Stockholm, 8 Februari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

UJUNGNYA ITU MUBA JAWA PELUK TNI UNTUK DIPAKAI ALAT MEMBUNUH RAKYAT ACHEH & MENDUDUKI ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

TERBONGKAR UJUNGNYA ITU MUBA ZR JAWA MEMELUK NON-ORGANIK TNI UNTUK DIJADIKAN ALAT MEMBUNUH RAKYAT ACHEH DAN MENDUDUKI NEGERI ACHEH

"Sampai sekarang Aceh tetap bagian dari NKRI, dan akan tetap demikian. Jadi, apa memang aku sangat berperan untuk mempertahankan Aceh? Aku tidak perlu angkat senjata atau melakukan kampanye cinta NKRI kepada rakyat Aceh. Keamanan untuk melindungi rakyat Aceh kan udah punya TNI, trus kecintaan rakyat Aceh terhadap NKRI tidak perlu diragukan lagi. Aceh akan tetap begitu. Percaya aku deh. Lain dengan kamu. Karena cuma belasan orang, ya terpaksa semua orang harus kerja keras, kecuali tentunya Tiro banci yang sebentar lagi mati kekenyangan dan kebanyakan tidur serta bermewah-mewah itu." (Muba ZR, mbzr00@yahoo.com , Mon, 7 Feb 2005 14:20:01 -0800 (PST))

Baiklah Muba Jawa di Paris, Perancis.

Ujung-ujungnya itu Muba Jawa memang sama seperti itu Jenderal TNI dari Jawa Endriartono Sutarto yang dibantu oleh Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu dari Palembang telah menjadikan pasukan non-organik TNI sebagai alat untuk membunuh rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila, dan alat untuk terus menduduki Negeri Acheh yang telah dirajah oleh Soekarno dan para penerusnya termasuk Muba Jawa gombal yang ikut-ikutan mendukungnya dari bagian ekor.

Memang itu RI dibawah Susilo Bambang Yudhoyono merasa masih tetap memiliki Acheh hasil rampasan dan jarahan Soekarno. Tetapi tentu saja secara de-facto itu wilayah Acheh adalah tidak juga dikuasai seluruhnya oleh serdadunya Ryamizard Ryacudu.

Jadi, sebenarnya tidak benar seluruhnya kalau itu Muba Jawa mengklaim bahwa "Sampai sekarang Aceh tetap bagian dari NKRI".

Kalau memang benar itu wilayah Acheh adalah tetap bagian RI dan dikuasai seluruhnya secara penuh, mengapa itu dikerahkan pasukan non-organik TNI plus Raidernya untuk ditempatkan di Acheh guna menjadi alat mesim pembunuh rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila.

Kalian Muba Jawa gombal, memang kalian tidak perlu angkat senjata untuk petahankan dan untuk tetap memegang erat-erat Acheh, tetapi kacung-kacungnya Ryamizard Ryacudu dan Endriartono Sutarto yang terdiri dari puluhan ribu pasukan non-organik TNI dengan senjata khalasnikov-nya dan senjatanya buatan Pindad telah dijadikan alat untuk membunuh rakyat Acheh.

Jadi, sebenarnya kalian Muba Jawa sama juga dengan itu Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu dan Jenderal TNI Endriartono Sutarto yang telah memerintahkan anak buahnya untuk menjadi pembunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila.

Dan itu kalau kalian Muba Jawa menyatakan: "kecintaan rakyat Aceh terhadap NKRI tidak perlu diragukan lagi" adalah angan-angan gombal kalian dan Endriartono Sutarto dan Ryamizard Ryacudu saja.

Kalau memang benar itu rakyat Acheh tidak perlu lagi diragukan kecintaannya terhadap NKRI, maka itu sudah dari puluhah tahun yang lalu tidak ada itu yang namanya serdadu non-organik TNI/Polri di Negeri Acheh dengan menyandang senjata khalasnikov-nya.

Adanya dan hadirnya itu para puluhan ribu serdadu non-organik TNI/Polri di Negeri Acheh membuktikan bahwa hakekatnya itu memang rakyat Acheh sudah trauma terhadap kelakukan para penguasa Negara pancasila dengan TNI-nya.

Kalian Muba Jawa hanya mimpi gombal saja. Dan hanya bercuap seenak perut sendiri yang mengada-ada bahwa itu TNI pembunuh rakyat muslim Acheh dicintai rakyat Acheh. Paling itu oleh rakyat dari kampung Jawa kalian Muba Jawa yang didatangkan melalui proyek transmigrasi. Berapa banyak orang Jawa semodel kalian Muba yang dijadikan proyek transmigrasi oleh Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati dan sekarang Susilo Bambang Yudhoyono ?.

Kalau kalian Muba Jawa menyatakan bahwa orang transmigrasi asal Jawa yang datang ke Acheh cinta dan setia kepada serdadu non-organik TNI asal Jawa, memang masuk akal. Dasar gombal.

Yang jelas dan pasti itu yang perlu kalian Muba Jawa ketahui bahwa pasukan puluhan ribu non-organik TNI dibawah perintah dan komando Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu sudah bertahun-tahun tidak mampu menghancurkan dan meluluhkan pasukan muslim Acheh TNA. Jelas, itu membuktikan bagaimana kwalitas pasukan muslim Acheh TNA dibandingkan dengan pasukan non-organik TNI gombal yang hanya dijejali dengan propaganda kosong racun pancasila dan UUD 1945 sekular gombal saja.

Dan yang jelas dan sudah terbukti makin lama itu pasukan non-organik TNI hanya dijadikan sebagai tukang jaga negeri Acheh dan pembunuh rakyat muslim Acheh saja. Kalau disuruh menyapu bersih pasukan TNA, itu mana berhasil. Sudah puluhan tahun dari sejak Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati dan sekarang Susilo Bambang Yudhoyono, mana itu puluhan ribu pasukan non-organik TNI yang kalian Muba Jawa gombal dekap itu mampu meluluhkan pasukan muslim TNA.

Jadi, hanya orang-orang yang otaknya otak udang saja yang mengatakan bahwa itu pasukan muslim TNA hanya beberapa gelintir saja. Persis seperti itu Muba Jawa yang kebalinger.

Dan tentu hanya orang-orang yang budek dan bloon saja yang tetap ngotot dengan melambungkan pernyataan: "Mustahil aqli badihi kalau itu kalian gerombolan pemain tooneel bisa merubah status Aceh dari keadaan sekarang sebagai bagian dari NKRI yang sah dan diakui seluruh dunia tanpa kecuali."

Muba Jawa, secara perlahan benteng pertahanan kalian sedikit demi sedikit mulai bergeser kebelakang. Dan tanpa kalian sadari, itu akhirnya, Insya Allah Negeri Acheh akan kembali ketangan seluruh rakyat Acheh yang sah sebagai pemilik dan penerusnya dari sejak endatu-nya orang Acheh dulu, sebelum itu Negara RI Soekarno berdiri dan diproklamasikan.

Jadi, rakyat Aceh yang telah sadar untuk menenentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara pancasila akan terus berjuang sampai tegaknya kembali Negeri Acheh dibawah pengaturan rakyat Acheh yang sah, bukan dibawah kaum penjajah Jawa model Muba Jawa gombal ini.

Dan karena memang itu Muba Jawa hanya menjilat cerita sejarah gombal Soekarno, mana mengetahui bahwa Teungku Hasan Muhammad di Tiro telah bertahun-tahun berada di Acheh untuk memperjuangkan kembali tegaknya Negeri Acheh yang bebas dari pengaruh kekuasaan negara pancasila. Dan ternyata itu berhasil. Dimana sampai detik ini itu gejolak dan gelora semangat yang tinggi dari rakyat Acheh yang telah sadar untuk mementukan nasibnya sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila terus bergerak pantang mundur.

Dengan adanya semangat yang menggelora dari para pejuang muslim Acheh inilah yang membuat itu pasukan non-organik TNI tidak bisa berbuat banyak, selain hanya melakukan patroli kesana dan kesini dan menghantam rakyat sipil Acheh dengan tuduan anggota TNA dan ASNLF.

Inilah yang dinamakan perang modern, kalau kalian Muba Jawa tidak mengetahuinya. Coba kalau ingin tahu apa itu perang modern, coba kalian tanyakan itu kepada Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu. Karena ia adalah sangat takut sekali dengan perang modern yang sedang berlangsung di Acheh sekarang ini.

Kalau kalian Muba Jawa hanya bisanya memberikan pandangan yang picik tentang taktik dan strategi perjuangan teungku Hasan Muhammad di Tiro, jelas akhirnya kalian akan kecele. Dan terbukti sampai detik ini itu pihak RI berusaha meluluhkan pasukan muslim TNA, tetapi sayang itu Ryamizard Ryacudu dan TNI-nya tidak berhasil sebagaimana yang diharapkan.

Jadi sebagaimana yang dijelaskan oleh Ahmad Sudirman, taktik dan strategi Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang telah dijalankan ternyata mampu bertahan dan Insya Allah bertahan sampai kapanpun dengan kehendak Allah SWT, amin.

Muba Jawa, para pejuang rakyat Acheh yang ada diluar mereka itu adalah para pejuang. Bukan seperti pimpinan di Negara sekuler RI kalian yang kalau ada kesempatan mempergunakan kesempatan itu untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Kalau kalian Muba hanya sekedar menyatakan para pejuang Acheh yang ada diluar berfoya-foya, itu sama saja dengan cerita gombal orang Jawa yang otaknya sudah dipenuhi dengan racun jamu pancasila mematikan yang membuat otak beku, seperti kalian Muba Jawa.

Islam itu bukan milik kalian saja Muba Jawa. Islam itu milik dan anutan seluruh umat Islam dimanapun berada. Tetapi yang jelas, itu Islam kalau di Negara sekuler RI telah dijadikan alat pencampur adukkan dengan ramuan jamu gombal pancasila sebagaimana tertuang dalam UU No.18/2001 yang disodorkan kepada rakyat muslim Acheh, sehingga akibatnya rakyat muslim Acheh telah masuk kedalam jeratan yang menyesatkan akibat ulah para anggota DPR dan lembaga eksekutif dibawah Megawati dan Susilo bambang Yudhoyono sekarang ini.

Terakhir, NKRI tidak perlu diserang oleh negara lain, cukup dihancurkan dengan tsunami, kemudian ribuan pasukan militer asing dari puluhan Negara asing sekarang berada di Acheh. Ini membuktikan bahwa itu pasukan asing telah berhasil menguasai Acheh. Dan ini baru langkah pertama. Tunggu saja langkah kedua.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Mon, 7 Feb 2005 14:20:01 -0800 (PST)
From: muba zir mbzr00@yahoo.com
Subject: Re: AKHIRNYA MEMANG ITU MUBA TIDAK MAMPU MEMPERTAHANKAN ACHEH
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Cc: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, narastati@yahoo.com, hasan_saleh1945@yahoo.com, bambang_hw@rekayasa.co.id, editor@jawapos.co.id, mitro@kpei.co.id

Ha ha. Kamu jangan menyamakan aku dengan kamu. Kalau kamu tidak bisa merengkuh itu mimpi aneh bin ajaibmu tentang negeri Aceh yang maunya kamu pimpin dan kamu kuasai, jangan menyebut aku tidak mampu mempertahankan Aceh. SAMPAI SEKARANG ACEH TETAP BAGIAN DARI NKRI, DAN AKAN TETAP DEMIKIAN. Jadi, apa memang aku sangat berperan untuk mempertahankan Aceh? Aku tidak perlu angkat senjata atau melakukan kampanye cinta NKRI kepada rakyat Aceh. Keamanan untuk melindungi rakyat Aceh kan udah punya TNI, trus kecintaan rakyat Aceh terhadap NKRI tidak perlu diragukan lagi. Aceh akan tetap begitu. Percaya aku deh. Lain dengan kamu. Karena cuma belasan orang, ya terpaksa semua orang harus kerja keras, kecuali tentunya Tiro banci yang sebentar lagi mati kekenyangan dan kebanyakan tidur serta bermewah-mewah itu.

Mustahil aqli badihi kalau itu kalian gerombolan pemain tooneel bisa merubah status Aceh dari keadaan sekarang sebagai bagian dari NKRI yang sah dan diakui seluruh dunia TANPA KECUALI. Tahu kan mustahil aqli badihi? Aku kan udah bilang, itu artinya sama saja dengan perempuan Yahudi yang Tiro pernah jatuh ke dalam pelukannya itu melahirkan ibunya! Nah, semustahil itulah mimpi kamu. Faham? Jangankan menjadikan Aceh merdeka, menginjak tanah Aceh saja kamu dan Tiro banci itu tidak berani. Ha ha.

Kamu jelas-jelas malu ati ketika aku membandingkan Tiro banci yang sebentar lagi mati kekenyangan dan kebanyakan tidur serta bermewah-mewah itu dengan Arafat, Basayev, dan Miasuri. Nggak level itu pengecut Tiro dengan salah satu dari ketiganya. Wong nginjak bumi Aceh nggak berani. Wong terhadap bencana tsunami saja hanya bisa bilang, "Kami turut sedih". Katamu itu perbedaan strategi? Strategi apa yang kamu pake? Hai, Mad, membujuk hati masyarakat Aceh agar bangga pada kalian itu penting kalo kamu memang memakai hati nurani untuk mencapai mimpimu. Punya hati nurani nggak sih? Ah, jangan-jangan nggak punya. Nah, gimana mereka bisa bangga, ke sana saja kamu tidak punya nyali, membantu rakyat yang kena tsunami saja tidak mampu (kayaknya bukan tidak mampu deng, kan kalian yang belasan orang itu cukup kaya dan selalu berfoa-foya, tapi nggak mau aja, maklum nggak punya hati nurani). Atau karena kebiasaanmu berfoya-foya itu lantas kalian berpikir untuk menguasai Aceh yang kaya minyak untuk melestarikan nafsu serakah dan kebiasaan foya-foyamu itu? Jangan sekali-kali kalian mengatasnamakan Islam deh, apalagi kalo Tiro banci itu pernah tidur dengan perempuan Yahudi. Jijik tahu !

Kamu juga malu ati tidak mampu menarik kesimpulan yang cetek kenapa tidak ada satupun negara yang menyerang NKRI jika bualanmu bahwa NKRI mencaplok Aceh dipercaya negara itu. Ha ha. Mati kutu kau !!

Pendek aja dulu deh, tanggapan kamu nggak pernah tuntas sih. Aku pengen tahu, apa ini bisa kamu jawab tuntas? Simak baik-baik postingan2ku ya Nak. Jangan kecewakan ini Presiden Muba yang telah mengangkatmu jadi Menmud Urjanmud, ha ha.

Muba ZR

mbzr00@yahoo.com
Paris, Perancis

NB:
Sejak beberapa posting terakhir aku sengaja men-cc ke beberapa nama. Aku takut postinganku dipetieskan karena kamu mati kutu. Sori yang kena posting. Aku ambil asal saja, yaitu yang terakhir masuk ke mailbox-ku. Anda boleh juga nanggepin, reply all atau pribadi, seperti yang dilakukan secara pribadi oleh salah satu dari anda.
----------