fenomena sebagaimana yang dikemukakan oleh saudara Fauzan dalam tulisan saudara Mujahindo tersebut adalah karena adanya kelemahan dalam konstitusi atau UUD 1945 yang telah diamandemen yang memberikan peluang bagi kelangsungan dan tumbuh sumburnya fenomen sebagaimana yang dituliskan oleh saudara Mujahindo itu.

Dimana kelemahan yang tertuang dalam konstitusi atau UUD 1945 itu adalah sebagaimana yang berbunyi dalam UUD 1945 yang diamandemen BAB XI AGAMA Pasal 29 (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

Nah, dengan adanya dasar dan sumber hukum yang mengacu kepada pancasila yang penjabarannya tertuang dalam UUD 1945 yang diamandemen BAB XI AGAMA Pasal 29 (2) diatas, maka sudah jelas, itu siapapun dan agama apapun yang dianutnya, maka memiliki hak untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu dan dijamin kemerdekaanya oleh Pemerintah RI dengan dasar pancasilanya hasil kocak-kocek Soekarno yang dibantu oleh Panitia Sembilan.

Nah, selama dasar dan sumber hukum yang tertuang dalam UUD 1945 yang diamandemen BAB XI AGAMA Pasal 29 (2) diatas masih tetap tertuang dan tertulis dengan jelas dalam UUD 1945 yang telah diamandemen itu, maka selama itu setiap orang dan yang memiliki kewarganegaraan RI telah dijamin hak dan kemerdekaan untuk beragama dan membangun persyaratan keagamaannya sesuai dengan kemauan dan kemampuan mereka masing-masing.

Karena, itu kalau kita mau mengambil kesimpulan mengapa itu pihak orang-orang Kristen seperti Alex Abraham dengan menara Jakarta-nya, Freddy Lai dengan Gereja Kristen Mangga Besar-nya, Trio Caleb Tong, Stephen Tong, dan Joseph dengan Gereja Hok Im Tong-nya di Bandung, dan Komplek perumahan Setra Duta-nya yang juga di Bandung. Jelas itu semua disebabkan oleh adanya pijakan dasar hukum yang telah dimanfaatkan oleh mereka guna membangun tempat peribatannya menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

Jadi sekarang, faktor kesalahan yang paling mendasar dan paling utama dari timbulnya fenomena-fenomena diatas adalah bukan lemahnya umat Islam, melainkan karena memang umat Islam telah dicekoki dan dibodohi oleh pihak penguasa baik itu dari lembaga eksekutif ataupun legislatif yang nota bene adalah umat Islam sendiri yang merasa mengerti dan memahami tentang substansi Islam yang aplikasinya ditampilkan dan ditetapkan dalam bentuk dasar hukum gombal sebagaimana yang tertuang dalam konstitusi atau Undang Undang Dasar 1945 yang telah diamandemen tersebut diatas. Dimana justru orang-orang non muslim yang memanfaatkan keuntungan dari adanya dasar hukum gombal dalam UUD 1945 yang diamandemen BAB XI AGAMA Pasal 29 (2) tersebut.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sun, 06 Feb 2005 08:16:48 +0900
From: fzn_1@yahoo.com
To: ahmad@dataphone.se
Subject: Site Posting: Sdr Hediyanto itu ASNLF wadah untuk membebaskan negeri, agama, harta yang dijajah RI

Tanda2 kekalahan 200 juta Muslim Indonesia diantara lain (tulisan Mujahindo):

1. 200 juta muslim berkoar tetapi 1 Alex Abraham mengalahkan semua suara dan medirikan menara Jakarta demi ambisinya bukan Kristenisasi, tetapi sebagai mesin uang dengan mengendarai gereja dan memperalat para muslim dengan uang.

2. Gereja Betani di Surabaya sebagai gereja terbesar di Asia Tenggara dibangun di tengah pemukiman kumuh muslim sebagai symbol keruntuhan akidah Islam Indonesia.

3. Gereja Kristen Mangga Besar dibangun Freddy Lai ditengah pemukiman kumuh para muslim Jakarta dan FPI juga turut menonton penghinaan umat tersebut.

4. Gereja Hok Im Tong Bandung dibawah pimpinan trio Caleb Tong, Stephen Tong, dan Joseph sedang membangun pusat Cina dan pusat pemurtadan muslim terbesar di Indonesia di jalan Junjunan 105 di tengah pemukiman kumuh muslim sebagai tanda kemenangan Cina dan kekalahan muslim Indonesia.

5. Komplek perumahan Setra Duta di Bandung adalah proyek ekslusif untuk Cina yang menolak kehadiran muslim; disini para Cina yang mengendarai gereja untuk proyek Cina bermukim. Muslim akan dipersulit masuk daerah tersebut. Itu proyek Cina ekslusif dikelilingi muslim kumuh. Sebuah penghinaan muslim Indonesia sebagai symbol pembusukan system di Indonesia. Teman saya mau membeli disana dipersulit dan akhirnya ditempat lain. Seluruh sendi2 negara dan bangsa dikuasai dan dikendarai Cina tanpa disadari 200 juta muslim Indonesia.

6. Semua mall di Aceh sampai Papua dikuasai Cina. Semua roko dari Banda Aceh sampai Merauke dimiliki Cina. Semua komplek rumah mewah disemua kota Indonesia dikuasai Cina. Segelintir Cina menjajah seluruh Indonesia dan menjajah 200 juta muslim Indonesia. Para muslim ribut soal kristenisasi yang sebenarnya tidak ada dan tidak sadar akan penjajahan nyata dinegeri sendiri oleh Cina. Ini puncak kekalahan muslim kata Mahathir Mohammad mantan perdana menteri Malaysia.

Zan

fzn_1@yahoo.com
Indonesia

http://ahmad-sudirman.com/comments.php?id=932_0_1_0_C
----------