Stockholm, 9 Februari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

FAUZAN ITU METODE MAHATHIR TIDAK BISA DIJIPLAK UNTUK DIPAKAI DALAM NEGARA MBAHNYA SOEKARNO
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

PERLU FAUZAN MEMPELAJARI, MENGGALI LEBIH DALAM SEBELUM MENJIPLAK METODE MAHATHIR UNTUK DIPAKAI DALAM NEGARA MBAHNYA SOEKARNO

"Bang Ahmad Sudirman, dalam hal akar masalah Indonesia kita berbeda tentang akarnya. Bang Ahmad selalu menekankan penegakkan hukum dan konstitusi. Bagi saya itu benar tapi itu long-range dan abstrak. Buktinya sudah merdeka 60 tahun tetapi negara terbelakang. Benang dan jarum semua diimpor dari Cina. Minyak akan habis dan SDM cuma sebatas TKI yang diusir dan TKW yang diperkosa dan dibunuh Cina dll. Jadi akarnya harus yang real bukan abstrak---siapa kuasai ekonomi kuasai negara. Dan Cina yang kuasai 90% uang Indonesia. Bagi saya: tiru Melayu tetapkan tahun 2010 ekonomi 60%Melayu dan 40% non Melayu. Tanah di kota2 60% Melayu dan 40% non Melayu." (Fauzan, fzn_1@yahoo.com , Tue, 8 februari 2005 14:14:31)

"Yang menguasai dana menguasai bangsa. Cina kuasai 80% dana Indonesia. Kesimpulan: Cina kuasai Indonesia (terlepas dari siapa yg presiden--itulah prinsip yg diturunkan Cina pada anak cucu mereka).Tragisnya: kita mendidik anak2 kita untuk menjadi pegawai negeri (menjadi kacung Cina). Orang Indonesia Melayu jadi birokrat tapi bangsa kita dikuasai Cina 80% dananya. 99% restoran, 99% toko, 99% mall, 99% tanah sepanjang jalan semua kota milik Cina. Bahkan Gus Dur berkata bahwa dulu itu tanah orang2 NU tapi sekarang sudah didorong ke gunung. Di era global tidak lagi soal politik tapi ekonomi yang berkuasa. Indonesia 2005 tidak beda dengan Indonesia waktu dijajah Belanda." (Fauzan, fzn_1@yahoo.com , Tue, 8 Feb 2005 14:34:00 -0800 (PST))

Baiklah saudara Fauzan di Istanbul, Turki.

Dari apa yang dilambungkan saudara Fauzan dari Turki ini yang lebih menekankan kepada masalah ekonomi yang didalamnya menyangkut dana, sehingga siapa orang yang menguasai ekonomi, itulah orang yang menguasai negara. Di Indonesia karena Cina kuasai 90 % uang Indonesia, maka Cina menguasai Negara RI. Untuk menyetopnya coba memakai metode Dr Mahathir Mohammad seperti bagi 60 % untuk melayu dan 40 % non melayu.

Sepintas memang kalau membaca apa yang dilontarkan saudara Fauzan itu dan dihubungkan dengan Malaysia dan kebijaksanaan politik dan ekonomi Dr Mahathir Mohammad yang memiliki 58 % suku melayu, 24 % suku Cina, 8 % suku India, dan 10 % sisanya suku-suku termasuk suku pendatang dari luar Malaysia, seperti Jawa, Sunda, Madura, Bugis, dan dari suku di Pilipina dan di Banglades.

Kemudian kalau melihat ke Indonesia kelihatan pembagian etnis suku ini adalah suku Jawa 45 %, suku Sunda 14 %, suku Madura 7,5 %, suku Melayu 7,5 % dan suku-suku lainnya 26 % termasuk didalamnya suku Acheh, Gayo, Alas, Batak, Bugis, Dayak, Papua, Cina, India, Arab, dan puluhan suku-suku lainnya.

Nah, dari melihat jumlah suku-suku yang ada di Indonesia ini kalau dihubungkan dengan melalui pemecahan ekonomi model Mahathir Mohammad yang membagi rakyat Malaysia, Melayu dan non melayu (Cina dan India), maka jelas di RI yang akan menguasai penuh ekonomi adalah sukunya Mbah Soekarno dan mbahnya Susilo Bambang Yudhoyono cs dari suku Jawa. Disusul oleh suku mbahnya Mayor Jenderal Endang Suwarya dari suku Sunda, lalu dibelakang ikut orang-orang suku Madura, dan orang-orang suku Melayu. Kemudian suku Acheh, Gayo, Alas, Batak, Bugis, Dayak, Papua, Ambon, Cina, India, Arab, dan puluhan suku-suku lainnya.

Dan tentu saja, itu suku mbahnya Soekarno mana mau digolongkan kepada suku Melayu, begitu juga sebaliknya suku Melayu yang ada di Sumatera dan Kalimantan itu mana mau dimasukkan satu grup dengan suku Jawa. Kemudian suku Acheh, Papua, Ambon yang sekarang sedang berusaha untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan mbahnya Soekarno, mana mau dimasukkan kedalam kelompok suku melayu dan suku mbahnya Susilo Bambang Yudhoyono. Nah, baru sampai disini sudah timbul masalah yang sangat ruwet.

Kemudian lagi itu suku Cina, Arab, India di Indonesia adalah suku yang minoritas. Kalau itu suku Cina, Arab, India dikasih 40 % memegang ekonomi Indonesia, maka hanya orang-orang Cina, Arab, India saja yang bekeliaran baik di lembaga Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, badan pemerintahan, badan swasta dalam bidang ekonomi, perdagangan dan bidang-bidang lainnya. Sekarang memang itu suku Arab menguasai dalam bidang hukum dan pemerintahan, seperti Alwi Shihab cs. Cina menguasai ekonomi dan ikutan dalam partai PDIP-nya Megawati. Suku India bisnis dagang, seperti orang Cina.

Jadi saudara Fauzan, terlalu sederhana kalau mau menerapkan sistem Dr Mahathir Mohammad di Negeri mbahnya Soekarno dan mbahnya Susilo Bambang Yudhoyono. Lagi pula itu suku Acheh, Papua dan Ambon akan protes keras, karena mereka tidak mau dimasukkan kedalam kelompok Melayu apalagi Jawa dan kelompoknya Cina, Arab, India.

Coba sekarang saudara Fauzan pecahkan dulu masalah yang mendasar tentang kesukuan ini di negeri mbahnya Susilo Bambang Yudhoyono, sebelum saudara Fauzan menjiplak cara Dr Mahathir dalam menyelesaikan ekonomi di RI ini. Kalau saudara Fauzan sudah mampu dengan gemilang memecahkan masalah pembagian suku ini di RI, silahkan tampilkan obat mujarab made in Mahathir Mohammad yang telah dipakai dan diberikan kepada rakyat Malaysia itu di negara RI made in Soekarno ini.

Nah sebelum saudara Fauzan berhasil memecahkan masalah kesukuan di RI ini, maka pemecahannya sebagaimana yang telah Ahmad Sudirman kemukakan dalam tulisan sebelum ini, yaitu dalam rangka meberantas KKN, suap dan sogok yang sebagiannya dilakukan oleh para taipan Jakarta dan Singapur, buatlah hukum yang didalamnya tercantum maksimal hukman mati. Kemudian buat perjanjian ektradisi dengan negara-negara yang biasa dipakai tempat persembunyian para taipan-taipan Cina itu, seperti Singapura, Cina, Malaysia, agar supaya mudah menjerat mereka.

Kemudian kalau melihat cara pembagian masalah proyek ekonomi, memang kalau meniru model Malaysia-nya Dr Mahathir adalah bagi itu proyek kepada satu orang melayu, kemudian, satu orang melayu itu bagi kepada dua orang melayu lainnya. Lalu yang dua orang melayu itu bagi kepada tiga orang melayu yang lainnya lagi. Nah itulah cara pembagian proyeknya Dr Mahathir. Jadi dari satu tangan melayu menjadi 6 orang melayu yang kebagian proyek. Coba terapkan itu metode di RI, kasih proyek kepada orang mbahnya Susilo Bambang Yudhoyono, jelas dari orangnya mbahnya Susilo Bambang Yudhoyono, tidak akan diberikan kepada orang Acheh, Papua, Ambon, Dayak, Sunda, Madura, pasti itu proyek dipeluknya oleh mereka dari kaumnya mbah Susilo Bambang Yudhoyono saja. Contohnya seperti pada masa mbahnya Soeharto, semua proyek negara dipegangnya oleh keluarganya mbah Soeharto ditambah dengan orang Cina yang dekat dengan mbah Soeharto. Orang Acheh, Papua, Ambon, Dayak, Melayu, Sunda, Madura gigit jari.

Jadi, saudara Fauzan kalau saudara menghendaki cara yang saudara sampaikan itu, maka caranya mudah saja, buat dasar hukum yang membagi kebebasan hak milik dan hak pakai bagi orang-orang asal keturunan Cina, India, Arab. Jangan tanggung-tanggung, untuk mereka itu adalah hanya dikasih masing-masingnya 2 % dari proyek ekonomi yang akan dijalankan oleh RI dalam usaha memenuhi Anggaran Pendapatan Belanja Negara. Para keturunan Cina, Arab, India, hanya diperbolehkan memiliki tanah hanya 2% saja. Saudara Fauzan jangan takut dikatakan rasis oleh orang Cina, Arab, India. Kalau orang Cina, India, Arab tersebut melakukan protes, tangkap saja mereka, lalu masukkan ke Nusa Kambangan, dengan alasan melanggar dasar hukum, kan selesai persoalannya.

Tetapi, kenyataannya saudara Fauzan ini masih ngambang dalam memberikan pemecahan masalah ekonomi di Negara mbahnya Susilo Bambang Yudhoyono ini. Mengapa ? Karena mengenai masalah kesukuan saja, saudara Fauzan masih buta. Karena masih buta maka dengan mudahnya memberikan pembagian ekonomi bagi Melayu 60 % dan non Melayu 40 %. Kan mati konyol itu.

Jadi saran Ahmad Sudirman, cobalah sebelum memakai metode Dr Mahathir Mohammad untuk diterapkan di Negeri mbahnya Soekarno ini pelajari, gali, sampai keakar-akarnya, apakah memang cocok itu obat made in Dr Mahathir diberikan kepada mulut-mulut rakyat RI yang terdiri dari ratusan suku itu. Coba pikirkan dulu matang-matang sebelum melanjutkan diskusi di mimbar bebas ini. Kalau sudah berhasil, silahkan kirimkan lagi pandangan saudara Fauzan ke mimbar bebas ini, dan Ahmad Sudirman Insya Allah akan selalu siap memberikan tanggapannya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Tue, 8 Feb 2005 14:34:00 -0800 (PST)
From: fauzan 1 fzn_1@yahoo.com
Subject: Please Reflect on These Facts
To: ahmad@dataphone.se

Band Ahmad,
Tolong reflect these facts:

Premise: Yang menguasai dana mengauasai bangsa Premise2: Cina kuasai 80% dana Indonesia Kesimpulan: Cina kuasai Indonesia (terlepas dari siapa yg presiden--itulah prinsip yg diturunkan Cina pada anak cucu mereka).Tragisnya: kita mendidik anak2 kita utk menjadi
pegawai negeri (menjadi kacung Cina).

1.Org Indonesia Melayu jadi birokrat tapi bangsa kita dikuasai Cina 80% dananya.

2.99% restoran, 99% toko, 99% mall, 99% tanah sepanjang jalan semua kota milik Cina. Bahkan Gus Dur berkata bahwa dulu itu tanah orang2 NU tapi sekarang sudah didorong ke gunung.

3.Di era global tidak lg soal politik tp ekonomi yg berkuasa.

4.Indonesia 2005 tidak beda dengan Indonesia waktu dijajah Belanda.

Harap fakta ini jangan dipolitisir dengan gombal2 seperti hukum, aturan, konstitusi, dll. Bangsa ini secara satu kesatuan sudah resolve utk tidak menjadi tuan di rumah sendiri. Ini yg menghancurkan hati saya. Apa gunanya menyanyikan Indonesia Raya dan Indonesia merah darahku dan Padamu Negeri tetapi dalam realitas kita sebagai bangsa sudah puas menjual semua tanah kita karena kita sudah menjuak jiwa dan roh kita.

Mana kebanggaan sbg Indonesia? Hai bangsaku menangislah dan bangkitlah dan keluarlah
dari pembodohan ini

Wassalam

Fauzan

fzn_1@yahoo.com
Istanbul, Turki
----------

From: fauzan 1 fzn_1@yahoo.com
Date: 8 februari 2005 14:14:31
To: Ahmad Sudirman ahmad_sudirman@hotmail.com
Subject: Re: FAUZAN TAMPILKAN UANG CINA JAJAH KABINET YUDHOYONO SAMA DENGAN CINA JAJAH RI

Bang Ahmad Sudirman,
Terima kasih tanggapan anda.

Tapi dlm hal akar masalah Indonesia kita berbeda ttg akarnya. Bang Ahmad selalu menekankan penegakkan hukum dan konstitusi. Bagi saya itu benar tp itu long-range
dan abstrak. Buktinya sudah merdeka 60 thn ttp negara terbelakang. Benang dan jarum semua diimpor dr Cina. Minyak akan habis dan SDM cuma sebatas TKI yg diusir dan TKW yg diperkosa dan dibunuh Cina dll. Jadi akarnya harus yg real bukan abstrak---siapa kuasai
ekonomi kuasai negara. Dan Cina yg kuasai 90% uang Indonesia.

Bagi saya: tiru Melayu tetapkan tahun 2010 ekonomi 60%Melayu dan 40% non Melayu. Tanah di kota2 60% Melayu dan 40% non Melayu.

Selama tidak ada kemauan politik dan tidak ada keberanian nasionalis maka melayu akan tetap kuli Cina sampai kiamat. Bukti yang nyata adalah Malaysia. Hasilnya mendekati targetnya. Indonesia harus ke arah sana.

Wassalam

Fauzan

fzn_1@yahoo.com
Istanbul, Turki
----------